
Derrell menuruni tangga menuju ruang rahasia tempat Dion di tempatkan, ia terlalu bersemangat untuk mendidik anak itu..jika di pikir tak ada gunanya membenci Dion yang biar bagaimanapun adalah anakknya juga. Derrell akan mendidik Dion menjadi sepertinya, ia yakin Dion akan tumbuh lebih baik di tangannya dan bukan tangan Damian. langkah kaki Derre melambat ketika tiba di depan pintu ruangan, ada Lukas yang sudah menunggu..
''Apakah dia sudah di siapkan.''?
''Yah..tuan Derrell.''
''Baiklah....jaga sekitar sini terutama untuk istriku jangan biarkan dia mendekat.'' tatap Derrell tajam..
''Baik tuan.''ucap Lukas dengan patuh.
Pintu terbuka dan Derrell masuk sendirian, ia melangkah mendekati Dion yang sedang berdiri dengan tegap takl bergerak sedikitpun...hingga ia merasakan kehadiran Derrell dan menjadi gugup....kakinya sudah kesakitan karna berdiri hampir sejam dalam ruangan yang tertutup ini...Dion menjadi takut.
''Dion.''?panggil Derrell yang membuat Dion menoleh..
''Papa.''? desahnya dengan suara serak ingin menangis....
Derrell mendekatinya dan meremas bahu Dion hingga ia mengangkat wajahnya menatap Derrell,
''Kau siap merasakan hukumanmu.''?
''Bukankah hukumanku sudah cukup dengan berdiri lama disini papa.''? airmata Dion menetes..
''Jangan menangis seperti anak gadis karna kau akan menjadi seorang pria sejati nanti.''
''Hah.''? Dion menaikan sebelah alisnya..
''Dion....papa sudah memutuskan mulai sekarang papa akan menganggapmu sebagai anak papa, bagaimana menurutmu.''? ucap Derrell misterius..
''Papa akan menyayangiku seperti ayah sayang padaku begitu.''?tanya Dion polos.
Derrell menundukan tubuhnya agar sejajar dengan Dion....ia tersenyum, menyentuh tangannya di puncak kepala Dion dan mengusapnya sedikit penekanan...ia tersenyum..
''Papa akan menjamin bahwa kau akan bisa mendapatkan apapun yang kau inginkan di masa depan jika kau ikut semua perkataan papa.''tatapnya tajam...
''Apa saja.''?
''Yah..apa saja...asal kau, mau mendengar didikanku Dion, aku sebenarnya memperhatikanmu, aku menyanyangimu...tapi semua ada peraturannya Dion..''
''Jika paman memperhatikanku dan sayang padaku, mengapa memberiku hukuman.''?
''Itu hanya latihan bagimu agar mentalmu kuat Dion, kau anak lelaki jadi harus di didik secara keras, seperti yang papa alami dulu...kau tau kan sekarang papa terlihat kuat dan tak terkalahkan.''? ucap Derrell membujuk...
Dion menoleh dengan tertarik, yah benar..setiap melihat papa Derrell, ada aura tegas dan kekuatan yang begitu besar mengikuti papa...tak bisa di pungkiri Dion jika memang ia benci papa Derrell namun lebih dari itu semua, ia menyimpan rasa ingin menjadi seperti papa Derrell, Dion terdiam sebentar...
''Apakah hukumanku menyakitkan.''? desisnya meredupkan matanya.
__ADS_1
Derrell menegakan tubuhnya sembari tersenyum penuh mistery...
****************************
Mikha akhirnya bisa keluar dari kamar setelah menelfon pelayan setianya dan mengeluarkannya dari sana, wanita itu menaiki lift untuk sampai ke lantai bawah....lalu melangkah cepat menuju pintu keluar, ini sudah sejam dari Derrel menguncinya di kamar dan Mikha sudah terlalu cemas saat ini, langkahnya mengarah lurus pada lorong panjang,
''Nyonya Mikha.'' Lukas menunduk seakan menghadang jalannya hingga Mikha mengerang kesal..
''Jangan mencoba mencegahku Lukas..dimana Dion dan Derrell.''?
''Di taman belakang nyonya, tuan sedang mengajari tuan muda Dion.''
''Mengajari apa.''?
Lukas tidak berani menjawab dan hanya menundukan kepalanya, ia lalu memberikan jalan pada Mikha, hingga Mikha merasa takut.
Langkahnya kemudian lebih cepat untuk sampai di taman belakang dengan hati yang sungguh cemas, mungkinkah Derrell denag menyiksa Dion, mungkin menjemurnya di matahari atau mengangkat sesuatu yang berat melebihi kekuatannya, tidak..jika itu benar maka Mikha tak akan memaafkan Derrell,
Akhirnya sampailah dia di taman belakang dan membeku sesaat ketika melihat pemandangan yang sungguh di luar dugaan,
Derrell disana sedang mengajari Dion menembak dan sasarannya adalah para kelinci putih kecil yang berlarian menyembunyikan dirinya, dari tembakan Dion yang tampak antusias,
Mikha hampir tak bisa bernafas melihat pemandangan mengerikan di hadapannya, bagaimana kelinci itu jatuh dan berdarah di tanah, namun Dion terus menembaki mereka..Mikha mengepalkan tangannya dengan kuat, inikah pengajarann Derrell yang kejam,? menyiksa apapun yang di anggab halangan..tidak..Mikha tak akan membiarkannya..
Mikha mendekaat......ketika Derrell dan Dion sedang asik menembak,
''Jangan pernah ragu untuk menembak jika mereka di adalah ancaman bagimu Dion.''
''Tapi aku takut paman...kasihan mereka.''
Derrell mendekat...
''JIka kau punya rasa kasihan maka mereka yang akan menghancurkanmu Dion, percayalah..jika kau ingin kuat seperti papa..maka kau harus membunuh rasa ibamu, itu hanya penghalang agar kau tidak bisa sukses nanti jika kau penakut maka kau tidak akan pernah mendapatkan apapun yang klau inginkan...''ucap Derrell meyakinkan..
Dion menatap Derrell dan mendengar dengan sungguh-sungguh, tanpa di sadari semua ajaran Derrell sudah masuk ke dalam pikiran Dion dan ia menyimpannya dengan baik...Dion tersenyum....ia tadi di hukum papa berjemur di matahari menahan rasa lapar dan juga berenang sebanyak 10 putaran, kata papa..agar tubuhnya lebih kuat untuk menghadapi keadaan apapun.
''Aku mengerti paman dan aku suka pengajaranmu..aku suka menjadi kuat.''ucap Dion menatap Derrell dengan tajam..
Sebuah senyum kemenangan terbit di wajah Derrell, ia lalu menepuk bahu Dion dan menganggukan kepala...
''Paman aku suka kelinci kecil disana.'' tunjuk Dion...
Derrell mengangguk, kelinci itu sudah punya pasangan....tapi tidak masalah bukan.?
''Sekarang tembaklah kelinci jantan disana, rebut kelinci betinanya untukmu,...dia kelinci yang cantik dan lucu.'' ucap Derrell menunjuk agar Dion segera menembak.
__ADS_1
Dion tersenyum dan mengangguk patuh, ia lalu mengarahkan pistol ke arah kelinci jantan itu dan bersiap menembak...namun terkejut mendengar suara di belakang mereka...
''Hentikan Dion.'' jerit Mikha marah....
Derrell dan Dion saling menatap dan kemudian Dion menurunkan pistolnya, ia terkejut dan menjadi gugup ditatap tajam oleh Mikha...
''Ibu..''??
Mikha mendekati mereka dan menatap Derrell yang hanya tersenyum pasrah,
''Sayang....''
Mikha terlalu marah.....hingga sesaat kemudian ia mencengkar lengan baju suaminya dengan keras hingga keduanya saling menatap tajam...
''Apa kau mau merubahnya menjadi seorang monster sepertimu.''?
''Mikha....''
Mikha menggeleng....
''Anak-anakku..aku tidak bisa mengijinkan mereka bersamamu, sudah cukup.''
''Ibu....aku tidak apa-apa..papa hanya mengajarku cara berburu.'' ucap Dion membela hingga Mikha terkejut, lihatlah betapa Derrell sanggup mencuci otak Dion dalam sekejap..
''Sayang..ini tidak seperti yang kau pikirkan...'' Derrell mencoba membujuk dengan menyentuh Mikha namun Mikha menghindar dari sentuhannya...
''Aku tidak akan pernah mau memaafkaanmu, aku benci padamu....kau monster..'' teriak Mikha hingga Derrell membeku..ia terbiasa menerima kemarahan......itu sudah biasa...
Derrell mendekat tanpa rasa takut, dan pemandangan itu semakin membuat Dion kagum pada Derrell, ia semakin ingin menjadi seperti papanya....
''Jangan marah padaku sayang aku mohon.''
''Jangan mendekatiku.'' ucap Mikha menggeleng...
''Aku minta maaf okey.'' ucap Derrell memohon...
Mikha tiba-tiba mengerang ketika perutnya mulai kesakita, sementara cairan bening keluar dari balik dres hamilnya, ia menangis....
Derrell dan Dion terklejut dan mendekati MIkha..
''Sayang...bertahanlah.'' ucap Derrell seraya menekan ponselnya untuk menelfon.....
''Ibu...'' jerit Dion ketakutan..
Derrell menoleh ke arah Dion ia tersenyum,
__ADS_1
''Adik-adikmu sudah tak sabar ingin bertemu kita.''ucap Derrell........
Dion ikut tersenyum............