
Sania keluar dari rumahnya dengan senyum lebar, hari ini papa Derrell dan ibu memberinya kartu emas untuk di gunakan sesukanya, itu berarti ia boleh menggunakannya dengan sesuka hatinya..
Sania menuju mobilnya dan melaju menuju sebuah pusat perbelanjaan terdekat......ia ingin belaja sepuasnya seperti dahulu...Sania merasa masa keemasannya telah tiba...meski ia belum mendapat kuasa untuk mengurus warisan sang mama namun bukan berarti akhir dunia bukan...? Sania bisa bersenang-senang tanpa takut kehabisan uang....
Sania sampai di parkiran Mall dan turun dari sana...memakai rok jeans pendek dan tshit pink yang ketat,di lengkapi sneakers keluaran terbaru..rambut panjangnya di kuncir ke atas...ia terlihat sempurna....
Meraih tas tangannya Sania terlihat percaya diri menelusuri lorong-lorong toko yang menjual segala perlengkapan mulai dari baju, tas, perhiasan....Sania tentu tidak menyia-nyiakan waktu untuk menghabiskan banyak uangnya.....
Sania baru saja ingin melohat tas, kemudian pandangan matanya menangkap sosok Alexa bersama seorang pria asing yang sedang berjalan bersama..mereka sesekali tertawa, dan tatapan pria itu terlihat jatuh cinta....
Ini saatnya ia memberi kejutan.....
Sania meraih ponselnya dan mulai mengintai kebersamaan Alexa dan Mark dari jarak yang tidak terlalu jauh....tak lupa juga Sania menyewa seseorang untuk membuat insiden kecil yang membuat Alexa terlihat di peluk oleh pria tampan di sampingnya....
Sania siap dengan ponselnya dan mengambil gambar,dan sesaat kemudian....
hal yang ia tunggu terjadi juga....pria suruhannya menubruk baru Alexa hingga mau tak mau Alexa jatuh ke pelukan Mark.....
Ceklekk....
"Yah..ini hari keberuntunganku...yey..." Sania melompat senang....
Dengan cepat ia mengirim gambar itu ke ponsel milik Dion dan tersenyum menang....
"Selanjutnya Kak Dion akan marah...dan melupakanmu Alexa......" desis Sania tajam....
Gadis itu segera menjauhi tempat itu agar tidak ketahuan,ia sudah tak sabar melihat reaksi Dion....dan menunggu Dion marah dan mencampakan Alexa...selanjutnya Dion tak punya pilihan untuk menolaknya..pada saat yang tepat Sania akan menjebak Dion....mereka tidur bersama dan menikah...
Sania....melangkah menjauh dan melanjutkan hasrat belanja..ketika ponselnya berdering keras...ada nomor baru yang tidak di kenalnya...
Sania mendekati sebuah bangku di area mall itu dan duduk disana..ia penasaran, siapa yang menelfonnya...?
Sania : Halo...siapa ini....?
Penelfon gelap : Kau...sudah melupakan aku Sania....?
Sania berkaca-kaca sebentar....ketika suara itu terasa tidak asing, bagai mimpi buruk yang mendatanginya setiap malam...jemari Sania bergetar lemah....
Sania : Ka..kau.......darimana kau tau nomor ponselku...?
Penelfon gelap : Aku tau semua tentangmu sayangku, semuanya.....aku akan kembali sebentar lagi...pastikan kau siap untukku....hahahahah..."
Sania : Brengsek...aku peingatkan padamu..aku...tidak akan takut padamu...kau....aku akan membunuhmu...
__ADS_1
Penelfon gelap : Sssstt.......yah..kau memang akan membunuhku Saniaku...tapi kau hanya mampu memhunuhku dalam gairahku......aku akan kembali Sania...berhati-hatilah.....
Ponsel itu terputus dan membuat Sania frustasi.....jemarinya mngepal menggenggam ponselnya dengan kuat.....tidak...pria itu lagi...?pria kejam yang telah merenggut kesuciannya dulu..pria yang jahat yang memaksanya untuk menjadi wanitanya.....
Sania menundukan wajahnya dalam-dalam..saat itu usianya 16 tahun dan sedang bertumbuh seperti kelopak mawar yang baru mekar..namun pria itu...datang dan menyakitinya dengan dalam...memaksanya di bawah kendalinya...
Jika mengingat semua itu Sania tertekan..sungguh tertekan....ketakutan mulai menyebar ke seluruh nadinya, pria itu.....darimana ia tau tentang Sania...darimana dia tau tentang kehidupan Sania sekarang....?
Tidak......Sania tidak akan takut lagi...meski pria itu kejam,namun ia akan melawan...yah....melawan.....desah Sania mengusap wajahnya dengan kasar....
Sungguh....mendapat telp dari masa lalunya mampu merubah mood Sania berubah menjadi kesal....yah..ia sangat kesal....karna pria tak tau diri itu masih mengejarnya.....
Sania bangkit dari tempat duduk dan melangkah kelusr....ia harus pergi dari tempat ini dan menengkan dirinya......
ππ
Alexa berpisah dengan Mark di parkiran Mall, setelan Mark memaksa dirinya untuk mengantar....namun Alexa memolihpulang sendiri...
Gadis muda itu masuk ke dalam mobil dan melaju pelan menuju rumahnya...sepanjang jalan ia terlihat lebih santai dan lega...Mark teman bicara yang asyik...dia tampan dan mampu mencairkan suasana dengan semua cerita lucunya...Alexa menyukai sikap Mark yang sopan dan menjaga jarak darinya....tanda ia menghormati Alexa....
Hari sudah sore menjelang malam...tiba-tiba saja xebuah mobil berwarna hitam berhenti di depan mobilnya..dan sosok Dion keluar dari sana dan mendekati mobilnya..
Alexa mengerutkan dahinya...namun ia lalu membuka pintu mobil dengan malas....sementara mobil yang di kendarai Dion pergi begitu saja meninggalkan mereka....
Dion menyeringai....
"Pindahlah ke samping biar aku yang membawa mobil..."
"Untuk apa Dion..."?
"Kita harus bicara..."
"Bicara apalagi Dion...."?
"Bicara yang panjang Alexa, sekarang ikut apa yang aku katakan...." ucap Dion menuntut..
Alexa menganggukan kepala lalu membiarkan Dion masuk kedalam mobil...pria itu terlihat marah....
Dion melajukan mobilnya sedikit cepat dari biasanya mobil itu menuju apartement Dion di tengah kota....
Alexa menatap Dion yang diam saja...
"Apa yang terjadi...mengapa kita pergi ke apartemenmu Dion.."?ucap Alexa tajam....
__ADS_1
"Karna kita harus bicara Alexa..."
"Yah...silahkan saja kita bicara.....kita bisa bicara dimobil.."
Dion menggelengkan kepalanya...ia butuh privasi karna ia tebak pertengkaran mereka akan memakan waktu dan energi....
"Bagaimana berlanjanya hari ini...apakah menyenangkan.."? Dion tersenyum seperti menahan sesuatu..
"Yah..aku mendapatkan barang yang aku inginkan... Mark juga membantuku...dia sangat baik..."
"Wah...wanita sangat egois yah..
"Apa maksudmu...."? lirik Alexa tidak terima...
"Kau...apakah kau...bahagia hari ini..."?
"Dion...."
"Bukankah kau terlihat munafik Alexa...kau tidak adil..."?
Dion memasuki gerbang apartemen...dan mematikan mesin mobil...
"Ayo turun..."
Mau tak mau Alexa turun dari mobil dan melangkah mengikuti Dion di belakangnya, mereka melangkah beriringan menuju apartemen Dion...
Alexa sudah pernah kesini sekali bersama keluarga Dion waktu Dion pindahan kemarin....
Seelah menaiki lift dan menekan angka 50, mereka sampak di apartement Dion.....
Alexa melangkah ke sofa dan duduk disana....ia menatap Dion yang sedang membuka Jas dan melepaskan dasinya...lalu menggulung kemejanya...pria itu menatap Alexa tajam...
"Aku ingin kau jujur kepadaku..mengapa kau marah padaku...apakah ini semua ada hubungannya dengan Sania..."? ucap Dion bersedekap....
Alexa bangkit dari tempat duduk mendekati Dion.....
"Apakah kau membawaku ke sini hanya untuk mendengar semua omong kosongmu..sebaiknya aku pulang....aku tidak perduli tentangmu dan gadis itu..." desis Alexa kesal...
Alexa melangkah cepat menuju pintu namun matanya melebar ketika pintu otomatis terkunci....Dion membalikan tubuhnya menatap wajah Alexa yang sudah pucat....
"Jangan pernah mimpi bisa pergi dariku tanpa penjelasan Alexa...aku tidak akan mengijinkannya..."ucap Dion dengan tatapan dingin...
Alexa menghela nafas...ketakutan mulai merayap naik dan mencengkramnya......
__ADS_1