
Tora mendekati gudang dengan tatapan beku...matanya menatap ke segala arah dan menyadari jika situasi aman. tuan Axel memberinyakses untuk menjaga nona Sania dengan taruhan nyawa....
Crreekkk.......
Pintu terbuka sedikit dan Tora melangkah masuk dengan nampan di tangannya, Tora membeku ketika melihat dari jauh sosok Sania terduduk di sudut ruangan dan memeluk tubuhnya sendiri..ia gemetar dan itu terlihat jelas...
Tora melangkah pelan, dan hatinya merasa remuk...yah..melihat keadaan Sania yang memprihatinkan membuat Tora merasa sedih luar biasa....
"Nona...ini makananmu...makanlah atau kau akan sakit.."
Terdengar tangisan pilu yang begitu menyayat hati keluar dari bibir Sania..hingga Tora kehilangan kata...ia kemudian meletakan nampan berisi makanan di atas meja dan duduk bersama dengan Sania yang lebih dahulu duduk di sudut ruangan itu....
"Nona Sania..."
"Maukah kau menolongku...."? Sania mengangkat muka dan menemukan sosok pria muda dengan tatapan teduhnya...ia kembali menangis di depan pria asing yang menatapnya dalam diam....
Tora menunggu sampai Sania selesai menangisi hidupnya, selesai menangisi jalan hidupnya yang kian suram...
"Aku minta maaf...jika membawamu keluar dari sini..itu sama saja bunuh diri....tuan Axel akan....."
Sania menggeleng...sambil meneteskan airmata, ia sudah berpikir berulang kali jika ia tak akan membiarkan Tora dalam bahaya karna dirinya....ia tersenyum...matanya bengkak, di sudut bibirnya ada luka bekas pukulan hingga Sania seakan kebal dengan rasa sakit...
Sania tersenyum.....
"Aku ingin makan sesuatu...bisakah kau mengambilnya untukku di alamat ini.."? ucap Sania memberikan sebuah kertas putih di tangan Tora...
"Apa ini..."?
"Vitamin untukku Tora...aku ingin sekali menjadi kuat.l" desah Sania menatap kosong...
Tora menghela nafas...lalu mengangguk....
"Aku akan membawanya dengan segera...." ucap Tora menurut...
"Bagus...terimakasih Tora.."
"Sekarang...bisakah nona melakukwn sesuatu untukku."?ucap Tora memohon...
Sania tersenyum...
"Melakukan..apa.."? tanya gadis manis itu...
"Aku ingin nona maoan sekarang, jika nona sakit maka tuan Axel akan membunuhku dengan segera..."ucap Tora memohon..
"Baiklah..aku tak ingin menyusahkanmu Tora.."ucap Sania lalu menerima nampan yang di berikan Tora...
Keduanya saling bertatapan.....
__ADS_1
"Darimana asalmu Tora..."?
"Aku dari sebuah kota kecil...jauh dari sini.."ucap Tora menjelaskan...
"Mengapa kau ada disni...maksudku kau bekerja dengan tuwn Axel..."?
Tora tersenyum dengan tatapan menerawang.....
"Aku pergi dari rumah karna rasa bersalah...aku menyebabkan ibuku meninggal...aku sama skali tidak mencoba menjadi anak baik dengan menuruti semua keinginannya..."
Tora menundukan wajahnya dan mulai menangis....airmatanya menetes......penyesalan itu begitu nyata dan menyakiti Tora...hal yang sama dirasakan Sania...masih jelas di ingatannya jika ia menyebabkan rasa sakit wanita yang telah melahirkannya dengan sangat banyak...sikap Sania tak pernah baik dan selalu menentang Stela...di setiap kesempatan...
Sania memejamkan mata ketika airmatanya kembali menetes.....
"Aku rasa....Tuhan begitu mencintai ibu kita....Tuhan mengambil mereka agar anak yang tak tau balasn ini tak bisa menyakiti hati mereka yang tulus..."
Tora menatap ke arah Sania yang menangis.
"Aku senang bicara denganmu Nona...."ucapnya sungguh-sungguh...
"Jangan memanggilku nona...panggil namaku saja..."ucap Sania tersenyum...
ππ
Ketuka sudah tengah malam Tora kembali ke gudang untuk membawa apa yang di pesan oleh Sania....pria itu menatap bungkusan berwarna putih yang telah di buka Sania dengan penuh perhatian...
Sania menatap Tora yang tampak mulai curiga dengan sikapnya...lalu mendekati Sania.....
"Apa kue ini enak..bisakah kah berbagi denganku.."?
"Tidak..." jawab Sania enggan..
"Mengapa..."?
"Masa depanmu masih panjang Tora...sedangkan aku,...aku tak punya kesempatan itu......."Sania tampak frustasi...
"Sania,...apakah kau sedang...."? tebak Tora merasa takut.
"Yah....kau benar...aku ingin secepatnya pergi dari sini..aku ingin pergi...lalu kenapa."? ucap Sania tertawa.....dengan airmata yang tumpah.....
Sania kemudian mendekatkan kue itu kedalam mulutnya namun sesaat kemudian...
Tora menghempaskan potongan kue itu hingga jatuh..mereka saling menatap..
"Apa kau mau mencoba bunuh diri Sania..."?ucap Tora dengan marah....
Sania begiu terkejut dengan reaksi Tora di luar dugaannya, beraninya pria ini meghentikannya..beraninya dia...
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan Sania.."
"Bukankah itu bukan urusanmu.."?jerit Sania histeris..
Tora mengambi bingkisan itu dan meleparnya ke sembarang arah,sedangkan Sania menjerit keras.....
"Aku tak akan membiarkan kau melakukan hal bodoh Sania..."
"Mengapa kau perduli..kau pikir aku senang melakukan ini....aku sangat muak dengan diriku sendiri Tora...hidupku, tubuhku seperti sampah sekarang..."tangis Sania keras....
Tora membeku sesaat.....
"Aku..lebih baikmati sekarang dari pada hidup selamanya seperti ini..."
"Sania...tapi ini bukanlah hal yang pantas di lakukan..."
"Lalu aku harus apa hah...apakah selamanya..aku harus jadi wanita pemuas pria gila itu..."?
Tora berpikir sebentar..lalu menatap Sania...ia menatap Sania yang terlihat begitu manis dan masih sangat muda...ia sudah gila dengan memikirkan semua di kepalanya...
Sania menyadari Tora menjadi bingung sendiri...Sania mendekati Tora dan menyentuh lengan Tora seakan menggantungkan hidup...ia kemudian menarik perhatian pria itu padanya....
"Jika kau tidak ingin aku mati....maka bisakah kau menolongku..? bisakah kau membawaku pergi dari sini..."?
Tora membeku ketila Sanian melum** bibirnya pelan...hingga keduanya saling menatap........
"Sania....."
"Miliki aku dan bawa aku pergi dari sini bagaiamana Tora..."?
"Sania...ini tidak bisa......"
Tora kehilangan kendali ketika Sania lebih dahulu menyerahkan dirinya, Sania akan berbuat apapun untuk merebut kebebasan dan pergi...Tora adalah satu-satunya jalan keluar baginya...dengan membuat Tora terikat padanya maka Tora akan melakukan apapun untuknya..batin Sania...
Sania memejamkan mata ketika Tora menyambutnya..melepaskan semua pakaiannnya dan tubuh mereka bersatu dalam percintaan di gudang tua itu...terdengar nafas memburu yang keluar dari bibir Sania....Tora pria muda yang cukup berpengalaman menyentuhnya dengan ahli.....hampir seluruh tubuh Sania di singgahinya dengan mulutnya......mencecapnya dan mengul**nya dengan hasrat yang menggebu dan membawa Sania ke puncak...
Kini tak ada lagi penghalangnya...Tora akan melakukan apapun demi membebaskan Sania dari pria kaya ini....Tora mengeranb ketika Sania berhasil memuaskan dahaganya..dan ia ingin terus berada di dalam diri Sania....selama mungkin...dan itu artinya mereka harus pergi dari tempat ini...
ππ
Sania tersenyum dengan wajah malu...ketika percintaan mereka selesai....masih saling memeluk,tangan kokoh Tora bahkan masih betah di dada Sania dan bermain disana.....
"Jadi...kau siap pergi Sania..."?bisik Tora mengecup leher Sania dengan suara yang parau...
Sania bergerak ke tubuh Tora dan menatapnya dari atas.....
"Aku akan melakukan apapun...termasuk memuaskanmu sekali lagi..." Sania tersenyum dengan mata berbinar...
__ADS_1