
Martin setengah menyeret tubuh Mikha menjauh dari toilet hingga sampai di sudut tembok yang memang sepi, mata keduanya bertemu dengan tatapan kerinduan yang masih tersimpan...
"Mikha......."desah Martin mendekatkan wajah...
Aroma wanita ini masih sama..tatapannya masih sama, ia semakin cantik dan anggun, Mikhanya.....ia tak pernah membayangkan jika ia akan bertemu lagi dengan Mikha, kemana Mikha selama ini...Martin mencarinya sampai putus asa, setiap hari ia lalui dengan mencari informasi tentang Mikha.....sinar matanya menajam dan penuh tekat....
Martin mendekat dan hendak menyentuh bibirnya dengan bibir Mikha namun wanita itu menepisnya.....
"Martin....aku sudah menikah." jerit Mikha dengan airmata yang menetes....
Martin membeku disana..dengan wajah yang begitu syok nyaris pucat, menikah...Mikha telah menikah, kapan...mengapa ia tak tau...?
pria itu mengeraskan tatapannya, memegang kedua bahu wanita yang ia cintai itu Martin sungguh terluka...
"Menikah..."? ulangnya meyakinkan pendengarannya juga....menahan rasa sakit di dadanya...
"Yah,...aku seorang istri sekarang dan kau....juga akan menikah..."
Martin tertawa kesal.....
"Kau menghianatiku yah..."
"Martin sadarlah....kita memang tak jodoh..maafkan aku....tapi kau tau benar apa alasanku meninggalkanmu...aku wanita yang tak akan pernah bisa hamil lagi...aku...."
"Bukankah aku juga pernah bilang padamu bahwa aku tidak perduli Mikha...bukankah kau tau benar jika aku mencintaimu, kita bisa memakai jasa ibu pengganti aku...sangat mencintaimu Mikha....mengapa kau malah menikahi pria lain...''?
Airamata Mikha menetes sedih.....jemarinya terulur menyentuh rahang kokoh Martin yang sudah di penuhi bulu halus yang lebat, pria yang begitu ia cintai...Mikha sungguh meminta maaf untuk semua keputusannya....namun semua sudah terlambat..
"Maafkan aku Martin.."
"Taukah kau aku begitu hancur karna mencarimu..
"Aku tau...dan aku memang harus melakukannya agar kau melupakan aku Martin..."
"Kau tau aku hancur MIkha.."
"Aku minta maaf..."
''Bisakah maafmu kau ganti saja dengan kata kau akan kembali padaku, bisakah aku berharap padamu."?
Mikha menggeleng...Derrell akan membunuhnya, lagipula..ia sudah menikah secara sah di mata Tuhan dan negara, Mikha tak akan berani melanggar sumpah pernikahannya..
"Maaf Martin..ia menggeleng, hanya itu yang bisa aku katakan padamu..aku sungguh minta maaf....tapi aku sudah menikah, dan kau pun akan menikah...di antara kita sudah selesai...."
__ADS_1
Mikha menghapus airmatanya dan hendak pergi namun sekali lagi Martin tidak membiarkan dia lepas dengan mudah....
"Aku bisa membatalkan pernikahanku Mikha...aku bisa melepas segalanya demi kau..ayo kita pergi saja...ayo...aku akan dengan senang hati melepas segalanya demi wanita yang aku cintai....kita akan mulai semua dari awal...bagaimana.''? tawar Martin masih berusaha meyakinkan Mikha dengan cintanya...
Mikha menggeleng...kali ini lebih tegas, ia kemudian memeluk tubuh Martin dengan erat....hingga pria itu membeku untuk sesaat.....airmatanya jatuh tanpa bisa ia cegah....
"Aku sudah menikah dengan Damian Russ, kau tau siapa dia bukan.....dia bisa membunuhmu tanpa berpikir dua kali.....aku mohon lupakan aku.....aku memelukkmu saat ini sebagai pelukan terakhir, aku memelukmu sebagai Mikhayla Aksana kekasihmu dulu dan setelah pelukan ini terlepas...maka kau harus memanggilku dengan sebutan Mikhayla Russ...itu nama belakang suamiku, Martin...."
Martin menggeleng ketika Mikha hendak melepaskan pelukan........
"Bisakah kita seperti ini dulu Mikha...bisakah..aku memelukmu sebagai kekasihku..bisakah kita tak usah melepaskan pelukan selamanya...."
"Oh....Martin...."
"Aku sungguh mencintaimu Mikha..tak ada satu wanitapun yang mampu menggantikanmu di hatiku......"
"Martin...aku mohon....kau pria yang baik dimataku, jangan sampai kau menghancurkan kepercayaanku.." ucap Mikha dengan suara yang serak...
Martin akhirnya melepaskan pelukan ia menatap Mikha yang juga terlihat menderita....mereka saling menatap...
"Inilah takdir kita Martin..aku mohon..maafkan aku...."ucap Mikha menghapus airmatanya dan melangkah meninggalkan Martin yang memejamkan matanya, ia tersungkur di tempat itu dengan wajah yang tertunduk.....tidak bisa..sekuat apapun ia mencoba..namun Mikhalah wanita yang ia cintai, ia sangat mencintai Mikha......
Jemari Martin terkepal dengan kuat....
*****************************************************
Sepanjang perjalanan Mikha terdiam dengan pikirannya sendiri, hingga Lusi sang mama menoleh ke arahnya.
"Maafkan mama nak, sebenarnya Martin meminta mama mempertemukan kalian."
"Hah...''? Mikha menoleh dengan wajahnya yang mendung...
"Dia sampai berlutut dan memohon pada mama, ia bilang ia hanya mau bertemu denganmu yang terakhir kalinya sebelum ia menikah besok...''
Mikha hanya mengangguk, membiarkan airmatanya menetes...
"Aku wanita yang kejam ya Mah...aku juga egois." ucap Mikha memandang keluar jendela..hatinya sakit sekali....
Martin berubah, wajahnya tidak secerah dulu dan terkesan berantakan...ia juga tidak mencukur...Martin benar-benar pria yang kacau..
"Siapa yang bisa menebak masa depan sayang...mama tau jauh di lubuk hatimu kau tak pernah mau menyakiti Martin..."
Mikha menoleh ke arah sang mama...ia melonggarkan tenggorokannya, mama dan papa tak tau jika ia telah melakukan operasi pengangkatan rahim, tentu saja..ia tak mau menyakiti hati orang tuanya....
__ADS_1
"Kalian adalah masa lalu sekarang..mama hanya berharap kau cepat hamil dan punya anak bersama Damian, kalian berdua sangat serasi..." puji Lusi penuh harap...
"Yah...aku juga berharap seperti itu Mah..."ucap Mikha dengan senyuman sedih..sampai kapanpun ia tak akan pernah bisa meberikan seorang cucu pada sang mama....Mikha mencoba tersenyum, menelan semua perasaan sakitnya....
***********************************************************
Mikha merasa tubuhnya sangat berat, dan merasa sangat malas bahkan untuk bangun dari ranjang.....masih di dalam selimut ia masih berbaring setelah melakukan percintaan dengan Derrell....pria itu sedang membersihkan dirinya, dan hendak menemui papa di bawah...
Derrel keluar dari kamar mandi dan tersenyum melihat istrinya sedang berbaring malas di ranjang..
"Ada apa sayang, apa kau sakit.." tanya Derrell mengerutkan dahinya..terlihat sedikit khawatir...
"Aku hanya lelah sayang." balas Mikha memainkan ponselnya.
"Kau sangat indah sayang dan aku sangat puas..aku mencintaimu.." ucap Derrell tersenyum...
Mikha hanya memejamkan matanya dengan pasrah...ketika Derrell mendekat dan bergabung dengannya diranjang...memeluk Mikha dan memberikan ciuman kecil di hampir seluruh wajahnya.....jemarinya juga liar menyentuh dada Mikha..
"Hey..Derrell hentikan..." ucap Mikha dengan tatapan jengkel..namun Derrell terus mencumbunya hingga Mikha tertawa.......
"Bagaimana kalau kita mengulanginya..."?
"Jangan coba-coba.." ucap Mikha mengingatkan....
Tubuh keduanya berguling di ranjang.....dan saling bercumbu mesra....Mikha merasa sesuatu dalam tubuhnya bergolak..rasa mual yang parah menghantamnya dengan kasar..Mikha mendorong tubuh Derrell menjauh ketika ia hampir munt*h......
Derrell terkejut ketika kemungkinan di kepalanya membentuk kesimpulan...
"Mikha..."? wajah Derrell berubah cerah ketika melihat Mikha mual dan berlari ke arah wastafel, ini bukan pertama kalinya Derrell melihat Mikha mual seperti ini, dan hatinya menjadi hangat....
Pria itu berdiri dan mendekati Mikha dan menenangkan sang istri....
"Sayang.....kita harus ke dokter sekarang..." ucap Derrell membuat Mikha mengerutkan dahi enggan..
"Derrell tidak.." Mikha menghempas tangan Derrell dengan kuat, hatinya merasa nyeri hingga airmatanya menetes..
"Aku tidak akan pernah hamil jadi jangan semakin membuatku menderita..aku adalah wanita yang cacat..." jerit Mikha tegas...
Darren tersenyum tak perduli tatapan tajam Mikha....meraih wanita itu hingga tenggelam ke pelukannya Derrell tersenyum....
"Hamill atau tidak dokter yang akan memutuskan...dan kau..hanya perlu ikut aku sekarang...." ucap Derrell menuntut.....
"Derrelll." jerit Mikha enggan...........
__ADS_1