
Kevin akhirnya sudah bisa kembali pulih dan kembali kerumah, suasana rumah yang tadinya suram kini kembali ceria, ia sudah pulih sepenuhnya dan bersiap kembali ke sekolah..Kevala siap mendampingi sang kakak dengan sabar, kedekatan kedua saudara kembar itu kembali dekat dan semakin tak terpisahkan,
Keadaan kembali normal, Dion dan Damian sudah mulai kembali tenggelam dalam kesibukan masing-masing, apalagi Dion sedang mempersiapkan kegiatan lintas alam 2 minggu lagi, sementara Damian...ia sedang menjalin kerjasama dengan Riko untuk membangun sebuah mall yang ada di pinggiran kota, tempat strategis dan akan menjadi pusat perbelanjaan terbesar yang pernah ada..
Riko dan Damian hampir setiap hari bertemu, bahkan Riko sudah mulai berani datang kerumah Damian dan Mikha hanya untuk bertamu biasa, namun tidak sekalipun Riko membawa istrinya Stela..ia selalu datang sendirian...
Awalnya MIkha tak terlalu mempersoalkan tentang kedatangan Riko..namun lama kelamaan Riko semakin intens untuk ke rumah dengan berbagai alasan, kadang ia bisa datang ketika rumah sedang sepi dan tidak ada satupun anaknya yang berada dirumah..Riko datang membawa sikap yang terlalu manis dan itu membuat Mikha cemas dan tidak nyaman...
Namun setiap kali, ia ingin protes tentang Riko, Damian entah mengapa selalu membela Riko dan berkata ia terlalu curiga.
Seperti hari ini Mikha sudah tak sanggup lagi menahan emosinya dan langsung protes pada Damian, sungguh tak masuk akal sikap Damian akhir-akhir ini dan membuat mereka akan terlibat pertengkaran kecil karna Riko..
''Sayang...sudahlah, jangan mulai lagi..kau tau aku sedang lelah karna proyekku kali ini.''? Damian mencoba membujuk..
Damian bersedekap di meja makan, seperti malam ini..semua anak-anak sudah di kamar masing-masing dan hanya mereka berdua yang masih tertahan disana.
''Tapi aku keberatan jika hampir setiap hari dia selalu datang Damian, aku tidak nyaman jika dia datang ketika, kau tidak ada...aku sedang sendiri dan anak-anak juga tak ada dirumah..''keluh Mikha keras..
''Mikha..bukankah kau terlalu berlebihan..bukankah Riko adalah adik iparmu...mengapa kau malah mencurigainya,..apa yang terjadi kepadamu sayang.''
''Seharusnya aku yang bertanya padamu Damian, apa yang membuatmu berubah dan cenderung membelanya..mengapa kita selalu bertengkar karna dia, aku sangat lelah.''ucap Mikha tajam..
Damian mendekat,
''Mikha...Riko tak mungkin mengganggumu...dia sangat menghirmatimu Mikha..dia baik dan bertanggung jawab, buktinya dia setia walau adikmu sakit-sakitan, padahal dia bis meninggalkan Stela yang punya sederet skandal mengerikan..''
Mikha mengerang marah...
''Kau tidak pernah tau tentang rumah tangga mereka Damian, bukan hakkmu berkata seperti itu tentang kakakku.'
''Ow...lihatlah betapa darah begitu kental, kau membela Stela yang adalah saudaramu dan membenci Riko karna dia hanyalah iparmu, kau selalu mencurigainya seolah dia jahat padahal kau..menutup mata atas segala sikap adikmu di masa lalu yang kelam....'' ucap Damian penuh arti..
''Jangan mengungkit tentang kematian Celine lagi Damian...kau tau Stela sudah berubah dan mengenai perkelahian di club bukan sepenuhnya salah kakakku.'' tunjuk Mikha tak terima...
Damian mengenang masa lalu, amarahnya bangkit....dan menguasainya, ia masih teringat ketika tubuh kaku Celine ketika di nyatakan meninggal, memang Celine adalah penggila pesta dan hampir setiap minggu harus ke club namun bukan berarti istrinya wanita nakal...
''Mikha...jangan memancing amarahku, kau tau aku mencintai dan menghormatimu.''??ucap Damian mencoba bersabar...
__ADS_1
''Jika kau benar mencintaiku, setidaknya kau mendengar masukanku tentang Riko.....tatap Mikha tajam...jika kau mencintaiku kita tidak saling menyakiti lewat orang yang kita cintai,.....Celine, dia dan Stela punya cerita sendiri aku tidak suka kau mengungkit kakakku...''??
''Kau yang memulainya Mikha..''
''Oyah...aku yang memulainya yah....''
''Kau pikir Riko akan bertindak sekeji itu kepadamu, kau pikir semua pria yang datang akan tergila-gila padamu yah.'' Damian menatap tajam...
Mikha menghela nafas.......hatinya sungguh sakit sekali dengan perkataan Damian...
''Apa maksudmu..''??
''Riko bukanlah seorang Derrell Russ yang mencoba merebutmu dariku, dia pria yang baik dan kami sedang dalam proyek besar..tidakkah kau mendukungku..''??
''Tidakk...''ucap Mikha menggelengkan kepala..
Damian terbakar amarah, ia mendekati Mikha dan mencengkram lengannya dengan kuat...
''Jadi selama ini..kau tidak pernah mendukungku, apakah kau mau bilang bahwa aku..tidak ada di hatimu..''??
''Lepas Damian..tanganku sakit..''jerit Mikha meronta..
Mikha meneteskan airmata...
''Setidaknya...Derrell tidak pernah melukaiku, setidaknya..Derrell lebih mendengarkan aku..dan akan berkata tidak jika aku tidak menyukainya...''lantang Mikha..
''Apa.......''? Damian sangat terkejut dan menjadi penuh kebencian..ia menatap Mikha dan semakin mempererat cengkramannya, hingga lengan Mikha memerah...
''Katakan sekali lagi Mikha...kau....menghianatiklu.''??
''Damian...''
''Katakan.......''bentak Damian keras...
Mikha sekuat tenaga meronta namun terlalu kuat pegangan Damian ia menatap Damian dengan tajam. airmata Mikha menetes..
''Kau berubah Damian...kau menjadi buta dan tak tau siapa yang benar dan salah, lalu kau menyalahkan oranglain karna ketidak mampuanmu mengenali musuh sebenarnya..''
__ADS_1
Habis sudah kesabaran Damian, sekuat tenaga, ia menampar wajah Mikha hingga wanita itu terlempar ke belakang dan membentur sofa...Mikha mengeraskan pegangannya, rasanya sakit di hati dan wajahnya sama besarnya..
Darah menetes di sudut bibirnya hingga ia meringis....
''Mikha...'' jerit Damian seolah tersadar dengan tindakannya,
Pada saat yang sama Dion muncul dan segera mendorong tubuh Damian menjauh...keduanya bertatapan tajam..
''Apa yang ayah lakukan pada ibu..''? geram Dion mengepalkan tangannya..
Damian sungguh terkejut mendapat tatapan membunuh dari sang putra...apa yang telah ia lakukan ini Damian sungguh membeku, begitu sulit mendapat kepercayaan Dion dan saat ini..kepercayaan itu bagai cermin yang telah pecah...
Harapan Damian seolah lenyap seiring tatapan membunuh dari sang putra..
''Dion.....ayah....''
''Kau memukulnya ayah....kau memukul ibuku...'' jerit Dion hampir mengangkat tangannya ke udara..
Namun suara Mikha menahannya..
''Dion..tidak..jangan lakukan itu..''jerit Mikha mengangkat muka...
Dan saat itu juga sudut bibir Mikha yang berdarah terlihat jelas di mata Damian dan Dion...
Damian rasanya berhenti bernafas, seluruh tubuhnya gemetar dan mengutuk tidnakan bodohnya tadi..
Sedangkan Dion menatap Mikha dengan mata berkaca-kaca...menurunkan tangannya dan mendekati ang ibu yang terluka...
''Ibu...'' jerit Dion tidak terima....
''Ibu tidak apa-apa Dion.'' Mikha mencoba tersenyum.
Membiarkan Dion memapah tubuhnya berdiri..ia menatap Damian....dengan sorot mata pasrah.....Damian mencoba mendekat...ia sungguh menyesal...
''Mikha..maafkan...''
''Jangan pernah mendekati ibuku..karna kau sama sekali tidak pantas..''ucap Dion dengan penuh dendam.....
__ADS_1
Damian mengusap wajahnya dengan frustasi.......