Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2
Licik


__ADS_3

Sania menatap dengan dalam ketika jemarinya menggenggam jemari Dion yang kokoh...hatinya berdebar, sungguh Sania senang, Tuhan menciptakan Dion seindah ini... Sania jatuh cinta di buatnya, gadis itu merasakan tangan mereka bersentuhan seperti aliran listrik Sania merasa terkejut...


"Maaf..tapi bisakah kau melepaskan tanganku.."?ucap Dion dengan suara tajam....


Sania buru-buru melepaskan tangannya dengan wajah malu, sementara Alexa yang melihat itu menjadi kesal sendiri, Sania terlihat menyukai Dion.....bagaimana mungkin..?


"Jadi....Sania akan tinggal bersama kita...."ucap Mikha pelan.....


Dion terkejut...


"Mengapa Sania harus tinggal dengan kita...bukankah dia masih punya ibu.."?


"Ibunya akan di rawat di rumah sakit jadi.......sementara dia tinggal bersama kita..bagaimana menurut kalian anak-anak."?


Dion menghela nafas, untunglah dia sudah punya apartement sendiri...jadi dia tidak harus berada dirumah, entah mengapa ia merasa tatapan Sania lain kepadanya, Dion tidak nyaman...satu-satunya gadis yang ia sukai adalah Alexa.....


"Terserah ibu saja....kami setuju kok..bukan begitu kembar.."?tanya Dion mencoba mencairkan suasana yang membeku...


"Ya kakak...ucap Kevin dan Kevala tersenyum...


Dion lalu meraih ponselnya dan menelfon seseorang, sesaat kemudian tampak supir datang dan menunduk hormat...Dion menatap Sania beserta kedua adiknya dengan pendangan penuh isyarat...


"Sania..kau bisa pulang dengan Kevin dan Kevala bersama supir, sampai dirumah pelayan akan menunjukan kamarmu."ucap Dion tegas...


"Baiklah kak..."ucap Sania terlihat kecewa..sebenarnya ia ingin di antar oleh Dion bukan malah supir...tanpa sadar Sania memasang wajah cemberut dan itu terlihat di mata Alexa.......


Akhirnya Sania dan si kembar meninggalkan ruangan rumah sakit, dan tinggallah Dion dan Alexa menemani Mikha, sambil menunggu Derrell...


"Apakah tante mau makan sesuatu.."? bisik Alexa lembut...


"Alexa, tante ingin minum saja..."


"Baik tante..."ucap Alexa mengambil minuman dan membantu Mikha untuk minum, sementara Dion tersenyum..Alexa benar-benar cantik...tidak hanya wajah tapi hati....


"Baiklah tante..aku harus pergi...hari ini ada arisan bersama keluarga besar kakek Rusell Wins..jadi kami harus ada disana untuk bersiap.."ucap Alexa...


"Astaga..waktu berjalan dengan cepat Alexa...tapi tante sangat senang melihat betapa kompaknya keluarga keturunan seorang tuan Rusell Wins yang terkenal itu..


"Mama dan papa menyampaikan salam, dan akan datang menengok tante besok." ucap Alexa..


"Aku merindukan mamamu Alexa, sampaikan salamku untuk semua.."


"Tentu..."ucap Alexa tersenyum...


"Aku juga ingin pergi bu..."ucap Dion melirik Alexa yang masih saja cuek padanya.....

__ADS_1


"Baiklah..bagaimana kalau kau mengantar Alexa pulang..."?


"Aku bawa mobil sendiri tante..."balas Alexa...


"Baiklah..aku juga sedang sibuk Alexa jadi jangan terlalu percaya diri.."ucap Dion gerah...lalu mendekati Mikha mencium keningnya dan melangkah lebih dahulu....


Alexa mengumpat di belakangnya, Mikha merasa lucu mendengar pertengkaran kecil mereka...


"Kalian berdua belum merasakan jatuh cinta yah...."goda Mikha pada Alexa dan Dion yang sama-sama menggeleng...


"Kami tidak....."ucap keduanya bersamaan..di tanggapi gelengan kepala oleh Mikha....


πŸ’–πŸ’–


Derrell membuka pintu ruangan dan membeku melihat Mikha yang tertidur lelap..pria itu melangkah masuk dan mendekati Mikha, meraih kursi dan duduk di hadapan Mikha dan meletakan seikat mawar merah yang wangi....


Hati Derrell begitu hangat menyadari setelah 3 bulan tertidur akhirnya ia bisa bangun kembali dan memeluk Mikha...memang selama Damian yang menguasai tubuh ini...ia bisa merasakan ingatan-ingatan tentang apa yang Damian lakukan dan rasakan namun Derrell tak bisa melakukan apapun ketika Damian bertindak diluar batas...termasuk ketika Riko memasang perangkap, Derrell tak bisa melakukan apapun untuk menghentikan Damian karna ia tertidur....namun mereka berdua berperang di setiap saat...


Tangan Derell terangkat pelan dan dan mengelus pipi Mikha dengan lembut dan bergerak turun menyentuh bekas luka di pinggir bibir istrinya....


Derrell sungguh menyesal mengapa terlambat menolong Mikha..mengapa istrinya sampai terluka baru ia datang....pria itu menundukan kepalanya...


"Derrell.."desah Mikha dengan suara pelan, seraya menyentuh wajah Derrell....


Pria itu mengangkat muka dan tersenyum..


Airmata Mikha menetes menyadari sosok Derrell yang begitu ia rindukan ada di hadapannya, menatapnya dengan penuh arti, kerinduan ini terlalu besar untuk Derrell, hingga isakan pelan terdengar...


"Aku merindukanmu Mikhaylaku..."mata Derrell menjadi basah....


Betapa ia juga tersiksa karna rindu, betapa ia sangat merindukan Mikha...ia sangat merindukan Mikha....


Derrell meraih tubuh Mikha dan mereka saling memeluk, melepaskan rindu yang selama ini begitu menyiksa...sungguh Derrell tak menginginkan apa-apa lagi selain berada di pelukan Mikha....


Wajahnya di benamkan di sela leher jenjang istrinya dan menghirup aroma khas Mikha yang begitu ia rindukan dan semakin mendekapnya tak ingin lepas....


"Maafkan aku...aku datang terlambat Mikha..aku membiarkan dirimu terluka...."ucap Derrell penuh penyesalan...


"Tidak..aku tidak aapa-apa Derrell, kau tau betapa aku bahagia melihatmu ada disini bersamaku...aku mencintaimu Derrell aku...mencintaimu...jangan pergi lagi okey...jangan tertidur lagi......."isak Mikha dengan suara serak...


Derrell membeku, sesaat menarik diri pelukan Mikha dan mengerutkan dahi...


"Apa..maksudmu Mikha...kau...mencintaiku...tidak mungkin..." Derrell mencoba menyakinkan pendengarannya..


"Aku sungguh mencintaimu Derrell, aku benar-benar mencintaimu,.." ulang Mikha dengan sungguh-sungguh..

__ADS_1


Mikha baru sadar ketika kebersamaannya dengan Derrell tak mampu menghapus Derrell dari ingatan,setiap malam ia bahkan selalu merindukan Derrell di dalam tidurnya...


"Aaachhh..aku bahagia sayang..aku bahagia...aku tidak akan pernah tertidur lagi...."bisik Derrell tersenyum.


Derrell terlalu senang dan melupakan jika perut Mikha masih terasa perih....karna itu ia kemudiaan ******* bibir Mikha penuh kerinduan yang menggunung di dadanya...rasa panas ciuman mereka mampu membakar Derrell dalam sekejap...


"Aaaww..."jerit Mikha memegangi perutnya...


"Aku terlalu senang, maafkan aku sayang..."Derrell mengelus perut Mikha penuh kelembutan..mereka saling menatap penuh arti...keduanya tertawa kecil menyadari betapa konyolnya mereka yang tak mampu menahan diri...


Derrell mendekatkan wajahnya....membiarkan dahi mereka bertautan....


"Kau tau sudah lama aku merindukanmu..kapan kau akan keluar dari sini."


"Kau harus menahan diri sayang...mungkin 2 hari lagi."goda Mikha....


"Aku mengerti,....aku akan menahan diri untuk sebuah kenikmatan yang indah..aku sangat tersiksa."keluh Derrell memejamkan mata....


Derrell kemudian mengecup punggung tangan Mikha,dan memandang wajahnya..


"Mulai saat ini...hidupku untukmu sayang..aku mencintaimu sayang dan juga anak-anak kita..."


"Aku bahagia Derrell." Mikha kembali memeluk suaminya dengan erat.....ia sungguh bahagia.....


πŸ’–πŸ’–


Sebuah Rumah sakit....


Seseorang memakai baju perawat dan melangkah ke sebuah ruangan,


Sosok wanita bertubuh kurus itu menatapnya..dengan ketakutan yang besar......


"Bagaimana kabarmu.....Stela..."?desis wanita itu menaikan alis.....


"Kaa...kau.."?


"Aku datang untuk mengakhiri penderitaanmu bagaimana.."?sinar mata tajamnya mampu menusuk jiwa....


Sebuah pisau kecil yang telah disiapkan di sakunya di arahkan ke tubuh Stela yang lemah...


"Jangan...mengapa kau tega melakukan itu..mengapa...aku adalah..."


"Kau pikir aku perduli.....aku akan mendapatkan apa yang aku inginkan Stela, dan salah satu cara adalah dengan melenyapkanmu...."desisnya tajam..


Pisau itu di angkat tinggi-tinggi dan sesaaat kemudian...

__ADS_1


"Aaaaaaaaaaaarrrggghhhhhhh........."


__ADS_2