Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2
Rasanya Sakit Sekali


__ADS_3

Mikha memundurkan tubuhnya menghindari langkah Damian yang mendekatinya dengan cepat, sampai ia terdesak di ujung ruangan kamar itu, keduanya bertatapan....


''Kau tidak akan pernah aku ceraikan sampai kapanpun..''


''Mengapa..jelas bahwa kau sudah memanipulasi kehidupanku sejak lama dan itu...adalah kejahatan yang mengerikan..''desis Mikha menantang.


''Nyatanya tak ada sesuatu yang terjadi kepadamu kan..kau..masih baik-baik saja Mikha..kau bahkan sangat sehat dan sekarang sedang mengandung anakku, jangan lupakan itu.''


''Apakah kau mengharapkan rasa terimakasih dariku, kau ingin penghargaan begitu.''? tantang Mikha tajam.


Damian mengusap wajahnya dengan kasar, tatapan kebencian itu tak sanggup di terimanya, betapa kekacauan yang di timbulkan Derrell sungguh besar..


''Aku ingin dirimu Mikha.''


''Itu hanya dalam mimpimu Damian..Deerell atau siapaun kau aku tidak perduli...aku...ingin kita berakhir sekarang....'' airmata Mikha menetes lagi.


Kemudian Mikha merasakan bahunya di sentuh pelan, gerakan yang menenangkan...hingga rasa sakit di hatinya begitu terasa....ia mengangkat wajahnya dan menemukan tatapan Damian yang ia benci itu........


''Aku minta maaf.''


''Apakah maafmu bisa mengembalikan Martin.''?


''Apakah dengan mengunjunginya bisa melegakan hatinya...percayalah bukan aku yang melakukannya....semua terjadi..''


''Kau menginjinkan aku mendatangi rumah duka.''? ulang Mikha dengan gemetar....yah, ia sangat ingin menemui Martin walau sangat terlambat, ia butuh untuk menyentuh Martin untuk yang terakhir kalinya...


Damian mengangguk tanpa ragu...


''Aku dan Dion akan mendampingimu.''


''Dion.''?


''Dia kembali dari asrama karna mengkhawatirkanmu Mikha.''


Mikha terpaku ketika pintu kamar terbuka, sosok pria kecil yang begitu tampan berusia 9 tahun mendekatinya dengan senyuman kerinduan..


''Ibu'?


Mikha hanya mampu menangis dan melemah ketika melihat Dion menghampirinya dan salam sekejap tenggelam dalam pelukan posesif Mikha....


Tangisan tumpah saat itu juga, suara isak tangis sepasang ibu dan anak itu memenuhi ruangan hingga Damian membeku...ia bahagia dengan adanya Dion, Mikha bisa lebih tenang.....matanya terpejam...


Darrell...jangan pernah bangun lagi......batin Damian penuh harap............

__ADS_1


''Aku merindukanmu Ibu...''tangis Dion begitu menggema tak ingin melepaskan diri dari wanita yang ia rindukan selama ini....


''Ibu juga rindu padamu Dion.....sangat merindukanmu.''


Pelukan itu terlepas.....keduanya saling menatap...


''Makanlah Ibu..adik-adikku akan sakit.'' bisik Dion membujuk.


''Apakah kita makan bersama saja, jangan tinggalkan ibu lagi Dion..''? ucap Mikha tersenyum, membiarkan Dion mengusap airmatanya....


''Tentu..aku tak akan meninggalkan ibu lagi..aku janji, kita akan terus makan bersama.'' ucap Dion tegas, sesaat kemudian melirik ke arah Damian yang tersenyum lalu menganggukan kepala...


''Aku akan bersiap sambil kalian makan.....setelah itu kita akan ke rumah duka.'' ucap Damian lalu melangkah meninggalkan Dion dan Mikha..


Dion mengepalkan tangannya..betapa ia iba melihat sang ayah yang selalu mengalah dengan paman Derrell yang berbuat sesukanya, ingin rasanya ia menolong sang ayah..ingin rasanya ia berkata jujur ada ibu Mikha yang sebenarnya....Dion menundukan wajahnya...


Sejak kematian mama dulu, sang ayah selalu murung dan hampir tak pernah memikirkan hal lain selain pekerjaan dan dirinya, bahkan tidak pernah bermain wanita, tak pernah mabuk...jika mabuk itu ulah paman Derrell...dan Dion tak tau harus apa untuk membahagiakan sang ayah lagi.


''Katanya mau makan bersama ibu.''


''Maafkan aku ibu..aku sedang memikirkan ayah.''


Mikha yang masih marah menghela nafas, ia menatap mata Dion...


Dion menatap mata Mikha yang penuh kebencian..........


''Ibu..maafklan aku, bagaimana kalau aku menyuapi ibu.''? Dion brusaha membujuk.


Senyum Mikha terbit......


''Baiklah...putra ibu.....''


Mikha membuka mulutnya ketika Dion menyuapinya dengan pelan, keduanya tertawa pelan....sambil menikmati makan malam......


***********************************


Sampai dirumah duka........


Sepi........


Mikha turun dari mobil, di apit oleh Dion sementara Damian turun dari mobil lain karna Mikha tak ingin satu mobil dengan Damian, dan pemandangan itu semakin membuat kesabaran Dion menipis....ia sangat sedih.....


Damian menghampiri Mikha dan menggenggam tangannya saat itu Mikha menoleh tajam.......

__ADS_1


''Kita suami istri...apakah kau ingin menimbulkan gosip..''?


''Aku masih tetap pada pendirianku Damian..kalau aku...''


''Hanya malam ini saja Mikha..aku berjanji akan mengabulkan semua permintaaanmu selain perceraian, aku tak ingin kehilangan anakku, tapi aku akan ikut apapun keputusanmu asal kau bahagia, jika kau ingin menjauh dariku untuk waktu yang lama..aku akan terima......'' Damian tampak putus asa.


''Pembunuh....sebaik apapun kau ingin menampilkan dirimu..aku tak akan pernah merubah keputusanku...setelah pulang dari sini, aku akan ke apartemenku.'' ucap Mikha sinis..


Damian mengangguk lemah, dia meraih jemari Mikha walau mungkin untuk yang terakhir kalinya ia menyentuh jemari itu...Damian akan menikmatinya..semua sudah hancur......


Mikha terpaksa membiarkan Damian menyentuh jemarinya.........


Merekapun masuk, suasana harupun langsung menyebar hingga Mikha melepaskan genggaman tangan Damian...matanya tertuju pada peti yang telah terbungkus, menghalangi tubuh Martin, yah..tubuhnya hangus terbakar karna itu hanya peti berwarna putih yang ada diruangan ini.....


Tak jauh dari sana ada Keyla lalu putri dan putra kembarnya yang berusia 5 tahun...Keyla berdiri dan menatap ke arah Mikha dengan pandangan sedih....keduanya saling melepaskan tangisan kesakitan yang dalam..


''Mikha.''


''Keyla.''


Keyla melangkah mendekati Mikha dengan cepat lalu sesaat kemudian, memeluk tubuh wanita itu dengan erat, tangisanpun pecah saat itu juga.....


''Sakit sekali.......'' bisik Mikha di pelukan Keyla keduanya sampai gemetar ketika saling menguatkan....


''Iklaskan Martin....ini yang terbaik untuknya..''bisik Keyla dengan suara bergetar..


''Martin......'' jerit Mikha dengan rasa sakit yang begitu terdengar pilu...


Dion ingin sekali mendekati sang ibu dan menenangkannya, namun pandangannya tertuju pada sosok kecil yang menatapnya tajam, seorang gadis bermata biru menatapnya dengan tatapan permusuhan....


Dion mengerutkan dahi.....apakah itu anak tante Keyla...keduanya saling menatap tajam...lalu gadis itu membuang muka dengan wajah culasnya yang menggemaskan, hingga Dion tersenyum........lalu kembali menatap sang ibu yang terus menangis.....


''Bagaimana bisa aku melepaskannya Key......sangat menyakitkan.'' isak Mikha menatap sahabatnya dengan wajah murung..


''Temuilah Martin, katakan semua yang ingin kau katakan..agar ia tenang dan kau...merasa lega Mikha..'' ucap Keyla pelan..


Mikha kemudian menoleh ke arah peti di tengah ruangan dan semakin hancur saja....lalu melangkah mendekat, namun belum sampai di dekat peti...seorang wanita muncul dari arah berlawanan....daialah Anastasia,....


Ana menatap sebentar ke arah Damian...lalu kembali ke arah Mikha......dengan wajah penuh duka Ana mendekati Mikha dengan penuh airmata..dua waniat itu berdiri saling menatap penuh arti...


''Nyonya Mikhayla Russ.'' ucap Ana dengan tatapan dinginnnya.....


Mikha menghela nafas..........

__ADS_1


''Ana...'' balasnya lalu menangis lagi......


__ADS_2