Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2
Rasa Bersalah Kevala


__ADS_3

"Katakan apa yang terjadi......katakan."?suara Mikha meninggi di tengah ruangan itu di tengah kecemasan yang mengikatnya..


"Tuan muda Kevin mengalami koma...."ucap perawat muda itu dengan suara yang pelan..


"Hah....."? Mikha begitu syok mendengar ucapan perawat itu..bagaimana mungkin putranya..mengalami hal itu..bagaimana bisa ia mengalami koma, bagaimana mungkin....Kevin adalah anak yang paling mengerti dirinya, Kevin yang manis dan penurut..Kevin yang tak pernah marah..Kevin yang selalu memberi pelukan jika Mikha marah pada Kevala ketika sedang gadis itu sedang berulah....


Tubuh Mikha seperti mati rasa, jiwanya kosong dan kehilangan arah..koma..sampai kapan..? berapa lama Kevin akan bertahan...akankah putranya bertahan kali ini.? bagaimana bisa peristiwa ini terjadi pada keluarganya.


Bisa ular itu merusak sebagian tubuhnya,..dan tersisa hanya jiwa tubuh yang tak bisa bergerak...Mikha memejamkan matanya......


"Mikha....." Damian memeluk istrinya dengan begitu kuat...


"Ini salahku....seharusnya aku..membawa anak-anak hotel dan bermain disana, bukannya ke vila dan membuat mereka dalam bahaya..." Mikha mengeluh sendiri, rasanya ia bisa menjadi gila,...


"Mikha...tak ada orangtua pun yang menginginkan ini semua...ini musibah....ini musibah untuk keluarga kita." Damian masih berusaha membujuk Mikha agar berhenti menyalahkan dirinya sendiri.


"Aaarrhhggg...aku benci diriku..semua karna aku..aku yang bersalah...aku....tak bisa menjaga anakku..."jerit Mikha memukul dirinya sendiri..


Ia begitu hancur mendengar kabar Kevin koma...bahkan Kevin belum bisa di temui karna ia dalam perawatan intensif....kenyataan itu semakin membuat Mikha seakan ingin mat* saja...ia tidak bisa kehilangan Kevin..tidak..jika bisa, Mikha ingin menukar hidupnya dengan hidup Kevin..ia rela..asal anaknya akan baik-baik saja....Mikha sungguh rela asal anaknya selamat..


"Mikha...aku mohon tenangkan dirimu...kalau seperti ini kau akan sakit..."


"Aku tidak perduli Damian...bagaimana mungkin aku bisa tenang..bagaimana bisa..putra kita mengalami koma..dia koma..oh Tuhan....." jerit Mikha dengan suara keras....


Damian memegang bahu Mikha yang rapuh...


"Mikha jika kau sakit..siapa yang akan menguatkan Kevin..siapa..?dia mencintaimu..dia sangat menyayangimu Mikha...kau harus kuat..kita semua harus kuat..Kevin butuh kita.."


Ucapan Damian sungguh membuat Mikha tak menghentikan tangisnya.....mereka berangkat liburan tadi dengan penuh tawa, mengapa pulang malah membawa duka..??sekali lagi tubuh Mikha kembali kehilangan tenaga dan jatuh pingsan...


Damian memejamkan matanya penuh rasa sakit.....ia memandang wajah Mikha yang pucat dan meminta perawat membantunya memindahkan tubuh Mikha ke ranjang rumah sakit....


πŸ’”πŸ’”

__ADS_1


Dion..dan Kevala juga Alexa tiba di rumah sakit dengan wajah pucat....menghampiri ruang ICU tempat Kevin di tempatkan...


Seorang perawat jaga tampak menghampiri mereka, memgingat Kevin diruang khusus dan mahal dan latar belakang seorang Damian yang milioner..


"Tuan dan nona...maaf tapi pasien belum bisa di temui..." ucapnya Menundukan kepala..


Dion menghela nafas sambil memeluk Kevala yang masih menangis....


"Mengapa...kami tak bisa bertemu dulu..apa yang terjadi."?


"Dokter sedang memberi obat rutin untuk pasien...jadi untuk sementara ini tidak di ijinkan siapapun untuk masuk." ucap sang perawat dengan sopan.


Dion menatap Kevala yang begitu syok lalu membawanya ke tempat duduk dan menenangkannya, Alexa juga ada di sampingnya sambil memeluk Kevala...


"Kevala...sudahlah...tenangkan dirimu."


Kevala menggelengkan kepalanya, ia menatap Dion dengan pandangan rapuh. ibu juga di rawat di rumah sakit yang sama..hal itu membuatnya sedih, ibu terus menangis dan bahkan selalu pingsan hingga Kevala tak mampu berbuat apapun, ia kehilangan semua egonya, dan kesombongan yang selama ini menjadi kebanggaannya...


Kevala di liputi rasa bersalah..ia menyebabkan luka untuk keluarganya....


"Kevin anak yang kuat, kau bisa memberinya semangad setelah ini...apakah itu artinya kau akan berdamai dengannya jika dia sembuh."? ucap Dion menaikan alisnya...


"Yah....aku akan berdamai, aku akan menyayanginya dan akan menjadi adik yang baik..aku berjanji..asal dia bangun..."isak Kevala bersandar di bahu Alexa...


Dion menatap Alexa yang terus memeluk adiknya dengan tatapan yang sulit di artikan, entah mengapa ia menyukai sikap Alexa yang seperti ini...


"Baiklah,..dia akan selamat Kevala...kakak yakin..."


Dion menegakan tubuhnya dan menatap Alexa...


"Aku harus pergi ke perusahaan, bisakah kau menemani Kevala sebentar....? ayahku sudah menungguku hnyuk rapat."ucap Dion..


Alexa menganggukan kepala..tentu saja, ia akan menemani Kevala, sampai ke adaan Kevin stabil...

__ADS_1


"Kau pergi saja Kevin, aku...akan menjaga Kevala,.."


Dion menganggukan kepala dan tersenyum...


"Terimakasih Alexa." ucap Dion dengan suara pelan...


Alexa membeku disana...menatap punggung Dion yang menjauh dengan ekspresi datar,.....


MENGAPA DIA TERLIHAT TAMPAN...????


πŸ’–πŸ’–


Kevala memasuki ruangan rawat Kevin dengan hati yang remuk, melihat saudara kembarnya terbaring tak sadar...


Langkahnya pelan seiring terdengar bunyi alat-alat penunjang kehidupan yang terpasang di tubuh Kevin yang tak sadar...hampir seluruh tubuh kecilnya di penuhi alat-alat yang terlihat mengerikan di mata Kevala...


Kevala meneteskan airmatanya ketika jemarinya naik menyentuh tangan Kevin, ia harus hati-hati karna takut menyentuh beberapa selang yang terpasang di sana. matanya kini terarah di wajah Kevin yang pucat...


"Kevin...apa kau mendengarku...? kau dimana sekarang, apa kau tidak merindukan aku....? airmata Kevala kembali mengalir deras.....apakah..kau tidak rindu marah padaku..?ayo bangun...aku....aku merindukanmu.....aku...minta maaf...Kevin...." isak Kevala sangat sedih....


Kevin tidak bergerak, apalagi merespon..ini sudah seminggu dan rasanya seperti setahun, rumah berubah menjadi dingin...tak ada lagi kehangatan dan canda apalagi tawa.....sosok Kevin yang biasanya selalu hangat begitu di rindukan...bahkan para pelayan juga kehilangan Kevin..karna biasanya...Kevin selalu menyapa mereka dengan ramah.


Kevala tersenyum sambil menahan airmata....ia mengelus punggung tangan Kevin dengan lembut sembari bercerita...


"Kevin....aku ada berita bagus untukmu..kau tau jika Kania....sahabatmu itu, dia sudah masuk sekolah kembali...aku sudah minta maaf padanya..dan katanya...dia menunggumu di sekolah..jadi kau harus sadar yah...ibu...ayah...kakak, dan aku...kami semua merindukanmu Kevin..,kami meridukanmu.....jadi...bisakah kau kembali...? aku sangat...mencintaimu sebelah jiwaku.....kau kembaranku, selama di kandungan kita selalu bersama,...aku tak bisa sendiri Kevin...bagaimana kalau ada teman yang jahat padaku...siapa yang membelaku..siapa....kalau bukan dirimu, ayolah Kevin.....bangun......."ucap Kevala menundukan wajahnya di ranjang Kevin..ia sudah sangat putus asa..rasanya semakin gelap saja...


Dan sesaat kemudian......


Tanpa di duga Kevala...jemari milik Kevin bergerak pelan.....seiring matanya yang terbuka....


"Kevala......."desahnya sangat pelan, namun mampu di dengar Kevala...


Bagai mimpi Kevala mengangkat muka dengan ekpresi terkejut....

__ADS_1


"Kevin...."? jerit Kevala menangis keras.........,


__ADS_2