Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2
Sikap Posesif


__ADS_3

Kevala mengurung diri di kamarnya, ia terus menangis dengan isakan sedih, bagaimana mungkin ibu tidak perduli kepadanya dan malah mempercayai orang lain...bagaimana bisa ibu melakukan itu kepadanya...


Sementara Kevin juga tak ingin percaya kepadanya...bahkan semua orang rumah mendiamkannya, yang membuat Kevala semakin kesal adalah Sania tersenyum puas padanya ketika mereka berpapasan....Kevala mengusap airmatanya, seandainya papa ada disini....


Mengapa papa lama sekali kembali ke rumah dari perjalanan bisnisnya...kak Dion juga sudah berangkat keluar negri bersama kak Alexa untuk kegiatan Lintas alam...hal itu membuat Sania semakin besar kepala dan mempengaruhi ibu...hari demi hari Sania terus berada di sisih ihunya membuat Kevala seperti seorang pendosa yang tak terampuni....rasa sakit di hatinya semakin membuat Kevala semakin merasa tidak di butuhkan di rumah ini......


Gadis itu menundukan wajahnya dalam-dalam dan terus menangisi dirinya.....


πŸ’–πŸ’–


Pesawat mendarat dengan sempurna di bandara sebuah kota kecil di Amerika....udara dingin menyambut mereka ketika melangkah turun dari pesawat...Alexa memakai kacamata hitamnya menyembunyikan mata sembabnya dari tatapan selidik teman-temannya termasuk Dion...berdiri agak jauh di belakang Alexa menghindari kerumunan dan memekuk dirinya sendiri, sedangkan Dion sedang memberi pengarahan di depan...sesekali matanya menatap ke arah Alexa,


Setelah selesai berbicara di depan Dion, melangkah menuju ke arah Alexa dan tersenyum...


"Ayo.,naiklah ke buss, kau kedinginan Alexa... kita akan segera ke penginapan..."ucap Dion lembut...


"Tidak usah bersikap manis padaku Dion,...berhenti melakukannya karna itu akan semakin membuatku muak..."ucap Alexa kemudian melangkah menuju Buss tanpa sedikitpun perduli kepada Dion..pria itu hanya menggelengkan kepalanya pasrah, setidaknya ia merasa tenang karna melihat dan menjaga Alexa dari dekat,...sejak kejadian di apaertemen Dion ingin selalu dekat dengan Alexa.


Dion lalu melangkah dan ikut naik ke atas Buss, ia sudah men seting agar ia dan Alexa bisa duduk bersama. dan pria itu tersenyum membayangkan ia akan duduk bersama Alexa namun...Dion tak menyangka jika Mark sudah duduk di tempatnya....mereka tampak bercanda seakan dunia milik mereka hingga Dion merasa panas...


"Ehm....." Dion berdehem meminta perhatian keduanya...


Mark menoleh dan terkejut.....


"Tuan Dion..."


"Kau duduk di tempatku...apa kau tidak membacanya..."?tatap Dion tajam dan seraya menunjuk nama Direktur di samping kursi...


Mark mengangguk lalu berdiri...

__ADS_1


"Maafkan aku Direktur...Mark kemudian melirik ke arah Alexa dan mengedipkan matanya....Sampai jumpa nanti disana Alexa..."


Dion mengepalkan tangannya kesal apalagi Alexa tersenyum membalas lambaian tangan Mark dengan sengaja...ia pun menutup senyum kala Dion sudah duduk di sampingnya....


Dion melirik sebentar....lalu menyadarkan tubuhnya dan memejamkan mata...


"Jangan bermimpi memiliki masa depan dengannya Alexa, kau harus menghadapiku dulu.."ucap Dion dengan nada santai masih memejamkan matanya...


Alexa menoleh kesal...


"Ada apa denganmu...mengapa kau suka sekali mengangguku....hubunganku dengannya tak ada urusannya denganmu Dion..."cibir Alexa sambil mengunyah camilan..


"Jangan lupa..kalau aku yang pertama...dan aku pastikan tak ada orang lain selain aku sampaj akhirnya..."


"Ckckckck...kau membuatku kesal saja..." desah Alexa mnyampingkan tubuhnya ke arah jendela dan mengepalkan tangannya...


Dion hanya melirik sedikit lalu tersenyum dan kembali memejamkan mata..ini sudah larut malam..perjalanan masih panjang...dan ia butuh tenaga lebih untuk lintas alam ini dan juga tenaga menghadapi Alexa yang selalu mengkonvortasinya..setelah memiliki Alexa...rasanya ia inhin terus dan terus bersamanya, bahkan mungkin Dion ingin menikahi Alexa secepatnya dan menjadi menantu keluarga besar Wins itu...yah....Dion akan mewujudkannya tak lama lagi......


Sania keluar dari rumah ketika hari sudah malam, ia berniat pergi ke club karna sudah lama ia tidak kesana dan menikmati dunia malam, tinggall bersama ibu Mikha berarti ia harus mengubur semua kebiasaan lamanya, berubah total menjadi anak yang polos dan baik dan meninggalkan dunia malam yang selama ini bergitu akrab dengannya..


Memang di rumah itu ia sangat di manjakan dan menjadi kesayangan ibu Mikha, ia menikmati apapun disana dan menjalani pnya dengan bahagia..namun ia tal bisa sepenuh ya meninggalkan club yang menjadi ritualnya setiap malam minggu, dan malam ini ia berhasil meyakinkan ibu kalau ia akan menginap dirumah temannya untuk belajar...dan ibu menginjikan apapun itu tentang sekolah,...


Mobil Sania memarkir di samping club...kakinya sudah sejak tadi tak tahan untuk menari disana...


Oooh...inilah hidup sebenarnya,.....batin Sania dengan senyuman puas,..


Sania kemudian turun dan melangkah menuju club dan tersenyum ketika menemukan beberapa teman lama...mereka saling menyapa dan ia pun lalu masuk ke dalam ruangan yang riuh di isi dengan suara musik yang memekakan telinga, juga desakan para pengunjung yang memuja dunia malam sepertinya...Sania menghampiri meja bartender dan duduk disana, meng*sap rokok di tangannya dan beberapa botol minuman beralkohol...tubuhnya sudah mulai bergoyang mengikuti alunan musik hingga tidak sadar dengan keadaan sekeliling.


Sepasang mata sedari tadi mengawasinya dari pintu masuk, pria berjas hitam dan tatapan yang begitu tajam seakan menusuk.....

__ADS_1


pria itu tersenyum dingin kepada Sania..aura kejam darinya mampu membuat para wanita penggoda hanya menatap dari jauh tanpa mampu mendekat kepadanya....ia tampan namun entah mengapa menatapnya seperti menatap seorang psikopat kejam yang siap membunuh....


Sania sudah merasa mabuk padahal ia hana minum sedikit, namun mengapa malah jadi pusing tidak terkendali..apakah karna ia sudah lama tidak minum....?


Astaga....Sania merasa kepalana terasa pusing, hingga ia tak mampu berdiri lagi...tubuhnya goya dengan pandangan mata yang kabur.....


"Ada apa denganku.."? desahnya memegang kepalanya....


Sania mencoba berdiri namun ia tak mampu mengendalikan tubuhnya dan hampir jatuh namun seseorang menangkap tubuhnya dengan kuat hingga Sania mengerang,.....


Sania menyipitkan matanya melihat sosok yang familiar dan tak asing baginya....ia mencoba mengingwt namun tak bisa....


"Sayangku...kita bertemu lagi...apakah kau tidak merindukan aku..."? desis pria itu di telinga Sania..


Gadis itu begitu terkejut ketika ingatan itu menghantamnya dengan kuat....tubuhnya bahkan gemetar saat ini.....


"Kaa....kau...."? jerit Sania dengan wajah yang pucat....


"Aku sangat merindukan dirimu sayang....bagaimana kalau kita pergi dari tempat ini saja...."kekeh pria itu denan sinar mata berbinar...


Sania menggeleng merasa ngeri....


Tidak..ia tidak akan pernah tergoda lagi, ia tidak akan pernah membiarkan dirinya terjebak lagi....pria ini adalah pria kejam yang telah merenggut kesuciannya dengan cara kejam..tidak lagi....Sania bahkan mengutuk perjumpaan mereka...


"Lepaskan aku....." Sania meronta kuat...


Pria itu tertawa seraya mencengkram kuat lengan Sania.....


"Kau tau benar kalau aku...tidak akan melepasmu...."?

__ADS_1


"Tidaaaakkk......"tangis Sania keras...


__ADS_2