Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2
Bersikap Canggung


__ADS_3

Ana membeku di hadapan seluruh keluarga Martin, seketika nyalinya menciut melihat tatapan menilai dari seluruh penghuni rumah ini, lihatlah..baju mereka mahal dan seluruh tubuh mereka bersih tak bernoda, dengan perawatan yang tentu tidak sedikit..dibanding dirinya yang tampil sangat sederhana, menggunakan dres rumahan milik istri kak Alan..sungguh penampilannya jauh dari kata layak untuk menjadi bagian dari keluarga ini.


Anastasia menghela nafas.......


"Bibi...aku sudah membawa Ana kesini, dan aku serahkan dia padamu." ucap Martin dengan nada dingin bahkan tidak melihat ke arah Ana sedikitpun...


Angell, Alex.. Keyla dan Mike hanya menatap Martin dengan kerutan di dahinya, bahkan Martin enggan berdekatan dengan Ana...


Bibi Meri yang mengerti sikap Martin hanya bisa maklum dan tak bisa memaksa, yah..dari awal Martin sudah menegaskan bahwa...ia memang tidak setuju dengan pernikahan ini. dan Martin serius dengan perkataannya..


"Baiklah Martin..besok adalah hari pernikahanmu jadi jangan pernah mempermalukan kami semua.."ucap bibi Meri memberi peringatan.


Martin hanya mengangguk lalu melangkah pergi setelah sebelumnya menunduk hormat pada paman Alex, bunda Angell..Keyla dan Martin.


Sejak Mikha meninggalkannya, Martin berubah menjadi sosok yang dingin dan menjauh dari keluarga, ia lebih sering menyendiri dan tak pernah lagi menghadiri acara-acara keluarga atau pesta, Martin sungguh menderita patah hati yang begitu menyakitkan selama hidupnya....


Kini Anastasia masih berdiri dengan kaku....tak tau harus bersikap apa, dan merasa takut jika ia salah bicara..


"Selamat malam semua..." akhirnya kata itu yang berhasil keluar dari mulutnya. Ana tersenyum..


"Angell dan Keyla langsung tersenyum ramah padanya,


"Kemarilah dan duduklah dekat dengan bunda.." panggil Angell membuat Ana mengangguk..


Ana bergerak melangkah pelan lalu duduk di samping Angell dan Keyla ia menunduk...


"Anastasia..aku adalah bibi dari Martin juga, dan ini adalah menantuku Keyla dan putraku Mike.."


Ana menatap satu persatu nama yang di sebutkan Angell dengan senyuman penuh hormat...


"Senang bisa mengenal semua keluarga tuan Martin..."


"Eiiit...sebentar lagi kau akan menikah dengan Martin, jangan memanggilnya dengan kata tuan lagi, panggil saja kakak, itu lebih baik." bisik Keyla menimpali..


"Baiklah...."ucap Ana mengangguk,


Selain bibi Meri dan Martin yang sangat ia segani dan membuatnya ketakutan, paman Alex bunda Angell, Keyla dan Mike membuat Ana lebih nyaman..mereka sangat baik dan juga penuh kelembutan...


"Sekarang..kau harus mencoba gaun pengantinmu Ana." ucap bibi Meri mengejutkan Ana...


"Baik bibi." ucap Ana dengan senyum pasrah...


***********************************************

__ADS_1


Sebuah mobil mewah berhenti di sebuah pinggir jurang, Lukas keluar dari sana dengan tatapan tajam, lalu membukakan pintu untuk sang tuan Derrell,


Lalu pria itu melangkah menuju bagasi mobil dan....


"Ceklek..."


Bagasi bagian belakang yang pengap dan panas terbuka, tampak sosok Riko sedang mengerang karna tubuhnya kesakitan di dalam ruang sempit dan pengap selama perjalanan....


Wajahnya memutih dengan ekspresi pucat ketika menatap sosok pria bermata tajam di hadapannya, belum selesai keterkejutannya, Riko kembali harus rela tubuhnya di tarik keluar dengan sangat kasar kemudian...


"Buugghh.." suara pukulan itu begitu keras hingga tubuh Riko jatuh tersungkur membentur bebatuan kecil disekitarnya, ia terbatuk-batuk merasa nyeri di wajahnya...


"Accchhh...." desah Rico memegang wajahnya yang sungguh kesakitan....


Tubuhnya kembari di tarik hingga dalam posisi berdiri menghadap seseorang yang membuatnya terkejut..


"Damian...."? suaranya tercekat di tenggorokannya,


Seluruh tubuhnya gemetar ketika melihat Derrell dengan santainya mengeluarkan sebuah pistol dari dalam sakunya di hadapannya, dan mengarahkan lurus padanya...


"Damian....." lagi...suara Riko gemetar....


Derrell terkekeh melihat ketika ketakutan di wajah Riko, sinar matanya tajam.....


"Mengapa kau malah takut Riko....bukankah tadi kau mengancamku ingin menghancurkan hidupku dan istriku.....begitu..."


"Damian...."


"Damian..aku minta maaf..."


"Kau salah jika berurusan denganku Riko, aku benci kau mengatakan sesuatu pada istriku......kurasa lidahmu harus aku potong." desis Derrell mengancam....


Riko menggeleng frustasi, jemarinya terulur gemetar memohon ampun pada Derrell.....


"Aku bersumpah tak akan pernah mengatakan hal buruk itu lagi...aku bersumpah tak akan macam-macam dengan istrimu lagi Damian...aku mohon, lepaskan aku,,,aku mohon...." Riko menangis seperti anak kecil di hadapan Derrell yang di sangkanya Damian...


Tentu saja Riko ketakutan, pistol itu terasa dingin menyentuh permukaan wajahnya, Derrell menempelkan ujung pistol itu bergerak di hampir seluruh wajah Riko dan membuat pria itu nyaris pingsan....


Derrell menempelkan pistol itu kuat di kepala Riko dan menatapnya tajam.....


"Jangan pernah mengulangi kesalahanmu Riko karna ini adalah peringatan terakhir dariku untukmu..jika kau masih bicara dengan mulut kotormu itu tentang istriku maka...."


Riko mendesah.......

__ADS_1


"Aku akan ingat semua peringatan darimu Damian..maafkan aku, ayolah..." ucap Riko terbata....berusaha membujuk Damian agar jangan membunuhnya


"Aku ingin jika kita bertemu... jangan pernah membuang pandanganmu pada istriku atau bicara dengan akrab..karna aku, tak akan pernah memberimu kesempatan keduua..kau lihat jurang itu." tanya Damian dengan mengarahkan tubuh Riko di ujung jurang..


Pria itu menjadi gemetar.....


"Ya..aku liat.."


"Jika kau masih mencoba melakukan sesuatu padanya maka tempat terakhirmu adalah jurang ini.." ancam Derrell menaikan alisnya....


"Tidak....." teriak Riko menggeleng ketakutan.....


Derrell tersenyum kejam.....lalu kembali melayangkan pukulan keras di wajah Riko hingga darah mengucur deras dari pelipisnya........


Namun karna ketakutan yang amat sangat, Riko berusaha berdiri....Derrell tertawa puas.....


"Jangan pernah bermain-main denganku...ingat itu." ucap Derrell dengan tawa yang mengerikan...lalu meninggalkan Riko di tempat sepi itu untuk bergegas pulang....


Riko hanya tersungkur di tempat sepi itu, ia menggeleng sungguh gemetar, siapakah Damian sebenarnya, mengapa dia terlihat lebih mengerikan dari pertama bertemu....?


***********************************************************


Mikha menatap sang mama yang baru keluar dari ruangan dokter, yah..mama Lusi mengalami sakit di bagian kakinya hingga Mikha harus menuntunnya dan menemaninya sore ini, Damian juga tak ada dirumah entah kemana... Dion sedang bersama sang papa, mereka tampak dekat akhir-akhir ini...


"Mah....sudah selesai.."?


"Sudah nak...."


"Baiklah...aku harus ke toilet sebentar, bisakah mama menungguku.."?


"Yah...mama akan bersama Dina." ucap Lusi tersenyum...


Mikha mengangguk lalu melangkah menuju toilet dan masuk ke dalamnya, setelah beberapa menit disna iapun segera keluar dari tempat itu dan ingin melangkah...


Namun Mikha sungguh terkejut ketika tubuhnya di tarik dengan kuat hingga di sandarkan pada pada tembok......


Mikha sungguh tak percaya dengan pandangan matanya ketika ia melihat sosok Martin di hadapannya....


Airmatanya menetes.....


"Martin..."?


Pria itu mencengkram bahu Mikha dengan sedikit gemetar, matanya basah....

__ADS_1


"Mikha sayang...." bisiknya penuh rencana.....


a


__ADS_2