
Derrell tersenyum kemudian menganggukan kepala,
"Yah...kini giliranmu Damian..aku mengalah..."ucap Derrell lalu kemudian dengan cepat ia tertidur...
Damian tersenyum menatap cermin dan merasa lega.,.kini sudah tak ada lagi masalah....pria itu segera keluar dari ruangan dan mendapati Lukas menatapnya seakan tidak percaya...
"Tuan Damian.."?
"Mulai saat ini kau juga asistenku Lukas, itu berarti kau juga harus melayaniku..
"Apa...."?
"Aku dan tuanmu Derrell sudah berdamai.."
Damian menepuk pundak Lukas yang masih terlihat bingung lalu tersenyum dan melangkah pergi...
Lukas masih berdiri disana namun ia lalu tersenyum, yah..semua bisa terjadi atas nama cinta....batinnya lega...
ππ
Mikha sedang merapikan beberapa album foto pernikahannya dan mengenang, ia tak menyangka jika hidupnya akan serumit ini...apakah dia sudah gila karna mencintai Derrell dan Damian secara bersama...? Derrell pasti sangat marah padanya, sudah seharian Derrell menghilang dan entah kemana, bahkan ketika hari sudah gelap Derrell tak juga kembali dan Mikha begitu cemas....
Mikha terlalu tenggelam dalam lamunan dan tidak menyadari jika pintu terbuka dan seseorang masuk lalu memeluknya dari belakang dan menciumnya dengan cepat,...
Sebelum Mikha sadar siapa yang memeluknya, ia sungguh terkejut ketika pria itu menghentakan jubah tidurnya dan sekejap saja..tubuhnya polos di hadapannya...
Mata Mikha terbuka menatap sosok Damian yang menjamah tubuhnya sedari tadi....
"Damian...."
"Aku merindukanmu sayang..."bisik Damian kembali melum** bibir Mikha yang seolah siap untuknya...
Tubuhnya di angkat menuju ranjang dan Damian segera memasukinya lagi dan lagi.....
π€©π€©
Kiara turun dari mobil dan terkejut ketika seorang pria menatapnya tajam...pria itu tampan dan mempunyai tinggi di atas rata-rata, pria itu juga memakai setelan jass tiga potong yang sangat rapi..kaca mata hitam yang menegaskan keangkuhannya...
Dia berdiri menyandarkan tubuhnya mobil mahalnya dan menatap ke arah Kiara..
__ADS_1
"Siapa kau.."? ucap Kiara mengerutkan dahinya ia sedang buru-buru untuk sampai ke panti asuhan dan Pria ini menghalangi jalannya...
Pria itu mendekat dan tersenyum dingin, mencekal tangan Kiara dan menariknya mendekat....keduanya bertatapan...
"Aku Axel Sebastian...seharusnya kau mengenalku dengan baik bukan...seharusnya kau menyimpan wajah calon suamimu dalam ingatanmu..."
"Lepaskan aku Axel Sebastian..yah....calon suamiku yang bahkan terlalu pengecut untuk menghadiri makan malam denganku dan ayahku..kemana kau malam itu, apakah masih menyelesaikan petualanganmu di tempat tidur,.."?
Axel menggertakan giginya....
"Kau belum tau siapa aku yah....apa kau sedang menghinaku sekarang.."?
Kiara menatap Axel tanpa sedikitpun takut..ia tersenyum sinis...
dan malah semakin membuat Axell terbakar amarah...
"Aaah...bisakah aku menebak tuan Axel,semalam kau...mungkin sedang patah hati dan menangisi kekasihmu yang pergi....apa aku benar..."?
Kiara tersenyum mengejek...ia sudah meminta sahabatnya Lucky untuk mencari tau tentang sosok Axel Sebastian sebanyak mungkin...informasi apapun yang bisa membuatnya menjatuhkan Axel dengan cepat dan sepertinya Kiara berhasil kali ini..ia bisa melihat perubahan wajah yang di tampilkan Axell saat ini...
Kata-kata Kiara mampu membangkitkan amarah dalam diri Axel, pria itu tersenyum dingin....
"Aku semakin tertarik padamu Kiara...."
"Lepaskan aku Axel...kau mau membawaku kemana...aku harus ke suatu tempat..."jerit Kiara keras...
"Kita harus menghadap orangtuamu dan juga orangtuaku sayang..aku ingin pernikahan kita di percepat...."ucap Axel dengan dingin lalu melemparkan tubuh Kiara dengan kasar di dalam mobil hingga gadis itu histeris...jantungnya berdebar kencang begitu ketakutan..bagaimana bisa pria ini begitu tak tau malu....
Mobil itu dengan cepat melaju membelah jalan di depannya dan meninggalkan mobil Kiara yang terparkir di tengah jalan....
"Aku harus pergi ke sebuah tempat Axel..turunkan aku..." jerit Kiara memberi peringatan.....
"Tidak.....jangan bermimpi kau bisa kemanapun yang kau mau Kiara..aku tak akan pernah melepaskanmu...membiarkanmu bebas.. sementara kau menghinaku dengan mulut kecilmu itu."
"Apakah itu berarti kata-kataku benar....kau sangat menyebalkan.."? Kiara memincingkan matanya..ia terlihat kesal...
"Yah...hari ini juga kau akan merasakan bagaimana rasanya hidup dengan pria yang menyebalkan bagimu..."
"Aaarrrghh..." Kiara membuang pandangan pada jendela mobil dan memejamkan matanya,...mengapa pria ini kasar sekali...?
__ADS_1
ππ
Alexa menuruni tangga lantai dua dan menghela nafas..rumah tampak sepi karna papa dan mama serta orangtua Kiara sedang bertemu di luar itu sebabnya rumah ini sepi sekali...
Alexa lalu melangkah melewati ruang makan, pagi ini ia sangat lapar dan tak tahan untuk makan sesuatu karna itu ia buru-buru melihat sarapannya..namun wajahnya kembali mendung...karna tak ada sesuatu yang terlihat enak di matanya...Alexa kemudian mengambil kunci mobilnya dan hendak keluar mencari sesuatu yang bisa membuat ***** makannya meningkat... namun belum sampai di mobilnya ia menghentikan langkahnya ketika sebuah mobil memasuki halaman rumah, tampak sosok Dion keluar dari sana dan tersenyum kepadanya...
"Kau cantik sekali pagi ini sayang..." bisik Dion memeluk tubuh Alexa erat lalu melepasnya...
"Mengapa kau kesini pagi sekali...apakah kau tidak ke kantor..."?bisik Alexa memperbaiki letak dasi Dion yang tidak rapi....
Pria itu tersenyum senang....melihat perhatian Alexa...
"Aku kemari karna aku ingin memberikanmu sarapan buatan ibu.." ucap Dion tersenyum....
Alexa melebarkan matanya melihat aneka kue yang tampak lezat dimatanya....ia kemudian mencicipi kue kesukaannya yang biasa ia makan ketika kerumah Dion.....
"Ini enak sekali...bisakah ibu membuatkanku kue seperti ini setiap hari.."?bisik Alexa memohon...
"Yang benar saja...kau ini aneh sekali..tubuhmu sudah semakin subur saja sayang....."
Dion kemudian meraih tubuh Alexa mendekat dan menatapnya dengan tajam...
"Ikut aku sekarang sayang....kita harus memastikan sesuatu.."
Dion tak membiarkan Alexa bertanya namun langsung membawa tubuhnya dalam dekapannya menuju mobil dan segera pergi dari sana,....
πππ
Alexa tertegun ketika Dion membawanya ke apartemennya dan meminta Alexa untuk melakukan tespek...ia mengerutkan keningnya enggan...
"Tidak sayang..jangan bercanda padaku...aku baik-baik saja...aku tidak hamil.." ucap Alexa bersikeras tak ingin melakukan tes itu..
Namun Dion menggenggam jemarinya dan menatap mata Alexa dengan dalam....
"Aku hanya ingin memastikannya itu saja...aku..hanya ingin tau apakah aku salah..."?
"Tidak..tapi aku tidak mau.." ucap Alexa masih enggan.
"Mengapa kau tidak mau Alexa..cukup kau tes saja dan biarkan takdir yang berkata..."
__ADS_1
Alexa melepaskan pegangan Dion lalu menjauh menuju balkon..jemarinya saling bertautan menguatkan...
Tidak.....tidak mungkin.....ia tidak mungkin hamil kan....? desah Alexa dengan wajah yang pucat......