Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2
Terlambat untuk Anastasia


__ADS_3

Ana masih membeku di tempat, ia menatap ke arah Alan yang masih bertahan dengan ciumannya...gadis itu terdiam, menikmatinya benarkah ia menikmatinya...?


Alan yang menyadarinya lebih dahulu lalu melepaskan ciuman bibir mereka dan menjadi salah tinggkah, ia menjauhkan diri dan mengusap wajahnya...


"Maafkan aku...kau pasti sangat terkejut."? bisik Alan tersenyum...


Ana menegakan tubuhnya, tak tau apa yang harus dilakukannya ia memperbaiki rambut panjangnya yang berjatuhan menutupi sebagian wajahnya...


"Tidak perlu minta maaf Kak Alan..."bisik Ana dengan pipi yang memerah malu...


"Baiklah...sekarang mandilah dulu, aku akan memberikan pakaian istriku untuk kau pakai mungkin saja cocok untukmu..setelah itu temani aku makan dan kau akan ku antar pulang." ucap Alan singkat...


Pria itu kemudian mendekati Naila yang sudah tertidur lalu menaikan selimutnya sebelum mereka berdua keluar kamar.


Ana mandi di kamar tamu dan Alan di kamar pribadinya. setelah selesai, mereka sama-sama turun untuk makan bersama, pelayan tersenyum melihat tuannya tampak bersemangat...ia lantas menyiapkan aneka makanan fi atas meja...


"Duduklah Ana..."


"Terimakasih kak Alan."ucap Ana sambil duduk di hadapan Alan...


Pria itu menatap ke arah Ana sambil menghela nafas,..baju mendiang istrinya sangat pas di tubuh Ana...hingga ia merasa sedih...


"Maafkan aku kak, aku harus memakai baju istri kakak..."


"Tidak apa..lagipula baju itu tidak terpakai lagi."


"Baiklah...aku akan mencucinya dan mengembalikan....."


"Tidak usah Ana...." ucap Alan tersenyum...


"Tapi kak Alan....."


"Simpanlah untukmu saja Ana..." ucap Alan sambil melanjutkan makannya..


Ana hanya mengangguk lalu meneruskan makannya.....


"Setelah ini kita akan ke rumahmu, hari ini juga aku akan melunasi hutang ibumu pada tuan Burhan....aku berjanji padamu Ana."


Ana terharu sampai ingin menangis...ia menunduk hormat.


"Terimakasih kak Alan..aku sungguh tau tau.....hidupku tanpa kakak."


"Kau masih muda dan perjalananmu masih panjang Ana...anggaplah aku melakukan ini demi Naila di masa depan, aku tak ingin ia mengalami hal buruk..jika mungkin suatu saat aku tak bisa menemaninya."


"Kakak akan berumur panjang, betapa Naila akan bangga punya kakak." hibur Ana menggenggam tangan Alan hingga keduanya bertatapan....pria itu tersenyum lega...

__ADS_1


"Setelah pulang dari sana aku ingin bicara penting denganmu Ana..bisakah."?tanya Alan penuh harap...


"Tentu saja..." ucap Ana mulai menumbuhkan bunga-bunga harapan di hatinya, apakah Alan akan menyatakan cinta, tentu saja jika Alan menyatakan cinta Ana tak perlu memikirkannya lagi ia akan mengatakan ya dan tak akan membiarkan pria ini menunggu lama....


"Ana....."


"Yah...." jawab Ana terkejut dari lamunan...


"Bisakah kita pergi sekarang sebelum Naila bangun dari tidurnya, aku takut dia tak akan mengijinkanmu pergi." ucap Alan sopan dan langsung meneguk segelas air dan berdiri menunggu Ana....


"Ba..baik kak Alan." ucap Ana ikut berdiri dan mengikuti langkah Alan menuju mobil.


***********************************************************


Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit akhirnya sampailah mereka di depan rumah Ana, gadis itu mengerutkan dahi ketika melihat sebuah mobil sangat mewah terparkir di depan rumahnya..


Siapakah yang datang..apakah tuan Burhan, tapi mobil itu sangat mahal....tuan Burhan biasanya selalu datang dengan mobil yang lain dan mengapa Ana menjadi takut...


Mungkinkah.......?????


"Ana......"


"Yah..."? Ana menoleh ke arah Alan dengan wajah yang pucat ia seperti sedang melihat hantu, Ana memejamkan matanya menjadi takut,..


"Mengapa wajahmu seperti itu."?


"Tunggu aku ingin bicara dengan ibumu sekarang juga." ucap Alan langsung membuka pintu mobil membuat Ana hampir pingsan, ketika kemungkinan di kepalanya begitu kuat..


Ana terkejut ketika melihat ibunya keluar bersama seorang pria tampan yang sangat berkelas, semua keseluruhannya tampak mahal...


"Tuan Martin.."? desah Ana hampir tak percaya dengan penglihatannya...matanya terbuka lebar....


Kemudian mau tak mau ia keluar dari mobil dan menatap ke arah Alan yang sedang menunggunya....


Eva yang melihat kedatangan Ana menggertakan giginya, setelah mencari Ana semalaman malah ia datang bersama seorang pria, apa kata tuan Martin nanti..pria kaya ini akan mengira Ana bukanlah gadis baik-baik...


Ana sungguh ingin lari saja dari situasi mengerikan ini, bagaimana tidak, tuan Martin mendekatinya dengan tatapan penuh penghinaan,tak lupa juga ada ibunya yang juga menatap penuh peringatan padanya..


"Selamat sore ibu, aku adalah..."


Eva menaikan dagunya tinggi-tinggi,


"Kemana kau membawa putriku hah..aku mencarinya setengah mati dan kau malah datang dengan santainya mengucapkan salam padaku."


"Ibu...."

__ADS_1


"Diam....kau tau, calon suamimu tuan Martin yang terhormat sudah datang beberapa kali karna cemas, dan ikut mencarimu tapi malah kau pergi dengan pria ini.....apa kau sudah gila.."? ucap Eva dengan suara yang tajam..lalu ia masuk kedalam rumah dan menutup pintu dengan keras...


"Calon suami...."? ucap Alan menatap Ana dengan pandangan yang sungguh kecewa......


Ana menggeleng hampir menangis, melihat wajah kecewa Alan padanya.


"Kak Alan...ini sungguh tidak seperti......"


Martin yang sudah dari tadi menahan diri mendekat pada Ana dan Alan sambil melepas kacamatanya ia menatap Ana dengan sangat tajam, pandangannya berubah dalam sekejap, inikah gadis yang di berikan bibi padanya, bahkan gadis yang tak ragu pergi dengan pria tanpa lupa waktu..padahal dia sudah tau kalau mereka akan menikah sebentar lagi...


"Aku tak tau berapa kau membayarnya, tapi akulah pemenangnya...jadi lebih baik hentikan sandiwara bodoh ini karna aku sudah sangat muak...dan kau Anastasia ikut aku sekarang juga." ucap Martin dengan nada tak ramah..


Ana mengepalkan tangannya, mengapa tuan Martin malah menghinanya....bukankah dia pria terhormat yang seharusnya tidak hanya melihat dari apa yang terlihat saat ini, jika pria ini pintar seharusnya ia bertanya dulu...


Alan mendekat..


"Maaf tuan tapi sepertinya anda salah..Ana bukan gadis seperti itu...memang semalam dia menginap dirumahku tapi...."


Martin tertawa kesal....


"Gadis ini menginap dirumahmu...dan kau masih mau bilang dia gadis baik-baik."


"Tuan Martin......"


"Diam.....masuklah ke dalam mobilku sekarang....karna aku tidak punya waktu untuk meladeni jual beli kalian berdua...dia sudah memakaimu bukan...kini giliranku..."desis Martin dengan pandangan merendahkan....


Ana sungguh terkejut dengan pernyataan Martin hingga airmatanya mengalir deras...pria ini sudah menunduhnya..


"Kau tidak bisa membawanya..."ucap Alan menghalangi jalan Martin, pria itu menjadi semakin kesal....


"Mengapa...."?


"Aku datang untuk menebus Ana..lepaskan dia.." ucap Alan tegas..


"Wooooww....Anastasia, apakah permainanmu di ranjang begitu hebat hingga ia ingin menebusmu.."?


"Tuan Martin...cukup.." jerit Ana mulai menangis....


"Aku tidak akan berhenti Anasatasia......Martin memandang Alan, dan tersenyum sinis..siapkan 100 Miliar baru aku akan melepaskan Anastasia...karna aku lebih dulu menebusnya dengan sangat mahal." ucap Martin tegas...


Alan sungguh terkejut..hingga ia kehilangan kekuatannya, ia memandang Anastasia dengan mata yang basah....ia tak punya uang sebanyak itu....


"Mengapa kau diam......apa kau tidak sanggup......kalau begitu dia milikku"?desis Martin dengan senyum kemenangan....


Martin mendekati Ana dan menarik gadis itu menuju mobil dan mendorongnya paksa untuk masuk....seberapa besar Ana meronta namun ia tak mampu melawan kekuatan Martin, sementara Alan hanya tertunduk dengan mata yang memerah...jemarinya mengepal dengan kuat, menatap mobil itu pergi dengan hati yang hancur....

__ADS_1


"Anastasia.....aku mencintaimu.." desah Alan dengan airmata yang jatuh.......


__ADS_2