Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2
Hati yang merindu


__ADS_3

"Ke dokter...apa maksudmu Derrell."? ucap Mikha enggan, sambil menutup mulutnya yang tak berhenti mual sedari tadi..


Derren mendekat....ia tersenyum seolah sedang senang akan sesuatu, wajahnya berseri-seri hingga kembali meraih Mikha dalam dekapannya.


"Yah...aku khawatir dengan kesehatanmu sayang, karna itu...kita akan pergi sekarang dan tidak ada kata tidak..aku tak ingin berdebat.."


"Untuk apa ke dokter."?


"Untuk memastikan bahwa kau baik-baik saja..''


"Tapi aku tidak merasa sakit Derrell."Mikha kembali menghempas pegangan Derrel padanya. dan melangkah ke atas ranjang, ia sangat malas dan ingin kembali ke tempat tidur, namun sekali lagi Derrell menahannya...


"Tidak Mikha..kita harus ke dokter sayang..."ucap Derrel kali ini lebih tegas hingga mau tak mau Mikha pun ikut....


"Derrell...jika kau hanya ingin memastikan sesuatu yang tak akan pernah terjadi kau sangat menyinggungku..aku akan sngat marah.." sambung Mikha dengan tatapan serius..


"Aku hanya tak ingin terjadi sesuatu kepadamu sayang percayalah, aku hanya ingin memastikan kau memang baik-baik saja...."


''Aku tak mungkin hamil Derrell."


"Aku tak memaksamu pergi untuk mengetahui kau sedang hamill aku hanya khawatir padamu,....sekarang ikut aku..atau aku menggendongmu." ucap Derrell terlihat sungguh-sungguh...


Mikha akhirnya mengangguk, meraih tas tangannya dan melangkahkan kakinya keluar mengikuti langkah Derrell, keduanya turun melalu lift karna Derrell bahkan tidak mengijinkannya melalui tangga. hingga Mikha sedikit heran.


**************************************************


Stela dan Riko duduk bersantai di teras depan sofa ruang tamu dan saling bermesraan..


Begitu Derrell dan Mikha keluar dari lift, pandangan mata Derrell menajam ke arah Riko, begitu juga Riko yang langsung gugup dan takut...


Mikha mendekati Stela dan mengerutkan dahi, rumah tampak sepi...


"Dimana papa dan mama.."? tanya Mikha penasaran,


"Papa dan mama sedang ikut mempersiapkan pernikahan Martin besok..'' Stela mengatakannya dengan hati-hati..


Wajah Derrell langsung dingin..ia melirik ke arah Mikha yang terpaku seolah tenggelam dengan pikirannya,


Martin...pria itu adalah mantan kekasih Mikha, dan akan menikah....Derrell mengepalkan tangannya dengan sangat kuat, ia tau pasti jika pernikahan itu hanyalah topeng karna Derrell tau Martin masih mencaritau semua tentang Mikha..ini waktu yang tepat agar menyadarkan pria itu bahwa Derrell bukan lawan yang sepadan baginya, dan Derrel tak akan pernah membiarkan cela untuk Martin dan Mikha bertemu walau sesaat...

__ADS_1


Mikha menunduk, untuk sesaat pikirannya tertarik pada kenangan dirinya bersama Martin dulu,,masih jelas semua kata-kata Martin kemarin..betapa pria itu masih mengharapkan dirinya..


''Apakah kau akan pergi ke pesta besok..''? tanya Stela hati-hati...


"Kurasa kami tidak......"


"Kami akan pergi tentu saja..ya kan sayang.."? ucap Derrel dengan tatapan menenangkan hingga Mikha merasa sedikit ngeri........


"Tapi aku sedang tidak enak badan...''


"Minggu depan kita akan pulang sayang, bukankah ini saatnya menyapa kenangan lama....lagi pula kita akan punya resepsi kecil dan pasti mengundang mereka, jadi kita akan menghadiri acara mereka lebih dahulu..''ucap Derrell tegas....


Mikha hanya mengangguk pasrah, ia menatap Stela dan mengangguk lemah, dan disaat itulah pandangannya tertuju pada wajah Riko yang terlihat bengkak dan memar yang parah...


Mikha yang melihat wajah Riko babak belur mengerutkan keningnya heran sekaligus kasian, mengapa wajah Riko terlihat memprihatinkan dan terlihat pucat..


"Apa yang terjadi padamu Riko....mengapa babak belur begitu...''? Mikha tak tahan untuk bertanya...


Derrell yang memeluk MIkha terus mengarahkan tatapan mengintimidasi pada Riko yang menjadi semakin pucat...


Stela yang menatap kekasihnya hanya ikut sedih...


"Dia berkelahi dengan seorang temannya Mikha....tapi untunglah Riko juga menghancurkan wajah temannya, walau akibatnya dia juga di pukul dengan keras..." ucap Stela sedih...


"Apa yang terjadi padamu Riko...mengapa kau sangat gugup." kali ini Derrell yang bertanya hingga Riko tak mampu menahan rasa takutnya....


"Aku baik-baik saja Damian..." ia tersenyum penuh arti..


''Bagus..aku tau kau pria yang kuat...dan temanmu beruntung bisa lepas darimu kan.'' Derrell tersenyum seolah mendukung..


Riko hanya mengangguk dengan eksperesi pucat, lalu kembali meraih ponselnya seolah sibuk....


"Syukurlah kau bisa melawannya, temanmu memukulmu seperti orang sakit jiwa saja.....heran sekali...hari ini juga masih ada pria yang menggunakan kekerasan..." ucap Mikha mengeleng...


"Sakit jiwa...."? ucap Derrell tak terima dengan kata-kata istrinya, jadi dia sakit jiwa karna memukul Riko begitu...


Mikha menoleh...pada Derrell dan mengangguk,


"Tentu saja.....tidak semua hal di selesaikan dengan cara memukul..." ucap Mikha masih merasa prihatin dengan keadaan Riko...

__ADS_1


Riko dan Stela saling memandang dan tersenyum satu sama lain,


Derrell mengeraskan tatapannya lalu mengambil tangan istrinya dan menggenggamnya erat...


"Saatnya kita pergi sayang..." bisik Derrell membawa Mikha untuk melangkah bersamanya,


Sementara Stela tersenyum bahagia...Derrell tampak sangat mencintai Mikha dan telihat sangat posesif padanya, sedangan ia dan Riko...


Riko hanya datang di saat butuh kehangatan dan cenderung cuek ketika mereka jalwn bersama atau sedang menghadiri pesta...padahal Stela sangat mencintai Riko...


"Sayang..temani aku memilih gaun pesta besok."?


"Tidak bisa Stela...aku harus menghadiri rapat dengan rekanku." ucap Riko bangkit berdiri lalu pergi begitu saja meninggalkan Stela yang merasa sungguh terluka........


Ia hanya menunduk lelah....selalu seperti itu.........


❤❤❤❤


Martin hanya bersikap seperti robot ketika seorang desainer memakaikan jass untukknya, ini adalah fiting terakhir ia dan Anastasia sebelum pernikahan besok.....


keduanya datang bersama tadi pagi atas permintaan siapa lagi kalau bukan bibinya..


Wajah Martin sedingin es hingga sang desainer sedikit hati-hati untuk tidak bertanya, biasanya pasangan pengantin yang akan menikah terlihat bahagia dan selalu tersenyum tapi kali ini berbeda. kedua pasangan penganti seperti ingin menghadapi hukuman mati saja...benar-benar mengerikan.......


Usai melakukan fiting gaun pengantin Martin dan Anastasia keluar dari gedung itu dengan saling menjaga diam,Martin menjaga jarak dari Ana sedari tadi....


"Aku ingin pulang sendiri saja." ucap Anastasia tanpa melihat ke arah Martin...


Pria itu tersenyum...


"Apa kau sedang berpikir untuk lari begitu."?


"Jangan kawatir...aku tidak akan lari..lagi pula aku hanya perlu bertauan paling lama setahun denganmu bukan.....setelah itu, kita akan bercerai."


"Yah..kau benar..jadi jangan merusak rencanaku..."


Anastasia mengangguk lalu membalikan tubuhnya....


"Aku akan pulang tepat waktu...."

__ADS_1


Anastasia melangkah cepat meninggalkan Martin yang masih terpaku di tempat...pikirannya justru tak berada di sini, ia sama sekali tidak perduli pada Anastasia, namun justru pikirannya sedang menggapai Mikha di dalam bayangannya.....


"Mikha......aku merindukanmu...." Martin tertunduk dengan lesu.....


__ADS_2