Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2
Kembali Ke Rumah


__ADS_3

Damian tak berhenti memandang Mikha yang sedang memakai pakaiannya kembali, setelah percintaan maraton yang di lakukannya siang ini mereka harus kembali kerumah atau anak-anak akan bertanya-tanya dan menunggu, Mikha menyadari tatapan Damian dan iapun sedikit tersipu malu ditatap sedalam itu, aneh rasanya ketika ia merasa berbunga-bunga di dalam hatinya ketika bersama Damian..


''Jangan menatapku begitu, aku seakan tak bisa bernafas.'' Mikha menoleh ke arah yang lain sehingga Damian tersenyum lalu mendekati Mikha..sembari menarik punggung Mikha mendekat dan tenggelam dalam pelukan posesifnya, Damian mendekatkan wajahnya..


''5 tahun sayang...rasanya seperti 1000 tahun aku tak bertemu denganmu, menyentuhmu dan.....memelukmu.''desah Damian lembut di telinga Mikha hingga wanita itu membeku, ia menatap Damian.....sembari tangannya menyentuh wajah Damian dan membelainya disana...


''Aku juga merindukanmu Damian.''


''Apakah itu berarti kau mencintaiku dan bukan Derrell.''?


Mikha membeku.....ia tak punya jawabannya saat ini, namun bukankah Damian akan kecewa kalau ia menjawab bahwa ia juga perduli pada Derrell...Mikha tersenyum dan mengangguk...


''Tentu saja..aku mencintaimu Derrell.''


''Bagus, aku senang mendengarnya..aku ingin menegaskan bahwa aku...tidak akan pernah membiarkan Derrell terbangun.''


Mikha melonggarkan tenggorokannya..


''Kau dan anak-anakku adalah milikku..hanya milikku.'' Damian kembali melum** bibir Mikha yang masih sangat ia rindukan dan mencecapnya dengan hasrat yang tersisa...


>>>>>>>*****<<<<<<<


Sepanjang jalan keluar dari gedung perusahaan, Damian terus menggandeng tangan istrinya dengan erat hingga para pegawainya hanya menatap penuh rasa bangga sekaligus iri, tak ada yang berubah dari sosok tuan besar mereka, selain tuan Damian terlihat lebih ramah dari biasanya, tidak terlihat aura dingin yang tadi pagi bahkan masih di lihat mereka, jauh di dalam hati... mereka memuji bahwa sang nyonya Mikhayla mampu mengendalikan sang tuan besar....


Sementara di rumah...


Kevin menatap tajam ke arah Kevala mereka siap berperang sore itu.....ruang tamu tampak sepi dan tak ada siapapun selain pelayan yang mengerjakan pekerjaan mereka dalam diam, Dion juga belum kembali......


''Apa lagi sih.''? Kevala masih betah menatap layar ponselnya tak perduli teriakan peringatan dari Kevin.


''Kau merusak tugas ilmiahku Kevala, kau tau besok aku harus menyerahkannya pada guru.''??


Kevala membanting ponselnya dan bersedekap menantang..


''Aku akan mengadukanmu pada papa dan kak Dion, kau berani membentakku..kau berani.'' jerit Kevala tajam..


''Yang salah..tetaplah bersalah Kevala, aku tak perduli aku di hukum papa atau kakak, Kevala....kau tak berhak merusak tugasku.''


''Aku tidak sengaja kok.''


''Kau sengaja..kau kesal padaku karna aku tak mengijinkan kau pergi bersama teman-temanmu ke Mall kan.''


''Diam...kau memang bermulut besar yah.''seru Kevala marah.....


''Sekarang bagaimana dengan tugasku...Kevala.''?


''Kau tinggal buat lagi Kevin, kau kan pintar...apa susahnya sih.'' ucap Kevala tidak perduli..

__ADS_1


''Aku sangat sibuk dengan tugas yang lain, aku tidak sempat membuatnya lagi.''


Kevala tambah kesal lalu bersiap melangkah, namun tangannya di cekal oleh Kevin hingga keduanya saling menatap tajam..


''Kau tidak boleh lari dari kesalahanmu Kevala, kerjakan tugasku..''


''Aku tidak mau..'' jerit Kevala meronta..


''Aku akan dihukum besok jika aku tak mengumpulkan tugas...''


''Tidak mau....itu bukan urusanku Kevin.''


''Astaga...kau ini.''


''Aaaaaaaaaacccchhh........''jerit Kevala dengan begitu keras, hingga suaranya terdengar sampai ke luar halaman, dan tepat saat itu juga Damian dan Mikha sampai..


''Itu suara Kevala menangis..''? ucap Mikha terkejut...


Damian mengerutkan dahi..Kevala, ia sangat merindukan putrinya..dalam hal perasaan, Derrell dan Damian sama-sama mencintai Kevala dengan porsi yang lebih besar dari pada Dion dan Kevin..karna Kevala satu-satunya anak permpuan dalam keluarga, ia cantik dan wajahnya begitu mirip dengan Damian......


''Apa yang terjadi kali ini.''?ucap Damian menatap Mikha..


''Aku yakin putrimu yang memulainya.''ucap Mikha dengan sigap membela Kevin..ia tau jika pasti sepasang anak kembar itu sedang bertengkar....dan seperti biasa Kevala adalah tersangka utamanya.


Damian hanya menghela nafas....5 tahun lalu ia menjadi lemah karna Kevala..kali ini...?


''Ada apa ini.''?


Perhatian Kevala dan Kevin teralihkan,...mereka membeku sesaat menyadari siapa yang datang, tentang papa dan ayah mereka, Mikha sudah menjelaskan secara perlahan dan mereka mulai mengerti....Kevin dan Kevala membeku melihat kedatangan sang ayah...sudah lama sekali mereka tidak bertemu hingga menimbulkan kecanggungan yang aneh...


Tangisan Kevala berhenti, ia mengerutkan dahi sebentar...


''Ayah..'' bisiknya dengan pelan....


''Kau bisa membedakannya Kevala...''desah Damian terharu, ia bahkan hampir meneteskan airmatanya...Kevala menganggukan kepala, dan tersenyum..ia tau tak ada perbedaan, baik papa ataupun ayah....akan tetap membelanya..


''Ayah...'' jerit Kevala berlari untuk menghambur kepelukan Damian dengan erat, menciuminya dengan penuh rasa cinta..


''Ayah.....aku merindukanmu, apakah papa sedang lelah.''?


Damian melirik Mikha yang tersenyum..


''Yah...papa sedang lelah, tidak mengapa kan..kau mencintai ayah juga kan.''?tanya Damian tak sabar..


''Aku mencintai papa dan ayah sama besarnya..tenanglah.''ucap Kevela kembali memeluk tubuh Damian sehingga keduanya tenggelam dalam pelukan dan ciuman rindu, sedangkan Kevin hanya berdiri canggung ia melihat Damian yang juga melirik kepadanya seraya mengedipkan matanya..


''Apa kabar tampanku.''? sapa Damian tersenyum..

__ADS_1


''Baik ayah..aku senang melihatmu.''ucap Kevin lega...setidaknya ayah akan bersikap adil bukan....dan tidak memaksakan kehendak...seperti yang dilakukan papa kepadanya.


Damian menurunkan tubuh Kevala dan berganti untuk memeluk Kevin, ia mendekap putranya yang sudah semakin tinggi dengan erat...5 tahun bukanlah waktu yang sedikit untuknya...ia terlalu rindu..


''Kau sangat tampan.''bisik Damian pelan..


''Aku perpaduan ibu dan ayah...aku bangga.''balas Kevin tersenyum..


''Ayah senang mendengarnya Kevin...oya dimana kakakmu Dion.''?


''Kakak belum pulang.''ucap Kevin..


''Dia tadi mengantarku ke perusahaan..dia bilang ada urusan penting..nanti juga kembali....''ucap Mikha menjelaskan..


Damian hanya menganggukan kepala dengan penuh senyum, ia akan menunggu Dion..sementara itu ia akan menyelesaikan masalah Kevin dan Kevala..


Kevala terus menggandeng lengan sang ayah dengan posesif...hingg Mikha hanya mencibir..Kevala selalu posesif pada Derrell atau Damian..


''Anak-anak..apa yang terjadi tadi, mengapa Kevala menangis.''?tanya Mikha penuh selidik..


''Kevala merusak tugas ilmiahku ibu.''


Kevala terkejut dan langsung memasang wajah memelasnya di pelukan sang ayah..


''Ayah..maafkan aku, aku tidak sengaja tapi Kevin tadi marah dan mencekal tanganku..sakit sekali ayah, karna itu aku berteriak..''isak Kevala mengadu..


Damian tentu aja tidak tega melihat tangisan putrinya, beda dengan MIkha yang sudah membaca sikap licik Kevala..ia tak habis pikir mengapa sikap Kevala semakin tidak terkendali saja,


''Kevala..tidak mungkin Kevin melakukannya..''


''Aku hanya memintanya mengerjakan ulang tugasku yang ia rusak ayah.''


''Tapi aku juga sedang pusing.'' jerit Kevala mulai menangis...


''Ehm..Kevin, jangan memaksa adikmu..kau tinggal mengerjakan ulang tugasmu bukan..''ucap Daman dengan tegas hingga Mikha dan Kevin saling menatap..


Kalau begitu sama saja, baik papa ataupun ayah akan selalu membela Kevala...batin Kevin pasrah...


>>>>>>>>>>***<<<<<<<<<<


Dion turun dari mobilnya hari ini dia sangat kesal, dan ingin menemui sang papa..dia ingin meminta petunjuknya, biasanya jika Dion mengalami jalan buntu..ia cukup bicara dengan papa Derrell dan hatinya akan kembali tenang..


Sampai di pintu Dion membeku melihat sosok sang ayah tersenyum kepadanya seraya mendekat.....haruskah ia senang.'?


''Ayah.''? desahnya dengan tatapan tak terbaca..


''Apa kau merindukan ayah..putraku.''? Damian tersenyum bahagia.......

__ADS_1


__ADS_2