
Anastasia menggeleng, pertama kalinya ketika Ibu bilang ingin menikahkannya Ana sudah curiga namun, ia hanya berbaik sangka..tidak mungkin jika ada orangtua yang akan menjerumuskan anakknya, namun semua kepercayaannya pasa ibunya seketika runtuh ketika mendengar penuturan jujur bibi Meri hatinya sakit sekali, bahwa ia hanya akan menjadi mesin pembuat anak bagi tuan Martin. bagaimana bisa ibu menipunya...bagaimana bisa ada ibu yang menjerumuskan putri kandungnya sendiri.....
Bahkan dalam mimpipun Ana tidak pernah membayangkannya, mereka selalu bersama, walau ibunya gemar berjudi dan sering melimpahkan tugas mengasuh Tama kepadanya Ana tak masala, Ana selalu mengalah dan rela bekerja sambilan setelah pulang sekolah, semua ia lakukan untuk ibu dan adikknya Tama...mereka adalah keluarga, dan keyakinan Ana kalau keluarga tidak akan saling menyakiti bukan?
Eva memejamkan matanya rasa iba itu telah lenyap darinya,Eva tak punya rasa cinta untuk anak-anaknya, yah...cinta untuk dirinya saja rasanya tidak cukup...apalagi harus membaginya untuk anakknya, Eva rasanya tidak sanggup.
Eva dulunya seorang model sebelum bertemu dengan ayahnya Ana yang hanya punya restoran kecil, ia terkenal dan memiliki uang dan ketenaran, namun semuanya harus hancur ketika hamil Ana dan harus merelakan karirnya di dunia modeling, sejak saat itu hidup Eva berubah 180 derajat dan tidak pernah lagi merasakan kemewahan dalam hidup dan ia juga harus mengencangkan keinginannya mengikuti semua fashion yang kala itu sedang hits. Eva benar-benar memaku hidupnya pada pernikahan pahit bersama ayah Ana.....
Eva menatap Ana....
"Yah....ibu akui kalau ibu sedikit berbohong padamu sayang." Eva menyentuh pundak Ana yang rapuh, dan sedikit kuat disana....hingga Ana menahan nyeri di bahunya...
"Seharusnya ibu jujur saja..." isak Ana memejamkan mata sangat terluk?..
"Apa itu penting Ana...."? tatapnya tajam...
Ana menggeleng...
"Ini hidupku ibu, mengapa ibu jahat...aku anak kandungmu sendiri...mengapa kau tega melakukan itu, aku merasa kau sedang menjualku ibu." jerit Ana....
"Yah...karna kau anakku jadi aku menjadikanmu istri dari seseorang yang terkenal bukan."?
"Tapi aku tidak ingin..jika menjadi simpanan orang kaya itu."
"Kau akan menjadi istrinya Ana...istrinya.."
"Istri...Ana menaikan alisnya, aku hanya sebuah mesin pembuat anak, dan setelah anak itu lahir maka aku akan disingkirkan ibu tidakkah kau mengerti itu." jeritnya keras...
"Karna itu ibu ingin kau memakai otakmu Ana..."suara Eva meninggi...
"Apa maksud ibu."?
"Kau bisa terus menjadi istrinya bahkan sampai selamanya asal kau pintar...ibu akan mengajarimu,kita bisa mendapatkan hartanya dan hidup enak, kau bisa menjadi nyonya Martin selamanya." wanita itu tertawa dengan keras...
Ana menggeleng enggan, apakah ini benar ibunya...apakah ibu benar-benar ibu kandungnya....Ana sangat terkejut, mengapa keserakahan itu terlalu terlihat di wajah ibunya.? Ana menggeleng sedih........
"Maaf ibu, aku bukan wanita seperti ibu aku tidak bisa...."tangis Ana pecah saat itu juga...
Eva tersenyum sinis....lalu melangkah membelakangi Ana dengan menghela nafas...
"Jika kau tidak perduli pada ibu, setidaknya lakukan ini demi Tama...dia butuh uang dan status, dia butuh lingkungan yang baik dan juga gengsi, kau tau selama ini kita di pandang seperti sampah."?
__ADS_1
"Mengapa kau sangat mengerikan bu.."?
"Apa katamu."
"Aku tak bisa melakukan itu......aku tak bisa." ucap Ana menggeleng enggan lalu melangkah meninggalkan rumah itu dengan senyuman hancur....
Eva menjerit histeris sambil mengutuk kebodohan anaknya.
"Mengapa sifatnya seperti ayahnya yang tidak berguna itu,"? desah Eva jengkel.....
ππ
"Telp dia sekarang Derrell aku ingin bicara..." ucap Mikha dengan nada sedih...
"Mengapa hanya ada dia yang selalu ada dipikiranmu."ucap Derrell tajam..
"Dia sudah seperti anakku Derrell dia juga anak Damian....mengapa kau bersikap seperti ini."?
"Kau akan punya anak sendiri aku berjanji." teriak Derrell dengan suara tajam....
"Anak sendiri.."? ucap Mikha menghela nafas.....
Airmatanya menetes....
Derrell tersenyum misterius, mendekati Mikha dan meraihnya......
"Aku akan membuatnya menjadi kenyataan untukkmu sayang." ucap Derrell penuh janji..
Mikha terdiam..lalu mendorong tubuh Derrell menjauh,...
"Aku benar-benar tak percaya aku menikahi seorang monster kejam sepertimu."
"Mikha jangan mulai lagi..."
"Kau menyingkirkan Dion dari hidupku lalu mengatakan hal yang tidak masuk akal."
"Kau akan melihatnya nanti Mikhayla."
"Aku tak perduli Derrell..aku benci padamu, aku ingin kau mengembalikan Dion padaku atau kita cerai.." ucapan Mikha membuat Derrell meradang, mendekati wanita cantik itu ia meraihnya dalam satu tangan....
"Apa maksudmu.."?
__ADS_1
"Aku ingin kita bercerai...." desis Mikha sungguh-sungguh....
Senyuman mengerikan terlihat di bibir Derrell pria itu kemudian meraihnya dan menyipitkan matanya tajam...
"Tak ada yang bisa pergi dariku tanpa ijinku Mikha.....kau akan menjadi milikku selamanya, atau kau akan melihat hal yang paling mengerikan yang terjadi di depanmu." aura membunuh begitu kentara di wajah Derell yang tampan..
Mikha membeku di tempatnya, airmatanya menetes, ketika Derrell dengan cepat meraihnya dan membawanya dari tempat itu menuju kamar....
"Kau harus di sadarkan bahwa kau sudah menjadi milik Derrell dan tidak kau tidak pernah bisa berkata seperti itu kepadaku."
"Yah...kau pikir aku takut padamu..Derrell."
Derrell menghentikan langkahnya dan menatap Mikha.
"Aku ingin kau mencintaiku...aku ingin seluruh hidupmu hanya memikirkan aku Mikha..."
"Hidup tidak seperti itu Derrell, mengapa kau sangat egois.."
"Yah..aku sangat egois dan aku tidak perduli Mikha...."
Mikha kehilangan kata ketika Derrell membawanya ke sebuah kamar..bukan kamar mereka, namun kamar yang lain....sementara dari jauh Mikha bisa melihat tatapan tajam dari sosok Wilson, dahinya mengerut dengan dalam ketika keduanya bertatapan,...
Derrell sungguh terbakar amarah, pintu terbuka dengan lebar, menampakan sebuah kamar yang di dominasi warna coklat yang gelap. Mikha di paksa masuk dan kemudian pintu tertutup di belakangnya..
Derren menghempaskan tubuh Mikha hingga keduanya berdiri saling menantang..
"Kamar apa ini...."
"Mulai sekarang ini adalah kamar kita Mikha..."
"Mengapa..."?
"Aku ingin mulai sekarang kau berhenti memikirkan siapapun selain aku sayang...entah itu Damian, Dion atau siapapun.....hanya aku...yang harus kau pikirkan dan kau cintai..."
"Derrell ini sungguh tidak lucu..
"Aku tidak bercanda Mikha...kau harus mencintaiku dan berhenti membuatku gila dengan memikirkan orang lain."
"Kau harus bisa menjelaskan semuanya padaku Derrell setelah itu hatiku mungkin akan bisa mencintai..." ucap Mikha tajam.
"Menjelaskan tentang apa Mikha."?
__ADS_1
"Dion...Damian, siapa mereka...katakan padaku, siapa mereka dan apa hubunganmu dengan mereka....jangan membuatku gila dengan semuanya Derrell, bagaimanapun kau dan Damian sangat mirip dan Dion...dia anak Damian, bagaimana bisa dirumah ini..katakan...." jerit Mikha merasa frustasi dengan semua yang terjadi...airmatanya menetes..
Derrell membeku.......jemarinya terkepal ia mendekati Mikha......