
Sania terbangun di pagi hari dengan sekujur tubuh yang kesakitan bahkan ia nyaris tak bisa bangun dari ranjang...pria itu berulangkali membawanya dalam percintaan paksa yang menyakitkan. Sania mengerang....matanya nyalang memandang sekelilingnya dan menyadari dia berada di kamar yang tidak asing, kamar berwarna biru beludru pekat yang tak pernah berubah meski sudah 3 tahun berlalu...airmatanya menetes ketakutan ketika ingatan trauma masa lalu menghantuinya.....
Pria gila ini akan mengurungnya jika ia tidak mencari akal untuk pergi dari sini.......Sania menguatkan dirinya untuk bangun dari ranjang meski sulit..semua bajunya terkoyak hingga ia tak mungkin memakainya lagi...
Bagaimana ini,...bahkan untuk pulang saja ia tak bisa, bagaimana kalau ibu mencarinya....apa yang harus ia lakukan...?
Karna Sania sangat hafal ruangan ini ia pun segera bangkit dan menuju kamar mandi dan harus cepat membersihkan dirinya lalu pergi...
Tak lama kemudian Sania keluar dari ranjang dengan masih memakai jubah mandi miliknya yang masih di simpan pria itu...Sania melirik ke segala arah dengan tatapan nyalang, sungguh ia gemetar saat ini....
namun otaknya harus segera berpikir jika tidak..maka inilah akhir kebebasannya...
Sania menuju lemari dan meraih kemeja milik pria itu dan memakainya meski sedikit kebesaran di tubuhnya, sambil mengabaikan sakit di daerah intinya, Sania menyeret tubuhnya ke balkon kamar...namun baru saja menyentuh kaca....sebuah alarm berbunyi sangat nyaring hingga tubuh Sania melemah...ia menghela nafas...airmatanya menetes ketika pintu terbuka dan beberapa pria berpakaian hitam memasuki kamar....dan menatapnya tajam...
Sania meneteskan airmata....
"Oh....Tuhan......"desahnya putus asa......
Sorang pria tampan memasuki kamar dan tersenyum kejam...
"Kau pikir kau akan terlepas begitu saja Sania...."?
ππ
Mikha menuruni tangga dengan tatapan khawatir, Sania belum juga pulang dari tugas belajarnya, dan Mikha sama sekali tidak tau rumah temannya tempat ia menginap....wanita itu mengerutkan dahi....
Baru sampai di ujung tangga, Kevala menghampiri sang ibu....
"Ibu....aku ingin bicara,.."
Mikha melirik malas...
"Ibu sudah bilang bukan kalau kau belum minta maaf...maka jangan pernah datang pada Ibu."
Kevala meremas jemarinya...
"Tapi aku benar-benar tidak melakukan yang ibu tuduhkan...."ucap Kevala mengikuti sang ibu ke ruang tamu...
Mikha mengangguk......
"Baiklah...berikan mama bukyi bahwa kau tidak melakukannya..."
"Ibu terlalu membelanya...ibu tidak sayang padaku..."?ucap Kevala sedikit kesal....
Mikha meletakan ponselnya...dan menatap sang anak..
__ADS_1
"Kau putri ibu mana mungkin ibu tidak sayang, tapi ibu ingin kau tidak menyakiti Sania..dia kehilanga orangtua di usia muda sayang...dia butuh kasih sayang..."
"Tapi seharusnya ibu bersikap adil...walaupun dia layak mendapat kasih sayang..bagaimana denganku..ibu selalu membelanya di banding aku..."airmata Kevala menetes...
"Kevala....."? bentak Mikha dengan tajam..
Kevala berdiri dengan penuh airmata...
"Aku tau sekarang...ibu tidak sayang kepadaku..ibu tidak menyayangiku..."jerit Kevala meninggalkan Mikha yang hanya menghela nafas...
Mengapa Kevala menjadi anak yang manja dan menjengkelkan.....? bahkan Mikha sedang pusing dengan hilangnya Sania...tidakkah Kevala tidak menambah pikirannya..?
Disaat yang sama suara mobil memasuki halaman rumah, itu suara mobil Derrell, hari ini Derel. pulang dari luar negri untuk kunjungan kerjanya.
Mikha meletakan ponsel dan menyambut suaminya....
pria itu keluar dari mobil dan menyambut Derrell yang tersenyum kepadanya...
"Mikhaylaku...." desah Derrell memeluk tubuh istrinya dengan erat dan mengangkat tubuhnya dengan gerakan memutar....
"Apa kabarmu sayang.." bisik Mikha menerima ciuman panas dari suaminya dan masih bersandar di pelukannya...
"Aku sangat tersiksa karna jauh darimu sayang.."bisik Derrell tersenyum...
Derrell menoleh dan mengerutkan dahi...
"Apa maksudmu sayang, apa yang tak bisa kau atasi...ngomong-ngomong dimana putri mahkotaku...biasanya dia akan menyambutku ketika aku pulang."
Derrell meraih jemari Mikha untuk memasuki ruang tamu, dan keheningan kembali menyapa...pria itu terdiam kemudian menatap Mikha...
"Dimana Kevin dan Kevala juga......Sania..."?
Mikha mengigit bibirnya bingung.....
"Duduklah dulu...atau kau mau makan...aku akan menyiapkan...."
"Tidak..aku harus menemui anak-anaku dan aku baru bisa makan dengan tenang sayang....aku akan ke kamar Kevala...aku membawanya hadiah..."ucap Derrell menuju tangga....
"Derrell.....sebenarnya terjadi sesuatu dan aku menghukumnya..."
"Tidak Mikha...ada apa...."? ucap Derrell mendekati Mikha meminta jawaban....
Kata-akat meluncur dari mulut Mikha dan ia menjelaskannya secara detail hingga Derrell hanya mampu menghela nafas..meski ia tak setuju cara Mikha bersikap namun ia tak bisa menyalahkan Mikha juga....istrinya hanya ingin bersikap adil dan gadis licik itu menipunya...
Sial....desah Derrel kesal....
__ADS_1
"Aku tak ingin Sania merasa aku membela anak-anakku dibanding dirinya..aku akan merasa bersalah pada kakakku Derrell, tolong jangan marah...."ucap Mikha dengan suara bergetar....
Derrell hanya terdiam...lalu menggenggam jemarinya...
"Sayang aku tidak menyalahkanmu....kau ibunya kau berhak menghukum mereka jika mereka salah...mengapa tidak memeriksa cctv..."?
"Cctv..."?ulang Mikha terkejut ia tidak pernah berpikir tentang cctv..mengapa ia tidak memeriksanya lebih dahulu...
"Bukankah kita punya cctv yang akan membuktikan siapa pelaku sebenarnya..dari pada kau salah dalam memutuskan..."?ucap Derrell..
Mikha menutup wajahnya dengan tangannya....
"Yah....kita akan melihatnya..."ucap Mikha seraya memanggil pelayan untuk mengambil rekamana cctv pada hari kejadian.....
Sementara Mikha sedang menunggu rekaman itu, bunyi ponsel milik Derrell berdering sangat nyaring di balik saku jassnya..
Derrell tersenyum puas melirik nama penelfon lalu melangkah sedikit menjauh dari Mikha yang tampak sibuk melihat rekaman....
Pria itu berdiri di teras rumah dan mengangkat telpnya...
Derell : Bagaimana malammu...?
Tn X : Tuan Derrell...aku benar-benar harus berterimakasih kepadamu, kau menemukan permataku yang hilang...
Derrell : Permatamu itu hampir menghancurkan keluargaku..aku sedikit bersabar menyadari dia gadis yang kau cari selama ini....
Tn X : Aku sangat membutuhkannya lebih dari apapun Tuan Derrell..dia penyembuhku...
Derrell : Aku senang mendengarnya jadi kau tak perlu merusak gadis lain karna kau telah menemukan yang kau cari...
Tn X : Tentu saja tuan Dereell..aku tidak akan melepasnya lagi...
Derrell : Bagus....aku senang mendengarnya...
Tn X : Aku akan mengingat semua kebaikanmu tuan Derrell...
Derrell : Aku tau siapa kau..dan kau dari keturunan seorang yang di segani dan punya nama...aku...tidak berpikir dua kali untuk menolongmu, lagi pula kita akan menjadi keluarga...
Tn X : Yah...aku tau segalanya...dan aku akan mendukungnya tuan Derrell...
Derrell tersenyum menang....lalu melangkah masuk dan mendapati Mikha tampak syok menatap layar...
"Sayang ada apa..."? desah Derrell mendekat...
Mikha sungguh kehilangan kata-kata,.......
__ADS_1