Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2
Perjanjian Martin dan Ana


__ADS_3

Ana menatap dirinya di cermin sebelum turun dan menemui Martin, wajahnya sudah tidak terlihat pucat walau pandangannya kosong. ia menatap ke arah cermin dan menghela nafas..hidupnya telah berubah dengan sangat cepat...


Ana hanya berharap ini semua selesai dan ia..akan memulai hidup baru dengan pergi ke tempat lain untuk hidup yang tenang...


''Ana...siapkan dirimu kau pasti bisa.''ia tersenyum kepada cermin yang memantulkan senyumnya...


Lalu berdiri dan melangkah menuju pintu.....


Martin sedang berada di taman belakang rumah, sedang menatap kolam ikan dan merenung disana..


''Martin.''


''Duduklah....''


''Baik..''


Ana menempatkan tubuhnya di kursi taman dan duduk berhadapan dengan Martin....


''Bagaimana keadaanmu.''


''Masih sedikit sakit, tapi aku tidak mati...aku baik-baik saja.'' balas Ana dingin...


''Aku ingin kita membuat perjanjian khusus tentang pernikahan kita..''


''Perjanjian apa..mengapa harus ada perjanjian, bukankah kita akan bererai setelah aku melahirkan anak bagimu.'' Ana menatap polos,


Keduanya saling menatap......


''Anastasi...aku memang akan meceraikanmu namun dalam masa pernikahan kita, aku ingin semua di jalani dengan aturan yang kubuat....''


Ana mengangguk dengan cepat, ia ingin segera pergi dari pria ini yang selalu membuatnya ketakutan..


''Katakanlah.''


''Aku ingin....kita tidur berpisah kamar, lalu kita tidak saling mencampuri urusan masing-masing, kau tau jika aku mencintai wanita yang datang ke pesta kita.''? tanya Martin menelisik ke dalam mata Ana..


''Yah..aku tau..Mikhayla Russ.''


''Setelah menikah denganku maka namanya akan menjadi Mikhayla Sebastian, dia kekasihku...dan aku akan mengejarnya lagi, disaat kita bercerai nanti..aku akan menikah dengannya.'' ucap Martin tanpa ragu


Penjelasan Martin yang mendetail dan seolah tanpa perasaan membuat Ana merasa ngeri, cinta sangat menakutkan, karna membuat pasangan bisa bercerai dan juga tak perduli jika ada hati yang tersakiti. meski Ana tidak sedikitpun mengharapkan Martin namun..entah mengapa rasa nyeri di hatinya begitu kuat menghantamnya..


Ana mengangguk walau terasa sulit, ia akhirnya menganggukan kepalanya dengan penuh perhatian..


''Aku tau..aku juga mencintai pria lain, dia Alan yang kau sangka sebagai pria yang membeliku...dia pria yang aku cintai...bisakah aku mengejarnya lagi..''? Ana mengangkat wajahnya menatap mata Martin yang tak terbaca...


''Baiklah....aku mengijinkanmu..kita akan mengejar cinta kita masing-masing dan setelah kita bercerai nanti, kau dan juga aku akan bahagia dengan orang yang kita cintai.''


''Yah...Martin..'' Ana tersenyum dan entah mengapa itu sangat manis di mata Martin...pria itu mengulurkan tangannya...

__ADS_1


''Bagaimana kalau kita berdamai, aku akan menganggapmu adikku..''


''Kau juga ku anggap kakakku Martin.''


''Bagus......aku mohon maafkan sikapku semalam padamu, kau pasti sangat kesakitan bukan.''??


''Aku baik-baik saja...seperti katamu, semua akan mengalaminya..''


Martin menganggukan kepalanya..lalu berdiri hendak peergi.....


''Kau mau kemana Martin.''??


''Aku harus pergi ke perusahaan...''


''Bagaimana kalau kau makan dulu.....''?? tawar Ana membuat Martin terdiam...........


******************************


''Ini enak sekali Anastasia...'' ucap Martin mencoba nasi goreng buatan Ana..


''Aku jago dalam hal membuat nasi goreng.''


''Bagus...aku suka rasanya.''


''Oya Martin, apakah aku bisa melanjutkan kuliahku.''?


Pria itu menatap tajam.....


''Tidak akan Martin..jika aku hamil maka aku akan mengambil cuti ketika perutku besar nanti...bagaimana..'' tawar Ana mengiba...


''Baiklah...terserah kau saja.''


Ana mengangguk dan tersenyum ketika melihat Martin yang kembali asik melahap makanannya..sungguh, pria ini sangat tampan..pantas saja, dia sangat cocok dengan Mikha yang cantik...mereka begitu serasi ketika bersama......astaga mengapa ia sedikit tidak rela....?


****************************************


Derrell turun dari tangga, ia baru tau jika Damian telah memindahkan seluruh aset miliknya di kota ini dan semua itu dilakukan dengan sangat cepat,


Sialan Damian, sekarang ia bahkan tidak bisa berbuat apapun lagi, atau Mikha akan berpikir ia sudah gila....dari jauh Derrell bisa mendengar tawa Mikha dan Dion..anak itu...bahkan Derrell tidak bisa menyingkirkannya lagi...


Pria itu kemudian menuruni tanga satu persatu dan akhirnya sampai diruang makan, ia membeku melihat Mikha sedang makan dengan lahapnya dan tidak ingin berhenti, rasa hangat mulai menguar di hatinya,


Bagus Mikha....kau menguatkannya di dalam sana, aku sangat mencintaimu sayang....batin Derrell tersenyum, kemudian membalikan tubuhnya dan menelfon dokter pribadinya......


Derrell melangkah menuju taman belakang dan menelfon disana, ia tak ingin di dengar siapapun karna ini adalah perbincangan rahasia...


Mengangkat ponselnya ia segera menelfon...


Derrell : Halo......Dokter.

__ADS_1


Dokter Tedi : Tuan Derrell, senang mendengar suara anda lagi..


Derrell : Apakah aku harus membawa istriku ketempatmu lagi...?


Dokter Tedi : Ini sudah bulan ke 3 tidakkah anda ingin mendengar detak jantungnya...?


Derrell : (Tersenyum puas......) Kedua anakku apakah mereka baik-baik saja...aku tidak sabar lagi..


Dokter Tedi : Tentu saja tuan Derrell si kembar baik-baik saja, bawa nyonya kemari aku harus memberi beberapa suntikan vitamin agar mereka kuat..


Derrell : Mengangguk, tentu dokter, aku akan membawa istriku kesana karna aku tak sabar melihat anakku lagi..aku dan MIkha akan kesana besok.


Dokter Tedi : Aku..akan menunggu kedatangan anda Tuan Derrell.


Derrell : Yah.....


Telp itu terputus ketika senyum di bibir Derrell mengembang sempurna...


Yang tidak di sadari Derrell adalah jika Mikha mendengar semua pembicaraannya dan menjadi pucat, jantungnya seperti berhenti berdetak,


Sesaat ia memegang perutnya dan membeku..apa maksudnya, mengapa Derrell mengatakan tentang kehamilan dan anak.. jemarinya menyentuh perutnya dan mulai meneteskan airmata...


Apakah dia sedang hamil...??? tapi..ini tidak mungkin, ia pasti salah mendengarnya, mungkin Derrell hanya berharap dia hamil dan bukan berarti dia sedang hamil...


Tapi mengapa terasa sakit..... jika ia hamil, lalu bagaimana mungkin....Mikha mengepalkan tangannya dan menatap ke arah Derrell..


Ia harus merahasiakan ini semua, ia harus memastikan dirinya ke dokter, dan untuk saat ini ia harus bersikap normal dan seolah tidak terjadi apapun.....Mikha menyipitkan matanya. lalu meninggalkan Derrell dan bergabung dengan orangtuanya dan Dion.....


❤❤


Malam Hari...


Derrell membuka pintu kamar dan melihat Mikha sedang merenungdi balkon kamar....


"Sayang...."


"Yah...." balas Mikha masih betah disana...


"Hari sudah malam dan jangan berdiri disana."


"Aku hanya menikmati udara malam saja...aku bukan wanita hamil yang memiliki pantangan." bisik Mikha tersenyum.....


Derrell seketika itu pun langsung bereaksi, ia mendekati Mikha dan menyentuh bahunya...


"Anggap saja kau sedang hamil, masuklah Mikha...jangan membantahku."


Mikha begitu kesal....


"Apakah sebenarnya aku sedang hamil, makanya kau seprotektif itu padaku Damian..."? ucap Mikha menaikan alisnya menunggu jawaban.......

__ADS_1


Derrell kehilangan kata.............sambil mengusap wajahnya ia berdehem......


__ADS_2