Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2
Tak Bisa Kembali


__ADS_3

Alexa merasa begitu sakit hati dengan pernyataan Dion yang menyakitinya hingga airmatanya menetes, demgan kemarahan yang tak mampu ia tahan Alexa mendekati Dion dan sesaat kemudian....


Paaaccckkkkk......


Tamparan sangat keras mendarat di wajah Dion yang memerah, pria itu membeku di temoat..tidak ia tidak merasakan sakit karna tamparan itu...jemari Alexa bahkan sangat lembut menyentuh wajahnya..


Namun....isakan Alexalah yang membuatnya merasa sakit, yah...ia merasakan sakit Alexa yang juga menyakitinya..mengapa.....?


Alexa mengepalkan tangannya seraya menatap Dion...


"Kau pikir aku semurah itu haj...apakah aku semurah apa yanb ada di pikirannmu..."?


Dion terdiam......


"Aku ingin mengatakan hal ini padamu Dion..maka dengarlah baik-baik......" airmata Alexa menetes dengan pilu...padahal ia sudah mencintai Dion dalam diam, walah kenyataan ia menolak Dion kemarin, sesungguhnya ia hanya butuh waktu.....namun apa yang dikatakan Dion sungguh menyakitinya dengan dalam, hingga merobek dinding kesabarannya yang selama ini mulai menipis..


Dan kata-kata Dion semakin membuat Alexa sadar jika Dion bukanlah pria yang terbaik.....


Dion mengangkat wajah, ia seperti di hadapkan dengan ketukan palu untuk vonis yanb akan di jatuhkan padanya ia menguatkan hatinya..yah..siapa yang tidak marah jika ia melihat gadis yang sudah menjadi miliknya,dan ia berpikir bahwa Alexa dalah satu-satu miliknya, namun Alexa malah membiarkan pria membawanya masuk ke kamarnya di malam hari...lalu apa yang harus di pikirkan Dion....bahkan dengan kebersamaan Mark dan Alexa selama disini sangat membuatnya terganggu...


"Jadi kau mau membela diri.....Alexa..."? Dion bersedekap tanpa takut..


Alexa menghapus air matanya dengan kasar.....


"Aku benci padamu...aku sangat membencimu..hingga aku tak akan pernah memberi kesempatan pada hatiku untuk mencintaimu..." airmata Alexa menetes....


"Alexa....."


"Cukup Dion pikirkan saja sesuka hatimu silahkan saja...aku. tak akan pernah mencoba membantah...."ucap Alexa memalingkan wajahnya....


Dion menghela nafas.....ia mendekati Alexa yang saat ini tak ingin menatapnya sedetikpun.......ia mendekat, dan ketika hampir menyentuh bahu Alexa,


Namun....Alexa menghindar sejauh mungkin dari sosok pria ia cintai sekaligus menyakitinya dengan dalam..hingga Dion kehilangan kata....

__ADS_1


"Bisakah Direktur pergi dari kamarku..."?


"Alexa....."


"Bagaimana kalau orang lain melihat kau ada di kamarku, bukankah mereka akan berpikir kita tidur bersama...padahal kenyataannya adalah kita hanya sedang bicara.."sindir Alexa mengeraskan tatapannya...


Dion mengerutkan kening....yah...ia kehilangan kata, dan mungkin harus pergi meski tidak mendapat jawaban apapun dari Alexa.mpria iyu melanbkha keluar ruangan dengan hati yang berat...apa maksud kata-kata Alexa apakah dia sudah salah menilai....?


Alexa langsung mengunci pintu kamar ketika Dion keluar dari sana...airmatanya menetes....Alexa sungguh berjanji ia tak akan jatuh cinta lagi pada pria itu....


πŸ’–πŸ’–


Sania menatap kosong pada balkon kamarnya yang sepi dan tak berhenti menangis,....sudah seminggu ia dikurung dirumah ini tanpa mampu terlepas, sudah berulangkali ia memikirkan cara agar pergi namun semua sia-sia. ia sudah tak bisa pergi dan kehilangan arah...sementara Axel pergi entah kemana ketika ia bangun tidur....saat ini ia seperti burung dalam sangkar emas..ia yak bisa kemanapundan bicara pada siapapun....


Sania menurunkan pandangan pada sosok pemuda di wajah sana yang sedang membersihkan rumput di sekitar vila, gadis itu menaikan sudut bibirnya..ia kemudian memanggil pria itu dengan suara pelan, beberapa kali hingga pria itu menoleh...dan berdiri sambil menunduk hormat pada Sania...


Sania tersenyum seperti matahari terbit, pria itu seumuran dengannya dan terlihat lugu,walau dalam balutan baju biasa ia sangat tampan hingga Sania sedikit menyayangkan jika dia bekerja sebagai seorang tukang kebun...


"Siapa namamu..."?bisik Sania ketika pria itu menatapnya dari bawah...


"Tora...apakah kau bisa menolongku..." pinta Sania dengan nada memohon.


"Tidak...aku minta maaf nona....aku minta maaf..aku tidak bisa melakukannya..."ucap Tora dingin lalu melangkah meninggalkan Sania yang mematung kehilangan arah....


"Tora.....Tora...aku mohon....aku mohon..."jerit Sania putus asa ketika Tora meningglkan ia sendirian di balkon kamar...


Sania menundukan wajahnya ia menangis histeris, menangisi hidupnya yang gelap....


πŸ’–πŸ’–


Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Sania..hingga tubuhnya terhempas jatuh ke lantai...Axell berdiri dengan wajah penuh amarah, menjambak rambut Sania dan memukulnya sekali lagi...hingga gadis itu terluka parah..


"Beraninya kau ingin pergi...beraninya kau......"? terial Axel menahan emosi....

__ADS_1


Sania menggenggam jemarinya erat hingga airmatanya menetes deras....ia menatap tajam pada Axell...


"Aku tak tahan lagi Axell aku tidak tahan lagi..."


"Yah....kau tidak tahan denganku karna bersamaku kau hanya akan melayaniku sendiri bukan....? jika kau kulepaskan maka kau akan bebas mengejar pria yang sama sekali tidak mencintaimu begitu...."?


Sania mengepalkan tangannya...ia menguatkan hatinya dan berusaha bangkit berdiri menatap pria yang terlihat tak memilliki hati itu...


"Sebenarnya apa yang kau inginkan hah....bukankah sudah cukup rasa sakit yang aku rasa...bahkan aku tak punya apapun lagi..."


Axel tersenyum sinis..mendekati Sania menentangnya, menarik baju Sania dan mencengkramnya....


"Setidaknya aku belum bosan pada tubuhmu Sania...apakah alasanku cukup untukmu...jika aku sudah bosan itu berarti aku akan melemparmu..gampang bukan....."


Sania sungguh terluka mendengar kata-kata Axel dan menundukan wajahnya...apakah ini balasan untuknya karna selama ini ia bersikap jahat pada sang mama dan orang-orang yang mencintainya dengan tulus...Ibu Mikha begitu menyayanginya dan saat ini pasti sangat membencinya....


Sania tersungkur jatuh ke lantai...dengan rasa sakit di tubuhnya dan hatinya..tak ada tempat lagi untuknya pulang, dengan semua masa lalunya tak ada yang akan membuka tangannya secara tulus untuk menyambutnya...tidak ada....


Airmata Sania seakan tidak penah kering ketika ia di culik Axell dan menghadapi kehidupan suram, bahkan ia di perlakukan seperti seorang pelac*r yang kotor........


"Kau jahat sekali Axelll..."


"Apakah kau pikir kau wanita baik..."? sambung Axell tajam....pria itu tertawa kejam....


Sesaat kemudian Axell memberi isyarat anak buahnya untuk membawa Sania dari kamar dan mengurungnya di sebuah gudang di dekat Vila..


πŸ’–πŸ’–


Tora menatap ke arah gudang, hari sudah malam dan ia masih berdiri disini mengerutkan dahinya..masih teringat di pikirannya bagaimana nona Sania di bawa dengan cara yang kasar menuju gudang...nona Sania sangat cantik bahkan untuk seorang pelayan....


Tora merasa hatinya tersentuh, dan tak bisa melupakan tangisan nona Sania di dalam kepalanya....


Jemarinya terkepal penuh perhitungan, yah....ia tak bisa membiarkan nona Sania terluka dan di siksa seperti itu..

__ADS_1


Nuraninya meronta......


Tora bergerak mendekati gudang dengan tatapan tajam..


__ADS_2