
Kiara kehilangan kata-kata mendengar pernyataan Axel yang tegas...apa yang ia rasakan sekarang ini adalah penyesalan yang tak berujung..
"Aku ingin menemui sahabatku Axel..kau ingat tentang perjanjian kita.." balas Kiara tak mau kalah...
"Aku ingat dengan baik Kiara aku ingat...tapi kau harus sadar jika saat ini adalah resepsi pernikahan kita ada orangtua dan semua rekan bisnisku yang dimana mereka akan teliti melihat semua gerakanmu yang aneh...apa kau mengerti..."?
Kiara memalingkan wajahnya dan menatap sekelilingnya, menyadari ada banyak tamu yang hadir....dan ia tak punya pilihan selain menjaga sikapnya....ketika Kay mendekat ia hanya menaikan sudut bibirnya dan menatap dengan dalam...
"Selamat Kiara dan Tuan Axel..atas pernikahan kalian.."ucap Kay yang menatap Axel lalu dengan cepat berpindah pada sosok Kiara...sambil mengulurkan tangannya..
Axel tersenyum dingin hingga Kay terdiam...
"Terimakasih tuan Kay apakah..kau teman istriku.."?
"Dia sahabatku Axel bukankah aku..." kata-kata Kiara tertelan ketika Axel menatapnya tajam...
Axel menatap Kay dengan pandangan yang sama tajam....
"Aku sahabat Kiara..."jawab Kay tegas..
"Ow....kau sahabatnya yah..aku suaminya Kiara...kau datang sendiri atau bersama pasanganmu.."? ucap Axel memancing...
"Dia G*y.." bisik Kiara yang lagi-lagi di dengar Kay..pria itu memejamkan matanya...
"G*y....."?ulang Axel membuka mulutnya seolah terkejut....
"Ehm....jangan membahas hal yang pribadi tuan Axel..."ucap Kay menelan rasa malunya..
Kay menatap Kiara...dan sangat menyesal mengapa ia merahasiakan perasaannya demi persahabatan dan malah membuat sebuah pengakuan yang membuat ia terjebak sendiri, Kay bukanlah seorang G*y..ia normal dan mencintai wanita dan satu-satunya wanita itu adalah Kiara..namun ironisnya di dalam kepala Kiara terlanjur mencapnya seorang G*y...
Axel juga tau kebenarannya soal orientasi se*sual pria ini. dia jelas pria normal..caranya menatap Kiara adalah tatapan seorang pria yang mencintai dengan tulus...namun tampaknya Kiara tidak menyadarinya....
"Maafkan aku..."bisik Kiara mengedipkan matanya pada Kay...pria itu hanya tersenyum pasrah....
"Aku tidak melihat ada yang aneh denganmu Kay...kau terlihat normal untuk terus dekat dengan istriku.."sambung Axel yang membuat Kiara dan Kay saling menatap..
Axel mendekati Kay dan menajamkan tatapannya..
"Apa maksdumu tuan Axel..."?tanya Kay seolah tau arah pembicaraan Axel..pria ini mulai menunjukan sikap tak suka padanya...
"Aku akan menerapkan aturan dalam rumah tanggaku tuan Kay..dan aku keberatan dengan persahabatan kalian...bisakah kau mengerti..."?ucap Axel dengan dingin....
__ADS_1
Kiara yang mendengar perkataan Axel lalu menahan lengan Axel dan keduanya bertatapan....
"Apa maksudmu.."
"Jaga sikapmu atau aku...akan lupa perjanjian kita..."desis Axell penuh peringatan.
"Jangan membuat keputusan di luar kesepakatan kita Axel...jangan pernah lupakan itu.."
Kay yang melihat akan ada pertengkaran lalu berdehem meminta perhatian mereka berdua...
"Maafkan aku tuan Axel...tapi aku minta maaf soal persahabatan kami yang mengganggumu, tapi aku tegaskan padamu tuan Axel kalau aku dan Kiara adalah sahabat sedari kecil....aku tak akan mungkin menjauhinya hanya karna dia menikah.....aku harus pergi...permisi.."ucap Kay lalu tersenyum pada Kiara dan berlalu pergi dari acara itu...
Axel tersenyum kejam....menatap Kay yang menjauh dan menyipitkan matanya tajam....
"Kita harus bicara Axell...."
"Tentu istriku..." balas Axel lembut....
ππ
Malam itu Axel langsung membawa Kiara ke Mansionnya setelah berpamitan pada keluarga mereka...sepanjang jalan mereka hanya diam..masing-masing dengan pikirannya sendiri..
Sampai di Mansion keduanya berdiri berhadapan di dalam kamar dan bersedekap....
"Apa maksud kata-katamu tadi Axel..kau melukai sahabatku..." ucap Kiara tidak terima...
Melihat Axel yang tampak santai..gadis itu semakin terbakar amarah...
Axel melepas jass berikut dasinya lalu menatap ke arah Kiara yang masih memakai gaun pernikahannya yang begitu ketat di tubuhnya,pria itu memalingkan wajahnya..
"Aku hanya ingin menguji sahabatmu saja..."
"Apa..."?
"Yah...dan ternyata dia benar-benar mencintaimu..." ucap Axel..
Kiara menganggukan kepala mendekati Axel...
"Meski sahabatku punya kekurangan namun aku...tak ingin kau terus membahasnya Axel....aku sayang padanya.."
"Tentu...tapi Kiara..karna kita sudah menikah..jadi mau tidak mau kau harus ikut aturanku...karna kau sudah resmi menjadi milikku." lirik Axel tegas...
__ADS_1
"Aturan.."?
Axel melemparkan sebuah map sedikit tebal dan menatap Kiara...
"Bacalah dan mengerti bahwa aku.....tidak main-main dengan semua perkataanku.."
"Apakah semua sudah termasuk perjanjian kita.."
"Yah..."
"Kau tidak akan memaksaku bukan.."?
Axel mendekat dan menurunkan pandangan pada sosok Kiara yang juga menatapnya...
"Aku punya wanita yang aku cintai apakah itu jelas...? aku tetap akan mencari wanitaku bahkan sampai ke ujung bumi.....tapi aku juga tidak suka istriku terang-terangan melakukan hal yang membuatku marah...."
Kiara melonggarkan tenggorokannya.....
"Kita punya hal yang sama Axel Sebastian....mari kita jalani ini semua dan jika kau sudah menemukan wanitamu maka kita harus saling melepaskan...mengenai Kay...aku tidak bisa berkompromi Axel....aku akan tetap menemuinya..."
Kilat amarah mulai membakar Axel dengan cepat...bayangan ketika Tora membawa Sania pergi darinya benar-benar menghancurkannya..sejak saat itu....ia tidak pernah menginjikan ia tertipu lagi...sesuatu yang telah menjadi miliknya akan tetap berada di sisihnya..mencintai atau tidak itu bukan hal yang penting bagi Axel namun ia akan..tidak akan pernah membiarkan siapapun menghianatinya lagi....
Axel tersenyum.....meraih kedua pundak Kiara dan mencengkramnya....
"Kalian hanya boleh bertemu 2 kali dalam seminggu...untuk kegiatan apapun aku tidak perduli Kiara..dan jangan mencoba melanggar batasanku..."
"Kau mulai bersikap posesif hah...kita tidak sedang terlibat dalam sebuah perasaan Axel dan aku tidak setuju dengan keinginanmu..."
"Terima atau tidak sama sekali...."desis Axel tajam...
"Aku tidak setuju Axel.....aku punya kegiatan bersamanya setiap hari.."keluh Kiara kesal...
"Jangan lupa soal batasan Kiara...aku adalah suamimu...dan aku tidak mengijinkanmu..tapi jika kau melanggar aturanku...maka bersiaplah jika aku juga melanggar perjanjian kita dengan menyentuhmu....bagaimana..apakah itu menjadi adil istriku...."? Axel mengangkat alisnya dengan ketegasan yang sempurna...
Kiara terkejut dengan perkataan Axel...lalu bergerak mundur..tidak akan pernah...ia tidak akan pernah sudi bercinta dengan pria ini tidak......
Kiara menganggukan kepala dengan cepat...
"Aku akan tidur sekarang.." ucap Kiara menyeret gaun panjangnya dan melintasi kamar yang menyatu dengan kamar Axel..karna mereka akan tidur terpisah mulai malam ini...Kiara bertekad tidak akan pernah membiarkan tubuh dan hatinya menjadi lunak...
Pria gila.....umpat Kiara di dalam hatinya....
__ADS_1