Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2
Malam pertama


__ADS_3

Ana akhirnya keluar dari mobil sembari menyeret gaun berat itu bersamanya, malam yang sepi dan dingin itulah yang di rasakan Anastasia, menatap sebentar ke arah rumah besar sebelum masuk Ana hanya menghela nafas, rumah yang sangat besar, bahkan dalam mimpipun Ana tak berani membayangkan bisa masuk ke dalam rumah besar itu atau tidak,


Mungkin rumah ini sebenranya disiapkan Martin untuk Mikha dengannya, yah...itu pasti,


"Nyonya....silahkan masuk, tuan sedang menunggu nyonya di atas.." seorang yang entah dari mana tiba-tiba sudah bicara padanya dengan sangat sopan, seorang pelayan perempuan berusia sekitar 50an,


Ana mengangguk...


"Siapa namamu."?


"Berta...nyonya bisa memanggilku Berta saja.."


"Bagaimana kalau bibi Berta."


"Baiklah..terserah nyonya saja."


"Bisakah kau membantuku melangkah..gaun ini berat sekali.." ucap Ana yang tampak kesulitan...


"Baik nyonya, saya akan membantu nyonya.."


Pelayan itu mengangguk dengan patuh. lalu membantu mengangkat bagian belakang gaun yang tampak berat hingga Ana bisa melangkah lebih leluasa, setelah melalui perjalanan panjang akhirnya mereka sampai di lantai atas tepat di kamar pengantin yang telah di hias.


Berta menurunkan gaunnya dan menunduk ke arah Ana...


"Nyonya...silahkan masuk, tuan sudah menunggu anda di dalam..."


"Baiklah terimakasih bibi Berta kau boleh istirahat sekarang."


"Terimkasih nyonya."


Ana masih menatap pelayan itu pergi dengan kerutan di dahinya, mengapa ia merasa aneh di panggil nyonya..dalam sekejap ia yang seorang gadis miskin berubah menjadi sang nyonya yang kaya raya...haruskah dia senang..???


Tidak....ini semua seperti beban baginya....semua kemegahan ini akan lenyap dalam setahun akan pergi bersama Martin, lama Ana masih berdiri di situ dengan pikirannya hingga pintu kamar terbuka tampak Martin menatapnya tajam.....


"Mengapa kau berdiri di situ seperti gadis bodoh..''? ucap Martin dengan senyuman sinis...

__ADS_1


Ana sungguh terkejut hingga ia menatap Martin.....


"Maafkan aku..." ucapnya dengan gugup lalu kembali menatap gaunnya,


Martin tau arti tatapan Ana pada gaunnya lalu melangkah mendekat dan mengangkat gaun itu, keduanya bertatapan....


"Cepatlah masuk, karna aku sudah lelah.." ucap Mrtin dengan dingin.


Ana mengangguk dengan cepat lalu melangkah menuju kamar, sesampainya di kamar ia masih menemui kesulitan untuk membuka gaunnya yang kaku, gaun pengantin itu menggunakan kancing di bagian belakang, dan untuk membukanya tentu perlu bantuan orang lain, Ana melirik ragu pada Martin yang sudah berbaring sambil memainkan ponselnya...mau tidak mau Ana harus meminta bantuan kalau tidak ia akan semakin tersiksa...


"Aku mohon...bisakah kau tolong aku..''? bisik Ana meminta....


Martin meliriknya dengan malas, ia lalu bangkit berdiri dan mendekati Ana dengan tatapan jijik, meraih lengan gadis itu dan tersenyum sinis...


''Apa kau sengaja ingin mengodaku agar aku menyentuhmu, kau gadis yang sangat pintar..''


''Aku tidak......''


"Gadis sepertimu sudah banyak bertebaran dimana-mana, bahkan mungkin tubuhmu sudah di jamah banyak pria...aku berkata benar bukan...."


"Apa kau sedang menghinaku sekarang, yah...apakah karna aku orang miskin lalu kau dengan mudahnya menjatuhkan vonis bersalah padaku...'' jerit Ana merasa nyeri...


''Apa kau lupa tentang pulang pagi bersama pria itu yang akan menebusmu....aku tak tau bagaimana kau memuaskannya Anastasia tapi jika kita melakukannya..mungkin aku harus dalam pengaruh minuman agar aku tak sadar...seperti aku tidur dengan para wanita malam yang lain.....''


"Paackkk"


Sebuah tamparan keras menghantam wajah Martin hingga pria itu membeku..keduanya bertatapan tajam......


"Aku pikir kau pria yang baik Martin, tapi apa yang aku liat ini, kau hanyalah seorang pria yang menyedihkan...kau pikir aku sudi di sentuh olehmu yah...'' jerit Ana menangis.....


Martin murka dengan tamparan gadis ini sekaligus perlawanan yang dia berikan, baginya Ana adalah seorang budak yang telah ia bayar dengan harga yang mahal dan sudah lunas hingga Ana harus tunduk kepadanya tanpa perlawanan..


Pria yang sudah terbakar amarah itu mendekat dan meraih Ana dengan satu tangan, matanya bersinar tajam.....


''Beraninya kau mengataiku dan mengarahkan tanganmu kepadaku Anastasia....tak taukah kau jika kau hanyalah budakku yang telah aku bayar dengan mahal dan sudah lunas....''

__ADS_1


Ana terdiam dan hanya menangis, ia sungguh ketakutan, keberanian yang tadi berkobar di dadanya langsung menguap dengan begitu saja,


"Baiklah...aku tak perlu minum yang banyak untuk menyentuhmu bukan, kau hanyalah budakku dan seorang budak harus menerima dengan sabar apa yang dberikan tuannya......"


Ana menggeleng sungguh ketakutan, gaun beratnya yang belum terlepas semakin membuatnya terhimpit dengan kuat, hingga Martin menariknya mendekat Ana sama sekali tak berdaya..


'' Aku mohon padamu maafkan aku....aku takut sekali, ini pertama kalinya bagiku...''


''Ku membuatku tertawa..ini pertama kali bagimu, apa kau sedang bercanda..denganku.''?desis Martin dengan pandangan merendahkan....


Martin menarik tubuh wanita itu mendekat dan melepaskan gaunnya secara kasar hingga dengan sekali hentakan gaun itu terlepas dan menampakan tubuh indah Anastasia yang membuatnya terbakar...


Martin kemudian mendorong tubuh Ana ke ranjang sekaligus membuka jas berikut kemejanya, ia terlihat marah.....


Sedangkan Ana...ia merasa sungguh ketakutan bahkan gemetar, menyisakan pakaian dalam, Ana bergerak mencoba menjauh, ia menyesal karna menampar Martin dan membuat pria ini marah...


''Aku mohon..maafkan aku.....aku tidak siap, aku mohon...'' tangis Ana mengatupkan kedua tangannya pada Martin yang terlihat nekat..


''Kau sudah aku beli Ana, dan tugasmu melayaniku selama kita menikah dan kau harus melahirkan anak untukku lalu...aku akan mengembalikan kau kemana kau harus berada,.....bukankah aku baik..''


''Tidak...'' Ana menggeleng masih memohon....


Martin tersenyum..menaiki ranjang dengan seringai tajam..........


''Bukankah kau sudah biasa melakukannya, jangan bertindak seolah kau seorang gadis suci...cih..aku sangat benci gadis pembohong......''


''Martin.........aku mohon...''


Ana semakin histeris ketika Martin dengan mudah menindih tubuhnya dan melum** bibirnya dengan kasar, Ana meronta walau ia merasakan itu sia-sia saja..tubuh Martin yang tinggi membuatnya semakin tak berdaya di bawahnya,


Dalam sekejap pakaiannya terhempas ke lantai, menyisakan tubuh polosnya di bawah rengkuhan Matin....pria itu terus mencumbunya dengan kasar, dan meninggalkan jejak mengerikan di tubuhnya, dengan kuat Martin menempatkan tubuhnya di antara tubuh Ana dari tas hingga Ana menjerit pilu,tubuhnya kesakitan oleh sentuhan kasar Martin yang baru pertama ia alami....


Martin memandangnya dari atas, merasa puas ketika dengan mudah melampiaskan hasratnya dengan mudah, ia memejamkan matanya sesaat...Mikha....ia mulai memanggil bayangan Mikha agar membungkus Ana.....Martin tersenyum ketika ia seperti bisa melihat Mikha tersenyum dalam waujud Ana kepadanya......


''Mikha sayang....aku merindukanmu...'' usai berkata Martin menghentak tubuhnya dalam-dalam hingga menerobos kesucian Ana hingga gadis itu menjerit kesakitan.......

__ADS_1


''Arrrrrrggggghhhhh....'' jerit Ana dengan histeris....


__ADS_2