
Sepanjang jalan pulang Dion terlihat berbeda ia terlihat lebih dingin, kalau sudah seperti ini maka Dion menyerupai seorang Derrell.
''Mengapa kau diam saja Dion.''? Mikha membuka pembicaraan...
''Tidak bu, aku hanya sedang memikirkan sesuatu.''
''Apakah kau tidak mempertimbangkan Alexa.''?
Dion terdiam....
''Ibu dengar dia sudah memilih jodohnya sendiri..''
Kali ini Dion menoleh tertarik...
''Apa maksud Ibu.''?
Mikha mulai bercerita...
''Ada seorang pria yang sudah lama mengincar Alexa, dia seusiamu dan sudah mandiri, dia punya perusahaan besar di bidang komunikasi..dia menemui paman Mike dan ingin melamar Alexa untuk beberapa tahun kedepan....
Mikha melihat jemari Dion tampak mengepal di stir mobil, ia tersenyum,,...
''Bagiamana menurutmu Dion.''?
''Apa maksud ibu.''?
''Ah..lupakan saja, kau kan tidak menyukainya..''
Dion memejamkan matanya, untuk beberapa saat ia mengutuki kebodohannya karna mengatakan hal itu pada Alexa dan kedua ibu mereka..
''Yah...dia bukan tipeku ibu.'' suara Dion terdengar berat..
Mikha mencibir putranya, mengapa susah sekali Dion mengaku,padahal tinggal bilang saja kalau dia menyukai Alexa...lihat saja Mikha akan membantu Dion agar menyadari perasaannya.....
''Ehm...mengapa kau menjemput ibu tadi, katanya sibuk...''
Dion tersenyum, ia menoleh..
''Papa sedang rapat dan memintaku menjemput ibu, papa tak ingin ibu pulang sendirian dengan supir.''
Mikha menggeleng jengkel, akhir-akhir ini ia merindukan sosok Damian, dan mulai gerah dengan sikap posesif Derrell yang terlalu over, bahkan sejak 10 tahun terakhir, ia juga tidak berubah Derrell tetaplah arogan dan melakukan apapun dengan cara kasar, untuk melindungi keluarganya..Mikha tau jika wajar melindungi keluarga namun sikap Derrell membuatnya serasa sesak nafas...ia selalu di awasi dengan ketat hal yang sama terjadi pada Kevala.......
''Ibu..mengapa melamun.''?
''Papamu apakah sudah makan.''?
''Hm...papa memintaku mengantar ibu ke kantor...seperti biasa papa ingin makan bersama dengan ibu.''
Mikha menganggukan kepala,
__ADS_1
''Dion..bisakah ibu bertanya..''?
''Yah..tanya saja ibu.''
''Hmm....di antara papa dan ayah, kau lebih memilih siapa.''? tanya Mikha ingin tau..
Dion mengangguk tampak berpikir, ia tersenyum dan menoleh pada sang ibu..
''Aku memang merindukan ayah, terkadang aku berpikir..bagaimana ayah sekarang..apakah ayah baik-baik saja, apakah ayah...tidak akan pernah terbangun lagi...bagaimana kalau itu terjadi,..''
Wajah Mikha menjadi cerah, syukurlah kalau Dion masih merindukan ayahnya..baru saja Mikha ingin bicara namun..
''Tapi bu...lebih baik ayah istirahat saja disana, biarkan dia tertidur... dan jika mungkin tak usah bangun lagi..karna aku lebih menyukai papa Derrell, aku nyaman bersama papa...jadi bagiku tak masalah jika ayah tidak ada.'' Dion memberi ketegasandalam senyumnya...
Mikha membeku, ia kehilangan suara, bagaimana mungkin...sosok Derrell terlalu kuat hingga mampu menggeser posisi Damian di hati Dion, itu berarti hanya Mikha dan Kevin saja yang akan merindukan Damian.? mata MIkha menjadi basah...
Oh..Damian....mengapa akhir-akhir ini Mikha begitu merindukannya? mengapa rasa rindu ini kian menyesakan dada.?
*************************
''Rapat selesai....'' ucap Derrell melonggarkan dasinya, pekerjaan yang begitu menguras pikirannya oh...betapa ia merindukan Mikha saat ini..
Pria itu bangkit dari tempat duduknya seraya melangkah ke ruangannya, sesampainya disana segera Derrell membuka jasnya, di saat itulah ia merasakan kehadiran Damian yang begitu kuat di dalam dirinya hingga tubuhnya goyah...
Derrell menjatuhkan tubuhnya di sofa sembari memegang kepalanya,
''Damian...'' jeritnya geram...
''Tidak.....kau pikir kau punya tempat yah..akulah pemilik mereka..''
''Akupun demikian Derrell, aku merindukan istriku dan anak-anakku, bisakah kau yang tertidur sekarang..kau terlalu lelah..hahahaha...''tawa Damian semakin kencang..
Derrell mengelak, segera ia bangkit dari sofa dan masuk kedalam kamar mandinya dan terkunci disana, ia segera menghampiri shower dan....
Craassss.....
Air menetes dari shower mandi dan membasahi tubuhnya, sekuat tenaga Derrell melawan kekuatan Damian yang semakin besar dan melemahkan dirinya..
''Mikha milikku dan tak akan pernah aku bagi denganmu.'' teriak Derrell murka...
CCRrrrang...............
Pajangan kamar mandi pecah saat itu juga berikut perlengkapan mandi yang tersedia di sana...semua hancur dalam sekejap.. keduanya saling melawan kekuatan masing-masing untuk bertahan,
Derrell tak ingin tertidur namun.. Damian entah mengapa menjadi kuat sangat kuat hingga Derrell tak mampu melawannya..ia terus melemah dan terlanjur kalah......
''Kau mulai melemah Derrell, kau pikir aku akan mengalah begitu saja...aku akan mendapatkan keluargaku kembali dan menyingkirkanmu selamanya.'' teriak Damian dengan tawa kemenangan yang menggema....
''Aku tak akan membiarkannya Damian, aku juga ingin bersama mereka.'' ucap Derrell tajam..
__ADS_1
''Kau tak ingin berbagi Derrell, kau serakah dan memisahkanku dari mereka semua..aku tak akan diam saja, aku sudah tau kelemahanmu sekarang dan aku pastikan kau...akan lenyap dengan cepat.''
''Brengsek kau Damian......''
''Yah.......terserah...sekarang kau harus tertidur Derrell Russ, selamat tinggal.''
>>>>>><<<<<<
Dion mengantar Mikha sampai di depan pintu ruang kerja sang papa dan ia pun menunduk hormat,
''Papa sudah menunggu di dalam.'' ucapnya lembut.
''Yah..kau mau kemana setelah ini, mengapa tidak makan bersama kami saja.''?
''Aku harus mengurus sesuatu bu..''
Mikha menghela nafas....namun menganggukan kepalanya..
''Kau sudah dewasa sekarang.''
''Tapi aku tetaplah putra kecilmu ibu.''
''Yah..ibu tau itu.''
Dion memeluk tubuh ibunya dengan erat lalu melangkah pergi meninggalkan Mikha sendiri..
Mikha membuka pintu namun hening, tak ada Derrell diruangan.....lalu ia menutupnya dari belakang dan terkejut ketika seseorang memeluknya dengan erat hinggga Mikha terkejut dan menoleh....
''Damian.''?
''Aku merindukanmu sayang.'' desah Damian menyambar tubuh Mikha dengan erat...
Mikha tak sempat berkata ketika tubuhnya terangkat ke udara, dengan cepat Damian membawanya ke kamar khususnya di ruangannya, membuka pintu lalu menutupnya dengan cepat meletakan tubuh Mikha di ranjang dan segera menaikinya..
''Damian,..tunggu dulu.''
''Sstt..nanti saja kita bicara sayang...aku menginginkanmu sekarang.''suara Damian menjadi berat..
Damian segera menanggalkan pakaian Mikha dengan tak sabar matanya melebar menikmati keindahan Mikha yang sudah lama ia rindukan,,
Damian melum**, mengul** dan memberi tanda di sekitar daerah sensitif Mikha..tubuhnya mengigil menahan hasrat yang selama ini tertahan..
Di kecupnya ujung dada Mikha dan memainkannya dengan ahli, sementara tangannya yang lain berbagi tugas mereguk kenikmatan lain yang seakan menunggunya..
Hampir seluruh tubuh Mikha memerah penuh tanda, jejak percintaan...Damian seperti kehausan di tengah gurun...
Mikha terlalu terkejut namun tak mampu berbuat apapun, ia bahkan tidak bisa fokus karna kenikmatan tiba-tiba yang menyerang syaraf inti di tubuhnya..tubuh Damian terlalu kuat menekannya dan tak memberinya ruang untuk mengelak......
''Aku mencintaimu Mikhayla..aku merindukanmu.'' desah Damian di sela-sela cumbuannya yang membuat MIkha kewalahan..
__ADS_1
Sebuah penyatuan yang indah di siang hari membuat Mikha mengeluh, Damian seolah tak pernah puas hingga harus berkali-kali membawanya dalam percintaan siang itu...