
Derrell mendekati Martin hingga keduanya saling berhadapan dengan tatapan marah..........
"Apa maksudmu Martin..''?
Martin tertawa...
"Apa kau merasa itu dirimu...''?
"Kau...adalah mantan yang menyedihkan..." desis Derrell masih dengan senyuman kemenangan yang terpancar di wajahnya...
Martin mengeraskan tatapannya...
"Sayangnya di antara kami tidak pernah menjadi mantan Derrell, dan aku pastikan...apa yang menjadi milikku sebelumnya...akan kembali menjadi milikku.."
"Benarkah.....kau pikir aku akan diam saja..kau yang begitu bodoh dan lemah karna membiarkan wanitamu menanggung rasa sakitnya sendiri..''
"Aku tak pernah tau yang terjadi kepadanya sampai kau membawanya pergi Derrell."
"Anggap itu takdirmu Martin.......takdirmu yang menyedihkan....."
"Tidak...aku akan merebut Mikha darimu.."
"Coba saja..dan kau akan melihat sisi gelapku yang sebenarnya Martin sebastian.."
"Benarkah...sayangnya aku tidak takut sedikitpun Derrell, aku pastikan kau..akan hancur.."
"Baiklah......aku menunggumu dengan sabar.."lirik Derrell dengan wajah beku.....
Mikha yang melihat Derrell dan Martin berbicara dengan ketagangan yang kentara meski tidak di sadari orang lain.... ia mendekat kemudian berdiri di antara kedua pria yang mencintainya dengan begitu besar......
"Bisakah kalian berdua berhenti dan tidak menghancurkan nama baik keluarga.." desis Mikha pada Derrell dan Martin......
Martin dan Derrell sama-sama menatap kepada sosok Mikha, dengan tatapan penuh cinta.......
Derrell yang melihat peluang itu meraih Mikha untuk berada di dekatnya, jemari kokohnya memeluk perut Mikha dengan senyuman kemenangan yang kentara hingga Martin menggertakan giginya........
"Sayang, saatnya kita pulang sekarang karna aku....ingin berduaan denganmu tanpa ada penganggu.." Derrell tersenyum pada Martin yang tak bisa menyembunyikan kemarahan di dalam matanya.......
"Derrelll......" kata-kata Martin terputus ketika kali ini Mikha yang berdiri menatapnya...
"Aku mohon berhentilah Martin...di antara kita sudah selesai, kita sudah sama-sama menikah dan aku harap.......kita bisa bahagia dengan pasangan kita masing-masing.......aku permisi..." Mikha memalingkan wajahnya yang hampir menangis....dan meninggalkan Martin yang berdiri dengan rapuh, jemarinya terkepal.........
__ADS_1
Derrell memalingkan wajahnya dan segaja merangkul Mikha dengan posesif hingga Martin tertunduk, sambil melonggarkan dasinya...tidak....ia tak akan menyerah soal Mikha.....
Sementara dari jarak yang hanya beberapa langkah, Anastasia menatap dengan tatapan hancur, airmatanya bahkan hampir menetes....Martin terlihat begitu mencintai Mikha......itu terlihat di wajahnya,
gadis itu menundukan wajahnya dalam-dalam..mengapa ia malah terjebak dengan ini semua....mengapa ia malah merasa sangat sedih dengan apa yang Martin rasakan saat ini, apakah persamaan perasaan yang sama di antara mereka membuat Ana merasa ikut merasakan uyang Martin rasakan.......
Entah..bagaimana pernikahan ini berjalan, Ana hanya bisa pasrah dan menyerahkannya pada waktu........
***************************************************
"Aku tak suka dengan caramu Derrell." ucap MIkha tajam..ia memalingkan wajahnya keluar jendela, bahkan mereka lebih dahulu pulang....
"Jangan bilang kau sedang membela mantan kekasihmu Mikha...'' ucap Derrell menoleh....
Mikha memejamkan matanya..ia menatap ke arah Derrell..
"Jika aku tidak menengahi kalian maka aku tak tau lagi..pesta itu akan berubah menjadi musibah..."
''Jadi kau membelanya..apa kau masih mencintainya...jangan pernah bermimpi untuk kembali kepadanya Mikha karna kau tak tau apa yang bisa aku lakukan untuk mempertahankan milikku..." Derrell kini menghentikan laju mobilnya.....
Keduanya bertatapan tajam......
"Kita sudah menikah layakah kau bertanya seperti itu padaku..aku istrimu dan Martin masa laluku mengapa kau seakan berpikir aku wanita murahan..." ucap Mikha sungguh kesal....
Derrell menghela nafas...ia terbawa emosi dan mau tak mau peringatan dokter padanya membuat amarah Derrell menguap....
"Aku minta maaf...aku hanya terlalu cemburu saja.'' ucap Derrell menatap Mikha..meraih jemari wanita itu dan mengecupnya...
Mikha terlihat cemberut dan enggan di sentuh olehnya, yah...Derrell merasa wajar karna ini masih awal dan Mikha masih dalam emosi yang tidak stabil karna hormonnya, dan Derrell tak berhenti mengutuki kebodohannya..
"Maafkan aku,...aku mohon..."bisiknya dengan nada pelan....
Mikha hanya diam saja, sungguh ia merasa sangat kesal dengan Derrell yang terlihat begitu menjengkelkan...
"Aku lelah sekali, bisakah kita lebih cepat sampai..aku ingin tidur."
"Baiklah istriku...aku minta maaf yah..." bisik Derrell lembut.
Derrell menyentuh kepala Mikha dan membelainya lalu melajukan mobilnya dan meninggalkan tempat sepi itu menuju rumah.....
***************************************************
__ADS_1
Pesta sudah usai saatnya Martin dan Anastasia pamit untuk pindah ke rumah besar yang telah di siapkan Martin,
"Semoga kalian berdua selalu berbahagia dan di penuhi dengan cinta anak-anakku." ucap Bibi Meri pada Martin dan Ana yang tertunduk....
Martin hanya diam tanpa suara dan hanya menganggukan kepalanya dengan tatapan kosong.....
"Terimakasih bibi." ucap Ana menunduk sopan.....
Angell mendekati keduanya dan kali ini Mertin mengangkat wajahnya, bunda Angell selalu mendukungnya sejak dulu jadi Martin sangat menghormatinya.....
"Ingatlah kata-kataku bahwa...apapun yang terjadi, kalian sudah sah dimata Tuhan...jangan permainkan pernikahan..karna kalian berjanji di hadapan Tuhan...." Angell tersenyum.....
"Terimakasih bunda.." bisik Martin membiarkan Angell memeluknya, Angell tau betapa sakitnya Martin saat ini...namun semua sudah terjadi, waktu sudah berlalu sehingga ia tak bisa kembali selain melangkah...
"Kau pria yang kuat..bunda yakin..kau akan menjadi seseorang yang bertanggung jawab...."bisik Angell di telinga Martin hingga pria itu membeku.....
"Aku akan mengingatnya bunda.." ucap Martin tersenyum....
Angell mengangguk lalu menatap Anastasia dan tersenyum, ia membelai wajah cantik gadis itu dan kemudain memeluknya...
"Martin adalah suamimu sekarang, berjuanglah karna dia adalah milikmu sekarang."bisik Angell dengan senyuman khasnya...
"Terimakasih bunda, aku..akan mengingatnya."ucap Anastasia dengan senyuman pasrah...
Martin menggenggam jemari Ana dan membimbingnya menuju mobil, ia lalu menuntun gadis itu untuk masuk dan kemudian ia pun ikut masuk....
Lambaian tangan semua keluarga mengiringi keduanya, mobil itu melaju pelan membelah jalan,...
****************************************
Sepanjang jalan di isi dengan kebekuan yang begitu menyiksa, hingga Ana merasa seperti tercekik, iapun hanya mampu menundukan wajahnya, apalagi Martin hanya diam saja dan tak berkata apapun, gaun yang terasa berat dan menghimpitnya semakin membuat Ana tersiksa....
''Kita akan langsung kerumah baru.." ucap Martin datar tanpa menoleh sedikitpun pada Ana..
"Yah...baiklah......"
Setelah menempuh perjalanan dengan mobil selama 3 jam akhirnya mobil itu memasuki perhentian, Martin menatap ke arah Ana yang sudah tertidur, dengan cuek ia pun membunyikan klakson mobil hingga Ana terkejut dari tidurnya..ia menoleh pada tatapan Martin yang dingin....
''Keluar sekarang...atau kau mau tidur saja di mobil..."? ucap Martin dengan tatapan dingin, seraya keluar dari mobil dan melangkah lebih dahulu meninggalkan Ana yang hanya terdiam...
Ana hanya menghela nafasnya.....
__ADS_1