
Tubuh Mikha di dorong hingga jatuh ke ranjang yang luas di belakangnya, Damian tidak menunggu waktu, melepaskan handuk yang melilit di pinggangnya ia pun lantas menaiki Mikha yang bergerak mundur, nafas mereka saling memburu ketika Damian menjebaknya dari atas, membuat wanita itu tak bisa lari atau menghindar dari serangan panasnya,...
"Mengapa kau terkesan menghindariku sayang."? desis Damian melum** bibir penuh Mikha yang manis dan menyesapnya dengan penuh hasrat yang mulai tidak terkendali..
Jemari Mikha berusaha menahan mulut Damian yang mulai menyentuh dadanya dan bermain-main disana...walau mulai kehilangan pertahanan Mikha berusaha sadar,...
"Bukankah kau sendiri yang bilang untuk menghindari ini...kau yang memintaku untuk tidak melayanimu di...sini.." susah payah Mikha berusaha menguatkan diri dari godaan sentuhan Damian yang sungguh membuat ia melayang...
"Menghindariku...aku tak ingat mengatakan itu sayang." bisik Damian semakin gencar memberi sentuhan memabukan di tubuh sensitif Mikha....pertahanan wanita itu mulai melemah...
"Kau yang bilang Derrell."
"Panggil aku Damian....." bisik Damian mengigit sedikit bibir Mikha untuk menghukumnya...
"Damian...."
"Yah...itu baru benar..." pria itu tersenyum puas...
Saat ini Damian sudah menggerayangi, semua yang menempel di tubuh Mikha hingga polos, matanya membulat sempurna melihat keindahan itu untuk pertama kalinya....ia memandang lapar,....
"Damian...."
"Yah sayang...panggil namaku saat aku memasukimu." desis Damian bagai perintah....
Mikha meronta melepaskan diri, mengapa sentuhannya terasa berbeda dari sebelumnya...walau yah...mungkin ia sudah gila Derrell adalah Damian yang menyamar, namun...mengapa pria menyentuhnya dengan berbeda, ketika menjadi Damian ia bersikap lembut dan memberi waktu Mikha menikmati semuanya, meski ia juga suka jika menjadi Derrell yang sedikit lebih kasar...ada sensasi tersendiri..namun,, mengapa hatinya merasa mereka berbeda...apakah ia memang sudah gila...
"Apa yang kau pikirkan sayang.." bisik Damian ketika memposisikan tubuhnya di antara tubuh Mikha...ia mulai bersiap untuk menyatukan diri,
"Aku hanya...ingat kalau kau bilang harus menguncimu jika kau sedang bergairah...mengapa sekarang kau jadi aneh..."bisik Mikha di sela cumbuan Damian di tubuhnya....
"Mengunciku...kau sungguh berani istriku...aku akan menghukummu....." bisik Damian bergerak mendekatkan tubuhnya....
Sial..? Derrell berusaha mempengaruhi Mikha yah.....Derrell, dia pikir mau memiliki Mikha sendirian dengan serakah...tidak akan terjadi, Damian akan membuat Derrell sadar..sampai kapanpun apa yang menjadi milikknya adalah milik Damian...dan sebaliknya, mereka sungguh tidak bisa di pisahkan....
Damian tersenyum kejam.....memeluk Mikha dengan possesif, sebelum ia menghentakan tubuhnya dalam-dalam, dan memasuki Mikha dengan begitu kuat, hingga wanita itu terkejut.......
__ADS_1
"Damian........."desahnya meronta......
ππππππ
Riko membuka pintu kamar dan membantingnya dengan keras, jemarinya terkepal dengan kuat....menghampiri jendela kamar, ia sungguh tak mampu menahan emosi..
Pria tua bangka itu terlalu sombong, bahkan sengaja memanggilnya tadi untuk mengatakan bahwa ia berubah pikiran untuk memberikan kuasa perusahaan atas nama Stela...
Riko mengusap wajahnya kasar, meraih botol vodka yang memang sudah tersedia di kamar Stela dan meneguknya langsung dari botolnya, ia tampak sangat marah...
Selama ini Riko sudah melakukan segala cara mulai dari mengambil hati Stela dan membuatnya jatuh cinta, lalu dengan susah payah berhasil di terima dalam keluarga Aksana yang terpandang,
Riko selalu bersikap sopan dan pendiam hingga mampu mengambil hati mama Stela meski untuk tuan Aksana berbeda, ia tampak tak tersentuh dengan tampilan Riko yang baik hati, karna itu sampai saat ini Aksana belum merestui hubungan Riko dan Stela.
Riko sama sekali tidak mencintai Stela, astaga...semua orang di kota ini tau Stela dan segala pergaulan bebasnya namun Riko dengan nekat mendekati Stela tujuan Riko tak lain adalah untuk merebut perusahaan Aksana Group melalui Stela, ia memang seorang penipu yang tidak pernah gagal dalam melaksanakan semua kejahatannya....dan kali ini dia tak pernah mengijinkan dirinya gagal...
Mengenai Mikha jujur sejak pertama melihat wanita itu hati Riko bergetar, tak pernah ia merasakan ini sebelumnya dengan wanita manapun apalagi Stela...
Mikha sangat cantik dengan kulit yang putih bersih nyaris tak ada satu titikpun noda di tubuhnya yang membuatnya tak menarik, ia seperti putri dalam film, rambutnya ikal smpai ke puunggungnya, bibirnya penuh dengan tubuh yang sempurna. Riko menyesal terlambat mengenal Mikha..jika ia mengenal Mikha lebih dahulu maka ceritanya mungkin akan berbeda, ia benar-benar jatuh cinta pada wanita itu walau ia sudah punya suami dan anak tiri, Riko tersenyum....suami Mikha tampak tidak berbahaya..hanya seorang pria biasa yang sangat mencintai istrinya.......
Pintu kamarnya terbuka dan Stela masuk dengan tatapan minta maaf, sungguh ia merasa tidak enak karna papa menghina Riko...
"Sayang....." bisik Stela mendekat...
Riko meletakan botol vodka dengan senyuman pasrah, ia membalikan tubuhnya dan mendekati Stela....memegang bahu wanita itu dan tersenyum,....
"Aku tidak apa-apa sayang, butuh waktu bagi papamu untuk percaya..apalagi dengan kedatangan adikkmu......"
"Mereka hanya 3 hari disini sayang..setelah itu Mikha dan keluarganya akan pulang ke negara Damian.." ucap Stela menjelaskan...
Riko memandang Stela dengan kerutan di dahinya....
Tidak...mana mungkin Mikha harus pergi disaat wanita itu membuatnya jatuh cinta, tidak.....Riko tak ingin wanita pujaannya menjauh.....tidak sebelum rencananya berhasil, matanya bersinar tajam.....
"Jangan membiarkan adikmu pulang dulu Stela.."
__ADS_1
"Mengapa..kau perhatian pada adikku."? Stela sedikit curiga...
Riko mendekati Stela, melum** bibir Stela dengan penuh na*su lalu melepasnya......ia tersenyum....
"Papa dan mamamu masih ingin adikmu tinggal, mereka akan sedih jika adikkmu pergi dengan cepat...kau tau aku merasa kita hanya bisa dekat dengan papamu, bisa bicara lebih akrab jika adikmu disini...."
Stela mengangguk membenarkan, setelah kedatangan Mikha...papa memang selalu tersenyum dan jarang sekali marah..beberapa kali Stela mendapat perlakuan baik karna papa sedang senang......ia kemudian tersenyum.......
"Kau benar sayang....aku akan membujuk Mikha agar tinggal lebih lama...agar papa bisa menerimamu dalam keluarga kita."
Riko tersenyum puas....
Ia kemudian mendekati Stela dan menyentuh dadanya dengan gemas dan tersenyum penuh isyarat....
"Sayang aku sedang ingin....bisakah..."
Stela tersenyum mengerti keinginan kekasihnya lalu membiarkan Riko menuntunnya ke ranjang.....
*********************************************************
Alan membeku ketika melihat pemandangan indah di hadapannya...
Aana dan Naila sudah tertidur dengan posisi saling memeluk, rasa hangat di dada Alan mulai menguar, sungguh Ana adalah gadis muda yang luar biasa....
Mendekati mereka, Alan kemudian mendekatkan wajahnya dengan maksud untuk membangunkan Ana dengan hati-hati........
"Ana......." bisiknya pelan....
Ana membuka mata dan kemudian langsung mengangkat kepalanya, dengan posisi yang pas.....
Bibir mereka bersentuhan dengan lembut hingga mata Ana dan Alan membulat sempurna..ketika bibir mereka masih enggan untuk menjauh...
Debaran jantung Ana begitu kuat mengejutkannya, ketika Alan memegang wajahnya mendekat untuk menahan kepalanya...dan melum** bibirnya dengan sentuhan yang lembut.....
Aku jatuh cinta.....batin Ana melayang.....
__ADS_1