
Kevala menjerit histeris ketika melihat Kevin membuka mata dan menatapnya dengan bingung....Kevala bahkan sampai gemetar hingga ia membeku di tempatnya...
"Kee..kevin......oh Tuhanku......Tuhan...." desah Kevala dengan penuh rasa syukur, airmata bahagia menetes dari wajahnya...
"Teimakasih kau mau kembali." ucap Kevala dengan kesedihan yang dalam.....
Kevin menatap Kevala dan menaikan alisnya...........keduanya saling menatap dengan tatapan lega........
ππ
Semua keluarga berkumpul di dalam ruangan Kevin dan ikut menyaksikan ketika itu alat alat, di lepaskan dari tubuh Kevin...Mikha terus menggenggam tangan Kevin dan mengusapnya pelan, ia sungguh bahagia semalam ketika di beritau kalau Kevin sadar..bahwa Kevala saudara kembarnya menyelamatkan saudaranya, ternyata ikatan mereka sangat kuat dan saling terhubung meski selama ini mereka tak akur....
"Nyonya...syukurlah semua baik-baik saja...putra ibu bisa melewati sadar.."ucap Dokter ikut takjup dengan perkembangan Kevin yang pesat..biasanya pasien yang terkena bisa ular mematikan tidak selamat, namun beruntung.....Kevin bisa melewati masa kritis..dan saat ini ia sadar sepenuhnya walau masih telihat lemah...
"Aku sangat bersyukur dokter, terimakasih...karna dokter dan semua tim yang ada dengan cepat menolong anak saya." Mikha tersenyum, di sampingnya ada Damian yang setia memeluk tubuh istrinya dengan penuh dukungan..
"Dokter...kau akan mendapatkan bonus, aku berjanji...dari lubuk hatiku yang dalam..aku hanya bisa berterimakasih...Damian menatap dengan mata berkaca-kaca..
Dokter itu mengangguk lalu tersenyum, ia juga seorang pria berusia 50 tahun....
"Aku merawatnya sepenuh hatiku, aku tidak mengharapkan apapun tuan termasuk bonus...dia seusia putraku yang telah meninggall setahun lalu.." dokter itu terlihat sedih ketika mengenang...
"Aku turut berduka dokter." ucap Damian...
"Jangan khawatir,..aku telah menyembuhkan lukaku tuan, melihatnya sembuh aku ikut senang..."
"Terimakasih dokter."ucap Damian dan Mikha serentak..
Dokter itu menganggukan kepala dan segera keluar dari ruangan....
Damian memeluk Mikha sambil menatap Kevin yang sedang istirhat....pria itu menghela nafas lega....
Dua minggu waktu penantian rasanya seperti melangkah di atas duri.. tiada hari tanpa airmata, dan rasa sakit..mereka semua bersedih terutama Mikha yang begitu terpukul dan kehilangan selera makan, sampai beberapa kali ia harus di rawat di rumah sakit....
Namun saat ini...ketika Kevin bangun dari komanya..Mikha terlihat tak berhenti tersenyum, ia beberapa kali tertawa dan mulai makan dengan baik...namun tak mau jauh dari Kevin..hal yang sama di lihat Damian dari Kevala yang merubah sikapnya..ia menjadi lebih perhatian, sejak Kevin mengalami koma Kevala menjadi anak gadis yang manis..selalu perhatian terutama pada sang ibu, ia tak lagi bersikap kasar dan selalu membawa aura positif di dalam rumah...
Damian sungguh lega....saat ini kebahagiaannya sudah lengkap, Damian hanya bisa berdoa agar cobaan akan pergi dari keluarganya dan mereka bisa bahagia selamanya.....
ππ
Kevala menaiki tangga rumah sakit dengan terburu-buru dan menuju lift, menuju ruang perawatan Kevin dengan antusias..di tangannya ia sudah memegang keranjang buah dan makanan kesukaan Kevin..
__ADS_1
Kevala segera menekan lift dan sesaat kemudian pintu lift terbuka,..ia membeku sesaat melihat sosok seorang pria yang dewasa melebihi kakaknya Dion menatapnya tajam..terlalu tajam hingga Kevala merasa sedikit takut...
"Ayo...masuklah."ucap pria itu dingin..
Kevala menganggukan kepala dan segera masuk....
Apakah dia penculik atau, para penjahat yang biasa menghipnotis itu..? Kevala berdiri kaku di ujung dekat pintu..karna hanya mereka berdua di dalam lift ini...
"Kau mau ke lantai berapa."? suara dingin itu membuat Kevala terkejut lalu menatap pria itu...
"Aah..akuakan pergi ke lantai 15 paman." ucap Kevala kembali membalikan tubuhnya...
"Hm...siapa namamu.."?tana pria itu lagi,....kali ini ia merasa pria itu mendekatinya...
"Kevala.....Russ."
"Hmm..kau gadis kecil yang....cantik." desis pria itu mengusap kepala Kevala hingga ia menoleh tajam....
"Apa kau pedo*lia."?jerit Kevala ketakutan...
Dan pintu lift terbuka, saat itulah Kevala tidak kehilangan akal dan segera berlari keluar dari lift sekuat yang ia bisa....
Pria itu menaikan sudut bibirnya, tak sengaja...ia melihat jepit rambut milik Kevala yang terjatu dan memungutnya di lantai.....
ππ
"Cukup Kevala...aku sudah kenyang." ucap Kevin menolak di suapi buah...ia memegang ponselnya sambil bermain game...
Kevala menggeleng lalu merebut ponselnya...
"Jangan bermain dulu kakak..kau harus makan yang banyak......"
Kevin menggeleng....memang Kevala sudah berubah menjadi gadis baik, namun...mengapa malah ia terlihat bawel..? Kevala mengatur kapan kakaknya harus makan dan kapan harus berhenti...tak lupa ia juga mengatur jadwal tidur Kevin....
"Aku bosan disini Keva....."bisik Kevin protes....
"Bukankah beberapa hari lagi kakak akan pulang? sabar saja kakak....oya..kau tau ibu sudah memindahkan kamar kakak di samping kamarku."
Kevin terkejut.....
"Mengapa..."?
__ADS_1
"Karna...aku ingin selalu ada di dekat kakak...dan memastikan kakak baik-baik saja...."
Kevin tersenyum dan membelai wajah adiknya yang serupa dengannya dengan kasih sayang....
"Terimakasih karna sudah berubah untukku Keva...."
"Terimakasih sudah menyelamatkan adikmu yang cantik ini kakak...." balas Kevala lalu memeluk tubuh Kevin dengan erat.....
sungguh Kevala sangat bahagia.,...ia berjanji..akan selalu menjadi adik yang manis untuk kakak-kakaknya.....
ππ
Siang itu Mikha dan Damian ada di ruangan Kevin, mereka sedang menyuapi Kevin makan....Kevin semakin sehat dan siap kembali kerumah...
Saat itulah pintu ruanan terbuka dan terlihat Riko masuk sendirian,membawa keranjang buah dan tersenyum pada Mikha dan Damian..juga Kevin...
"Apa kabar Kevin....."ucap Riko mendekat di sambut tawa Damian yang begitu akrab hingga Mikha membeku.....Derrel...sangat membenci Riko...namun ironis...Damian malah dekat dengan Riko...batin Mikha sedikit tidak terima dengan kehadiran Riko.....
"Aku baik-baik saja paman Riko, terimakasih."ucap Kevin tersenyum....
"Bagus tampan." Riko mengedipkan matanya.....
Sedangkan Mikha..memasang wajah datar..ia sama sekali tak menyukai sikap Riko yang seakan menyimpan sesuatu...
"Aach..dimana Stela...aku merindukannya..."ucap Mikha mengambil bunga yang di berikan Riko....dan meletakannya di atas meja ruangan perawatan itu...
"Maafkan aku Mikha,aku hanya bisa menyampaikan bahwa Stela sedang sakit dan...ia meridukanmu."ucap Riko mendekat...
"Sakit lagi," ucap Mikha terkejut...
"Yah...sakit lagi..." sambung Riko..
Mikha dan Damian saling menatap..
"Setelah Kevin keluar rumah sakit..aku akan menemuinya.."
"Tentu saja Mikha..kau harus mengunjunginya, aku akan meminta supir menjemputmu..."sambung Riko dengan raut wajah sedih..
"Baiklah....aku akan menelfonmu untuk mengonfirmasi kedatanganku Riko..."Mikha menyakinkan...
Riko tersenyum dengan lega, ia mengangguk penuh rasa puas......
__ADS_1
Jemarinya terkepallll......
"Aku menunggu telp darimu Mikha..." ucapnya dengan nada lembut luar biasa......