
Mikha menuruni tangga bersama Dion, hari yang cerah dan ia yang sabar untuk mengunjungi sahabatnya, siapa lagi kalau bukan Keyla.
Mikha tergila-gila karna rindu pada 2 bayi kembar Keyla dan Mike hingga ia tak sabar untuk melangkah buru-buru...
"Mau kemana."? ucap Damian yang baru saja selesai menerima telp...ia mendekati Mikha dan Dion yang tampak rapi...
Mikha tersenyum dan membiarkan Dion menggenggam tangannya..
"Kami akan pergi kerumah sahabatku Damian."
"Sahabat....siapa..apakah dia..."
"Dia perempuan, dia istri dari teman satu sekolahku dulu namanya Mike...."
"Mike Sebastian..."?
"Kau mengenalnya.."?
"Tentu..beberapa kali kami bekerja sama..dia pria yang baik." ucap Damian terdengar lebih bersahabat.
Mikha menghela nafas..ia merasa gugup tadi dan tak menyangka bahwa reaksi Damian akan seramah itu, padahal ia sangat cemburu..bagaimana dia bisa punya sikap yang gampang berubah seolah ada lebih dari satu pribadi di dalam dirinya..?
"Ibu bisakah kita berangkat sekarang..."? pinta Dion tak sabar.
"Baiklah sayangku." Mikha menatap Damian....
Pria itu mengerdikan bahunya, "aku akan ikut." ucap Damian meraih jemari istrinya dan membimbingnya ke mobil.
Dion hanya menggelengkan kepalanya, ibu seperti magnet yang mampu merekatkan keduanya...dan tak jarang mereka saling merebut perhatian ibu.
********************************
Mobil milik Damian memasuki halaman luas milik keluarga Mike Sebastian, tampak disana Keyla dan Mike tersenyum bersama ke 2 bayi kembarnya yang sedang di gendong oleh pengasuhnya, Mikha turun dari mobil di ikuti Dion dan Damian yang mengapitnya dengan posesif,
"Keyla..." jerit MIkha senang...langsung memeluk sahabatnya dengan erat....
"Mikha...apa kabar, aku sangat merindukanmu Mikha.." desah Keyla tertawa lebar.
Kedua sahabat itu saling memeluk dengan sedikit lebih lama, sementara Mike menatap ke arah Damian lalu tersenyum, mereka saling mengenal dan hanya mampu diam membiarkan para wanita melepas kerinduan...
"Kenalkan Keyla dan Mike..ini suamiku Damian dan putraku Dion."ucap Mikha menoleh pada Damian dan Dion yang tersenyum..
Mike mengulurkan tangan begitu juga Keyla, saling memperkenalkan diri dengan sopan, Damian dan Dion juga bersikap ramah...
"Bagaimana kalau kita duduk." ajak Keyla dengan senyum yang ramah...
"Baiklah."jawab Mikha setuju..
__ADS_1
Mike menatap Damian,
"Bagaimana kalau aku menawarkanmu kopi di teras samping, biarkan para wanita bergosip..
Damian menatap ke arah Mikha dan kemudian mengangguk,
"Baiklah aku setuju, ia menoleh pada Mikha...sayang aku pergi dulu.."
"Baiklah..."ucap Mikha menurut..
Mereka pun pergi menuju teras samping, kini tinggalah Mika dan Keyla bersama anak-anak....
Mikha duduk dan menggendong salah satu bayi kembar Keyla dengan gemas, namun wajahnya menjadi muram dan sedih...ia menatap Keyla...
"Aku turut berduka atas kepergian Tuan Rusell Wins dan Nyonya Livia juga si kembar Keyla..."bisiknya pelan,
Kematian tuan besar Rusell Wins dan nyonya Livia juga sampai di telinganya, dan ia amat sedih, mereka adalah sepasang suami istri yang menjadi panutan dalam hal cinta...
Siapa yang tak mengenal cinta mereka....
Keyla juga mengalami duka bertubi tubi, ia memiliki bayi kembar 4 namun sayangnya dua bayi kembar yang lain meninggall tak lama setelah dilahirkan menyisakan dua bayi kembar sisanya, Keyla amat terpukul dan sayangnya Mikha tak ada disisihnya untuk menghibur, selain menghindari Martin saat itu dia sudah menikah dengan Derrell.
Keyla mengangguk dengan penuh pengertian...
"Aku sangat kehilangan mereka Mikha, kakek dan nenek sudah tenang disana dan tidak sendiri karna dua cucunya menemni mereka...aku menerima semuanya MIkha....aku kembali bangkit karna masih ada kedua bayi kembarku yang lain yang butuh kasih sayang dan perhatianku.."
"Axel dan Alexa..papa Alex dan papa Wilard yang memberi nama." ucap Keyla tersenyum...
"Wah....mereka sangat cantik dan tampan, lihatlah Dion..cantikk bukan.."? bisik Mikha memperlihatkan Alexa kecil pada putranya....
"Yah...dia sangat cantik ibu..."ucap Dion tersenyum....
"Bagaimana kabar paman Alex dan bibi Angell.."?
Keyla menghela nafas....
"Mereka sedang sibuk mempersiapkan pernikahan Martin 3 hari lagi......" kata-kata Keyla terputus, ia menatap Mikha dengan pandangan bingung...
"Martin...menikah..."? ucap Mikha melonggarkan tenggorokannya..ia tersenyum, rasa bersalah kemudian mulai muncul di hatinya karna menyakiti pria itu dengan begitu dalam....
"Yah.....mereka akan menikah dan nama calon istrinya Anastasia..."
"Aku senang mendengarnya Keyla..." ucap Mikha dengan mata berkaca-kaca......
Hingga Keyla menyentuh jemarinya....
"Mikha....."
__ADS_1
"Bagaimana kabarnya Key..aku sangat....bersalah padanya...."
"Mikha..boleh aku jujur...dia sangat hancur dan menggila, mencarimu ke semua penjuru kota bahkan sampai ke luar negri tapi kau tidak ditemukan.....kami semua tak mampu menenangkannya......."
"Keyla......"
"Aku bukan mau menggoyahkanmu Mikha,....namun aku hanya memeperingatkanmu bahwa sekalipun dia akan menikah...namun sesungguhnya dia belum menyerah denganmu...." ucap Keyla membuat Mikha membeku......
Mikha tertunduk hingga airmatanya menetes....awalnya hanya pelan..namun selanjutnya tetesan airmata itu berubah menjadi tangisan sedih...hingga Dion memeluk ibunya, ia tak mengerti apa yang di bicarakan keduanya..namun ia akan membela ibunya...
"Mengapa kau menangis......"? suara dingin itu menembus kesadaran Mikha.....
Derrell....desahnya pelan, seolah tau siapa yang memanggilnya ia menoleh.....
"Damian...."?ucapnya seraya menghapus airmatanya ia menatap Keyla yang menjadi gugup...
Pria itu mendekati Mikha lalu menarik istrinya berdiri dan langsung memeluknya..
"Apa yang terjadi.....'? desisnya tajam...suara dingin itu mendominasi hingga Mikha membeku......mengapa ia merasakan pribadi Derrell?
Keyla merasa sungguh tak enak....
"Mikha sedih karna kami menceritakan kematian kedua bayi kembarku lalu kami menangis bersama...maaf tuan Damian.."
Derrell menoleh dan tersenyum lega....
"Nyonya Keyla dan tuan Mike...kurasa kami harus pergi sekarang.." ucap Derrell dengan sopan...
Sementara Dion memejamkan mata ketika ia menyadari sosok Derrell dalam diri pria itu...
"Baiklah....hati-hati..." balas Mike dan Keyla saling menoleh.....
******************************************************
Ana gemetar ketika mobil yang di kendarai Martin melaju kencang di hadapannya...airmatanya menetes dengan derasnya.....
"Tuan Martin....aku mohon berhenti...."
"Mengapa....kau calon istriku bukan, kau tau apa yang aku rasakan sekarang..."
"Tuan...."
"Aku ingin sekali membunuh gadis hina dan penipu sepertimu Anastasia..kau berani menipu keluargaku dengan wajah polosmu yah, padahal kau adalah pelac*r kecil,..lihat saja...apa yang akan kau terima setelah pernikahan nanti..." ancam Martin tajam...
"Aku tidak mau menikah denganmu...kau mengerikan.....dan aku yakin...kekasihmu pasti meninggalkanmu karna sikapmu yang terlalu gampang menjatuhkan vonis bersalah tanpa menyelidiki...dan kau akhirnya putus asa karna usiamu...lalu kau memaksaku untuk memberimu anak bukan...akui saja tuan Martin......" jerit Anastasia tajam....
Kata Anastasia seperti kobaran api yang membakar Martin dengan cepat, mobil itu berhenti mendadak di tengah jalan... Martin menoleh dengan murka pada Anastasia....
__ADS_1
"Aapa katamu....." desisnya mendekati Anastasia dengan tatapan mengerikan..........