Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2
Terlanjur Kecewa


__ADS_3

Dion menuntun sang ibu untuk kembali ke kamar...dan duduk di depan ranjang, lalu dengan cekatan ia mengambil kotak obat dan mulai membersihkan darah sang ibu di pinggir bibir....


"Aach...."jerit Mikha menahan sakit..


"Apa terasa sakit sekali bu.."? desah Dion sedih melihat wajah sang ibu yang memerah..rasa marahnya menjadi kian tak terkendali....


"Aku benar-benar kecewa pada ayah....."ucap Dion kesal...


"Sst..jangan begit Dion..ini pertengkaran biasa antara ibu dan Ayah..jangan ikut membenci nak.." bisikMikha masih membela..


Dion terdiam..ingatan masa kecil ketika Mikha selalu membelanya, selalu melindunginya membuat Dion merasa bersalah..karna ia datang di saat sang ibu sudah mendapat kekerasan...


"Aku tak tau..hati ibu terbuat dari apa...mengapa ibu sangat baik..."


"Ibu tak ingin adik-adikmu tau ini semua...kau kan tau jika Kevin baru saja sembuh..jadi...bisakah kau merahasiakan ini semua nak.."?


Mikha menyentuh jemari Dion memohon....


"Ibu...kau tau benar aku akan melakukan semua perintah ibu..tapi mengenai ayah...aku tidak bisa memaafkannya secepat itu,..aku terlanjur kecewa...."


"Baik...ibu tidak memaksa nak, tapi...jangan lupa bahwa ayah mungkin saja sedang lelah,..dan tadi hanya kesalah pahaman..."


"Ibu sudahlah...jangan mencoba membelanya..aku sangat muak....sekarang bagaimana, masih terasa sakit."?ucap Dion mengalihkan pembicaraan..


Mikha menatap wajah putranya yang tampan dan tak berhenyi bersyukur...jemarinya naik menyentuh wajah Dion dan menatapnya....


"Kau adalah anak pertama...kau harapan kedua orangtuamu nak..kelak jika kau menikah...kau harus bisa mencintai dan percaya pada istrimu....."ucap Mikha memberi nasihat..


"Tentu saja..aku akan mencintai istriku seperti papa sudah mencintai ibu...."ucap Dion tersenyum....


Mikha membeku...ternyata selama ini Dion menilai semuanya dan hati Dion tetap memilih Derrell...?


Mikha termenung...


πŸ’–πŸ’–


Damian berdiri di pintu kamar Mikha dengan ragu...semalam, ia di liputi rasa bersalah dan begitu terpukul dengan sikap Mikha dan Dion yang berubah menjadi dingin...bahkan Dion terang-terangan menunjukan kalau ia membenci Damian....


Tok...tok...tok.....


Tak ada jawaban.....


Damian menghela nafas dan ingin mengetuk lagi...namun sesaat kemudian pintu terbuka dan Mikha berdiri menatapnya...


Hati Damian serasa di remas, melihat bekas tamparan yang begitu terlihat nyata di wajah sang istri, juga bekas darah di pinggir bibirnya...Rasa bersalah memenuhi rongga dadanya membuat Damian sungguh kehilangan kata....

__ADS_1


"Mikha....."


"Apa maumu..."?ucap Mikha dengan dingin....


"Aku...bisakah aku bicara..."?ucap Damian dengan ekpresi yang sedih....


"Aku......pikir aku sedang lelah..tidak sekarang Damian..."


Mikha melangkah masuk dan Damian mengikutinya dan menutup pintu di belakangnya....


Mikha membalikan tubuhnya, namun tanpa di sangkanya, Damian memeluknya dengan erat hingga Mikha membeku....


"Hukum aku Mikha....kau boleh menamparku,...kau boleh memukulku aku terima, aku...memang pria bodoh yang tak bisa menjaga semua emosiku...bagaimana bisa aku memukulmu bagaimana bisa aku menamparmu dengan tanganku sendiri..." suara Damian menjadi serak, ia sungguh merasa bersalah karna membuat sang istri terluka.....


"Kau pikir aku segila itu Damian....kau pikir aku akan membalasmu..."?


Damian menyipitkan matanya dan menatap dengan rapuh


Mikha menjauh sambil melepaskan rengkuhan Damian darinya ia mereka saling menatap....


"Rasa sakit di wajahku tidak sebanding dengan rasa sakit dihatiku Damian...."ucap Mikha dengan menahan tangis....


"Aku tau..aku bersalah Mikha..."


Damian memejamkan matanya....ia mengangguk ia tidak membantahnya sedikitpun...


"Aku tau aku telah menecewakanmu sayang, Daman mendekat......tapi berjanji padamu sayang mengenai Riko, setelah proyek ini selesai...aku tidak akan berhubungan dengannya lagi...dan aku juga tidak akan mengijinkan dirinya datang dirumah ini, aku sungguh minta maaf Mikha...aku bersalah....aku......bodoh....."


Mikha memejamkan matanya..ketika airmatanya menetes...ia sudah terlalu kecewa hingga rasanya kata-kata Damian seperti uap yang hilang begitu saja...


"Aku sangat lelah Damian bisakah kau..pergi saja..."?ucap Mikha melangkah namun sekali lagi Damian menghalangi jalan Mikha....


"Tidak..aku mohon padamu Mikha...maafkan aku...aku harus melakukan apa agar kau memaafkanku Damian..."?


Mikha menatap Damian dengan tajam......


"Aku hanya meminta kau menjadi dirimu sendiri Damian..aku ingin kau...seperti Damian yang dulu...bisakah kau menjanjikan itu padaku..kalau ya...aku mau memberimu kesempatan Damian..."


"Menjadi diriku sendiri..."? ulang Damian membeku,..


"Yah...aku ingin kau yang bijak, aku ingin...kau yang dulu...aku ingin kau tidak di pengaruhi oleh siapapun..bisakah kau berjanji.."?


Damian menganggukan kepala dengan cepat..ia akan melakukan apapun demi istrinya, ia sungguh tidak ingin Mikha marah apalagi kecewa padanya...Damian lalu mendekati Mikha dan menjatuhkan dirinya memeluk perut istrinya dan membenamkan kepalanya dalam-dalam...ia sungguh takut kehilangan Mikha...


"Pukul aku Mikha..aku pantas menerimanya aku sangat pantas......"

__ADS_1


"Aku tidak mungkin melakukannya..cukup aku minta jangan mengulanginya lagi..."ucap Mikha menekan...


"Aku berjanji...padamu Mikha aku janji...."ucap Damian semakin mempererat pelukannya...


Mikha akhirnya mengangguk, kemudian Damian berdiri dan memeluk Mikha dengan erat..hingga tangisan wanita tumpah seketika itu juga....entah mengapa saat ini ia merindukan sosok Derrell yang tertidur...bagaimanapun ia seorang wanita dan butuh pelukan...sebuah pelukan yang membuatnya tenang...karna sungguh Mikha kehilangan rasa ketika Damian memeluknya...


Apa yang sebenarnya terjadi pada hatinya, apakah kecewa bisa merebut semua perasaan cintanya pada Damian..? ataukah sebenarnya hatinya hanya untuk Derrell.?


❀❀


Damian dan Mikha turun dari tangga dengan langkah pelan, menuju ruang makan...sementara Dion yang melihat kebersamaan mereka langsung memasang wajah dingin, iapun menyudahi sarapan paginya dan berdiri dari tempat duduknya bersiap melangkah...


Saat itulah Damian dan Mikha masuk ke dalam ruangan, Dion tak sedikitpun menatap Damian namun mendekati Mikha...


"Aku berangkat sekarang ibu.."


Mikha mengangguk...


"Apakah kau sudah selesai sarapan."? tanya Mikha yang melirik Damian....


"Aku sudah selesai..aku harus pergi sekarang ibu...."ucap Dion lalu memeluk sang ibu dan melangkah melewati Damian begitu saja...hingga pria itu merenung.....


Dion sedikitpun tidak melihatnya bahkan mungkin tidak menganggapnya ada.....dan hal itu sangat menyakiti hati Damian....Mikha menyadari betapa Damian merasa sedih...ia pun menatap Damian.....


"Bagaimana kalau kau bicara dengannya.."?ucap Mikha..


"Apakah masih ada kesempatan untukku."?


"Mungkin...."!!


Damian tersenyum dan menggenggam tangan Mikha...


"Terimakasih Mikha...."


"Yah.."balas Mikha tersenyum mencoba menghibur......


πŸ’–


Dion membuka pintu mobil namun ia menoleh malas ketika Damian mendekatinya...


"Dion....."


"Aku tak ingin bicara padamu..apapun alasannya ayah...bisakah jangan memaksaku......"?ucap Dion dengan sangat dingin....


Damian terlihat begitu terluka mendapat penolakan Dion.....

__ADS_1


__ADS_2