
Pagi yang mencekam pagi itu..Kiara terbangun dengan wajahnya yang beku...ia menatap tubuhnya sendiri di dalam selimut dan tidak berhenti menangisi hidupnya,...semalam Axel melakukannya...Axel berhasil mengambil apa yang paling berharga darinya dan Kiara tak pernah bisa berhenti menyesali itu semua..ia mengharapkan jika ia bisa menyerahkannya pada pria yang ia cintai namun ternyata harapannya jauh dari kenyataan...
Axel keluar dari ruang ganti dan menatap Kiara yang sedang meratap lalu ia mendekatinya dan duduk di samping ranjang...jemarinya naik dan mengusap airmata di wajah istrinya....
"Aku lapar..bisakah kau menemaniku makan.."?
Kiara memalingkan wajahnya...tak perduli...namun Axel tidak menyerah menarik selimut yang membungkus tubuh polos istrinya untuk berpindah tempat di pangkuannya...
Axel mengecup pundak istrinya dan menyandarkan wajahnya disana....
"Apa yang kau ratapi..."?
"Kau berbohong....kau bilang tak akan memaksaku...kau juga bilang kau...tidak akan pernah menyukai tubuhku mengapa malah kau bercinta denganku...aku kesal sekali..." tangisan Kiara kembali terdengar pilu hingga Axel terkekeh dan Kiara kembali merasa tersinggung...
"Mengapa kau tertawa..."?
"Maaf sayang....tapi....kau tau jika semalam aku sedang menginginkannya...dan aku pikir inilah saatnya kita melakukan itu semua walau aku menyesal karna harus memaksamu..."
Kiara terdiam.....ketika hatinya merasa hangat...
"Bagaimana perjanjiannya Axel..."?
Axel menatap Kiara....
"Perjanjian.."?
"Yah..."
"Hmmm....bagaimana jika kau membersihkan dirimu lalu kau menemaniku sarapan.hari ini aku akan membawamu ke suatu tempat,.."
Kiara mengerutkan kening......
"Kemana..."?
"Ke suatu tempat yang kau akan suka..sebagai permintaan maafku bagaimana...aku juga ingin kita bicara tentang perjanjian dan pernikahan kita."
"Pernikahan kita...."? ulang Kiara mengerutkan dahi....
"Yah...,pernikahan kita.."ucap Axel mengiyakan...
Kiara mengangguk...dan berpikir...apa yang akan di katakan Axel? apakah dia akan melepaskan Kiara sekarang....?
ππππ
Disebuah pantai yang sepi dan intim yang telah di sulap menjadi tempat makan malam yang indah dihiasi lampu-lampu pantai....disana sudah ada pelayan yang menunduk hormat kepada mereka...
Axel membimbing jemari Kiara untuk mendekati pantai itu, Kiara tersenyum dan terpukau dengan pemandangan di hadapannya...airmatanya menetes...
"Cantik Sekali..."bisiknya pelan..
"Yah....aku mempersiapkan ini dengan cepat kuharap kau menyukainya..."
Kiara menoleh curiga....namun menyimpan dalam-dalam semua dipikirannya...
__ADS_1
Mereka pun duduk dan beberapa pelayan datang silih berganti untuk menghidangkan aneka makanan mewah...Kiara tak berhenti menatap sosok Axel yang sangat tamapn sekaligus misterius...
"Makanannya enak.."?
"Yah...ini enak....hm...Axel..ayo katakan apa yang harus kau katakan padaku...aku ingin tau."?
Axel tersenyum lalu mengambil seseuatu di balik saku jasnya dan memperlihatkan sebuah kotak cincin kepada Kiara...
pria itu lalu membukanya dan memperlihatkan sebuah cincin berlian mungil yang sangat indah....lebihnindah denban cincin pernikahan mereka.....
"Apa ini..."?ucap Kiara mengerutkan keningnya....
Axel berdiri dan mendekati Kiara dan membimbing wanita itu agar berdiri bersamanya...keduanya saling menatap......
"Aku tau jika apapun ysng aku katakan kau tidka akan percaya Kiara...tapi aku ingin kau tau jika aku...menginginkan pernikahan ini selamanya denganmu......"
Kiara melebarkan matanya dengan tatapan tidak percaya..
"Kau........."?
"Aku ingin kau menjadi satu-satunya istriku..dan aku rasa aku mulai menyukaimu..."ucap Axel dengan senyuman yang mengembang di bibirnya..
Kiara kehilangan kata...bingung harus menjawab apa..semua ini terlalu mendadak untuknya dan Kiara sungguh terkejut dengan pernyataan perasaan Axel...
"Aaku..tidak mengerti mengapa kau menyukaiku apa sebabnya dan...mengapa kau tiba-tiba berubah...kau semakin membuatku takut saja..." suara Kiara terputus...
Namun ia tertegun ketika Axel memakaikan cincin di jemarinya, mengecup pungung tangannya dan...menarik tubuhnya mendekat.....mata mereka bertemu dengan kegugupan yang kntara..
Kiara membeku..ia Kehilangan kata......
Namun ketika bibir Axel mendarat mulus di bibirnya Kiara mematung dan secara reflex memejamkan matanya....
menikmati ketika bibir mereka saling menyukai dan ingin bertemu dan bertemu lagi.....
Kiara merasa berdebar-debar dan ini pertama kalinya ia rasakan...ia menoleh ke arah Axel yang tersenyum padanya...
"Apakah....kau menerimaku Istriku.."? wajah Axel terlihat tak sabar...
"Aku..pikir kau tidak buruk untuk keturunanku selanjutnya...kau menjengkelkan tapi tampan...jadi...aku menerimamu Axel.."
Axel tersenyum dengan gemas karna Kiara menjawabnya masih dengan ketus...Kiara tersenyum...lalu menatap suaminya.....
"Apakah itu berarti kau membebaskanku bertemu Kay lagi...?kita kan sudah menjadi suami istri yang sebenarnya.."
Wajah Axel berubah memerah....
"Tidak...aku akan membunuhnya jika kau masih nekat..."
"Baiklah...kau sangat jahat Axel."
"Aku hanya ingin menjaga keluargaku Kiara..aku pernah kehilangan orang yang aku cintai karna kepercayaan..dan aku tak akan pernah melakukan kesalahan lagi..."ucap Axel dengan tatapan serius...
Kiara membeku..mendengar perkataan Axel yang menyejukan...haruskah ia percaya...?tapi mereka sudah menikah sekarang dan Kiara memutuskan akan mempercayai Axel...dan mengenai Kay...dia berpikir untuk menjauh darinya sekarang....
__ADS_1
ππ
Kay menatap ke arah jamnya dan mengerutkan dahi...tidak biasanya Kiara terlambat datang ke kegiatan mereka...biasanya Kiara datang lebih awal..ponselnya juga tidak aktif hingga menimbulkan kecurigaan di hati Kay...apakah Kiara silarang suaminya...pria itu mengepalkan tangannya dengan kuat,...
Tidak...Kay tidak rela jika harus melepaskan Kiara...sudah lama ia memimpikan hari dimana ia dan Kiara hidup bersama dan tidak akan terpisah. Kay akan menghancurkan penghalang yang ada di hadapannya...
Pria itu tersenyum sembari meraih sebuah alat suntik yang telah berisi cairan berwarn biru kemudian memasukannya ke dalam saku jassnya...
ππ
Kiara hanya mengangguk ketika Axel mulai memberi ultimatum kepadanya..
"Aku akan menjemputmu setelah makan siang, kita akan pulang bersama dan jangan pernah pergi dengan siapapun juga Kiara..."
"Tenang saja Axel,..aku bahkan sudah mengulangi ucapanmu 10 kapi dalam kepalaku.."
Axel tersenyum dan memegang pundak Kiara,..untuk pertama kalinya ia bahagia merasakan perasaan normal pada Kiara...
"Bagus...jangan matikan ponselmu.."
"Yah..aku harus pergi Axel...."
Axel mengangguk lalu menunduk melum** bibir Kiara yang ranum dan melepasnya....keduanya saling melempar senyum salah tingkah...
Lalu Axel membiarkan Kiara masuk ke dalam gedung pertemuan yayasan sosialnya dan meraih ponselnya...ia segera menelfon Marco....
"Aku mau kau mulai berjaga karna aku yakin...dia akan memulainya sekarang....aku tak akan mengampuninya Marco.."ucap Axel dengan tegas...
Setelah selesai pertemuan Kiara keluar dari gedung namun langkahnya terhenti melihat sosok Kay tersenyum kepadanya...Kiara melirik ke kiri dan ke kanan...lalu mendekati Kay...
"Kay...."? desah Kiara tersenyum..
"Kau jahat sekali padaku Kiara..."
"Mengapa kau...berkata seperti itu.."?
"Kau tau jika aku merindukanmu..."? ucap Kay tajam...
Kiara memejamkan matanya memohon maaf....
"Aku minga maaf Kay..."
"Bagaimana jika kau mentraktirku makan..setelah itu kau akan mendapat maafku..."
"Tapi.....aku sudah janji...."
"Baiklah..maafkan aku Kiara....aku lupa statusmu sekarang...suamimu pasti melarang bukan..."?
Kiara terdiam...dan kenyataan itu semakin membuat Kay marah.....pria itu memalikan tubuhnya hendak pergi namun Kiara menahan lengannya.....
"Kay....tunggu...."
Kay tersenyum dengan misterius...........
__ADS_1