
Mikha membeku melihat dengan jelas video cctv yang menunjukan pelaku yang sebenarnya,di layar cctv terlihat kalau Sania diam-diam memasuki kamar Kevin..ia berdiri sebentar dan terlihat tertawa..beberapa saat kemudian terlihat kalau ia mendekati meja belajar Kevin dan mulai merusaknya, menghamburnya merobek bahkan labtop milik Kevin juga tak luput dari sasaran kemarannya, Sania kemudian melihat ke segala sisi ruang menemukan apapun yang bisa ia rusakk
Lalu Kevala masuk ke dalam kamar dan terlihat berbicara, Derrell meminta pelayan untuk membesarkan volume video agar mereka bisa mendengar semua percakapan Sania dan Kevala...
Mikha sungguh terkejut ketika menyadari kalau Sania sengaja memfitnah Kevala agar terlihat bersalah..semua semata-mata demi keserakahannya dalam menginginkan kasih sayang...
Mikha memejamkan matanya...ia bahkan membentak putrinya dan mengancamnya akan memasukannya ke sekolah asramal
apa yang dia lakukan..mengapa ia melakukan hal yang menyakitkan bagi darah dagingnya, mengapa ia tidak bisa bersikap bijak..mengapa ia menutup mata ketika Kevala memohon....
Derrell menenangkan Mikha dengan pelukannya..membiarkan Mikha menangis di pelukannya....
"Apa yang telah aku lakukan...apa yang terjadi padaku..aku menyakiti hati putriku sendiri..."isak Mikha penuh penyesalan
"Sudahlah sayang, jangan terlalu menyalahkan dirimu..semua sudah berlalu aku tau perasaanmu yang hanya ingin melindungi Sania seperti anakmu sendiri, apalagi ketika dia kehilangan ibunya,.aku juga percaya....kita semua belajar dari kejadian ini...."ucap Derrell lembut...
"Mengapa Sania bisa bersikap seperti itu Derrell, bukankan dia anak yang manis...." Ucap Mikha dengan nada kecewa, ia sudah menyayangi Sania seperti anaknya, mengapa Sania malah menyakiti anaknya dengan kejam...bahkan Kevala sudah berkali-kali ingin menjelaskan namun, Mikha tak juga mendengarnya...
"Sebenarnya aku ingin bilang bahwa selama ini dia sedang memakai topeng." Derrell memincingkan matanya...
"Topeng..."?
"Yah....Mikha...ada banyak rekaman cctv yang menunjukan sikap buruknya jika kita tak ada di rumah baik pada pelayan bahkan Dion...."
"Dion..."? Mikha memejamkan matanya menahan sedih...
"Yah...aku akan menunjukan sema bukti cctv kepadamu tapi hal pertama yang harus kita lakukan adalah....menemui Kevala...dia pasti terluka..."
Mikha menganggukan kepala, sekali lagi ia menghapus airmatanya sungguh ia sangat bersalah pada Kevala saat ini...
β€β€
Kevala sudah mengisi semua bajunya ke dalam koper hari ini juga ia akan pergi dari rumah ini, mungkin ia akan tinggal saja di rumah kakek Aksana saja...disana setidaknya mereka sangat mencintainya..
Sambil menghapus airmatanya Kevala menguatkan tekadnya...ia kemudian melangkah ke arah pintu namun terkejut ketika pintu lebih dulu terbuka dan disana tampak papa dan ibunya menatapnya...
Ketika melihat Derrell, airmata Kevala tak mampu di bendung lagi.....menggenggam gagang koper dengan gemetar,...
__ADS_1
"Kevala...."desah Derrell dengan tatapan hancur melihat Kevala ingin pergi dari rumah ini, meninggalkan mereka...hal yang sama di rasakan Mikha..,airmatanya menetes ketika sadar kalau ia menyebabkan putrinya terluka dan ingin pergi. Mikha sungguh menyesal sekarang....
"Papa...."desah Kevala segera menghambur ke pelukan sang papa yang selalu mencintainya, selalu membelanya dan percaya kepadanya dalam ke adaan apapun, airmata Kevala tumpah menyadari rasa sakit dalam dadanya sedikit terobati dengan kehadiran papanya...
"Kau mau kemana putriku..kau mau meninggalkan papa nak..."
"Oh papa,......aku merindukanmu...aku sangat merindukanmu."ucap Kevala tak ingin melepaskan pelukannya...
"Kau tau jika kau pergi papa akan mati sayang, kau hidup papa, dan jangan pernah mencoba pergi...."desah Derrell mengusap rambut Kevala dan menenangkan anak gadisnya...
Mikha tak menyia-nyiakan kesempatan, ia mendekat dan menyentuh kepala Kevala hingga mereka saling menatap....Kevala semakin menangis saja hingga Mikha semakin bersalah...
"Aku tidak melakukannya Papa...aku tidak melakukannya..."isak Kevala sekali lagi...
Derrell menjauhkan tubuh Kevala dan tersenyum...
"Papa yakin kau tidak bersalah sayang..."
Mata Kevala melirik ke arah Mikha yang juga menangis...wanita itu melangkah mendekati Kevala dan menatap mata putrinya..
"Hah..."?Kevala membeku....namun ia kemudian menganggukan kepala......
"Nak...ibu sangat menyesal, ibu tidak melihat betapa bersih hatimu...kau gadis pemberani yang baik hati..."
"Apakah itu artinya ibu, telah melihat kebenaran..."?
"Yah....cctv telah menyadarkan ibu jika....kebenaran itu ternyata ada di dekat kita, hanya kita mau percaya atau tidak..."
Mikha menundukan tubuhnya...memegang kedua bahu Kevala dengan penuh rasa bangga..putrinya telah remaja dan menjadi bijak....
"Ibu tidak pernah sengaja ingin bersikap tidak adil kepadamu, ibu hanya kasian pada Sania...dia sepupu yang telah kehilangan seorang ibu..jadi ibu memberi perhatian lebih padanya..maafkan ibu nak..."
Kevala menganggukan kepala lalu memeluk sang ibu dan menangis di pelukan Mikha...
"Percayalah padaku ibu, aku adalah putrimu yang tidak akan menghianatimu apalagi berbohong...aku mencintaimj bu.."
"Oh...anakkku sayang...."tangis Mikha denga isakan yang lebih panjang....
__ADS_1
Sementara Derrell menghela nafas.....masalah mereka selesai dan ia sungguh bahagia..
β€β€
Alexa menuruni tangga dan meemukan Dion sedang berbicara dengan salah satu dosen perempuannya yang bertugas sebaai dosen pembimbing mereka sewaktu disini, mereka terlihat akrab dan beberapa kali bercanda bersama...
Alexa menyipitkan matanya, lalu memilih melangkah cuek, hatinya panas dan ingin mencari udara segar....
"Mau kemana Alexa.."?tanya Dion menghentikan aktifitasnya dan menatap tajam ke arah Alexa yang terlihat cemberut...
Alexa menoleh malas....
"Aku sedang ada janji dengan temanku Direktur, kami akan berjalan-jalan sebentar..."
"Tidak..jangan lakukan itu Alexa, udara lembab sekarang..kau akan sakit.."
Alexa tak menggubris ucapan Dion dan malah meninggalkan pria itu...
Dion melepaskan ponselnya dengan kesal....sementara stafnya melirik..
"Tuan Dion...bagaimana kalah kita ikut berjalan-jalan di luar, sambil membicarakan tentang kegiatan yang akan dilakukan disini.." tawar Hesti sang dosen..
Dion mengangguk lagipula ia bisa sekaligus menjaga Alexa......
"Baiklah ayo...."
ππ
Melintasi sekitar vila yang hijau dengan udara yang segar membuat Dion merasa sehat, yah....berada di pinggir hutan ini benar-benar memacu adrenalinnya, suasana yang beda dengan perkotaan,...sejauh mata memandang hanya ada kesegaran yang memanjakan mata....
Dari jarak beberapa meter terlihat jika Alexa sedang bersama Mark dan beberapa teman lain yang sedang bermain di pinggir sungai kecil...gadis itu terlihat bahagia berada di samping Mark..tak ada aura kemarahan disana hingga Dion membeku....
Mengapa ketika bersamanya Alexa terlihat tidak betah dan berujung pertengkaran...? apaah Dion terlalu memaksakan dirinya...?
Disaat yang sama...Alexa hampir saja jatuh namun Mark dengan sigap memeluknya hingga mereka bertatapan seperti dalam gambarandrama korea...
Itu benar-benar menyakiti Dion....pria itu mengepalkan tangannya...dan melangkah mendekati mereka.....
__ADS_1