
Pagi ini setelah melakukan percintaan melelahkan bersama Derrell, Mikha harus merawat tubuhnya, ada orang profesional yang dibayar dengan mahal untuk melakukan sesuatu di tubuhnya yang lelah...Mikha memasuki ruangan yang telah di sediakan, lalu membiarkan tangan-tangan profesional untuk membantunya, memijatnya dan melakukan serangkaian perawatan lain di tubuhnya yang lelah...
Mikha memejamkan matanya ketika tubuhnya merasa lebih rilex, segala stres di kepalanya menghilang, Mikha telah selesai melakukan perawatan tubuh, ia melangkah keluar kamar dengan sorot mata yang kosong..walau tubuhnya sudah lebih baik dari sebelumnya, ia jauh lebih segar.
Sudah 2 hari terpisah dengan Dion rasanya begitu lama, ia rindu sosok Dion, pria kecil itu tau cara membuatnya tertawa sekaligus membangkitkan jiwa keibuan Mikha yang selalu terpedam dalam jiwanya, kenyataan kalau ia tak bisa hamil adalah pukulan berat baginya dan Dion adalah penyembuh luka hatinya karna tak bisa lagi memiliki anak.
Mikha memejamkan matanya, Derrell berulangkali mengingatkan agar mereka tidak membahas Dion di setiap kesempatan dan akan berakhir dengan pertengkaran, Mikha mencintai anak itu dan mengapa Derrell tak suka,cemburu pada anak kecil sungguh tidak wajar....
"Bagaimana makannya, apakah dia tidur dengan baik, apakah teman-temannya baik pada Dion...apakah dia merindukan Mikha seperti Mikha merindukannya....?
Mikha mengepalkan tangannya ia merasa Derrell sungguh kejam, ia tidak bisa membiarkan Dion sendirian, ia tak bisa membiarkan Dion kehilangan masa kecil tanpa kasih sayang orangtua....
Apa hubungan Derren dan Damian masih misteri karna pria itu tidak menjawabnya.....mereka pasti kembar, Mikha sangat yakin......
Langkah kakinya terhenti ketika ia melihat bayangan dua orang di memakai jas melangkah ke sebuah lorong panjang yang kemarin Mikha curigai, Mikha bersembunyi di balik sudut dinding untuk mengintip, ia harus tau siapa disana...dan apa yang mereka lakukan...?
ππππ
Derrell menatap tajam ke arah Lukas, mereka sedang melangkah ke arah ruang rahasia dan menutup pintu disana, Lukas melangkah di belakang Derrell dengan wajah gusar, ia menatap ke arah Lukas dan memejamkan matanya sangat kesal...
"Bagaimana mungkin anak itu bisa lari dari Asrama."?ucap Derrell kesal..
"Tuan Derrell maafkan aku, tapi orang kita sudah menjaga namun tetap saja, tuan muda bisa lolos denga menamar menjadi sosok anak yang lain dan mengelabui qnak buah kita......"
Derrell memijit dahinya sungguh kehilangan kendali, bagaimana mungkin Dion bisa menghilang, meski Derrell kesal pada anak itu namun sebenarnya ia tak bisa menghiangkan perasaan cemasnya, Damian adalah sebagian darinya jadi Derrell tau jika Damian tau pasti akan sangat marah..
"Jangan sampai dia menghilang dalam waktu yang lama Lukas,..cari dan cepat temukan dia,..." ucap Derrell tajam.
Lukas mengangguk dengan cepat....
Derrell menuju tempat duduknya...
"Apa ada berita terbaru Lukas,.."
"Ini mengenai seseorang yang masih mengharapan nyonya Mikha...di sedang menyelidiki tentang anda.."
Derrell menatap tajam....
"Siapa."?
"Tuan Martin Sebastian." ucap Lukas dengan senyuman penuh arti...
Derrell mengangguk...
"Biarkan dia menyelidiki kalau perlu beri sedikit petunjuk, sudah lama aku tidak membun*h Lukas.." desisnya dengan sinar mata menyala-nyala.
__ADS_1
Lukas pun tersenyum, malang bagi pria yang ingin berurusan dengan tuannya Derrell karna ia bukan pria yang akan bisa bersikap lunak......
"Baik tuan Derrell,aku akan memberinya umpan yang bagus..."
Darren mengeraskan tatapannya tidak akan ada yang boleh memikirkan Mikha selain dirinya, tidak ada yang bisa merebut Mikha darinya..Derrell akan melakukan apapun demi menjaga Mikha tetap di pelukannya...
Keduanya melangkah keluar dari sana, pintu terbuka dan Derrell tertegun melihat Mikha berdiri dan menatapnya tajam...
"Sayang."? bisik Derrell tersenyum...
Mikha mengabaikan sikap mesra Derrell kepadanya, ia masih sangat marah tentang Dion jadi Mikha tak akan memberi kesempatan,iapun melirik semua pintu yang sangat canggih itu bahkan udarapun akan terputus dan tak dapat masuk...
"Ruangan apa ini."? tanya Mikha penasaran...
Derrell melirik Lukas dan pria itupun pergi dari sana...ia lalu meraih Mikha untuk tenggelam dalam pelukan posesifnya...menatapnya dengan tatapan jatuh cinta...
"Hanya ruang kerja biasa Mikha." desis Derrell mendekatkan wajahnya.
"Mengapa sangat tertutup dan misterius.."Mikha masih menatap tajam, melihat kotak untuk sidik jari..menyadari betapa rahasianya ruangan di hadapannya...
"Kau yang misterius sayangku, mengapa aku tergila-gia padamu."? bisik Derrell ******* bibir Mikha dengan penuh perasaan....
Mikha meronta, mengirim sinyal permusuhan yang kentara hingga Derrell mengerutkan dahi..
"Aku ingin bicara dengan Dion....paling tidak aku mendengar suaranya saja."bisik Mikha dengan keinginan yang begitu kuat...
Derrell terdiam.....
Apa yang harus ia katakan tentang Dion.?
ππππ
Anastasia menatap ke ruamahnya yang sederhana, jemarinya menggenggam erat kantong berisi makanan dari Restoran tadi, airmatanya menetes jemarinya terkepal dengan kuat, ia menarik nafas, sebelum masuk dan bertemu dengan ibunya,yah....ibunya sangat antusias dengan pernikahan kontrak ini apalagi dengan jumlah uang yang akan di dapat ibu...Anastasia bahkan tidak di injinkan bicara sepatah katapun, apalagi menolak....
Melangkah pelan gadis berambut panjang itu membuka pintu,
Ceklek.........
Anastasia membeku melihat ibunya sedang bermesraan dengan seorang pria asing, sementara adik lelakinya berusia 5 tahun sedang tidur di ruangan yang sama, memang hanya ada satu kamar..bahkan ibunya tidak sempat untuk pindah ruangan...
Eva wanita berusia 35 tahun itu begitu tajam menatap Anastasia...ia merasa kesal karna aktifitasnya terganggu denan kehadiran anaknya,
sedangkan pria itu tersenyum penuh minat, tentu saja ia sangat terpesona dengan Anastasia yang tampak cantik dan punya tubuh yang bagus...
"Siapa dia Eva.."
__ADS_1
"Jangan macam-macam dengannya, atau group M akan menghabisimu dan tinggal nama." ucap Eva dengan sinis..
Pria itu membulatkan matanya lebar-lebar....
"Group M...."?
"Yah...itu calon menantuku." ucal Eva bangga.
Pria itu menangguk seolah mengerti lalu mengambil bajunya dan melangkah ingin keluar ia menatap Anastasia...
"Sayang sekali...kau begitu indah." bisiknya penuh hasrat..
Anastasia hanya memalingkan wajahnya merasa jijik dengan pria bertato teman ibunya itu...pria itu keluar dan meninggalkan rumah itu dengan cepat...
Eva menatap ke arah Anastasia..
"Bagaimana hasil pertemuannya..."?
Anastasia menatap ke arah ibunya dengan airmatanya yang menetes...
"Yah...aku akan menikah dengannya.....tidak..bukan menikah, aku hanya akan menjadi budak untuk melahirkan anak baginya ibu...setelah itu aku akan di ceraikan...."isak Anastasia merasa hancur...
Tidak....ia tidak mengharapkan pernikahan ini, namun ia tak menyangka ibu tega melakukan perjanjian dengan bibi Meri demi uang..
Eva bangkit berdiri....mendekati Anastasia dan kemudian...
wania itu menjambak rambut panjang Anastasia dengan keras....
"Setiap ibu melihat wajahmu Ana, ibu selalu teringat dengan pria kejam yang telah menghancurkan segalanya....kau harus membayarnya seumur hidupmu." ucap Eva dengan sinar mata tajam..
"Apa kesalahanku karna mirip ayah, aku tidak meminta ibu...."
"Diam....dengan menikah dengan Martin setidaknya kau bisa sedikit saja membalas kebaikanku karna telah melahirkanmu." desis Eva tajam..
"Ibu......" tangis Anastasia sedih....
Haiii...para readersku sayang, maaf sekali kalau kalian semua nunggu up dari thor yah...
Jadi othor lagi sedikit sibuk karna pekerjaan baru sekarang, jadi maaf banget mungkin gak bisa Up sering seperti dulu, tapi mungkin seminggu 3 kali yah..tapi kalau author ada waktu lebih, pasti author akan up...
Terimakasih karna sudah menunggu yah...ππ₯°
Author sayang kalian...
salam hangat.....jaga kesehatan yah....ππ
__ADS_1