
Riko turun dari motor besarnya dan menatap ketiganya dengan tatapan membunuh....
"Waah..hanya butuh sehari untuk bisa menyakinkan istri dan anakku agar melarikan diri dariku yah...."bisik Riko terdengar mengerikan....ia mendekati Mikha....
"Riko...ini tidak seperti yang kau pikirkan....Aku tak akan lari darimu...aku..tak akan pergi..." jerit Stela ketakutan....ia mendekati Riko dan bersujud di kaki pria itu dan memeluknya....
Hal itu membuat Mikha meradang.........
"Kakak....sadarlah kak..dia jahat.."
"Diam...." bentak Stela tajam..
"Aku..akan mengabdikan diriku pada suamiku...."ucap Stela tegas...
Riko tertawa dengan kejam..lalu mendekati Stela dan menarik rambutnya untuk berdiri....
"Dia ingin merebutku darimu sayang..bisakah..aku memberinya sedikit penyiksaan kecilll"?bisik Riko tajam...
"Lakukan saja...dia jahat.."ucap Stela dengan sorot mata dingin...
Riko kemudian mendekati Mikha, menarik ujung baju wanita itu dengan kasar lalu memposisikan dia berdiri....mereka saling menatap tajam....
"Beraninya kau melarikan diri dariku Mikhayla....
"Jangan sebut namaku dengan mulut kotormu itu Riko..kau sama sekali tidak pantas...." ucap Mikha meronta...
"Waah........kau mulai besar kepala yah....kau mau menguji kesabaranku..begitu, apa kaj ingin liat bagaimana aku menghukummu lebih buruk..."?
"Cih....aku sama sekali tidak takut padamu Riko, kau akan membayar semua yang kau lakukan pada kakakku dan juga Sania...."
Bicara tentang Sania, Riko menoleh tajam pada gadis itu...kemudia tertawa keras....
"Anak haram itu...apa yang mampu ia lakukan..hah.."?
"Brengsek kau Riko...lepaskan aku..."
Riko kehilangan kesabaran, dan seketika itu juga ia mengangkat tangannya tinggi dan memukul,perut dan juga wajah Mikha hingga saat itu juga...
Tubuh Mikha ambruk jatuh ke tanah..dara keluar dari hidung dan mulutnya.....
"Aaarrghhh..." desah MIkha mengepalkan tangannya..
Riko membuka jassnya dan melempar sembarangan berikut dasinya...ia mendekati Mikha dengan tatapan lapar...
"Bagaimana jika kau melayaniku dulu sebelum kau mati malam ini.."? ucap Riko mendekat......
Mikha menggeleng ketakutan, sementara semua anak buahnya, Sania dan juga Stela menatapnya tanpa mampu berbuat apapun...Mikha bergerak mundur..meski ia begitu kesakitan....
__ADS_1
"Tidak.....jangan pernah melakukan itu..." desah Mikha mengerang....
"Mengapa aku tak bisa melakukannya, taukah kau sudah lama aku merindukan tubuhmu,.bagaimana jika aku memiliki tubuh indahmu...kita bercinta dan saling memiliki, tentu saja..saat ini kau tidak akan mendapat kekerasan dariku...."tawa Riko senang....
"Menjijikan.....bunuh aku saja....."
"Tidak...kau terlalu indah untuk mati sayang...aku..menginginkanmu..." ucap Riko mendekat...
Meraih tubuh Mikha dengan paksa dan berusaha menciumnya dengan penuh *****..Mikha menangis meronta berusaha melepaskan diri dari dekapan Riko yang begitu kuat.....
Riko kehilangan kesabaran ketika ia tak juga bisa mencium Mikha karna wanita itu terus melawan....dan Riko mengangkat gagang pistol tinggi-tinggi untuk menakuti Mikha...
Dan disaat itu juga....terdengar suara Helikopter mendekat diikuti begitu banyak mobil dengan cahaya lampu yang menyilaukan....
Riko gemetar hingga mencengkram Mikha dengan kuat, ia sungguh ketakutan.....
Helikopter mendarat dengan sempurna dan sosok Derrell keluar dari sana bersama sang putra Dion,pemandangan itupun tak luput dari mata Sania...matanya tak berkedip melihat sosok Dion yang begitu tampan dan penuh aura kekuasaan..
Derrell mendekati Riko yang tengah menyandra istrinya, melangkah melewati kerumunan anak buah Riko yang tak berdaya.....
Derrell meraih gagang pistol dan mendekati pria yang sedang berdiri dengan gemetar,
Melihat istrinya berdarah di pelukan Riko membuat Derrell murka, ia mengangkat pistolnya tinggi-tinggi dan mengarahkan lurus pada tangan Riko...
Riko menggeleng panik, tatap mata Damian terlihat berbeda, terlalu dingin dan membawa aura ketakutan yang luar biasa, hingga ia gemetar....
"Damian...aaku..akan membunuhnya...ja,,jangan mencoba...mengancamku."
Dorrrrrr................
Riko terbelalak ketika ia merasakan jemarinya remuk penuh darah, bahkan ia belum sampai menghela nafas terdengar lagi bunyi tembakan kedua...
Dorrrrr.........
Kali ini terlihat tangan kiri Riko seakan pecah, pistol yang di pegangnya jatuh tanpa daya...
Tubuh Mikha terlepas dan segera Derrell menangkap tubuh istrinya yang mulai kehilangan kesadaran...
Keduanya saling menatap......Airmata Mikha menetes.....
"Derrell...kau datang juga...kau.....datang....."? desah Mikha menahan kesakitan.....
"Ssstt....cintamu yang memanggilku sayang, semua akan baik-baik saja....suamimu sudah datang...."
"Yah...aku lega sekarang..." bisik Mikha dengan suara lemah...
"Aku mencintaiimu istriku.." Derrell menyentuh bibir Mikha dengan bibirnya lembut...sungguh hatinya hancur melihat keadaan Mikha dan tak sabar ingin membalas perbuatan Riko.....
__ADS_1
Derrell melirik Dion untuk membawa sang ibu ke helikopter tepat dokter menunggu.....Dion segera menggendong ibunya pergi....
Sementara ia menatap Riko yang sudah tersungkur ke tanah.....kedua tangannya terus mengeluarkan darah hingga wajannya pucat pasi...ia bergerak menjauh ketika Derrell mendekatinya dengan tatapan beku...
"Tuan Damian..maafkan aku...aku mohon maaff." jerit Riko gemetar....
"Maaf...maaf...".ulang Derrell dengan tatapan beku....
Bughh.......
Derrell menendang perut Riko hingga ia memuntahkan darah dari mulutnya...
"Beraninya kau...memukul istriku...."
Buggh........
Kali ini Derrell meraih tubuh Riko yang lemah dan mencengkram ujung kemeja pria itu...
"Kau salah jika berurusan dengan seorang Derrell, bukankah aku sudah memperingatkanku untuk tidak menyentuh istriku..."?
"Aku ingin jika kita bertemu... jangan pernah membuang pandanganmu pada istriku atau bicara dengan akrab..karna aku, tak akan pernah memberimu kesempatan keduua..kau lihat jurang itu." tanya Derrell dengan mengarahkan tubuh Riko di ujung jurang..
Pria itu menjadi gemetar.....
"Ya..aku liat.."
"Jika kau masih mencoba melakukan sesuatu padanya maka tempat terakhirmu adalah jurang ini.." ancam Derrell menaikan alisnya....
"Tidak....." teriak Riko menggeleng ketakutan.....
Tubuh Riko bergetar hebat ketika ingatan tentang pembicaraan mereka menghantuinya...tidak, bagaimana mungkin Damian bisa berubah menjadi Derrell dan menjadi sosok yang menakutkan...?
"Kau sudah ingat sekarang..."?desis Derrell dengan santai sambil menarik pelatuk pistol itu...
Riko menangisi memohon, ia tidak mau mat*.....tidak mau...
"Ampuni aku tuan Derrell aku berjanji aku tidak akan melakukannya...."
"Bukankah aku bilang tak ada kesempatan kedua bajingan...kau tau benar apa yang akan terjadi kepadamu, kau...beraninya melukai Mikhaylaku...bukankah kau sudah siap mat*..kali ini bukan jurang tempatmu aku akan memberimu kemat*an penuh rasa sakit..lihatlah bagaimana anjin-anjingku akan mer*bek tubuhmu." desis Derrell bersedekap.....
Usai berkata....
Tampak beberapa anak buah Derrell menuntun anjing-anjing keparan yang seolah siap menerkamnya...
Wajah Riko seputih kapas, melihat gigi-gigi para anjing itu yang berukuran besar, ia merasa ketakutan setengah mati....
Riko menangis dan meraung, memohon ampun,...merasa ngeri melihat anjing-anjing besar itu menunggu aba-aba untuk dilepaskan....dengan cepat Riko menjatuhkan tubuhnya di kaki Derrell....
__ADS_1
"Aku mohon ampuni aku tuan Derrell...ampun....."tangis Riko dengan penuh kesakitan......
Derrell tersenyum dingin.....