
Damian menatap punggung Dion yang membelakanginya dengan tatapan sedih, mendapat penolakan dari putranya adalah pukulan terberat baginya...
''Dion..ayah mohon...''
Dion berbalik dan bersedekap, hari demi hari Dion terlihat seperti seorang Derrell di mata Damian dan kenyataan itu semakin membuatnya sakit hati...
''Ibu saja sudah memaafkan ayah..mengapa kau masih saja bersikeras..''?
''Ibuku punya hati seperti malaikat...aku benci menyatakannya namun, apakah kau tidak terlalu serakah Ayah..tidak semudah itu untuk melupakan..''
Dion kembali membuka pintu mobil dan hendak meninggalkan Damian namun sesaat kemudian ia kembali terdiam...
''Bagaimana dengan papa Derrell yang dulu ketika kau masih kecil dia menyiksamu Dion, dia menjauhkanmu dari ibumu..mengapa kau tidak membencinya malah sekarang kau membelanya.''? ucap Damian protes.
Dion menaikan sudut bibirnya.......
''Kau tau ayah..apa yang membuatmu berbeda dengan papa..?? papa Derrell terang-terangan ingin membiarkanku mandiri, mengambil keputusan sendiri dan juga berani......dan aku menyadari sekarang...aku seorang pria yang tak pernah takut apapun..tapi denganmu aku tidak pernah merasakannya....."
Damian mengepalkan tanganya....
"Dion..aku ayahmu..tak bisakah kau bersikap hormat."?
"Aku..bersikap hormat...? Dion mendekat......kau tau Ayah....mungkin sebaiknya ayah melihat sikap ayah sekarang..apakah ayah pantas di hormati olehku."? lantang Dion mengeraskan tatapannya....
"Mengenai apa yang terjadi pada ibumu bukankah ayah..sudah minta maaf...tidakkah itu cukup."?ucap Damian putus asa....
"Buktikan jika ayah berubah..dan menomor satukan ibuku di atas segalanya...jika ayah bisa, maka aku akan memaafkan ayah..tapi jika ayah tidak bisa...maka menyerahlah...mungkin ayah harus tertidur.....dan biarkan papa yang mengatasi segalanya..aku yakin papa bahkan akan melakukan apapun demi menjaga ibu, bahkan dengan nyawanya..."ucap Dion menatap tajam kepada sang ayah..kemudian membuka pintu mobil dan pergi dari sana......
Meninggalkan Damian yang mengerjapkan matanya..sungguh ia sangat terluka.....
ππ
"Apa kau sedang bertengkar dengan Mikha...."?tanya Riko seraya meletakan segelas minuman di meja ruangannya..mereka saling menatap...
Damian mengusap wajahnya dengan kasar seraya meminum segelas kopi yang di berikan Riko sambil memijit pelipisnya dengan gusar....
"Aku...sedang bertengkar kecil dengan putraku..."sahutnya lemah..
Riko terkekeh dengan sinar mata penuh rencana, dengan langkah yang lambat ia duduk di sofa dan memandang ke arah Damian...
"Kau rupanya baru mengalami badai yah.."
"Badai..."? Damian menoleh..
"Yah....Badai dalam rumah tangga yang sebenarnya Damian..kau pikir bahwa hidup akan selalu indah dan penuh cinta..''?
''Jangan mengajariku Riko..kau pikir aku tidak tau apapun tentang kehidupan..''
__ADS_1
''Baiklah..maafkan aku Damian, tapi..aku hanya merasa kasian padamu.''
Damian terdiam..memilih tak merespon kata-kata Riko..matanya mengarah lurus pada layar labtopnya dengan penuh konsentrasi...ia sudah berjanji pada Mikha bahwa ia akan tetap menjadi dirinya sendiri dan tidak akan terpengaruh kata-kata Riko..
Riko tersenyum...yes...ia tau jika Damian sudah terpengaruh kata-katanya, walaupun saat ini Damian diam saja namun Riko yakin jauh di dalam hatinya..Damian sedang bimbang dan ia akan terus memprovokasi Damian agar rumah tangganya hancur...
''Aku mencintai istriku dan anak-anakku..kesalah pahaman itu biasa dan aku yakin, semua akan baik-baik saja..'' ucap Damian tegas...
Riko menanggapinya dingin...
''Cara pikirmu sama denganku dulu Damian..ketika kita begitu mencintai pasangan kita...maka segalanya akan menjadi buta..''
''Apa maksudmu dengan dirimu dulu Riko..''?
Riko menghela nafas dan memandang ke luar jendela dengan tatapan kosong..
''Aku hanya pengusaha biasa Damian, aku hanya ingin menikah dengan gadis sederhana yang mencintaiku..aku..ingin membangun keluarga kecil dan mlanjutkan hidup.''pandangan Riko meredup.....
Damian terlihat mendengarkan dengan tatapan tajam..
''Lalu aku bertemu Stela yang...kau tau sendiri dengan berbagai skandal masa lalu yang...kau tau sendiri, bahkan dia pernah membun*h istrimu Damian.......'' Riko melirik ke arah Damian dan ia tersenyum menang...
Wajah Damian menjadi dingin, sementara jemarinya mengepal....
''Aku mencintainya dan menerima masa lalunya dan juga, kau tau..diam-diam dia mencintai orang lain dan berhubungan di belakangku..''
Riko mengangguk dengan wajah sedih...
''Bahkan aku menerimanya ketika tau Sania bukan anak kandungku...''lagi kata-kata Riko mengejutkan Damian...
''Kau tau,....sangat menyakitkan jika, kita sendiri yang mencintai, itu sangat melelahkan.....''
Damian melonggarkan tenggorokannya, ia teringat pada Mikha yang berulangkali tertangkap dalam tidurnya terus menyebut nama Derrell, bahkan di pertengkaran mereka kemarin nama Derrell terus di sebut...
Damian mengeluh...
''Lalu bagaimana hubunganmu dengannya sekarang Riko..''?tanya Damian tertarik.....
Riko memajukann tubuhnya dan menaikan sudut bibirnya...
''Aku.....bersikap keras kepadanya, untuk menegaskan posisiku Damian, kau tau..kita adalah seorang pria...dan tak pantas berada di bawah kendali seorang wanita walaupun atas nama cinta....''
''Kau....gila,...''
''Yah..aku gila..aku menjadi gila Damian, seorang wanita memikirkan pria lain di tempat tidurku aku tidak terima....aku hanya ingin menjadi egois di hatinya Damian, aku tidak salah....''ucap Riko tegas...
Damian lagi-lagi mendengarkan dengan penuh perhatian,
__ADS_1
''Apakah akhirnya Stela takluk padamu..''?
''Tentu saja.....aku berhasil membuatnya jera, dan menjadikan aku sebagai satu-satunya pria yang ada di hatinya Damian.....hahahahaha....''tawa Riko terasa begitu mengerikan hingga Damian membeku di tempatnya..
''Apakah kau...mau memberitauku cara yang kau pakai untuk menaklukan pasangan kita....''
Riko menoleh tertarik.....ia menepuk pundak Damian..
''Bukankah Mikha mencintaimu..''?lirik Riko seakan tak percaya..
Damian menyandarkan tubuhnya dan mengerutkan dahi.....
*************************************
Damian tersenyum ketika ia memulai rencananya, pria itu segera menelfonorangtua Mikha dan menitipkan Kevin dan Kevala untuk sementara...kebetulan juga Dion sedang meninjau lokasi lintas alam di luar negri..
Semua terasa pas, waktu yang pas untuk mengajari Mikha istrinya agar menjadikan Damian satu-satunya pria yang dicintai Mikha..ia ingin hanya dirinya yang menjadi suami Mikha, dan..ia ingin Mikha berhenti memikirkan Derrell, berhenti memikirkan Derrell selamanya.....
Rumah tampak sepi.....hari sudah malam dan Damian tau Mikha sedang sendiri,..inilah saatnya...
Memasuki rumah besar, Damian di sambut pelayan yang menunduk hormat padanya...
''Aku ingin kalian semua pergi dari rumah ini, ambilah liburan selama 2 hari...aku ingin sendiri bersama istriku,...''ucap Damian tegas..
''Baiklah....tuan.''jawab para pelayan dengan penuh senyum...
Damian lalu melangkah menuju dapur dan mearih gelas, memasukan sebuah cairan ke dalam campuran juss, kemudian ia membawanya ke kamar.....
Sejak pertengkarannya dengan Mikha, istrinya selalu menghindar ketika ia ingin menyentuhnya,...dan kenyataan itu membuat Damian frustasi...atas saran Riko, sebentar lagi ia akan mendapatkan Mikha......
''Sayang...''bisik Damian seraya membuka pintu...
Mikha tengah menyiapkan piyama untuk Damian,
''Sudah pulang.''?ucap Mikha tersenyum..dan mengrutkan dahi ketika melihat gelas berisi jus yang tampak segar......
''Untukmu sayang, aku...membuatkannya dibawah..''
''Kau perhatian sekali...''ucap Mikha menerima minuman yang di berikan Damian..
''Minumlah Mikha.......''ucap Damian tersenyum...
Mikha yang tak curiga sedikitpun lalu hendak meminumnya.................
Namun tiba-tiba ponselnya berdering hinggga Mikha mengurungkan niatnya...ia malah memberikannya pada Damian...
''Kau yang sedang lelah sayang, minumlah...''ucap Mikha tersenyum..
__ADS_1
Damian menatap gelas itu dengan tatapan beku......