
Damian tersenyum di depan cermin hari ini ia kembali ke perusahaan dan ia sudah tidak sabar lagi, Damian berdir menunggu ketika Mikha membantunya memakaikan dasi seperti yang biasa ia lakukan dulu, sungguh Damian sangat rindu...
Mikha memakaikan dasi dan memperbaiki jassnya, sementara mata Damian terus memenjara dirinya..
''Aku senang dengan jawabanmu semalam sayang, kini aku tenang dan tidak memikirkan apa-apa lagi.''
Mikha tersenyum, menyembunyikan sedikit nyeri di hatinya..ia tau tak adil untuk Derrell namun dalam hal anak-anak Damian benar bahwa pengaruh Derrell sangat buruk hingga akan membuat karakter anak-anaknya berubah menjadi jahat dan Mikha tak akan membiarkan itu terjadi..
''Aku mencintaimun sayang.'' ucap Mikha dengan penuh penekanan...
Wajah Damian begitu terlihat bahagia,...sambil mengecup bibir istrinya Damian menggenggam jemari Mikha dengan erat...
''Aku berjanji akan membuatmu bahagia sayang, dan anak-anak kita akan mendapat kasih sayang yang utuh dan adil.''
''Aku tidak sabar lagi melihatnya sayang.''balas Mikha dengan mata berbinar..
''Bagaimana kalau kita menemui anak-anak sekarang.''?
''Yah..''
>>>>>>>>>>>*****<<<<<<<<<<<
Dion dan Mikha turun dari tangga dengan begitu mesra, mereka seperti sepasang pengantin baru, Kevin dan Kevala tersenyukm senang..lain halnya dengan Dion yang hanya menatap dingin, seluruh pikirannya justru tertuju pada Papa Derrell, apakah papa akan tertidur lama? ia menemui sedikit masalah dan benar-benar butuh pendapat...
''Selamat pagi anak-anak.''? sapa Damian dan Mikha tersenyum hangat..
''Ayah dan ibu mesra sekali sih...''bisik Kevala menggoda...
Damian mengedarkan pandangan matanya dengan bahagia, bisa berkumpil dan makan bersama adalah hal yang ia rindukan..namun ada sesuatu yang aneh dengan Dion, sejak ia terbangun Dion seperti menjaga jarak dengannya..beberapa kali Damian mendekat namun putranya selalu saja menghindar..
''Ehm...kebetulan ayah dan ibu ada..aku ingin bicara sekaligus membuat pengumuman.''ucap Dion menunduk..
Damian dan Mikha saling menoleh dan mengerutkan dahi,
wajah Dion tampak tegang hingga Damian tau pembicaraan ini sangat serius..
''Baiklah..setelah sarapan bagaimana.''?
''Bagimana kalau sambil sarapan saja, ayah dan ibu mendengarkan permintaanku.''??
''Baiklah sayang..katakan apa yang terjadi.''?
Dion mengeraskan rahangnya,
''Aku ingin tinggal di apartemen.'' ucap Dion dengan dingin..
__ADS_1
Damian dan Mikha sungguh terkejut dengan ucapan Dion yang datar namun ada ketegasan disana..
''Apa..maksudmu Dion..kau..''?
''Aku perlu berkonsentrasi pada tugas akhirku dan, proyek yang papa percayakan padaku..aku harus bisa menyelesaikannya.''
Damian terdiam sebentar..lalu mendekati sang putra dan duduk di sampingnya, keduanya saling menatap....
''Kau tau jika ayah baru saja kembali dari tidur yang panjang, mengapa kau malah ingin pergi dari sini...rumah ini.''?
''Ayah...aku bukan anak kecil lagi, aku butuh privasi..dan mengenai ayah dan ibu..aku akan sering mengunjungi kalian disni juga adik-adikku.''
''Tidak..ayah tidak setuju Dion, pekerjaan apa yang di berikan papamu sehingga kau perlu konsentrasi tingkat tinggi hah.''?
Suara Damian meninggi di tengah ruangan sehingga Kevin dan Kevala saling menoleh..mereka membeku di tempat duduknya, beruntung Mikha bisa membaca itu dan meminta kedua anaknya agar pergi ke sekolah dan sarapan disana...ia tak ingin pertengkaran Dion dan Damian membuat kedua anakknya yang lain terkejut.......
Kini tinggalah mereka bertiga di ruang makan tampak tegang satu sama lain.
''Apa maksud ayah...apakah ayah sedang melarangku.''?
''Usiamu baru menginjak 20 tahun dan kau bilang sudah dewasa...? apa kau sedang bercanda..dalam dunia bisnis kau bahkan tidak tau apa-apa.''
''Ayah..karna itu aku ingin tinggal sendiri.''
''Tidak bisa Dion..kita kembali ke pengaturan awal, ayah tidak akan mengijinkanmu pergi dari rumah ini.'' ucap Damian tegas..
''Ayah...seharusnya ayah lebih mengerti aku..aku ingin menentukan hidupku dan mengaturnya sendiri.''
''Ayah akan membimbingmu.''
''Itulah yang membedakan ayah dan papa....aku lebih suka papa karna apa..? papa melepaskanku mandiri untuk mengambil keputusan..papa juga melatihku lebih berani menghadapi dunia, ..tapi ayah tidak pernha mengijinkanku.''
''Terkadang kau harus mengalahkan ambisi di dalam dirimu Dion karna suatu saat..itu juga yang akan menghancurkan dirimu.''
''Terimakasih atas nasehatnya ayah..tapi sejauh yang aku liat..papa berhasil dengan semua ambisinya, jika papa mampu..maka aku juga akan mampu melakukannya.''
Dion mengeraskan tatapannya, lalu menunduk hormat dan melangkah meninggalkan ruang makan itu dengan aura dingin yang menguar..
Damian memejamkan matanya, ketika Mikha memeluk untuk menenangkan...
''Dionku sudah berubah Mikha...dia sudah berubah.''
''Kau harus tenang Damian, dia masih sangat muda dan masih labil..beri dia kesempatan untuk menentukan jalannya.''
''Tapi dia masih perlu bimbingan Mikha.''
__ADS_1
''Dia akan belajar jika dia gagal, kau tau dia sangat keras kepala sama sepertimu.''
''Dia sepeti Derrell.'' sambungb Damian mengoreksi..
Mikha terdiam, yah..benar Dion terlihat seperti Derrell versi muda...
>>>>>>>>>>*****<<<<<<<<<
Dion keluar dari Mansion dengan wajahnya yang dingin, begitu sampai di mobil Lukas menghampirinya dan menundukan kepala,
''Tuan Dion..''?
''Bagaimana....kau sudah mendapatkan informasi tentangnya.''?
''Yah.....tuan Dion, kali ini kita bisa menghancurkannya bahkan dia akan di lemparkan ke jalanan.''ucap Lukas dengan senyum misterius..
''Bagus..dia harus menerima pelajaran berharga karna sudah berani menghalangi jalanku.''desis Dion dengan senyuman kejamnya...
''Jadi...apa yang harus saya lakukan.''??
Dion tersenyum menatap Lukas dengan pandangan tajamnya......
''Buat dia mengalami kelumpuhan di segala sisi, aku..tidak akan mengampuninya kali ini Lukas....dia harus bersujud di kakiku memohon pengampunan.''ucap Dion sembari masuk ke dalam mobilnya.....
Lukas tersenyum....
''Benar-benar seorang Derrell Russ.'' ucap Lukas dengan bangga.
Pria itu segera meraih ponselnya dan menelfon seseorang.......
>>>>>>>>>>>>******<<<<<<<<<<<
Disebuah Cafe......
Alexa menatap dirinya di cermin toilet, hari ini..ia akan bertemu dengan kekasihnya Luis, Alexa tidak sabar lagi.....betapa hatinya berdebar-debar dengan kencang....
Luis adalah seorang pengusaha muda yang tampan, ia juga ramah dan sopan..mereka bertemu untuk pertama kali di sebuah konser musik setahun lalu dan menjalin hubungan, ia masih 16 tahun jadi Alexa hanya bertemu sekedar untuk makan dan jalan...Luis sudah memintanya pada papa, untuk beberapa tahun dari sekarang mereka akan tunangan....
Ketika ia merasa penampilannya sudah sempurna, Alexa keluar dari sana dan melangkah pelan menuju meja cafe yang telah di pesan...
Namun baru saja akan pergi ia menemukan pemandangan mengejutkan yang membuat hatinya hancur seketika........Luis dengan tak tau malunya di leuk oleh seorang gadis bertubuh seksi.......
''Luis.''?? jeritnya dengan airmata menetes.........
Luis begitu terkejut melihat kedatangan Alexa yang lebih awal, sialan...apa yang telah di pikirkan Alexa saat ini.? pria itu berdiri dan menatap Alexa yang terlihat jijik padanya...
__ADS_1
''Alexa....ini tidak seperti yang kau lihat....''teriak Luis putus asa..dia juga tak tau gadis ini siapa....
Sementara sepasang mata tampak menatap adegan mereka dengan senyuman puas..