
Alexa telah membersihkan dirinya setelah melalui rasa sakit di kamar mandi selama beberapa menit disana...airmatanya seolah kering karna terlalu lama menangis,...
Alexa keluar dengan masih menggunakan jubah mandinya, sementara ia menyeret langkahnya sediikit pelan karna rasa nyeri yang masih belum mau hilang....
Langkah Alexa terhenti ketika ia bertemu dengan dion yang tampak sudah rapi..ia tampak puas dan seakan sedang menunggunya...
"Bagaimana keadaanmu Alexa..."?
Alexa menghela nafas...ia sama sekali tidak menggubris kata-kata Dion dan malah melangkah menuju ranjang dan mengambil pakaian yang dipesan Dion...karna pakaiannya telah terkoyak ketika percintaan tadi....
Dion mengikutinya dan menyentuh lengannya...
"Lepaskan aku...." desah Alexa tajam.....
"Apa kau marah padaku Alexa..."? tanya Dion mencoba membujuk..
Alexa menghempaskan pegangan Dion padanya dan bergerak mundur....
"Aku tidak marah...aku senang...kau melihat di wajahkj bukan..aku senang,...." seru Alexa dengan mata berkaca-kaca....
Dion menghela nafasnya dan menatap Alexa....
"Aku ingin kau tau jika aku akan bertanggung jawab....."
"Aku tak bisa berpikir sekarang Dion..bisakah kau mengantarku pulang saja."?ucap Alexa dingin lalu melangkah menuju kamar mandi dan membantingnya dengan keras...
Dion tersenyum.....melihat Alexa yang marah itu semakin membuatnya terlihat manis....baiklah..untuk sementara Dion akan membiarkan Alexa menenangkan diri...dia terlihat masih sangat syok dan Dion memutuskan tak akan menganggunya....namun mulai dari saat ini Alexa adalah miliknya....
❤❤
Kevala membuka pintu kamar Kevin dan menatap seakan tidak percaya....ia melihat Sania sedang merusak bingkai foto Kevin dan merusak buku-buku termasuk tugasnya....Kevala sungguh tak percaya dengan kenyataan bahwa Sania jahat..dan mungkin menjadi dalam dari beberapa kerusakan dan teror di rumah ini..
"Apa yang kau lakukan..."? jerit Kevala marah...
Sania menghentikan aktifitasnya merusak buku-buku Kevin dengan tenang lalu perlahan berdiri dan menoleh ke arah Kevala....
"Oopps...aku ketahuan..." desisnya santai...
"Apa yang terjadi denganmu..apa kau sudah gila...bagaimana mungkin kau bersikap seperti itu....apa tujuanmu Sania..."?
Wajah Sania berubah menjadi beku....bagai seorang psikopat ia mendekati Kevala....
"Yah..kau benar skali..aku sudah gila, dan kegilaanku adalah aku benci melihatmu dan Kevin ada dirumah ini...bagaimana kalau kalian pergi saja dari sini...kalau ya..maka aku akan menghentikan rencana burukku.."suara Sania renyah seolah sedang bermain-main...
Kevala seakan kehilangan nafas...ia sungguh tak percaya bahwa ibunya memelihara ular yang akan mengigit dan meracuni keluarganya......
__ADS_1
"Bagaimana kalau kau saja yang pergi dari sini Sania, aku sudah tak tahan lagi padamu.....aku ingin kau mendengarkan aku Sania...kau hanya menumpang dirumahku, kau..hanyalah gadis piatu yang sengaja membuang ayah kandungmu sendiri demi egomu..kau benar-benar sakit Sania....kau pengemis yang sedang sakit..." lirik Kevala tanpa takut...
Seringai kejam keluar dari raut wajah Sania yang membeku,...matanya melebar seolah siap menerkam jiwa raga Kevala di dalam kemarahannya..sesaat kemudian ia tertawa keras...
"Kau hanya gadis kecil..kau tidak mampu melawanku Kevala....kau butuh banyak belajar..."
"Apa maksudmu Sania..."?
Sania tertawa dengan sorot mata tajam..sambil meraih vas bunga yang ada di dekatnya ia menatap ke arah Kevala...
"Bagaimana kalau aku menunjukanmu caraku bermain..."?
Kevala bergerak mundur seketika, mengantisipasi kalau Sania akan menyerangnya...ia menggeleng....
"Apa yang akan kau lakukan Sania..."?
Sania mengangkat vas itu tinggi-tinggi kemudian memecahkannya..
Craaaanggg..........
Keduanya saling menatap.....Sania tertawa sekali lagi hingga Kevala merasa ngeri.....sungguh Sania sakit j*wa....
"Aaaaaarrrrrrrggghhhhhhhhh........." Sania menjerit histeris, pecahan vas bunga itu di goreskan ke pelipisnya hingga darah menetes dari sana.....
Sania terus menjerit dengan suara yang keras, hingga wajah Kevala menjadi sangat pucat...
Sesaat kemudian,terdengar langkah kaki naik menuju tangga...Kevala terkejut melihat sang Ibu, dan Kevin menatapnya...
Sania tidak menyia-nyiakan waktu ia semakin menjerit dan menangis hingga Kevala sangat syok....
"Kevala...aku sudah bilang jangan hancurkan semua tugas Kevin..dia akan marah,.....tapi kau malah menghancurkannya, aku harus bagaimana Kevala..."? tangis Sania merajuk...
Mikha mengepalkan tangannya......mendekati Kevala dan menatapnya...
"Kevala...apa yang terjadi....mengapa kau bersikap begitu..."?
"Ibu aku tidak..melakukan apapun...isak Kevala jujur, ia menatap ketakutan ke arah Kevin yang menatapnya datar......
Mikha mendekati Sania dan menuntunnya berdiri....dan menjadi terkejut melihat darah menetes dari lukanya yang lebar,...
"Kau memukulnya Kevala...."?ucap Mikha tajam...
"Aku sungguh tidak melakukannya Ibu...aku tidak..."
Sania yang melihat Mikha mulai lemah lagsung memeluk tubuh Mikha dan semakin menangis...
__ADS_1
"Ini bukan apa-apa Ibu,..meski Kevala belum menerimaku sepenuhnya dirumah ini....aku tetap sabar..aku baik-baik saja...walau dia menganggapku pengemis...aku...."
"Pengemis..."?ulang Mikha di ambang batas kesabarannya..
Paaccckkk......
Tamparan keras mendarat di wajah Kevala.....ia mengerang kesakitan...
"Ibu....mengapa menamparku...."?
"Kau bertanya apa kesalahanmu Kevala..."?
"Tapi aku tidak...."
"Sekarang pergi ke kamarmu dan jangan keluar dari sana...mungkin ibu harus mengirimmu kesekolah asrama Kevala..."
Kevala menggeleng,...ia tak mau terpisah dari kedua orangtuanya dan Kevin...
"Ibu aku minta maaf....aku tidak mau ke asrama bu..." rengek Kevala sedih....
Namun Mikha terlalu marah dan tidak sedikitpun menatap Kevala...
Kevala bisa melihat senyuman sinis dari wajah Sania yang puas, ia semakin marah namun tak mampu berbuat apapun....sedangkan Kevin,...masih frustasi dengan semua tugas-tugasnya yang banyak......yang telah hancur di depan matanya..ia tak mampu berpikir, bagaimana caranya memperbaiki kerusakan ini....? Kevin meninggalkan kamarnya dengan tatapan beku....
"Ibu...dengarkan aku...." pinta Kevala sangat sedih,....
"Diam..sekarang masuk ke kamarmu..."bentak Mikha tajam hingga Kevala terdiam...
Gadis itu berlari ke kamarnya dan menangis disana.....
"Ibu jangan menghukum Kevala bu, mengirimnya ke asrama sangat buruk untuknya..."tangis Sania memohon...
Mikha mengusap airmata Sania, yang mempunyai wajah serupa kakaknya Stela...ia tak akan membiarkan anak-anaknya bersikap kurang ajar pada Sania....
"Maafkan adikmu yah.....mengenai asrama, ibu serius...ibu pikir dia sudah berubah menjadi baik setelah Kevin menyelamatkannya...tapi ternyata dia semakin tidak terkendali..."
"Apakah semua gara-gara aku..."?
"Tidak...bukan karna kamu anakku..kau tidak bersalah Sania..."Mikha memeluknya lagi...
Sania tertawa dengan penuh kemenangan di dasar hatinya.......yah..ia menang dan telah berhasil menyingkirkan Kevala...sekarang tinggal menyingkirkan Kevin maka semua kasih sayang akan tertuju padanya...
Termasuk Dion...ia akan mendapatkannya,....dia akan menjadi satu-satunya kesayangan di dalam keluarga Russ...yah...
Sania sungguh bahagia.........
__ADS_1