
Ruangan tempat penyekapan Mikha dan Stela juga putrinya tampak suram, para anak buah Riko sedang berada di luar untuk berjaga-jaga, sesekali mereka tampak masuk dan memeriksa keadaan mereka....
Sania menatap Mikha dengan tajam, sesuai dengan rencana mereka berdua akan membawa Stela untuk melarikan diri dari tempat ini, karna Sania hafal dengan tempat penyekapan mereka,...
"Tante...apakah tante sudah siap.."?bisik Sania pelan...ia membuka ikatan di tubuh Stela dan Mikha yang sangat cepat....ia sangat ahli, batin Mikha...
ikatan itu terlepas dan Mikha mengangguk lega, rupanya tangan di ikat di belakang punggung, dalam jangka waktu lama sangat menyakitkan...rasanya kedua tangannya akan putus....
"Sania..apa kau yakin hanya perlu beberapa menit untuk berjalan, kita tak akan tertangkap.."?ucap Mikha penasaran...
"Tentu saja tante, aku ingat ketika ayah membawa kami kemari...aku hafal jalan ini walau hanya sekali melintas..."ucap Sania berbisik pelan...
Mikha mengangguk lega dan bergerak menuju Stela yang masih tak sadarkan diri, hatinya begitu di liputi kesedihan dalam, hingga tekad di dalam hatinya untuk pergi semakin besar saja..ia harus menyelamatkan kakaknya dan Sania...mereka harus selamat dan kembali kerumah....
"Baiklah...bantu tante untuk membawa ibumu Sania.."
"Baik tante.."balas Sania menurut..
Sania mengintip lewat beberapa cela kecil dari dalam ruangan dan menyadari jika para anak buahnya sedang bersantai di teras paling ujung sembari serius menatap ponsel masing-masing, ini kesempatan yang bagus untuk pergi...Sania tak menunggu waktu lagi dan mulai memapah tubuh sang mama dibantu Mikha..mereka melangkah sangat pelan, dan tidak menimbulkan bunyi apapun, mengendap-endah lewat cela kecil yang di buka Sania selama penyekapan.....
Mikha lebih dahulu keluar, lalu menarik Stela kemudian di ikuti Sania....mereka akhirnya bisa keluar dari ruangan pengap itu...namun...sekali lagi...tidak mudah, hari sudah mulai gelap dan tak ada setitik cahaya pun yang bisa membuat mereka melihat jalan, sementara mereka juga takut jika Stela terbangun dan berteriak...mereka akan tertangkap, dan itu akan menjadi malam yang buruk...
"Tante....bagaimana ini..."?bisik Sania merasa takut...
"Kita harus terus berjalan, tante punya ponsel...tapi tak bisa di nyalakan disini....mereka akan tau jika ada cahaya sekecil apapun Sania.." bisik Mikha pelan...
"Hm...baiklah..."
Sania dan Mikha terus melangkah pelan di kegelapan malam, kelelahan langsung menguasai mereka karna, tubuh Stela yang turut di bawanya....
Namun Sania dan Mikha tersenyum ketika menyadari ada titik cahanya di depan mereka...mungkin itu mobil yang mendekat.,.semoga saja itu mobil yang kebetulan lewat, mereka bisa menumpang dan pulang..pikir Mikha dan Sania antusias..
Dengan penuh semangad mereka melangkah cepat mendekati jalan kecil itu berharap bisa mendapat pertolongan.,
Namun...wajah Sania memucat ketika menyadari itu adalah mobil sang ayahh..sementara mobil terus mendekat, dan di saat yang sama Sania menarik Mikha sang mama untuk bersembunyi di balik rerumputan yang tinggi itu...
Nafas keduanya memburu begitu ketakutan,kegelapan yang menyesakan di campur rasa cemas yang mencengkram membuat airmata Mikha menetes...
Ia tak pernah membayangkan akan melalui peristiwa setragis ini..,ia tak pernah menyadari jika hidupnya dan sang kakak akan sesuram ini....
Sania menoleh dan menatap iba pada sang tante....ia menyentuh bahu Mikha dan mengusapnya pelan...
"Tante menangis...jangan khawatir semua akan baik-baik saja."?ucapnya menebak...
__ADS_1
"Yah...maafkan tante yah...seharusnya tante yang menguatkan kamu Sania, malah sekarang kau menguatkan tante.....kau sangat kuat...."ucap Mikha pelan...
"Yah....sebenarnya aku tidak sekuat itu tante...."bisik Sania sedih...
"Apa maksudmu..Sania..."?
Mikha membeku ketika mendengar isakan Sania, yang terdengar lelah....
"Dari usia 5 tahun..aku sudah harus mengerti segalanya, kekerasan dan airmata sudah menjadi temanku tiap hari.."
"Apa ayah menyakitimu.."?
"Bukan cuma ayah...tapi mama juga menyiksaku jika niaiku turun, aku selalu dipukuli hampir tiap hari.........aku, bahkan berpikir untuk bunuh diri..."
"Sania..." desah Mikha meraih tubuh keponakannya dengan erat dan memeluknya..biar bagaimanapun, Sania adalah keponakan kandungnya...dan ia akan melindungi Sania mulai dari sekarang.....
"Aku lelah tante......aku sangat lelah..."desah Sania di bahu Mikah....
"Ssst...tante ada disini Sania, tante akan....melindungimu mulai dai sekarang...."
"Tante...,aku tidak meminta apapun..."
Kau memang tak meminta, tapi ini salah satu kesalahan tante dengan membiarkanmu sendirian, tante janji..setelah ini kau bisa ikut tinggall bersama dengan tante...dan, semetara ibumu akan di obati lebih dahulu..."
Sania menarik diri dari pelukan Mikha dengan tatapan tak percaya....
Mikha tertawa...
"Apa maksudmu aku....."
"Malaikat...karna hanya malaikat yang berhati baik..."seru Sania tersenyum...
"Kau ini ada - ada saja...aku mau kau memanggilku ibu mulai saat ini sampai0 kita kembali kerumah Sania..."
Sania mengangguk dengan cepat, jika ia tinggal dirumah tante itu artinya ia akan bertemu dengan Dion setiap hari...astaga....sejak hari pertama ia melihat Dion..dia sudah jatuh cinta....mata Sania berbinar.....
"Ibu...."? Sania mencoba memanggil, dan airmata haru memenuhi keduanya....
"Itu bagus Saniaku...,Kevala akan senang bertemu denganmu....."
"Aku tak sabar lagi ibu..."
"Ooya, kita harus pergi....sekarang..." aja Mikha senang.....
__ADS_1
Sania menganggukan kepala dan kembali memapah tubuh sang mama untuk berjalan lagi....namun baru saja ingin beranjak dari sana...tiba-tiba suara beberapa suara motor besar mengikuti mereka dari belakang hingga Mikha danSania saling menatap dengan penuh rasa takut..
"Jangan berhenti Sania...kita harus cepat pergi..." jerit Mikha terus berlari...
Namun sekali lagi kesabaran mereka teruji ketika Stela tiba-tiba terbangun dan berlari kembali ke arah motor di belakang mereka..
"Kakak....apa yang kau lakukan.." jerit Mika meraih lengan kakaknya dengan kuat...
"Siapa kau...." teriak Stela menggertakan gigi...
"Aku Mikha..adik kesayanganmu kak...jangan kesana,...mereka orang jahat..mereka akan menangkap kita...."jerit Mikha cemas....
"Tidak.....kau Mikha si pencuri itu.."? teiak Stela melotot..
"Kakak.....ayo kita harus pergi.." Mikha tak perduli cacian kakaknya namun memilih menarik paksa tubuh lusuh Stela....
Hingga mereka saling tarik menarik, tak semudah itu membawa Stela..ia seperti mendapat kekuatan luar biasa lebih hingga bisa melawan Mikha dan Sania........
Brrugggh....
Tubuh Mikha dan Sania tersungkur......
"Kakak...."
"Kau si pencuri itu kan....? kau mencuri segalanya dariku, cinta ayah..ibu lalu cinta suamiku Riko..."
"Apa maksudmu kak..."?
"Yah...taukah kau...jika aku, susah payah melakukan apapun sesuai kehendaknya, tapi selalu saja dia menyiksa batinku, menyebutku bodoh dan terus membandingkannya denganmu Mikhayla..."
"Kau mengingatku.."
"Tentu saja...bukankah kau sudah Derrell sudah mencampakanmu, sekarang kau akan menikan dengan Riko..."
Mikha dan Sania saling menatap....
"Ayah menyuntikan sesuatu secara rutindi tubuh mama, apakah mungkin..mama sudah menjadi gila..."? ucap Sania menebal...
"Jangan berkata seperti itu Sania..dia ibumu.."ucap Mikha protes..
"Baiklah maafkan aku...ibu.." ucap Sania menatap Mikha dengan dalam......
Disaat yang sama..terdengar bunyi tepuk tangan di belakang mereka.....
__ADS_1
Ketiganya menoleh.........
"Riko....?"? desah Mikha dengan lemah......