
Mobil milik Damian perlahan meninggalkan halaman rumah keluarga Aksana yang luas, sepanjang perjalanan di isi dengan canda dan tawa yang menghiasi bibir mereka, tak ada kekakuan ketika bicara atau sikap hati-hati....
Damian menyetir dengan Mikha di sampingnya sementara Dion duduk di bagian belakang sambil mengunyah snaknya,
''Kita harus benar-benar menikmati semua keindahan di kota ini Damian sebelum kita kembali nanti.'' Mikha membuka percakapan..
Damian hanya menganggukan kepala..
''Apa kau senang dengan kota ini, maksudku....apa kau betah disini.''
Mikha menoleh.....
''Tentu saja aku betah, ini kota kelahiranku..aku senang disni, hanya saja kau bilang kita harus cepat kembali bukan.''
Wajah Mikha menjadi murung, sementara Damian melirik Dion dari kaca mobil, perlahan jemari Damian menyentuh kepala Mikha dan membelai disana lalu tersenyum...
''Aku telah memikirkan segalanya sayang, bagimana kalau kita mencari rumah di kota ini...aku berpikir untuk membuka perusahaan, aku sedang meneliti usaha apa yang cocok.''
Mikha menoleh hampir tak percaya dengan pendengarannya, wajahnya menjadi berseri-seri seketika...
''Damian...kau tidak sedang bercanda bukan..kau tidak.''
''Bagaimana kalau kita melihat rumahnya sekarang..kita sudah dekat.'' ucap Damian menawarkan pada Mikha...
''Damian...'' Mikha sungguh terharu apakah ia sedang bermimpi ataukah..ini kenyataan yang begitu indah untukknya...
Dion menyentuh pundak MIkha sekaligus menyadarkannya kalau ini bukanlah mimpi...
''Ibu....ayo kita melihat rumah baru kita.'' ajak Dion tampak antusias...
Damian ikut bahagia menatap wajah istri dan anakknya yang tampak puas..
Jauh di dasar hatinya ia tau jika Derrell terbangun maka pria itu akan murka padanya, yah..namun Damian tidak perduli, ia akan melakukan semua yang bertentangan dengan kemauan Derrell, memindahkan perusahaan, mencari sekolah untukl Dion, dan rumah untuk Mikha sebelum ia meleha dan tertidur, jauh di dasar hatinya ia tau Derrell sedang menguat entah karna apa...pria itu semakin kuat dan lebih banyak terbangun akhir-akhir ini, seperti ia sedang bahagia akan sesuatu yang tidak di ketahui Damian, namun yang pasti...
Sebelum pria itu terbangun maka Damian akan membereskan semuanya hingga Derrell tak akan bisa merubahnya lagi atau Mikha akan marah....
__ADS_1
''Aku sangat bahagia sayang...terimakasih.'' bisik Mikha menyentuh rahang kokoh Damian hingga pria itu tertegun....sangat indah..jika ia yang terbangun selamanya dan selalu mendampingi istri dan anakknya..
''Akan kulakukan semua yang terbaik untuk kalian berdua.'' janji Damian lalu menatap ke arah jalan.....
❤❤
Memasuki sebuah perumahan elit yang terletak tak jauh dari pantai, adalah lokasi yang di pilih Damian dan ia berharap besar kalau Mikha dan Dion akan menyukainya.
Pria itu mematikan mesin mobil di depan sebuah rumah berlantai 2 yang memiliki halaman yang luas.rumah ini tak kalah besar dari rumah mereka di luar negri...
Damian menatap ke arah Mikha dan menilai ekpresi istrinya,apakah dia suka rumah ini...ataukah dia kurang suka, entahlah Damian belum juga bisa membaca di wajah beku milik Mikha istrinya dia hanya menatp beku sembari terus memandang ke arah rumah besar di hadapan mereka...
"Apa maksud dari tatapanmu itu sayang."? bisik Damian mengecup jemari Mikha dan menatap ke arah rumah besar dengan senyuman.
"Aku sangat menyukainya sayang...ini sangat indah.." jerit Mikha antusias...
''Benarkah..''
''Tentu saja...selama ini aku memimpikan rumah di dekat pantai agar setiap hari aku bisa menikmati sunset di sore hari..
********************************************
Perpindahan perusahaan di lakukan Damian dengan cepat lalu ia dan Mikha berpamitan pada orangtua Mikha untuk tinggal sendiri, dan di antara kabar kepindahan mereka tampak Riko merasa lega, tentu saja ia tak akan bisa di awasi oleh Damian lagi dan pria itu akan melanjutkan rencananya..merebut semua harta Aksana melalu Stela yang bodoh dan cinta mati kepadanya.
Damian membuka sebuah pintu kamar khususnya yang memang ia sediakan di rumah barunya, Mikha dan Dion sedang membereskan barang-barangnya di bawah ada juga keluarga MIkha yang ikut mengantar MIkah..
Damian masuk ke dalam kamar itu dan tak lupa menguncinya, sejak tadi ia sudah mulai merasa melemah karna sesuatu dalam dirinya yang lain mulai menguasainya..
Derrell...entah mengapa Derrell selalu terbangun beberapa waktu belakangan ini dan begitu kuat, yah......jika salah satu dari mereka sedang bahagia akan sesuatu maka mereka akan 2 kali lebih kuat dari sebelumnya, menghampiri cermin, Damian mengerang ketika sosok lain dalam dirinya muncul dan tertawa dengan keras...
Damian memejamkan matanya untung saja dia telah memindahkan semua berkas perusahaan di kota ini dan jika Derrell terbangunpun, pria itu tak bisa berbuat apa-apa karna Damian sudah merubah keputusannya......
Sosok Derrell kemudian muncul semakin kuat saja dan kemudian tertawa dengan ejekan...
''Bagaimana kau menguasai tubuhku selama beberapa minggu ini..Damian.''?
__ADS_1
''Derrell.....aku harap kau jangan pernah menyakiti anakku....Dioan, bukankah dia juga anakkmu, kita satu tubuh.''
''Cih....itu berarti aku mengakui Celine, aku tak pernah terbangun ketika kalian sedang bercinta...aku bahkan sangat jijik dengannya.''desis Derrell jengkel.
''Bagaimana dengan Mikha.''
''Mikha dia milikku Damian.''
''Dan juga milikku Derrell....jangan lupa.....jika Mikha sampai hamil maka itu adalah anak kita berdua dan otomatis dia adalah adik Dion...menyerahlah Derrell, aku hanya meminta kau bersikap adil pada Dion.''
''Jadi kau pikir Mikha hamil yah..'' ucap Derrell mengeraskan tatapannya..
''ingatanmu tertinggal dan aku mengetahuinya Derrell, termasuk apa yang sudah kau lalukan pada Mikha...aku yakin dia akan membenci kita berdua jika tau segalanya.''
''Karna itu tutup mulutmu Damian..aku yang memulai semuanya, dan tentulah...aku akan menyelesaikan segalanya..'' ucap Derrell...
''Baik...aku ingin tau apa yang mampu kau lakukan untuk menghindari semua ini.''
''Tidurlah kau Damian dan jangan terbangun lagi..''
Sesaat kemudian tubuh Damian terjatuh dan tak sadarkan diri...
**************************************************
''***** makanmu banyak sekali sayang..kau seperti ibu muda yang sedang mengidam saja.'' ucap Lusi sambil menatap Mikha yang melahap sepiring penuh kue tart yang penuh krim dan gula itu....
''Aku hanya lapar saja kok Mah.''
Mikha mengelus perutnya dan ia kemudian tertegun, ketika menyadari ada tonjolan kecil di perutnya,
Apa yang terjadi..tidak mungkin dia hamil.....apakah dia sedang menderita sakit, Mikha mengerutkan dahinya..mungkin dia harus ke dokter untuk memastikan semua.......
''Mama sangat berharap kau hamil sayang.'' bisik Lusi mengambil sepotong kue lagi untuk di letakan di piring Mikha...
''Tidak mungkin mama.'' bisik Mikha dengan mata berkaca--kaca....
__ADS_1