
Raditya pamit dan hendak pulang lebih dahulu karna ada keperluan mendadak di perusahaan sehingga iapun harus kembali. sementara itu Keyla tampak sangat kecewa dengan kelakuan sang anak yang membuatnya malu, Axel bahkan tidak datang sampai akhir acara makan malam. hal inilah yang membuat Keyla sakit hati....
Sementara Kiara tentu saja bahagia, mungkin saja Axel tak ingin bertunangan dengannya dan memilih pergi. itu lebih baik untuk dirinya, Kiar tak perlu berusah payah untuk menolak pertunangan mereka...karna itu sepanjang perjalanan ia selalu tersenyum dan bersenandung kecil......
ππ
Axel mengikuti sang mama kemanapun entah itu di dapur atau ketika Keyla menuju tamannya untuk ememtik bunga segar miliknya namun Keyla tidak sedikitpun melihatnya...
"Ma...ayolah aku minta maaf."
"Mudah bagimu yah minta maaf Axel...? kau tau betapa malunya mama semalam..mereka menunggumu dan kau sama sekali tidak muncul, kau juga tidak mengaktifkan ponselmudan membuat semua orang bertanya..."
"Aku sedang sibuk beberapa hal semalam Ma..."
Keyla melepaskan aktifitasnya dan menatap sang putra ia begitu marah saat ini...
"Kau pikir mama tidak tau semua yang kau lakukan yah...kau menyekap Sania wanita yang hampir menghancurkan keluarga tuan Derrel....apa kelebihan wanita itu hah....mengapa kau begitu tergila-gila padanya."
"Aku mencintainya mama..."ucap Axel tajam....
Keyla mengangguk terluka.....
"Baiklah...pikirkanlah dia lakukan sesukamu, tapi ingat....kau tidak akan pernah melihatku lagi...."
Keyla melangkah meninggalkan Axel yang memejamkan matanya, sial......semalam ia terlalu syok dengan kabar berita Sania...semalam ia sungguh telah mengalami patah hati terdalam sepanjang sejarah kehidupannya...dan kini...apa yang harus ia lakukan....?
ππ
Mikha memejamkan mata ketika ia merasakan sebuah bayangan melintas di depannya....
Mikha.....apakah kau tidak merindukanku...?
Mikha terbangun saat itu juga dan termenung sementara Derrell masih tertidur di ranjangnya dengan mata terpenjam.....Mikha mengusap wajahnya...
"Damian....aku sudah gila tapi aku....ingin tau bagaimana kabarmu.."? desah Mikha pelan....
Sudah beberapa hari ini Kevala terus menanyakan kabar ayahnya Damian...dan kata-kata itu di ucapkan di depan Derrell..ia tersenyum dan menggeleng...
Tidak...bagaimana kalau Derrell tau dia juga merindukan Damian di luar kesalahannya.,bahwa Mikha diam-diam ingin sosok Damian muncul.....di sisihnya,..?
Derrell terbangun karna sosok lain dalam dirinya memintanya bangun..entah mengapa beberapa waktu belakangan ini Damian sering muncul tiba-tiba seolah ingin mengatakan sesuatu.....
"Sayang..."bisik Derrell membawa tubuh polos Mikha kembali ke dalam pelukannya ia tersenyum ketika istrinya meringkuk nyaman di dada bidangnya...Derrell mengecup dahi Mikha dan memeluknya...
__ADS_1
"Qpa yang sedangkau pikirkan..bukankah Sania sudah aman sekarang..dia sudah memberi kabar padamu bukan.."?
"Yah....Sania sudah menelfon dan meminta maaf kami bicara lama..." suara Mikha masih terdengar sendu....
Derrell menurunkan pandangan lalu menaikan wajah istrinya...menatapnya dengan kerutan di dahinya..
"Mengapa kau masih terlihat sedih...apakah ini karna anak-anak..."?
Maikha menggeleng...lalu bergerak sedikit menjauh dari Derrell dan merapatkan selimut menutup tubuhnya..ia me oba tersenyum pada Derrel yang hanya menatapnya bingung...
"Kau berjanji padaku jika kau tidak marah Derell."?
Derrell mengangguk penuh keyakinan, moodnya tak pernah sebaik ini.....
"Katakan sayang..."
"Aku pikir aku merindukan Damian..tapi tolong kau jangan marah dulu...kadang aku ingin tau..apakah dengan kehadiranmu yang sudah cukup lama ini..apakah dia sudah lenyap di dalam dirimu...."?
Mikha menggantungkan kata-katanya ketika melihat sorot mata Derrell berubah tajam...ia terdiam seolah dengan pikirannya sendiri.....
Sebenarnya inilah yang ingin di dengar Derrell selama ini dari Mikha..biar bagaimanapun Derrell dan Damian adalah satu mereka tak bisa di pisahkan...Damian tak bisa lenyap darinya atau bisa saja butuh waktu lama untuk melenyapkan Derrell atau mungkin selamanya mereka harus berbagi tubuh bersama...Derrell dan Damian sama-sama mencintai Mikha dengan besar..mereka akan selamanya saling menghancurkan jika salah satu dari mereka tidak mengalah...atau berkompromi....
"Derrell apa kau marah...aku sungguh minta maaf jika aku terlihat menghianatimu..aku sungguh...."
Lalu Derrell bangkit dari ranjang dan menuju kamar mandi dan beberapa saat kemudian ia keluar dari sana dan menatap Mikha yang masih syok dengan tindakannya...
"Anak-anak sebentar lagi menanyakanmu sayang..aku harus pergi sebentar.."
Derrell melangkah melewati Mikha begitu saja hingga wanita itu membeku....matanya berkaca-kaca sesaat..apakah dia sudah menghianati Derrell? apakah Derrell marah padanya..benarkah itu...?
Mikha tersungkur di depan ranjang dan mulai meneteskan airmata..apa yang harus ia lakukan...? bagaimana bisa ia jujur mengatakan pada Derrel,bahwa ia merindukan Damian juga? astaga,...mengapa ia bisa ceroboh...?
Mikha sungguh kehilangan kata.....
ππ
Derrell segera menuruni tangga sementara Damian sudah mendesaknya agar mereka bisa bicara..hal itu jugalah yang membuat Derrell keluar dari kamar dan meninggalkan Mikha secepatnya...
Lukas menunduk hormat lalu membukakan pintu rahasia tempat biasa Derrell ketika berbicara pada Damian...hal itu biasa dalam pandangan mata Lukas maupun Wilson..hingga keduanya kadang hanya memberi isyarat lewat mata ketika masing-masing tuan mereka yang terbangun....
πππ
Di dalam kamar....Derrell segera berlari ke sebuah cermin besar di depannya dan menatap tampilan dirinya sendiri....lama berdiri disana dengan sinar mata tajam.....ketika menyadari sosok lain itu muncul dan mengejutkan dirinya,....
__ADS_1
"Derrell.....apa kabarmu...." senyum Damian tampak bersemangad...
Derrell membeku.....
"Well....aku pikir kau sudah lenyap...."
"Kau tau itu tak mungkin Derrell...."?
"Maksudku tidur lebih lama.."ucap Derrell mengerutkan dahi...
"Tidak....aku sudah terlalu lama tertidur...."
Derrell kemudian tertawa seakan mengirim genjatan senjata pada Damian yang menatapnya...
"Aku menyerah ketika Mikha masih merindukanmu Damian..."
"Hah...."? Damian kehilangan kata....
"Yah.....aku tak bisa menghilangkanmu atau sebaliknya Damian....kita adalah satu..bagaimana kalau kita berdamai...."?
Damian terdiam...
"Apa maksudmu berdamai Derrell.."?
"Kita berdua mencintai wanita yang sama dan telah berseteru sekian lama...bukankah itu cukup Damian....? anak-anak kita sudah mulai bertumbuh besar...mereka kadang membutuhkanmu Damian.." Derrell mengangkat bahu menyerah......
Damian terkekeh...
"Ini terasa aneh bagiku ketika tau kau menyerah..apakah aku tidak salah dengar...Derrell."?
"Tidak Damian...bagaimana kalau kita berdua mulai membuat pengaturan..."?
"Pengaturan apa...."?
"Tentang berapa lama kau harus terbangun dan berapa lama aku yang harus tertidur....." tawar Derrell..
Damian akhirnya mengangguk lega....yah..bagaimanapun ia juga merindukan Mikha dengan semua kesalahannya dulu ia ingin sekali memperbaiki semuanya....jika dia beruntung maka Mikha akan memaafkannya....
Damian tersenyum...
"Jadi apakah kau...sudah siap untuk tidur di pengaturan awal kita..."? ucap Damian dengan mata berbinar....
Derrell tersenyum.....
__ADS_1