Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2
Rahasia Sania


__ADS_3

Derrell melirik anak buahnya yang akan melepaskan para anjing-anjingnya dan menatap ke arah Riko...


"Kau mau mati dengan cara apa...aku menembakmu atau...


"Tembak saja aku....aku mohon, aku tak ingin tubuhku di gigit para makluk mengerikan itu tuan Derrell..aku mohon....tembak aku saja...."pinta Riko dengan nada memelas.


Sementara Stela yang melihat Derrell mengangkat pistolnya menggeleng, ia begitu panik menyadari mungkin, sebentar lagi Riko akan mati....


Tidak..meski..pria itu jahat..meski...dia tak pernah mencintai Stela namun, mereka suami istri.....mereka adalah suami istri...batin Stela dengan airmata yang tertahan..


Stela berlari ke arah Derrell yang bersiap membunuh...ia tak sanggup jika melihat Riko...mati di hadapannya...


Stela baru saja hampir dekat, namun ia begitu terkejut ketika tubuhnya di tarik paksa seseorang dan tubuhnya di benturkan ke tanah dengan tatapan tajam...


"Jangan pernah merusak rencanaku, atau aku......akan lupa siapa dirimu." desis seseorang di depannya.....setelah itu ia mengangkat debu tanah dan melumurkanya di wajah Stela.....


Lalu pergi meninggalkan wanita itu yang sedang menangis..ia semakin hancur melihat kenyataan yang ada di hadapannya...


πŸ’–


"Ada kata-kata terakhir,.."?seru Derrell tak sabar..


"Maaf....aku..bisakah aku minta maaf pada istriku.."?desah Riko terisak...


Sania yang mendengar kata-kata Riko berlari mendekat...


"Ayah...mengapa ayah harus terus berbohong...padaku dan mama."? jerit Sania terlihat hancur...


Derrell menoleh tajam bersama Riko...


"Apa kau tidak merasa sedih Sania.."? tatap Derrell menganalisa...


Sania menatap Riko dengan ekpresi jijik yang tak bisa di sembunyikan...


"Cih....aku membencinya, dia menyiksa aku dan mama setiap hari paman Derrell, dia mengurungku dan merampas masa kecilku..remajaku, dia..jahat pamam Derrell dia sangat jahat...meski dia suami mamaku..."tangis Sania menggertakan giginya...


Derrell tertarik mendengar kata-kata Sania ia menjauh lalu mendekat pada sosok Sania...tanpa di sangka...ia menyerahkan pistol di tangan Sania dan tersenyum..


"Aku tau kau sedang mendendam...bagaimana kalau aku...memberimu kesempatan Sania..."?bisik Derrell tajam...


Sania menoleh dan menaikan alis.......lalu tersenyum....


"Aku tak ingin mengotori tanganku paman,.....tapi aku ingin dia sengsara..itu akan impas dengan penderitaanku dan mama selama bertahun-tahun..." ucap Sania menaikan sudut bibirnya.....


Derrell menganggukan kepala...


"Kau sadis juga sebagai keturunan Riko..."


"Aku bukan anaknya.."sambung Sania...


Derrell menaikan alisnya.....


"Bukankah itu lebih baik lagi.."?desis Derrell membujuk..

__ADS_1


Sania menoleh tertarik.....


"Aku juga sangat ingin membunuhnya Sania..dia telah melukai istri paman...tapi..melihat dendammu maka kau pantas memberinya pelajaran bukan....agar hatimu tenang."ucap Derrell melirik pistol di tangannya...


Sania mengeraskan tatapannya dan melangkah mendekati Riko yang sudah tak berdaya,...ia tersenyum seraya menundukan tubuhnya menatap mata Riko dan menertawakan kesakitannya...


"Kau pikir kau akan menang yah....a..yah....ku....." eja Sania sinis.."


"Sania....."


"Kau pantas mendapatkannya...sangat pantas........"


"Sania..kau sangat licik..bukankah kau juga menikmatinya..."?


"Yah...tapi aku adalah orang yang egois ayah...aku ingin aku sendiri yang menikmatinya..saatnya kau...menderita.."


"Sialan..kau Sania...kau ternyata......" Riko mengerang kesakitan....ketika melihat...


Sania berdiri seraya mengarahkan pistol ke arah Riko tanpa takut apapun, ia terlihat penuh dendam.....


sesaat kemudian ia melepaskan sebuah tembakan berturut-turut ke arah Riko pada kedua kakinya dan pria itu jatuh pingsan dengan darah yang mengalir...


Sania melirik Derrell, lalu melangkah dan menyerahkan pistolnya dengan tatapan puas...


"Setidaknya dia akan menderita..."


Derrell menerima kembali pistol itu...


"Aku anggap itu sebagai pujian paman Derrell." ucap Sania menunduk hormat...


Stela yang melihat suaminya tersungkur penuh darah berlari untuk memeluk tubuh Riko dengan tatapan hancur.....


Derrell lalu membalikan tubuhnya, ia sudah selesai dan saat ini kondisi Mikhalah yang menjadi prioritasnya..Derrell segera meninggalkan tempat itu setela sebelumnya meminta anak buahnya mengawasi Sania dan ibunya......


πŸ’—πŸ’—


Mikha sudah sadar meski masih merasa perih di perut dan kepalanya, ia meringis karna nyeri masih begitu membekas, namun setidaknya ia bersyukur jika ia masih selamat dan bisa kembali ke sisih anak-anaknya...


"Ibu...apakah mau buah....Kevala mengecup tangan sang ibu..., tidak ibu ingin minum Kevala....samhung Kevin, tidak adik-adikku, ibu kita ingin bertemu papa.."sambung Dion yang mengedipkan matanya menggoda sang ibu....


Sontak kata-kata Dion membuat Mikha tersipu malu...sambil memegangi perutnya yang masih terasa perih...


"Dion..jangan menggoda ibu..."desis Mikha tersenyum..


Dion mendekati sang ibu, dan mengecup dahinya dengan sayang..betapa ia bersyukur ibunya bisa selamat meski ia merasa ikut sakit melihat penderitaan sang ibu...


"Bagaimana keadaan ibu...apakah sudah lebih baik.."?


"Yah...ibu sudah lebih baik Dion, apalagi melihat kalian semua ada disini bersama ibu..."


"Bagaimana dengan papa.."?lirik Dion menggoda...


"Dimana papa...."?tanya Mikha penasaran..

__ADS_1


"Papa sedang menuju kesini dan aku harus membawa adik-adikku pulang......sekarang." Dion mengedipkan matanya...


"Tidak....biarkan mereka disini Dion.."


"Mereka harus mengikuti les ibu, ini jadwal mereka sekarang..."balas Dion penuh arti...


Sementara mereka berbicara pinyu di ketuk pelan, dan sesaat kemudian Alexa muncul dengan senyum manisnya dan menatap Mikha...


"Tante...."


Dion terpana melihat Alexa yang sangat cantik, memakai dres bunga-bunga sampai ke lututnya ia terlihat sangat menggemaskan....rambutnya di biarkan tergerai panjang....


"Apakah aku mengganggu.."bisik Alexa..


"Tante merindukanmu sayang.."Mikha membuka tangannya membiarkan Alexa masuk dan memeluknya erat...


Dion menjadi salah tingkah dimana hatinya bergetar hari demi hari ketika melihat Alexa...gadis ini benar-benar...membuatnya gila.....


"Bagaimana keadaan tante..."?lirik Alexa sambil menata bunga berbau harum itu...


"Syukurlah..Tuhan masih sayang pada ibu..."


"Tentu saja..Tuahn menyayangi ibu, karna ibu sangat baik..."


Mikha mengangguk kemudian melirik sang putra Dion...


"Kapan kalian akan berangkat ke lintas alam."?


Dion dan Alexa saling menatap......


"Mungkin minggu depan Ibu..." jawab Dion yang hanya di tanggapi dingin oleh Alexa...


Tak berapa lama kemudian pintu kembali di ketuk...kali ini semua menoleh ke arah pintu dan


Sosok Sania masuk dengan wajah datarnya ia menatap sosok Alexa dengan tajam........


dari tatapan sekilasnya ia tau jika Dion terlihat jatuh cinta pada gadis mahal ini...


sania menyembunyikan kepalan tangannya di belakang punggungnya....


Tak ada yang boleh memiliki Dion selain dirinya....


"Sania....kemarilah...akan ibu kenalkan dengan yang lain.."bisik Mikha penuh kasih....


Dion dan Alexa juga Kevin dan Kevala menatap....


"Jadi Sania adalah anak bibi Stela kakak Ibu...kalian belum pernah bertemu bukan...ini saatnya mengenal saudara..."bisik Mikha lembut...


Satu persatu menyalami Sania dan ketika ia sampai di depan Dion..Sania memandang dengan mata berbinar...


"Kak Dion..."?desah Sania dengan senyum yang merekah sambil mengulurkan tangannya...


Dion merasa tidak nyaman dengan tatapan Sania.......

__ADS_1


__ADS_2