
Kabar duka pagi itu mampu memukul keluarga besar Aksana, bagaimana tidak....
Putri tertuanya meninggal di rumah sakit j*wa akibat perkelahian antar sesama pasien....tubuh Stela sangat mengenaskan ketika di temukan perawat,
Hancur hati Aksana dan Lusi di masa tua mereka, bagi orangtua....satu kerinduan mereka yaitu jika mereka meninggal nanti anak-anak yang akan menguburkan mereka,bukan sebaliknya...mereka di usia senja yang harus menguburkan anak mereka..
Aksana mengurung diri di kamar, penyesalan sebagai seorang ayah begitu menyakitinya, ia terluka melihat kondisi Stela yang kurus kering, hanya tinggal kulit yang membungkus tulangnya, Stela sangat pucat dan terlihat menahan kesakitan di akhir hidupnya....
Lusi tak meninggalkan Aksana ia tau disaat seperti ini Aksana butuh dirinya, Lusi mendampingi suaminya melewati duka yang tak pernah ada ujungnya....
Hal yang sama di rasakan Mikha..ia begitu terpukul, bahkan di saat terakhir kalinya Stela marah padanya, hatinya begitu sakit menyadari kakaknya pergi dengan cara yang menyedihkan, rasanya baru kemarin mereka saling menguatkan, memberi selamat ketika anak-anak mereka lahir....namun sekarang seperti mimpi..kakaknya pergi meninggalkan Mikha tanpa pesan apapun......Mikha juga selalu di dampingi Derrell dan anak-anak mereka.....
Tubuh Stela terbaring kaku di dalam peti, sebentar lagi siap untul di kuburkan....disisih peti ada Riko yang lumpuh di kaki dan tangannya, Riko tidak bersuara dan hanya airmata yang menetes tak mau berhenti....rasa sakit akibat dosa dan kesalahan yang ia lakukan pada Stela sungguh membawanya dalam penyesalan tak berujung...kini ia hidup sebatang kara dan menderita akibat keserakahannya, Riko hidup dengan belas kasihan di panti sosial..dirinya yang dulu gagah sebagai pengusaha kini sirna dan hanya tinggall seperti seorang pesakitan yang tak ada harganya..Riko bahkan tak berani menatap mata keluarga Stela..
Namun karna ia ingin melihat Stela untuk yang terakhir, Riko rela menembus keramaian dan merendahkan diri di hadapan keluarga Aksana untuk melihat sosok istrinya untuk yang terakhir...ia beruntung karna mereka menerimanya walau sisa-sisa kemarahan masih terlihat di wajah keluarga yang penuh duka itu...
Riko menatap wajah Stela yang pucat, ingatan ketika terakhir kalinya Stela memeluknya, memohon agar ia menicntainya begitu membekas di ingatan Riko dan menyakitinya dengan dalam....airmatanya tak berhenti mengalir menangisi hidupnya yang gelap....
Sania yang adalah putri yang tidak ia akui, sama sekali tak mau melihat atau mendekatinya, Sania melihatnya sebagai musuh yang di bencinya....itu pukulan terbesar bagi Riko yang harus di tanggungnya....
Sania menatap tubuh kaku Stela dengan airmata yang mengalir..ia tak mengeluarkan suara, hanya airmata yang menetes dan menetes....
Duduk di samping peti dan menatap kosong....Sania tidak mau makan dari semalam, dan hanya minum segelas air putih..menyadari hal itu membuat Mikha khawatir...ia menghampiri Sania dan menyentuh bahunya...
"Sania...."?
"Ibu...."? desah Sania dengan airmata yang tertahan....
"Makanlah sesuatu nak..kau akan sakit...."
Sania menggeleng......ia tak ingin makan...
"Aku ingin menyusul mama....aku sangat hancur ibu...."isak Sania yang langsung di peluk Mikha dengan erat..
__ADS_1
"Jangan bicara begitu Sania....aku juga ibumu sekarang..kau harus kuat...kau harus merelakan mama pergi.....itu yang terbaik...."bisik Mikha menenangkan.....
"Aku sendirian ibu....aku bahkan tak tau masa depanku seperti apa,..aku harus tinggall bersama siapa lagi....mengapa nasibku buruk sekali......tangis Sania pecah....mengapa aku selalu menderita...." tangis Sania tak mampu menahan kesedihannya...
Mikha memejamkan matanya dengan penuh kesedihan.....tak pernah di bayangkannya bahwa jalan hidup kakaknya akan sesuram ini....tak pernah di bayangkannya bahwa Sania akan menderita kehilangan wanita yang melahirkannya...
Tidak.....bagaimana mungkin Mikha membiarkan Sania sendirian, bagaimana mungkin Mikha tidak melakukan apapun......ia sudah memutuskan akan merawat Sania....menghantarkan Sania sampai bisa mengurus warisan peninggalan Stela dengan baik...sampai Sania menikah nanti, Mikha akan mendampingi sebagai pengganti ibu bagi gadis ini......
"Kau tidak sendirian Sania...ada ibu disini denganmu...ada ibu disini bersamamu sayang." bisik Mikha memeluk Sania dengan erat...
"Ibu....apakah itu berarti aku akan tinggall selamanya bersamamu....selamnya ibu....? aku akan mendapat keluarga yang lengkap..."?tatap Sania penuh harap.....
Mikha mengangguk..
"Tentu saja Sania...kita punya darah yang sama..kau juga darah dagingku..aku menyayangimu seperti Kak Dion, Kevin dan Kevala...kita akan selalu bersama..."
Wajah Sania langsung berubah cerah...ia kemudian memeluk Mikha dengan erat, matanya tak sengaja melihat kebersamaan Dion dan Alexa yang membuat dadanya panas.....
Sania mengepalkan tangannya dengan kuat di belakang punggungnya.........
"Apa kau mau makan sekarang Sania...atau kau mau menemani mamamu disini dulu..."?bisik Mikha lembut...
"Ibu mau kemana...."?
"Ibu mau menemani kak Dion makan...kakakmu itu harus di temani saat dia makan, dan harus ada ibu disana.."
"Aku ikut ibu....aku sangat lapar sekarang...." ucap Sania tersenyum...
"Baiklah...ayo ikut ibu nak..."ucap Mikha menuntun Sania bangun.......
ππ
Akhirnya Stela sudah di kuburkan dengan tenang....semua keluarga berusaha mengiklaskan peristiwa duka yang tak bisa di hindarkan....
__ADS_1
Aksana dan Lusi memutuskan pindah ke rumah di sudut kota untuk memulai hidup baru dan menghabiskan masa tua mereka dengan damai.....
Riko kembali ke panti sosial tanpa ucapan selamat jalan, bahkan Sania hanya memberinya tatapan penuh dendam ketika ia coba mendekat....
Semua barang-barang Sania di pindahkan ke rumah keluarga Derrell Russ...sepanjang jalan, ia hanya tersenyum penuh rasa syukur....senyum tak pernah lepas darinya....
Makan Malam.......
Semua angbota keluarga duduk di ruang makan, Sania memilih duduk di dekat Dion agar ia bisa menatap pujaan hatinya....
"Ehm...aku meminta perhatian semuanya.."ucpa Dion....
Derrell dan Mikha mengangguk memeri waktu....
"Katakan Dion...ada apa.."?
Dion meneguk segelas air dan tersenyum....
"Karna Sania sudah dirumah...aku memutuskan akan pindah ke apartemenku sendiri di dekat kantor...."
Suasana ruang makan menjadi hening........Mikha yang memang sudah mendengar keinginan sang putra hanya bisa menyetujui..asal Dion senang dan nyaman maka ia akan senang......
Namun hal itu tak berlaku pada Sania, wajahnya berubah memerah....alasan ia pindah ke rumah ini untuk bisa bersama Dion...mendapatkan hatinya..dan tentu saja suatu saat ia ingin menikah dengan Dion...namun..mengapa malah Dion ingin pindah...?
Derrell mengangguk..ia tau Dion sudah dewasa dan butuh prifasi....
"Papa dan ibu dan semua adikmu tentu setuju Dion tapi apa alasanmu untuk bersikeras pindah.."? Derrell menyipitkan matanya....
Dion mengusap rambutnya dengan senyuman salah tingkah...
"Aku akan serius mengejar Alexa papa...aku mencintainya..."ucap Dion jujur.....
Sania sangat syok mendengar kata-kata Dion,...matanya menyipit tajam....
__ADS_1
Tidak.....ia tak akan pernah membiarkan semua itu terjadi...liat saja......Sania mengambil garpu dan menusuk roti lapisnya dengan tatapan datar.........