Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2
Hati Mikha Yang Hancur


__ADS_3

Intan menundukan kepalanya dalam-dalam ketika Derrell mendekati tubuh Mikha yang terlelap...


Gadis itu merasa gemetar ketika menyadari Derrell mengangkat tubuh Mikha yang sudwh terkulai tak sadar untuk berpindah di dalam pelukan posesifnya seiring tawa pria kejam itu yang begitu mengerikan...


"Pekerjaan awalmu sangat baik...aku ingin besok pagi kau siap untuk operasi pertamamu." Derrell tersenyum lalu melangkah pergi membawa tubuh Mikha bersamanya....


Intan membeku....dengan airmata yang menetes....tubuhnya tersungkur dengan tangisan penyesalan, bagaimana mungkin ia menjebak sahabatnya sendiri, bagaimana mungkin di depan matanya ia Menyerahkan Mikha pada pria asing yang terlihat kejam..bagaimana nasib Mikha setelah ini...?


#FlashbackOff#


Jemari Mikha gemetar ketika membaca seluruh isi surat di akhir yang menjelaskan kalau Intan ikut dalam operasi keperawanan dirinya..itu berarti Derrell adalah pria pertama yang menyentuhnya...bagaimana bisa....?


Tubuh Mikha terhuyung karna terlalu syok dengan kenyataan yang menghantamnya dengan kuat, tangisannya pecah saat itu juga hingga Martin hanya memeluknya dan menenangkannya..


"Mikha.....tenanglah aku mohon." bisiknya dengan mata memerah, sungguh ia tak suka melihat Mikha yang rapuh saat ini....


"Bagaimana mungkin ini terjadi kepadaku..bagaimana mungkin"? jerit Mikha menahan segala amarah di dadanya...ia menggeleng tak ingin percaya bahwa suaminya adalah pria yang menghancurkan dirinya sejak lama..bagaimana bisa hidupnya di permainkan oleh sahabat dan suaminya sendiri..?


Martin mendudukan tubuh Mikha di bangku taman sebuah tebing yang tinggi, karna Mikha bahkan kakinya tak mampu menopang tubuhnya..tempat yang sepi udara yang dingin membuat hati MIkha semakin membeku....


Jemari Martin terulur dan menyentuh wajah Mikha dan menghapus airmatanya, hingga keduanya saling bertatapan...


"Apa yang terjadi...apa isi surat itu hingga kau begitu histeris."?


"Sakit.......aku sungguh merasakan sakit Martin....aku sungguh merasakanmya sekarang." isak Mikha seolah tak lelah menangis....


"Sakit seperti apa.....mengapa kau tidak cerita padaku...aku Martin, pria yang akan selalu setia kepadamu..aku akan selalu mencintaimu..."


Mikha menggelengkan kepalanya, semua sudah sangat terlambat, penyesalan benar....selalu datang di akhir dan meninggalkan luka yang menganga...kini semua sudah terlambat....


"Seandainya saja....aku mendengarkanmu dulu...seandainya aku..tidak seegois itu Martin."


"Apa maksudmu."? tatap Martin meminta jawaban..


"Aku....aku hamil...."

__ADS_1


Wajah Martin begitu syok mendengar ucapan Mikha hingga matanya menjadi panas....seluruh tubuhnya gemetar mendengar informasi ini....


ia menggeleng...hingga airmatanya jatuh.....


"Hamil..."? ulangnya dengan tatapan tak percaya...


"Yah....aku hamil....aku benar-bena hamil.."


"Apakah kau sedang bercanda denganku Mikha...kau bisa hamil dan kau berbohong hanya untuk meninggalkan aku begitu.....Aaaaaarrrgghhhhh..."? teriak Martin sungguh kecewa..


Menjauhi Mikha sekuat tenaga ia memukul tangannya sendiri pada batu besar di sekitar tebing itu hingga darah mengalir di tangannya,airmatanya menetes......


"Kau membohongiku Mikha.......bagaimana mungkin kau setega itu..." teriaknya lagi menatap Mika yang masih menangis....


Wanita itu berdiri dan menggeleng...


"Aku juga baru tau kalau aku hamil Martin...aku sungguh tak pernah tau..."


"Kau bilang kau menderita tumor, lalu rahimmu di angkat...kau tak mungkin bisa hamil tanpa rahim bukan...."?


"Itu sema rekayasa Sahabatku sendiri yaitu Intan...." tangis Mikha keras.......


"Yah.....aku juga di bohongi Martin...aku sungguh tak mengerti mengapa aku bisa percaya begitu saja...Intan adalah dokter...dan dia memvonisku atas perintah suamiku sendiri...."ucap Mikha tampak hancur...


Martin mengepalkan tangannya tidak terima..kini tak ada alasan lagi untuk menyerah...Mikha adalah milikknya..mereka saling mencintai dan bisa punya anak dan tak ada yang bisa memisahkan mereka. soal Ana..ia bisa menceraikanny saat ini juga..ia yakin Ana juga akan senang mendengar berita ini...


Dengan langkah lebar ia mendekati Mikha dengan satu tekad dan senyuman yang terukir di wajahnya...hingga Mikha membeku...apa arti tatapan Martin kepadanya...?


Martin memegang bahu wanita yang ia cintai itu dan tersenyum.....


"Apa kau masih mencintaiku dan percaya kepadaku."??


"Martin....."


"Jawab saja....ya atau tidak..."

__ADS_1


"Ini begitu mendadak....aku..."


"Baiklah..aku tau, kau masih bingung dengan perasaanmu aku mengerti...tapi apa kau percaya kepadaku."? ucap Martin penuh harap....


"Yah...." jawab Mikha dengan cepat...


"Bagus...Mikha...aku ingin kau tau jika aku menerimamu dengan anak itu....kau tau kalau aku mencintaimu..aku akan menceraikan Ana saat ini juga..kita bisa menikah..."


"Apa.."? seru Mikha terkejut..tidak ia tak ingin menjadi penghancur pernikahan orang lain....


"Kau tenang saja...Ana juga tak ingin pernikahan ini...dia punya seseorang yang mencintai dan di cintainya....ia akan lebih senang jika kami bercerai secepat mungkin..." Martin mencoba meyakinkan....


"Martin....." suara Mikha terputus.....


Martin terlalu senang hingga memeluk tubuh Mikha hingga tenggelam di dalam pelukannya, airmatanya menetes..sudah lama ia merindukan pelukan wanita yang ia cintai ini...sudah lama sekali......


"Kau tau Mikha...rasanya aku tidak menginginkan apa-apa lagi.....selain kau sayang.." bisik Martin semakin mempererat pelukannya.


Mika memejamkan matanya yah....tak bisa ia sangkal jika ia juga menginginkan pelukan Martin..pria yang selalu ada untuknya dan tak pernah meninggalkan dirinya.....yah..Mikha sungguh bahagia....tak ada kebohongan antara mereka selain cinta yang suci..bisakah ia berharap bisa melepaskan diri kali ini dari seorang Derrell..? yah...walau rasanya tidak mungkin tapi bukankah mereka bisa mencoba....? tak ada yang tersakiti dari cinta mereka..bahkan Ana......ia juga yakin kalah Martin akan mencintai anakknya dan Derrell..ia bahkan yakin walau matanya terpejam.....


Pelukan itu terlepas....Martin memperbaiki anak rambut Mikha yang terlepas....seraya mengusap sisa airmatanya....


"Bagaimana kalau sekarang kau ikut aku kerumahku sekarang...kita akan menjelaskan semua pada Ana......aku yakin dia akan senang...dan menyetujui perceraian kami." Martin sudah tak sabar lagi..meraih Mikha bersamanya....


Mikha tak punya pilihan selain Martin...ia sudah kehilangan kepercayaan pada Derrell, dan tak akan pernah memberikan hatinya lagi pada pria itu...tidak, hanya tersisa kebencian yang mengakar di dadanya.....


Mikha menurut ketika Martin menggenggam jemarinya membawanya pergi menuju mobil.......


Keduanya saling melemparkan senyuman.......hingga senyuman itu pudar menyadari ada banyak mobil yang mendekat, hingga Mikha membeku...dengan wajah yang pucat...


Sementara Martin tampak sangat siap dengan kedatangan Derrell yah ia sangat yakin itu Derrell siapa lagi yang mampu datang dengan kekuatan yang tak sedikit.....


Martin sama sekali tak melepaskan genggaman tangannya pada Mikha, ia menatap tajam ke arah Limosin hitam yang berhenti didepannya.....


Saat itu juga seorang pengawal membuka pintu dan tampak seorang pria tampan dengan tatapan tajam turun dari mobil,sinar matanya begitu dingin menatap keduanya, ada pistol kecil di tangannya.....

__ADS_1


Derrell siap membunuh......ia menatap ke arah Martin dengan senyuman kejam,beberapa detik kemudian pistol itu di arahkan tepat di tangan Martin dan...


"Doooorrrrrr............"


__ADS_2