
Kiara sudah menahan diri sejak tadi, orangtuanya sudah pulang dan kini tinggal mereka berdua yang masih duduk dengan aura membunuh yang kentara...Kiara sungguh merasa kecolongan karna ucapan Axel di luar kesepakatan mereka..gadis iyu kembali meneguk jus buah segar sampai habis...dadanya terasa panas..
"Mengapa kau menjebakku Axel.."
"Ayolah Kiara..aku hanya ingin berimprofisasi dalam permainan ini dan sungguh aku tidak menyangka jika aku mengucapkan kata 3 hari lagi kita menikah..."ucap Axel dengan santai sambil menyeruput kopinya....
"Yah...apa kau yakin kau tidak sedang merencanakan sesuatu..aku ingatkan padaku kalau kita akan menandatangani surat perjanjian itu..aku akan menuntutmu jika kau menyentuhku secara paksa..."lirik Kiara tegas..
Axell terkekeh melihat begitu tegangnya Kiara seperti senar gitar yang hampir putus, begitu kokohnya ia berusaha melindungi dirinya sendiri....gadis yang penuh kewaspadaan...
Axel mengangguk..ia memajukan tubuhnya hingga beberapa inci saja bibir mereka bertemu....Kiara menjadi gugup...tak pernah ia sedekat ini dengan seorang pria....
"Aku ingin menegaskan sesuatu padamu Kiara...jika aku punya sederet wanita cantik dengan bentuk tubuh yang aku inginkan..aku tinggal menjentikan jari maka mereka akan rela berbaring di ranjangku..mengerti....? jadi...jangan terlalu percaya diri aku akan memaksamu ke tempat tidurku nona Kiara..kau harus memenuhi standar seorang Axel Sebastian..atau kau harus menunggu aku mabuk dulu..baru percintaan kita akan terjadi..." desis Axel mencela...
Sebuah penghinaan telak di depan mata Kiara yang hanya di perhalus dengan ucapan lembut Axel yang masih saja sinis, Kiara melonggarkan tenggorokannya..tidak..ia tak akan membiarkan pria penghancur mental ini menang darinya..
Siapa bilang tubuhnya jelek..walau dalam keadaan mata tertutupun Kiara bisa tau kalau tubuhnya sempurna sebagai seorang wanita..dengan tinggi 165cm, berat badan ideal, rambut panjang ikal, tubuh yang seksi dan padat di setiap tempatnya...Kiara memang selalu menutup semua itu dengan kemeja longgar dan rok panjangnya yang menutupi mata kaki, tapi bukan berarti ia terus memakai baju tertutup..Kiara akan bersenang-senang sesekali bersama beberapa sahabat termasuk Lucky yang menjadi sahabat masa kecilnya yang selalu setia...mereka di juluki, sepasang sepatu oleh teman-temannya...
Dan mengenai si Axel yang terlalu percaya diri ini...Kiara benar-benar harus membentengi dirinya dan hatinya dengan kuat, ia harus mengakui jika pesona seorang Axel terlalu membius..pria ini mempunyai tubuh yang tinggi di atas rata-rata hampir 180cm, badan tegap dan kokoh..rahang yang tegas...dan wajah seperti model di majalah...dia pria yang sempurna....Kiarapun mengakuinya...tapi K8ara tak akan jatuh begitu saja...
"Bagus....kalau begitu kita deal Axel Sebastian....jadi kapan kita akan menandatangani surat perjanjian kita.."?
Axel memejamkan matanya...sambil memikirkan sesuatu, dan sialnya Kiara di buat terpesona dengan bulumata Axel yang tebal dan lentik seperti perempuan..dia benar-benar pria penakluk...
"Setelah pernikahan kita akan menandatanganinya..bagaimana..."?ucap Axel menawar..
"Baiklah..aku mengerti..."balas Kiara lagi...meneguk jusnya...mengapa dadanya terasa panas....?
__ADS_1
Axel berdiri dan menegakan tubuhnya...ia tersenyum kepada Kiara...
"Jangan lupa jam 4 sore kita harus memilih cincin lalu kau harus fiting gaun bersama mama...aku harus pergi..."ucap Axel melangkah begitu saja meninggalkan Kiara yang hanya mematung....
Sial....bahkan Kiara tak punya mobil, mengap pria itu tega sekali..setidaknya dia bisa mengantarkan Kiara pergi ke panti...gadis itu menggeleng dan menggerutu sendiri,di saat seperti ini ia butuh Kay di sampingnya....gadis itu tersenyum dan segera menelfon sahabatnya....
ππ
"Menikah...." ulang Kay dengan tatapan beku....
Kay pria yang telah menjadi sahabat Kiara sedari kecil, mereka tinggal di komplek yang sama dan mulai dekat sampai sekarang ini..usia Kay 22 tahun, ia tampan dengan tinggi 170cm, kulit putih karna Kay berdarah jepang. sudah lama ia menyukai seorang Kiara dan selalu berada disisih gadis 17 tahun itu..Kay selalu mendampingi Kiara dalam kegiatan kuliah maupun kegiatan sosial di berbagai tempat dan negara...mereka tak pernah terpisahkan.....dan kabar ini benar-benar menghancurkan Kay dengan dalam....
"Kay...ini tidak seperti pernikahan yang kau bayangkan...aku hanya akan menjadi istrinya di atas kertas..." ucap Kiara meyakinkan....
Kay juga masih terdiam, namun Kiara menyentuh lengan Kay dan pria itu tertegun....
"Kia.....aku hanya...terkejut.."pria itu mencoba tersenyum..
"Ayolah jangan begitu, hubungan kita tak akan berubah aku berjanji....kita akan selalu bersama.."
"Bagaimana itu mungkin Kia..kau akan menikah dan hubungan kita akan berakhir..." Wajah Kay terlihat kecewa.
"Tidak Kay, kan aku sudah bilang kalau pernikahan ini cuma di atas kertas...kami akan kembali pada kehidupan kami masing-masing tanpa saling mengganggu..."ucap Kiara seolah tak lelah meyakinkan Kay, di dunia ini hanya dua orang yang paling ia cintai dan percaya..hanya papanya dan Kay itu saja...dunia Kiara hanya berpusat pada mereka berdua...
Kay kemudian mengangguk, menyudahi perdebatan mereka pria itu menatap Kiara yang begitu ia cintai...ia tak akan melepaskan Kiara demi apapun dan demi siapapun meski itu adalah suaminya sendiri...
"Kapan...surat perjanjian itu akan di tanda tangani Kia.."? tanya Kay penasaran...
__ADS_1
"Setelah menikah..aku akan mengirim salinannya padamu, ayolah jangan marah padaku Kay...aku jadi lapar.." ucap Kiara tersenyum..
Kay terkekeh dan mengambil potongan sushi dan menyuapi Kia..gadis itu dengan senang hati membuka lebar mulutnya...dan mengunyah cepat dan mereka tertawa bersama....
ππ
"Aku bingung memilih yang mana..." bisik Axel menatap dengan tatapan beku pada sosok Kiara di sampingnya...gadis itu kemudian menatap beberapa pilihan dan matanya tertuju pada sebuah cincin pasangan yang terlihat sederhana namun elegan..cincin emas putih bertahtakan satu berlian kecil sebagai pemanis..sedangkan cincin pasangannya terlihat ukiran dan hanya ada satu titik berlian di tengah cincin...Kay bilang jika memilih cincin seperti itu akan lebih elegan dan punya makna yang bagus....
Kiara tersenyum...ketika mengingat ucapan Kay
"Aku mau itu...."tunjuknya pada cincin di hadapannya...
Axel menoleh...dan membeku....cincin itu adalah cincin yang sama di pilih Sania dulu ketika Axel mengajaknya keluar....Axel menatap ke arah Kiara.....
"Apa kau yakin..."?
"Tentu saja...cincin itu punya makna yang bagus,.."
Axel akhirnya mengangguk dan meminta pelayan membungkusnya...
Kiara terkejut ketika bunyi ponselnya berdering...segera ia meraih ponselnya dan mengerutkan dahi....
"Kay..."? desahnya pelan....
Axel yang sudah selesai membayar menghampiri Kiara dan meraih jemarinya...
"Ayo......kita harus segera fiting gaun pengantin..." ucap pria itu tegas yang membuat Kiara sungguh kehilangan kata..dengan terpaksa ponselnya ia simpan di dalam tas...
__ADS_1
Sementara Axel...menaikan sudut bibirnya...