
Dion masih berdiri di tempatnya tak ada sepatah kata apapun yang keluar dari bibirnya, hingga Damian merenung..apakah Dion tak menyukai kehadirannya..?
''Dion.''?
''Ayah..'' ucap Dion menunduk hormat.....
Dion akhirnya melangkah mendekat dengan kecanggungan yang begitu kentara..tadinya ia berharap menemui papa dan malah mendapat kejutan dengan kehadiran sang ayah, Dion akhirnya memeluk Damian mencoba bersikap sewajarnya dan tidak menunjukan perasaannya..
''Tentu aku merindukanmu ayah.''
''Baguslah...ayah bisa tenang ketika di hatimu masih ada ayah.''pria itu tersenyum...
''Bagaimana pekerjaannmu atau mungkin kau masih..kuliah.''? Damian mencoba menebak..
''Aku ada di antar keduanya ayah..aku, hampir menyelesaikan kuliah dan bersiap memimpin perusahaan di bawah pengawasan papa..''ucap Dion jujur..
Damian menganggukan kepala lalu menepuk pundak putranya, lalu melangkah bersama menuju sofa..
''Karna ayah sudah kembali..maka ayah akan membimbingmu Dion bagaimana.''? tawar Damian membuka diri..
''Ayah jangan kawatir, bersenang-senanglah selagi ayah masih terbangun, aku lebih suka di bimbing papa Derrell, aku akan menunggunya terbangun...
''Dion........''?
''Ahh..ayah....aku sangat lelah dan akan istirahat sebentar..''
Dion menunduk hormat lalu melangkah pergi meninggalkan Damian yang hanya menghela nafas...apa yang di ajarkan Derrell hingga Dion berubah menjadi seorang pria yang dingin bahkan dengan ayahnya..dimana sosok Dionnya yang dulu hangat.....?
Jemari Damian terkepal, Derrell membawa pengaruh yang kuat di dalam diri semua anak-anaknya, meski Kevin masih tampak penurut itu bukan jaminan jika ia tidak akan ikut dengan sifat para saudaranya...tidak, selagi dia terbangun, Damian tak boleh membiarkan Derrell menguasai pikiran mereka..
Pria itu melangkah menuju kamar untuk menemui Mikha..yah, semua ada di tangan Mikha saat ini..hanya Mikha yang bisa membuat Derrell tidur selamanya, karna saat ini Damian sudah tau kelemahan Derrell...
Pintu terbuka dan Damian masuk, menemukan Mikha baru saja selesai mandi, aroma segar bunga menguar dari tubuh Mikha hingga pria itu merasa gairahnya bangkit seketika, senyumnya terbit disana sambil mengunci pintu...Damian melangkah mendekati Mikha yang menatapnya heran.....
''Damian..tidak lagi...'' Mikha memberi peringatan.....
''Kau kan tau aku tak menyentuhmu selama 5 tahun, dan aku rasa kau harus tau kewajibanmu yang satu ini sayang.'' Damian tidak perduli..
Damian menarik tubuh Mikha dan menatapnya dengan rasa haus, ia harus bisa menyingkirkan Derrell dari hati dan pikiran Mikha, salah satunya membawanya dalam percintaan, ia harap dengan cara itu..Derrell tak akan pernah bangun lagi Damian tak akan menyerah..ia akan merebut kembali apa yang menjadi miliknya sejak awal..
''Aku harus pergi Damian.''
Mikha tak mampu meneruskan kata-katanya ketika Damian menyambar bibirnya dan melum**nya dengan rakus, sementara jemarinya yang lain mulai membuka atasan jubah mandi Mikha yang menutup tubuh mulusnya.....
__ADS_1
''Aku masih ingin bersamamu sayang, jadi batalkan semua rencana keluarmu.'' ucap Damian tegas,
Diangkatnya tubuh Mikha dan merebahkannya di atas ranjang, mata mereka bertemu dan saling mengunci disana,
''Damian..apa yang terjadi..mengapa...''
''Aku ingin bercinta denganmu,,memasukimu Mikhayla...aku..'' suara Damian menjadi serak dan kembali melum** bibir Mikha dengan gairah yang membakarnya dengan cepat...
Kata-kata MIkha menggantung ketika Damian kembali membawanya ke dalam ciuman panasnya, dalam sekejap jubah mandi Mikha terlepas..menyisakan keindahan dibaliknya..
Damian mendesak Mikha kali ini tidak lembut..namun mampu membuatnya terpana....menyentuhnya dadanya dan memainkannya dengan ahli, Damian menyentuh sedikit kasar menyisakan tanda di sekujur tubuhnya,
Damian melepaskan semua dahaga bercintanya, jauh di dasar hatinya ia berharap Mikha melupakan Derrell selamanya, ruangan menjadi hening seiring deru nafas memburu bersahutan Mikha tak mampu melepaskan diri dari cengkraman Damian yang kokoh..
Mata Damian berkabut namun berubah menjadi tajam ketika menatap mata bening Mikha yang teduh..Damian terbakar oleh gairah yang membara...
''Oh....Mikha..'' desah Damian terus menghujani Mikha dengan cumbuan yang panas...
Tangan Damian merayap naik , menyelinap di antara jemari Mikha hingga mereka hingga saling bertautan, Damian mencengkramnya dengan erat seakan enggan terpisah.....
''Damian..''
''Yah..sebut namaku Mikha..hanya aku.'' desah Damian yang sudah dikepung gairahnya sendiri..
''Kau sudah siap sayang.'' bisiknya dengan suara parau yang merayu,
Damian tersenyum penuh kemenangan ketika menyadari ada banyak tanda cinta di tubuh sang istri yang masih terlihat padat...
''Lakukan Damian..aku...''
Damian tersenyum dan sesaat kemudian membenamkan dirinya dalam-dalam mengisi Mikha dengan kenikmatan yang membawa mereka mencapai puncak....
>>>>>>>>>>>****<<<<<<<<<<
Damian dan MIkha masih berbaring saling memeluk usai bercinta, pria itu menatap langit-langit kamar..rasanya bahagia bisa terus berada di samping Mikha.....merasakan sentuhannya kapanpun tanpa takut ia akan tertidur lagi...
''Apa yang kau pikirkan..apa kau sudah merasa puas sekarang.''?bisik Mikha mengusap dada bidang Damian dengan gerakan lembut....
Damian menghela nafas...sembari mengecup ujung dahi Mikha dengan lembut..
''Rasanya bagai mimpi berada disni, aku tak ingin tertidur lagi.''bisik Damian pelan..
''Maka tak usah tidur Damian..jangan tertidur, aku masih merindukanmu..''
__ADS_1
''Apakah itu berarti ada saatnya kau..tidak merindukan aku lagi dan malah merindukan Derrell.''?
Mikha terdiam........ketika Damian menurunkan pandangan untuk menatapnya, Mikha melonggarkan tenggorokannya dengan gugup...
''Maafkan aku..tapi bukan maksudku begitu Damian..aku salah bicara..''
''Aku hanya ingin kau tau, aku...tak ingin tertidur lagi Mikha..aku tak ingin Derrell yang terbangun lagi..aku ingin dia menghilang selamanya.'' sorot mata Damian menajam....
Mikha membeku,........ia mengernyit....
''Bukankah, katamu kau tak bisa menyingkirkan Derrell.''?
''Aku tau kelemahannya sekarang Mikha...aku tau cara agar Derrell tak pernah terbangun lagi.''
''Apa maksudmu..katakan padaku.''? ucap Mikha menatap tajam....
Damian menyandarkan tubuhnya dan Mikha memilih duduk berhadapan dengannya, sesuatu di hatinya bereaksi ketika nama Derrell disebut...namun ia tak tau apa..
''Kelemahannya bergantung kepadamu Mikha.''
''Aku...mengapa aku.''? ucap Mikha dengan suara tercekat....
''Yah..Derrell tak akan pernah bangun lagi jika kau dan anak-anak kita berhenti memikirkan atau merindukan Derrel..aku ingin terutama kau...berhenti memikirkannya, menyebut namanya....dengan begitu Derrell akan terlupakan dan tertidur panjang....mungkin dia akan musnah dengan sendirinya.'' ucap Damian membujuk.....
Ketika Damian menyelesaikan seluruh penjelasannya wajah MIkha begitu pucat, hatinya bergetar menolak...apakah itu artinya secara tak langsung ia membunuh Derrell.? Mikha merasa gemetar hingga tanpa sadar matanya berkaca-kaca......
''Mikha..''
''Apakah..maksudmu aku membunuhnya.''?
Damian menyadari keraguan Mikha dan kemudian meraih pundak wanitanya dengan tatapan putus asa....
''Akulah pemilik tubuh ini sebenarnya Mikha..akulah Damian Russ...akulah yang berhak menempati tubuh ini dan aku lelah berganti..''
''Aku tak bisa Damian..aku tak bisa...''
''Kau lihat anak-anak kita...Dion dan Kevala berubah sikap dan sifat menjadi seperti Derrell dan Kevin..jika di biarkan Kevin juga akan terpengaruh dengan sikap Dion dan Kevala...apa itu yang kau mau Mikha.''?
''Tidak....'' jerit Mikha menggelengkan kepalanya....
Damian tersenyum......
''Jadi kau..harus memilihku, memikirkanku dan mencintaiku hanya aku sayang.''
__ADS_1
Damian kembali meraih Mikha.......