Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2
Hatiku tak berubah Mikhayla


__ADS_3

Martin membeku ketika Mikha menghambur untuk memeluknya haruskah dia berpikir kalau ini nyata, wanita yang paling ia cintai selama ini..wanita yang selalu ada di dalam mimpinya setiap malam, dan wanita pertama yang membuatnya jatuh cinta kini sedang menjatuhkan sandaran di dalam pelukannya..lambat..Martin tersenyum, membiarkan wanita itu menumpahkan segala tangisan yang masih menguasain ya dengan begitu besar....


Martin terus menunggu membiarkan kemejanya basah oleh airmata yang terus menetes dari mata Mikha yang seolah tidak berhenti mengalir...hingga beberapa menit disana Mikha mulai menguasai dirinya dan menyadari kalau ia mungkin telah melakukan kesalahan besar...


Menarik dirinya dengan wajah yang masih pucat ia menghapus airmatanya dan membiarkan Martin melihat sisi rapuhnya yang tak bisa ia sembunyikan......astaga mereka sedang di area kampus dan Mikha seolah melupakan fakta itu, untung saja masih sepi dan hanya tampak beberapa mahasiswa yang lalu lalang dan tentu saja tidak menyia-nyiakan pemandangan lanfgka bak drama romantis....


''Maaf.." desah Mikha memalingkan wajahnya menghindari tatapan tajam Martin yang enggan berhenti menatapnya...


''Melihat airmatamu menetes, membuat hatiku hancur Mikha....kau tau jika aku..masih mencintaimu....hatiku sama sekali tak berubah Mikha....'' Martin bergerak mendekat hingga keduanya saling menatap...


''Martin...bisakah kita kembali ke masa lalu saja..bisakah...'' Mikha merasa sudah gila dengan kata-katanya sendiri saat ini hatinya kacau dan kehilangan kemampuan untuk memilih mana yang benar dan mana yang salah...


''Apa maksudmu.''?? Martin antusias dia mendengar harapan dari kata-kata Mikha...


Mikha memejamkan matanya..tidak, apa yang telah ia katakan....jemarinya naik dan memijit pelipisnya yang sedikit sakit.


''Bisakah kau menemaniku ke perpustakaan..aku ingin mengenang sesuatu disana..'' Mikha tersenyum dengan wajahnya yang cerah.....


Martin menganggukan kepala, sebenarnya usai mengantar Ana dia ada rapat namun karna ia bertemu Mikha maka Martin rela meninggalkan rapat bahkan segalanya untuk bisa menemani Mikha...ia tersenyum dengan bahagia, menyadari keduanya melangkah bersama menuju gedung kampus dan saling berbincang......


****************************


''Suamiku ada di perpustakaan..."? ulang Ana dengan wajah pucat..


Seorang gadis cantik berpakaian mahal yang baru beberapa menit lalu menjadi temannya berbisik padanya..


''Bukankah yang tadi mengantarmu adalah suamimu.''?


''Yah....'' suara Ana tertelan di tenggorokannya...


''Aku melihatnya akrab bersama seorang wanita yang seusia dirinya..mereka sangat cocok..'' sambungnya memanasi...


Ana terbatuk ketika mendengar kata-kata Fani, ia pun langsung menghela nafas, siapakah wanita yang bersama Martin...ahh..kalau benar dia bersama seorang wanita maka Ana juga tak punya hak bukan...? ia tak akan mempermalukan dirinya dan bisa saja Martin akan marah jika ia bersikap seperti seorang istri,...


"Apalagi yang kau tunggu,ayo...ikut aku ke perpus...." seru Fani tak sabar,..


Namun Ana menggeleng....

__ADS_1


"Biarkan saja.....aku bukan istri yang suka mengintip suamiku."


Ana melanjutkan kegiatannya di sebuah kertas putih dengan bingung....ia tak tau harus berbuat apa....sementara pikirannya penasaran dengan apa yang terjadi di perpustakaan.....Ana memejamkan matanya sebentar, untuk menenangkan diri....


"Bodoh sekali dirimu." ucap Fani sangat kesal lalu meninggalkan Ana sendiri...


❀❀


Mikha memandang sebuah buku yang bertumpuk di rak perpus dengan mata berkaca-kaca ketika mengenali sebuah buku yang ia tau itu adalah buku yang sudah lama, mungkinkah ini buku yang di maksud Intan...?


"Kau menemukannya Mikha." sahut Martin di belakangnya.......


Mikha menoleh...dengan mata berkaca-kaca, lalu menganggukan kepalanya...


"Bisakah kau mengantarku ke suatu tempat...aku butuh tempat untuk bisa menangis..." tatap Mikha dengan kesedihan yang mampu menyakiti Martin....


Pria itu lalu mengangguk dengan cepat, di sertai seuntai senyum yang terlihat bahagia,....


"Tentu saja Mikha.....kemanapun kau mau pergi...aku akan menemanimu."


"Terimakasih Martin." tatap Mikha dengan senyum lega....


Tak menyadari bahwa ada sepasang mata yang memandang mereka dengan penuh luka....


Yah,....Ana berdiri disana di sebuah sudut gedung perpus fan menatap dengan tatapan beku...itu adalah Mikha...cinta sejati Martin...oh....bagaimana bisa ia bersaing, ia bahkan sudah kalah sebelum berperang....setitik airmata menetes di wajah paginya.....ia menghela nafas...sungguh terasa menyakitkan.


Ana lalu membalikan tubuhnya dan melangkah pergi membiarkan rasa nyeri itu menyerang hatinya tanpa ampun........sungguh, hatinya tak bisa menerima kesakitan ini.


πŸ’πŸ’


"Jadi istriku sudah menemui kebenaran."? ucap Derrell dengan wajah dinginnya..


Lukas menundukan kepalanya dalam-dalam...


"Yah Tuan Derrell, saat ini nyonya sedang bersama dengan tuan Martin."


Wajah Derrell menggelap ia menoleh dan mendekati Lukas yang tampak tau apa yang akan terjadi kepadana beberapa detik kedepan namun ia tak bergeming...bahkan ia telah siap mati untuk tuannya....

__ADS_1


"Buggghhhhhh....."


Tubuh Lukas terjatuh kebelakang walau, tak lama ia langsunb berdiri tegak seolah tidak merasakan apa-apa, wajah Derrel di liputi kemarahann luar biasa, matanya bersinar tajam....beraninya Martin mendekati istrinya...beraninya.....Lukas membiarkan itu semua...


"Apa kau mau mati sekarang..." desis Derrell dengan murka, di cengkramnya ujung kemeja Lukas dengan keras hinbga pria itu mulai kehilangan nafas.....


"Tuan Derrell..."


"Aku akan membunuhmu dan juga bajingan itu hari ini juga...."ucapnya tegas...


Lukas memejamkan matanya......menahan kesakitan di lehernya...


"Tuan Derrell tenanglah....tidak terjadi apa-apa,...aku sengaja menyimpan informasi ini agar ketika tuan bertemu nyonya Mikha...anda punya peganan untuk membela diri..."


"Apa maksudmu...."?


"Tuan Derrell, menurut tuan...apa yang akan nyonya lakukan ketika bertemu tuan...orang yang telah menghancurkan hidupnya....bukankah dia akan membenci tuan Derrell..."?


Derrell membeku sesaat...yah, tentu saja..saat Mikha melihatnya maka istrinya sendiri akan membencinya....yah..Derrell menatap Lukas dan melihat kesungguhan di mata pria yang sudah menjadi tanan kanannya......


"Apa rencanamu Lukas...pastikan kau tidak mengecewakan aku...."


"Tuan bisa menuduh nyonya menemui mantan kekasihnya di belakang tuan untuk mengalihkan kemarahan nyonya....dan kita liat apa yang akan terjadi...bukankah tuan Derrell selalu menang..."? ucap Lukas tajam...


Dan cengkraman di leher Lukas melemah..ia pun segera menghirup udara sebanyak-banyaknya, nafasnya memburu merasa panas di sekitar lehernya, sungguh kalau ia salah bicara maka ia akan mati.....


Derrell tersenyum kejam....ia menatap puas pada Lukas, mendekatinya lalu menegakan tubuh anak buahnya.....


"Kau ternyata tidak pernah mengecewakan aku Lukas...aku akan memberimu liburan setelah ini..."


"Aku tak butuh liburan tuan Derrell, tempatku adalah bersama denganmu...dan mendampingi tuan sampai akhir hidupku.." Lukas menunduk hormat...


Derrell terdiam sebentar.....


"Bagus....aku senang kau tetap setia padaku Lukas, aku minta maaf menyakitimu.." ucap Derrell sungguh-sungguh.


"Itu tugasku tuan Derrell anda tidak perlu sungkan..."

__ADS_1


Derrell menganggukan kepala...lalu meraih jassnya..


"Ayo kita pergi aku tak sabar lagi ingin mengejutkan istriku." ucap Derrell melangkah.......di ikuti Lukas dari belakang....


__ADS_2