
Kiara di kejutkan dengan bunyi ketukan di pintunya yang terdengar keras, matanya bahkan masih tertutup rapat namun suara di pintu seolah menguji kesabarannya...
Kiara membuka mata dan kemudian melangkah menuju pintu kamarnya dan membukanya, ia menatap sosok Axel yang berdiri menjulang dihadapannya...
Astaga bahkan Axel sudah berdiri di hadapannya 1dalam balutan jas tiga potong yang rapi...ia sangat tampan....
"Ada apa.....aku masih sangat lelah Axel..."
Pria itu bersedekap...
"Aku ingin kau siap dalam 15 menit aku sangat lapar dan butuh sarapan sekarang, lakukan tugas pertamamu sebagai istriku....Kiara.."
"Astaga Axel..ada pelayan di bawah yang siap melayanimu dalam 24 jam.."
"Apa mereka istriku Kiara..."ucap Axel dengan nada dingin..
"Hah..."
"Aku ingin sarapanku sekarang dan jangan coba membantah.."
Axel meninggalkan Kiara yang mengerang kesal, dia mau sarapan apa...mengapa merepotkan sekali.. Kiara menghentakan kakinya jengkel....namun ia tetap saja mengikuti permintaan Axel....
ππ
Dengan wajah kusut Kiara meletakan sarapan di hadapan Axel dan kemudian ia ikut duduk...Axel lalu memulai sarapan roti bakar dan selai kesukaannya, dan mengerutkan dahinya rotinya terasa aneh... ia melirik Kiara yang masih mengantuk namun memaksakan dirinya...
"Apa kau sudah membaca lembaran dalam map itu.."?
"Bagaimana sarapan buatanku enak..."? Kiara malah mengalihkan pembicaraan..
Axel meletakan roti yang rasanya ingin membuatnya membunuh seseorang di pagi ini..Koara tampak benar-benar ingin mengujinya..pria itu menyipitkan matanya..jika Kiara ingin bermain maka ia akan melayaninya...
"Aku tau kau sengaja membuatku marah dengan sarapan ini sayang..."
Kiara memasang waiah tanpa dosa...
"Mana mungkin aku berani melakukan itu...Axel.." ucap Kiara seolah mengejek...
"Sekarang...aku harus pergi dan, kau lanjutkan saja semua aktifitasmu hari ini termasuk tidur...karna mulai besok kau...akan lebih sibuk.."ucap Axel denan senyuman misterius..
Kiara menatap roti lapis buatannya yang sedikit gosong, ia memang sengaja agar pria itu berhenti bersikap seperti raja...
Kiara lalu bangkit dari kursi dan melangkah menuju kamar, ia masih sangat mengantuk hari ini dan memilih untuk tidur......
ππ
Marco membeku melihat sang tuan meminta sarapan di pagi hari, biasanya tuan Axel tidak pernah begitu...mengapa setelah menikah malah ia makan di kantor..?
Axel menyudahi sarapannya..
"Bagaimana dengan pembangunan gedung olahraga di kota S."? tanya Axel...
Marco menunduk hormat..
"Semua berjalan baik tuan, sekitar bulan depan sudah bisa di resmikan.."
"Bagus...."
"Oya tuan.....aku mendapat informasi tentang nona Sania..."
"Sania...."? ulang Axell tajam.....
Marco menganggukan kepala dan meletakan sebuah rekaman yang tersimpan dalam sebuah flasdisk
__ADS_1
Axell membeku.......
ππ
Kiara berlari ke arah Kay yang sedang meletakan beberapa dus di atas mobil iapun segera mengejutkan pria itu dari belakang..
"Kay..." jerit Kiara dengan suara yang nyaring....
Kay menoleh dan menghela nafasnya karna terkejut...
"Kau datang juga Kiara...ku kira kau masih menikmati bulan madu..."
Kiara mencibir lalu ikut membantu Kay mengangkat dus-dus yang ringan...
"Aku tidak berubah Kay...aku tetaplah Kiara yang dulu."
Pria itu tersenyum lega melihat kehadiran Kiara, Kay pikir mereka sudah tidak bisa bertemu lagi setelah pernikahan namun ternyata Kiara masih datang dan ia tak bisa berhenti bersyukur...
Setelah meletakan semua barang di atas mobil, keduanya duduk untuk sekedar istirahat...
Kay memberikan minuman dingin untuk Kiara...dan mereka mulai bicara...
"Kay...aku di ijinkan Axel untuk bertemu denganmu hanya 2 kali dalam seminggu.."ucap Kiara dengan wajah mendung..
Kay menoleh...
"Benarkah...? itu berarti kau harus mematuhinya Kiara dia suamimu sekarang..."
"Dia menyebalkan sekali.....dia mengancamku jika aku tidak menurutinya maka dia akan menjadikan aku istrinya yang sebenarnya...
"Kau takut..."? tebak Kay...
"Aku hanya tidak mencintainya..aku tidak yakin dengan perasaanku..bukankah kita lebih baik melakukannya dngan orang yang kita cintai.."?
dan menatap jauh kedepan....
"Terkadang apa yanb kita inginkan tidak sesuai harapan Kiara....kau harus bisa menerima kenyataan..."
"Walaupun tanpa cinta.."
"Cinta akan datang karna terbiasa Kiara..kau pasti akan mengalaminya.."ucap Kay tersenyum...
Kiara menatap Kay.....
"Coba saja kau bukan seorang G*y apakah kau tidak akan jatuh cinta padaku Kay....kita berdua kan selalu menghabiskan waktu bersama.."
Kay membeku......dan sesaat kemudian ia menganggkat muka ingin mengatakan sesuatu tapi ponsel Kiara yang berdering membuatnya mengurungkan niatnya....
Kiara mendesah ketika nama Axel yang menelfonnya...ia melirik Kay dan meminta waktu untuk menerima telp sebentar...
Kiara : Halo..mengapa kau menelfonku...?
Axel : Kau dimana..dan bersama siapa..?
Kiara : Aku sedang bersama Kay...kami akan menyalurkan bantuan di........
Axel : Dimana lokasinya apakah masih jauh...?
Kiara : Aku ada di sebuah tempat dan maaf aku tak bisa memberitau lokasiku Axel..
Axel : apakah itu berarti kau tak ingin aku mengganggumu dengan Kay...?
Kiara : Jangan mengejekku terus, apa yang kau inginkan sebenarnya...?
__ADS_1
Axel : Aku akan menjemputmu 1 jam lagi jadi....pastikan kau sudah siap.
Kiara : Untuk apa kau menjemputku...aku bisa pulang sendiri..
Axel : Teman-teman bisnisku beserta keluarga mereka ingin bertemu dengan kita...
Kiara : Kau saja sendiri..
Axel : Maka ini terakhir kali kau keluar bersama Kay mu itu...aku tidak main-main..."
Kiara : ckck....Kau suka sekali mengancam..
Axel : Karna itu jangan mengujiku sayang.."
Telp terputus sepihak dan seperti biasa Kiara akan selalu kesal karna Axel memaksakan kehendak...ia melangkah dengan gontai menuju Kay yang menunggunya di mobil..
"Apakah suamimu yang akan menjemput mu pulang.."?
Kiara menggeleng....
"1 Jam dari sekarang Kay..maafkan aku bisakah kita pergi saja sekarang sebelum1 jam.."?
Kiara segera masuk lebih dahulu ke dalam mobil dan di ikuti oleh Kay.....
ππ
Axel menatap Marco yang menunduk di hadapannya...ketika pria itu melangkah keluar dari ruangan kantornya..
"Tuan Axel...mereka sudah di bawa ke ruang bawah tanah di kota T hanya tinggal menunggu kehadiran tuan Axel...
Axel mengangguk puas ketika rencananya berhasil...ia menatap Marco...
"Bagaimana keadaannya.."?
"Sangat baik hanya saja......" kata-kata Marco terputus....
Axel mendekat,...
"Apa maksud perkataanmu Marco......."
"Tuan Axel akan mengetahuinya secara langsung.."
Axel mengepalkan tangannya dan kemudian memejamkan mata....ia menatap Marco....
"Aku tidak akan menjadi lunak Marco...yang telah menjadi milikku tidak akan pernah aku lepaskan sampai kapanpun..........walau dalam keadaan apapun.." desis Acpp dengan penuh perhitungan...
Marco hanya menundukan kepalanya..membiarkan Axel melewatinya, tanpa sepatah katapun...
ππ
Kay dan Kiara telah menyelesaikan pekerjaan mereka hari itu..menikmati senyuman di wajah polos anak-anak itu membuat hati Kay dan Kiara lebih tenang....
"Bagaimana kalau aku mentraktirmu Kiara..."?
"Boleh...aku masih punya waktu 40 menit..."ucap Kiaara tak sabar...
Mereka baru saja hendak masuk kedalam mobil namun tepat pada saat itu juga...sebuah mobil hitam pekat berhenti di hadapan keduanya..
Axel keluar dari mobil dan menatap Penuh senyuman....
"Aku tidak terlambat bukan.."?
Axel sungguh menikmati wajah pucat Kay dan Kiara.....Axel perlahan turun dari mobil dan menghampiri Kiara..mereka saling menatap tajam....
__ADS_1
"Axel....." seru Kiara membara.......