Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2

Mencuri Hidupmu Untuk Aku Dan Anakku 2
Tekanan dari Eva


__ADS_3

Sebuah klinik di daerah luar kota menjadi tempat Derrell membawa Mikha, wanita itu menatap ke arah suaminya dengan tatapan tak terbaca......mengapa membawanya kesini dan malah membawanya ke tempat yang terpencil ini.


Didepan klinik itu muncul seorang dokter laki-laki berusia sekitar 50 tahunan dan seorang asisten perempuanya, mereka menunduk hormat kepada Derrell dan Mikha yang sampai di hadapan mereka..


''Selamat datang tuan Derrell dan nyonya." ucap sang dokter dengan senyuman paling ramah.


Derrell mengangguk lalu menatap ke arah Mikha.....


"Aku ingin kau memeriksa istriku." ucap Derrell dengan tatapan penuh arti yang hanya di mengerti oleh sang dokter..


"Baiklah...tuan Derrell. saya selalu siap melayani anda...silahkan masuk tuan dan nyonya."


Mikha melepaskan genggamannya dari Derrell, terlalu misterius dan menakutkan itulah yang ia liat dari dokter ini...bagaimana bisa Derrell percaya pada dokter ini..?


"Derrell...aku tak ingin disni, kita ke rumah sakit saja..."


"Aku tak suka keramaian Mikha..tidak, dokter ini adalah anak buahku jadi kau tenang saja...kau akan semakin sehat sayang.."


"Tapi...."


"Kau harus ingat bahwa aku...tak akan pernah melukaimu, aku mencintaimu Mikhayla..kau istriku.." ucap Derrell dengan tatapan tajam...


"Baiklah...ada luka bekas operasiku jangan menyentuhnya,..wajah mIkha menjadi pucat..aku takut sekali.." isak Mikha dengan sedikit gemetar..


Derrell menatap ke arah yang sama yaitu perut Mikha dan kemudian memeluk Mikha dengan erat...


"Aku mencintaimu..kau harus ingat itu kau adalah milikku yang berharga, jadi....aku tak akan pernah menyakitimu, percayalah.."ucap Derrell dengan sinar mata tegas..


Mikha akhirnya mengangguk menurut, ia tak punya pilihan bukan, Derrell menuntun langkahnya memasuki sebuah ruangan yang mirip dengan ruangan operasi, mengapa terlihat mengerikan,...


Derrell bisa merasakan tangan Mikha sedingin es, istrinya sedang ketakutan sekarang...ia memeluk Mikha....


"Semua akan baik-baik saja.."


"Yah...aku harap begitu..."


Dokter itu mulai meminta Mikha berbaring dan menyuntikan obat penenang di tubuh Mikha dan tak lama kemudian iapun tertidur...


Derrell menatap mata sang dokter dengan tajam....


"Bagimana dengan anakku... dokter."? ucap Derrell dengan tatapan tajam.....


Dokter menghela nafas......


**********************************************************


Anastasia menatap dirinya di cermin, ia merasa menjadi seperti orang lain, melalui pantulan cermin ini terlihat seorang gadis yang sangat cantik seperti putri raja dalam cerita film, yang sedang bahagia akan di nikahi oleh pangeran yang tampan, hidupnya seperti cindirela, yang di sulap cantik dalam semalam..namun seperti cepatnya dia berubah, ini tak selamanya...menyadari ia hanyalah seorang gadis yang telah di bayar lunas membuat hatinya nyeri, bahkan untuk menangis saja,,ia telah kehilangan airmata..

__ADS_1


Anastasi hari ini akan menikah...ini adalah awal perjalanan panjangnya sebagai mesin pencetak anak, yah...setelah anak itu lahir maka Martin akan membuangnya seperti sampah dan memisahkan anak dari ibunya, Anastasia memejamkan matanya......


Sakit......sekali.....desahnya menelan nyeri...


Bisakah dia melarikan diri saja..bisakah dia pergi dari sini, menghindari semua beban yang menarik kakinya dengan kuat...Anastasia menundukan wajahnya, hatinya sangat hancur saat ini..


"Jangan pernah membuat pernikahan ini berubah menjadi kehancuran bagiku Anastasia..." itu suara ibunya berdiri tepat di belakangnya, entah sejak kapan ibunya berada disana....


Anastasia mengangkat muka dan menemukan wanita yang melahirkannya sedang berdiri dengan keanggunan seorang Eva yang tersisa, ia mengangkat dagunya tinggi-tinggi, sebuah gaun mahal dan makeup kelas atas menyempurnakan seorang Eva yang dulunya sosialita....


Wanita itu menatapnya tajam, mendekati Anastasia dan tersenyum dengan sangat mengerikan bagi Ana...pundaknya di sentuh dengan tekanan yang menaykitkan hingga mata keduanya saling menatap melalui cermin...


Eva tersenyum...


"Putriku cantik sekali..."


"Ibu....." suara Anastasia terputus.....


"Kau tau...sudah lama ibu memimpikan hari ini dimana, ibu...bisa mendapatkan kelas sosialita ibu yang terlepas dulu karna ayahmu yang miskin itu..."


Ana hampir menangis namun Eva kembali memberi peringatan lewat mata.....


"Susah payah aku melahirkanmu ke dunia Ana..ini saatnya kau membalasku, sekaranglah waktunya dengan pernikahan ini...." matanya melebar dengan tatapan sekarah akan uang dan kekuasaan, Anastasia hanya menggeleng sedih.......ia tak ingin melakukannya....ini sangat menyakitkan.....


"Ibu...pernikahan ini hanya setahun..setelah...setelah aku melahirkan anak..maka Martin akan menceraikan aku dan mengambil anakku bu..." ucap Ana tak mampu menahan airmatanya yang tersisa.....


"Lalu kenapa, bukankah kau akan mendapat tunjangan perceraian yang sangat banyak dari orang kaya itu....kau bisa mendapat banyak uang, dan bisa bersenang-senang....lalu bisa punya anak lagi sesukamu Ana...."


"Aku kejam.."?


"Yah.....ibu kejam..aku anakkmu, bisakah kau mengasihaniku sedikit saja...'?


Ucapan Ana mampu membuat Eva meradang, dengan kuat ia menarik tubuh Ana mendekat mencengkran lengan putrinya dengan kuat hingga Ana merasa ngilu...ia ketakutan jika melihat kemarahan seperti ini dari ibunya.....


"Aku kejam......jika aku kejam maka aku sudah menjualmu dan adikmu sedari kecil Ana.........suara Eva meninggi di ruangan itu....aku menahan semua penderitaan bersama ayahmu yang miskin itu Ana...aku rela di buang orangtuaku demi pria miskin seperti ayahmu lalu apa yang aku dapat...hanya penderitaan dan hutang peninggalan pria tua bangka itu yang membuatku gila.....jika kau menolak pernikahan ini maka ibu dan adikmu akan tinggal di jalanan dan mengais sampah untuk sekedar mencari makan...apa kau mau aku dan adikmu merasakan itu semua...atau bagaimana kalau aku dan adikmu bunuh diri saja dengan begitu kami tidak lagi menjadi bebanmu Anastasia...apa kau mau kami melakukannya...."


"Tidak...ibu....." airmata Ana menetes.......ia menggeleng sedih.......


Eva melepaskan cengkramannya dan membalikan tubuhnya dan bersiap melangkah namun langkahnya terhenti ketika Anastasia memeluk tubuhnya dari belakang........tubuh Anastasia bergetar ketakutan, tidak...ia tak akan biarkan ibu dan adiknya menderita karna kemiskinan lagi......walau ia harus menjual diri sebagai jalan terakhir maka ia akan melakukannya...


"Ibu maafkan aku...."tangis Ana dengan gemetar...


Eva menghela nafas.....ia tersenyum di belakang,


"Taukah kau jika bukan maksud ibu sengaja menjerumuskanmu dalam pernikahan ini....tuan Burhan ingin menikahimu...pria tua bangka itu mengancam ibu dan adikmu ibu takut sekali...dan pada saat bersamaan tuan Martin datang dan membayar semua hutang kita beserta bunganya, ibu harus menerimanya Ana....."jerit Eva meyakinkan Ana yang masih menangis sesegukan di pelukannya...


Wanita itu berbalik dan menatap Ana.....

__ADS_1


"Setelah kau menikah ibu dan adikmu bisa tenang....Martin akan menyekolahkan adikmu Tama di luar negri di sekolah yang bagus dan ibu akan ikut kesana...setelah kau melahirkan anak tuan Martin dan kalian bercerai maka kau bisa ikut kami kesana dan kita akan memulai lembaran baru...bagaimana..."? tanya Eva meyakinkan Ana.....


Ana menganggukan kepalanya, apa yang menjadi perkataan ibunya adalah kewajiban untukknya....ia tersenyum pada Eva yang sedang membelai wajahnya...


"Aku akan melakukan apapun yang akan membuat ibu dan Tama bahagia...."


"Bagus.....putri ibu yang cantik...." puji Eva dengan senyuman puas dan hati yang lega luar biasa........


Pintu terbuka dan Angell masuk ia sediikit terkejut melihat Eva dan Ana sedfang menangis bersama.....


"Nyonya Anggell."? ucap Eva menunduk hormat..


"Astaga....aku menganggu waktu kalian yah..." bisik Angell dengan penuh rasa haru yang ikut di rasakannya....


"Kami hanya saling melepas kebahagiaan." ucap Eva tersenyum senang....


Angell mengangguk mengerti tentu saja..itu hal biasa dalam pernikahan....


"Bunda Angell, aku minta maaf..makeupnya sedikit luntur..." ucap Ana menunduk...


Angell mendekati Ana dan memeluk gadis yang terlihat rapuh itu, dan Angell mengerti perasaan Ana saat ini..menikahi pria yang tidak pernah melupakann masa lalunya adalah hal yang paling menyakitkan.....


"Makeup bisa di perbaiki lagi Ana.....tapi bunda ingin hatimu mebnjadi kuat dan tidak lemah....bunda yakin kau akan bahagia.."


Ana menatap Angell dengan tatapan yang lega, bunda Angell memang sangat baik padanya...


"Hatiku siap bunda dan mengenai masa depanku nanti.....Tuhanlah penentunya." ucap Ana...


"Bagus......bunda senang mendengarnya, sekarang siapkan dirimu...acara pernikahan akan segera di mulai..."


''Ya Bunda......" ucap Ana menunduk hormat.....


**********************************************


Martin berdiri dengan tatapan beku, menunggu Anastasia di bawa kepadanya dan melakukan pemberkatan pernikahan dan selesai, bahkan Martin ingin ini cepat selesai.........


Sementara dari jauh......


Martin membeku melihat Anastasia melangkah, memakai gaun pengantin lengkap dengan tudung transparannya menambah kesan misterius padanya...


Paman Alex yang menjadi pendamping Ana..membawa pengantinnya ke depan matanya.........


Hening....................


Langkah Ana terhenti di samping Martin, Alex kemudian menyerahkan tangan Ana pada Martin...


Sesaat kemudian mata mereka saling mengunci dengan tatapan tak terbaca.............

__ADS_1


Martin mengeraskan tatapannya.........


A


__ADS_2