
Mobil milik Axel berhenti di sebuah restoran mewah..ia mematikan mesin mobil...lalu menatap Kiara dengan tajam..
"Sebelum kita masuk..aku ingin kita memastikan satu hal Kiara..."
"Aku tidak suka di paksa Axel.."
"Tapi aku suka memaksa sayang....dan aku memberimu dua pilihan...semua terserah padamu."
Kiara memijit dahinya yang mengerut...
"Katakan Axel..kau tau jika aku sedang sibuk hari ini..."
Axel mengangguk......
"Aku ingin di depan orangtua kita nanti kita menunjukan kalau kita saling menyukai dan ingin cepat menikah...namun pernikahan kita hanya di atas kertas...kita tidak akan saling mengganggu...bagaimana..."
"Lalu bagaimana kalau aku menolak.."? Kiara bersedekap...
Axel mendekatkan wajahnya..hingga Kiara terdesak di jok mobil, nafas mereka saling menerpa dengan hangat....
jemari Axel naik dan menyentuh ujung dagu Kiara yang lancip dan menaikan sudut bibirnya...
"Aku bukan pria yang baik.....dan aku pastikan kau akan sangat menyesal karna berani menolakku..."desis Axel pelan....
Kiara mengerang dan mendorong tubuh Axel menjauh darinya...
"Aku perlu surat perjanjian di antara kita Axel...aku tak akan melakukan tugasku di tempat tidur...aku...tidak akan melakukannya denganmu.."
"Aku jamin itu Kiara....jadi kau setuju denganku, bagaimanapun orangtua kita begitu menginginkan pernikahan ini.."
"Aku tau dan aku ingatkan padamu Axel kalau kau harus menepati janjimu.."
"Aku setuju...."
Kiara mengangguk pasrah..lalu sandiwarapun di mulai dengan Axel membuka pintu mobil untuknya lalu keduanya melangkah saling bergandengan tangan dan melempar senyum jatuh cinta...ketika memasuki restoran mewah itu, berbagai pasang mata pengunjung tertuju pada mereka...bahkan beberapa di antara berbisik iri pada Kiara yang di anggap beruntung....
Seorang pelayan menunduk hormat dan membawa mereka ke ruangan khusus yang telah di pesan...disana ada orangtua mereka masing-masing...yang sudah menunggu...
__ADS_1
Keyla, Mike juga Raditya tersenyum lega melihat kebersamaan Axel dan Kiara...
"Kalian berdua sudah saling mengenal.."? desah Keyla begitu haru...
"Tentu saja ibu..kami baru saling kenal tapi...aku jatuh cinta padanya.."ucap Kiara yang tentu saja mengejutkan semua orang termasuk sang papa Raditya...sementara Mike ikut tersenyum lega....juga Keyla yang sedari tadi tidak berhenti untuk tersenyum...
"Aku lebih menyukaimu sayang..kau adalah tipe gadis yang selama ini datang dalam mimpiku." Axel mengecup punggung tangan Kiara di hadapan orangtua...semua berbahagia
Keyla mengenang...
Baru semalam ia mengabaikan putranya dan itu cukup untuk membuat Axel sadar bagaimana ia harus bersikap, Keyla sangat bahagia menyadari Axel menuruti semua keinginannya..tak ada yang lebih membahagiakan untuknya selain bisa mempersiapkan pernikahan anak-anaknya...
Axel mengulurkan tangan pada Kiara dan gadis itu menyambutnya mereka duduk di hadapan orangtua dengan sopan...
"Kalian sungguh membuag kami bahagia..bukan begitu Raditya."?ucap Mike menatap sahabatnya...
Raditya menganggukan kepalanya..
"Rasanya bebanku terangkat Mike..aku lega mereka saling menyukai...."sambung Raditya...
"Itu berarti kita akan mempersiapkan pernikahan..."ucap Keyla...
"Aku ingin pernikahan kami di lakukan 3 hari lagi Ma....bisakah kita melakukannya dengan cepat,.."?ucap Axel sungguh-sungguh.
Semua terkejut....termasuk Kiara, ia bahkan hampir tersedak minumannya....ia menatap ingin protes tapi Axel yang seolah tak perduli padanya..ini tidak masuk di dalam perjanjian mereka..maksud Kiara adalah tidak secepat ini kan...bagaimana mungkin mereka menikah dalam waktu 3 hari...apakah pria ini sudah gila.....Kiara sungguh kehilangan kata....
"Dalam 3 hari.."? ulang Mike menatap Raditya yang tampak setuju...
"Aku setuju Mike..semakin mereka menikah maka kita akan semakin dekat dengan cucu kita nanti...hahahah." sambung Raditya senang..
Kiara menusuk-nusuk potongan dagingnya seolah menyalurkan kekesalannya dan Axel hanya tersenyum misterius...ia akan membuat gadis ini membayar atas semua penghinaannya...
"Baiklah tidak masalah..mama akan meminta ibu Mikha membantu mama..kami akan menyiapkan bagian para wanita sementara papa dan tuan Raditya akan menyiapkan sisanya..."ucap Keyla antusias ia segera mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada calon besannya yaitu Mikha..karna setelah Axel menikah maka giliran Alexa dan Dion yang menikah....
Axell menatap ke arah Kiara yang sedang mengirim sinyal membunuh..pria itu tertawa penuh kemenangan...
ππ
__ADS_1
Alexa kembali menggeleng enggan ketika Dion memaksanya untuk melakukan tes kehamilan, ia tak ingin tersugesti dan akhirnya ia akan stres...
"Aku tak akan melakukannya Dion...jangan paksa aku..." desah Alexa ingin menangis saja...
Namun Dion kembali memeluk Alexa dan membisikan kata mesra dan mecium bibirnya dengan lembut...
"Aku ingintau saja sayang..jika kau benar-benar hamil maka aku...akan bahagia..kita akan memajukan tanggal pernikahan kita dan semua akan baik-baik saja...aku mencintaimu Alexa..."bisik Dion membujuk...
"Tapi bagaimana jika aku tidak hamil..apakah kau akan kecewa padaku...begitu.."?
"Tidak sayang percayalah..aku tidak akan kecewa....aku hanya ingin tau saja jika kau hamil maka, aku akan lebih bisa menjagamu tapi..apapun hasilnya tidak akan mengubah keadaan...aku tetap akan menikahimu secepatnya.."
Alexa terdiam sebentar..menimbang permintaan Dion kepadanya lalu menganggukan kepalanya...ia akan melakukanny walau ia tida yakin hamil....
Alexa mengambil alat tespek itu dan tersenyum..ia menatap ke arah Dion..
"Tunggu aku jika aku keluar maka itu positif tapi jika aku teriak maka itu berarti aku tidak hamil Dion.."
"Baiklah...aku akan mengingatnya..."ucap Dion mengecup bibir Alexa penuh harap, menatap ke arah gadis itu yang melangkha menuju kamar mandi dan segera menghilang dari sana...
Dion menghela nafas...ia tidak tenang, kadang ia duduk, lalu berdiri, lalu melangkah lagi...Dion seakan gila karna penasaran....pria itu melangkah dekat jendela..mencoba mengalihkan perhatian pada lalu lintas di bawah sana..namun sekali lagi Dion tak bisa untuk bersikap tenang..pria itu tetap sajs gelisah...
Sampai akhirnya sebuah jeritan keras dari arah kamar mandi mengejutkan Dion..itu berarti Alexa tidak hamil..?pria itu hanya menghela nafas...sedikit kecewa ia terlanjur mengharapkan anak itu..namun ia tetap menguatkan hatinya dan melangkah menuju kamar mandi..mengetuk pelan dan memanggil nama Alexa yang sedang menangis di dalam sana...
tak berapa lama kemudian Alexa kelusd dengan airmata yang tumpah...
Walau ia sudah di peluk Dion..namun tangisannya tetap saja begitu memilukan...
"Sayang jangan kecewa..kita akan segera memiliki anak xetelah menikah nanti.." Dion membujuk Alexa dan menuntunnya duduk...
"Dion,..apa yang harus aku lakukan sekarang.." tangis Alexa
"Tidak ada yang perlu kau lakukan sayang.....kita hanya harus mempersiapkan pernikahan kita.."
Alexa menggeleng dan menyerahkan hasil tespek yang menunjukan garis 2....Dion membeku dengan tangan yang bergetar memegang tespek itu....
Dion menatap Alexa...
__ADS_1
"Aku hamil Dion...aku hamil,,." tangis Alexa pecah saat itu juga....
"Hamil...."ulang Dion tersenyum.....