
Derrell melompat turun dari ranjangnya dan keluar dari kamar, ia menuruni tangga dan menuju ruang rahasia pertemuan dirinya dan Lukas,
Pintu terbuka dan Lukas menundukan kepalanya,
''Tuan Derrell.''
''Katakan apa yang sebenarnya.....''?
Lukas menundukan kepala...
''Aku curiga kalau nyonya mungkin telah tau yang sebenarnya.''
''Tidak mungkin Lukas.''
''Yah...aku masih ragu tapi...aku rasa tuan harus mulai memikirkannya, tatapannya padaku tadi begitu tajam dan tidak seperti biasanya tuan, dan juga....tentang tuan Martin...''
Kali ini Derrell mengeraskan rahangnya....
''Apa yang terjadi pada Martin sebenarnya..apakah dia lolos dari kematian.''
''Maafkan aku tuan.''
''Sial..apa saya kerjamu bodoh, membunuh seorang saja kau tidak mampu.''
Derrell begitu murka hingga meraih ujung kemerja Lukas dan sesaat kemudian..
''Bugghh.....'' sebuah hantaman keras membuat Lukas memuntahkan darah segar, hingga pria itu tersungkur......
Derrell kembali menariknya dan memukulnya dengan keras hingga Lukas benar-benar sekarat namun sekali lagi pria itu mencoba berdiri dengan sisa kekuatan yang ada.......
''Apa kau mau mati hah...kau mau ku kulenyapkan sekarang.''? teriak Derrell benar-benar marah...
''Aku memang bersalah tuan Derrell, tapi di detik terakhir tuan Damian datang dan mengacaukan semuanya..dia malah membunuh anak buah kita yang bertugas malam itu..dan menyelamatkan tuan Martin.....''ucap Lukas susah payah...
''Damian...Damian..Damian......aaaarrrggghhhhh.....aku akan mencari cara menyakitimu...kau harus membayar semua akibat dari kenekatanmu sendiri..kau akan membayarnya.'' desis Derrell kejam.
''Tuan Derrell maafkan aku.''
Derrell menoleh dan tersenyum dingin, menghampiri Lukas yang babak belur akibat pukulannya,
''Cari keberadaan Martin dimanapun dia berada...aku..tidak mau tau, aku ingin..kau menemukannya..jangan sampai aku kehilangan kesabaranku Lukas.''
''Baik tuan.'' ucap Lukas menunduk hormat..
Derrell menganggukan kepala dengan puas, saat ini seluruh pikirannya tertuju pada Mikha...apa yang sebenarnya terjadi..apakah Mikha sudah tau segalanya dan memilih merahasiakan darinya, ataukah Mikha bersekongkol dengan Damian untuk menyingkirkan dirinya...
Derrell mengepalkan tangannya dengan kuat.......
*****************************
Pagi ini Mikha sungguh terkejut, ia menemukan dirinya tidak tidur di kamar namun di kamar asing, ada suara burung-buung dari luar....itu berarti dia tidak berada di rumah namun di tempat lain dan Derrell membawanya..tubuh Mikha gemetar apalagi ia menemukan ponselnya tetap dalam keadaan menyala..
semalam memang ia mengutak-atik pencarian dan tak sengaja mencari tau cara melenyapkan kepribadian yang jahat, namun ironisnya pagi ini ia menemukan kalau ada jawaban atas pertanyaannya...
__ADS_1
BAGAIMANA CARA MELENYAPKAN KEPRIBADIAN YANG JAHAT??????
KAU TIDAK AKAN PERNAH BISA MELENYAPKANKU......
Mikha tak tau siapa yang menulis sambungan kata di bawahnya..apakah Derrell...?? astaga mengapa ia sangat ceroboh..?
Mikha segera turun dari ranjang dan membersihkan diri lalu memutuskan keluar kamar dan mencari Derrell atau siapapun....
Hening..........
Mikha seperti berada di sebuah Villa yang sepi, tak ada seorangpun, hingga sampai di bawah tangga..Mikha menemuka Derrell sedang duduk di teras dengan wajah menghadap pegunungan di depannya...Mikha yang tidak curiga mendekat...
''Derrell...''
''Bagimana apakah kau suka tempat ini sayang.''? pria itu menoleh......
Mikha terkejut melihat sosok Damian yang tersenyum ramah. ia lalu tersenyum...dan segera mendekat dan memeluknya dengan erat......
''Damian...''? seru Mikha antusias dan memeluknya dengan erat.....
Pria itu membeku, ketika nama Damian yang di sebut Mikha...ia mengepalkan tangannya.........
''Mengapa kau manis sekali.'' bisik Derrell menyambut Mikha di dalam pelukannya....
''Aku senang kau kembali dengan cepat, aku tak suka jika Derrell yang terbangun,.....''ucap Mikha tersenyum....
''Damian....apakah..kau sedang merindukan Damian sekarang.''?ucap Derrell tajam...
Mikha mengangguk,
Wajah Derrell mengeras....ia menghempaskan pegangan Mikha dan mendekati istrinya dengan pandangan tajam......
''Apa itu berarti kau sedang bersandiwa padaku sayang.''
''Derrell.'' Mikha bergerak mundur dengan gugup......
''Kau tau jika aku tak suka di bohongi apalagi darimu.''
''Derrell...aku tak mengerti apa maksudmu, jangan membuatku takut.''
Derrell mencengkram kedua lengan Mikha hingga wanita itu tak bisa bergerak...
''Kau sudah tau semuanya yah....''Derrell mendekatkan wajahnya...
''Apa maksudmu aku tidak tau....''
''Masih menyangkal yah...kau mau mencari alasan lagi Mikha.''?
''Lepas Derrell kau membuatku takut.''
''Yah..kau takut padaku tapi kau bersikap manja dan murahan pada Damian..''
''Aku tidak pernah..aku juga baru mengetahuinya.''
__ADS_1
''Pembohong....kau diam-diam ingin melenyapkan aku suamimu sendiri..kau bermimpi Mikhayla..aku dan Damian adalah satu, jadi kau tidak bisa menyingkirkan salah satu dari kami.''
''Apa...''? jerit Mikha dengan wajah syok....
Tawa Derrell langsung menggema dengan kengerian yang begitu menakutkan...
''Aku senang kau sudah tau semuanya Mikha..aku tak perlu menyamar menjadi seorang Damian yang baik, aku muak menjadi sepertinya....''
Mikha menggeleng frustasi...
''Tidakk...''
''Aku tidak bisa menyingkirkan Damian...tapi aku akan membuatnya tidak pernah terbangun lagi....hahahah.''
''Kau kejam....kau monster, kau...aku sangat membencimu..aku tidak akan pernah mencintaimu.'' teriak Mikha marah..
''Oyah...aku tak butuh cinta atau apapun Mikha..aku hanya butuh kau...dan anak-anakku, aku tak perduli hatimu berada dimana...yang pasti kau.....sudah menjadi milikku.''
''Tidak...aku tidak mau hidup denganmu, aku ingin bercerai...kau dengar itu..aku ingin kita berpisah.''jerit Mikha tak mau kalah.
Kata-kata Mikha sungguh membuat Derrel murka, di raihnya tubuh Mikha mendekati..sinar mata membunuhnya menyala-nyala....
''Kau....dengarlah semua perkataanku baik-baik, harganya akan sangat mahal jika kau meninggalkanku....
Mikhayla Russ..kau...tidak bisa lepas dariku.'' ancam Derrel sungguh-sungguh..
Mikha meronta sambil menangis...mencoba melepaskan diri dari rengkuhan Derrell namun tak bisa...
''Aku tidak takut padamu Derrell...aku tetap akan berpisah darimu.,..sejauh mungkin.''
''Hahaha..coba saja, dan kau kau akan menemukan orangtuamu, Martin, dan juga Dion meregang nyawa karna ulahmu..''
''Kau sakit jiwa.'' teriak Mikha histeris....
''Yahh...aku sakit dan jiwaku hanya butuh kau...tetap bersamaku atau kau kehilangan semua orang kau cintai.''lirik Derrel tajam.
''Kau tidak mungkin melakukannya.''ucap Mikha mencoba melawan..
Derrell mendekatkan wajahnya sedetik kemudian melum** bibir Mikha dengan rasa haus, menjelajah seluruh kenikmatan yang indah dalam ciuman mereka, begitu keras seolah menghukum..Derrell terus membuat Mikha kewalahan sampai ia puas......
Derrell tersenyum penuh kenikmatan....
''Bagaimana kalau aku melenyapkan Martin lebih dahulu, aaah..bukan dia saja..ada istri cantiknya Ana, aku mungkin akan mengirimnya ke tempat pelac*ran dan kau tau apa yang akan terjadi dengan Anastasia.''? senyum Derrell kejam...
Mikha melemah..ia tidak mungkin membiarkan Martin terbunuh kedua kali..tidak, ia sudah berjanji pada Ana...airmata Mikha menetes, terlalu banyak beban yang di pikulnya.....
''Jangan,.....jangan sakiti mereka lagi aku mohon Derrell.''
''Apa itu berarti kau mau patuh padaku.''?
''Yaahhh..'' balas Mikha menangis histeris...
Derrell mengangguk puas, meraih Mikha di dalam pelukan dan tersenyum penuh kemenangan..
__ADS_1
''Bagus Mikha.'' bisiknya puas.....