Menikahi Dokter Dingin

Menikahi Dokter Dingin
My Cold Police : Sebuah Penyeselan


__ADS_3

"Cinta yang sejati adalah ketika pasanganmu bisa menerimamu tulus apa adanya walaupun dia tau kau telah rusak dan dalam keadaan terburuk sekalipun"


- Iqram Ridwan.


---


"Kak Ali?" ucap Eva lemah.


Sementara itu Rendra yang tak mengetahui kronologinya hanya berdiri menatap geram kearah Eva dan Ali kemudian meremas keras kertas bukti pembayaran yang ada ditangannya itu.


Rendra kemudian berjalan menuju Ali dan Eva dengan tatapan datar dan juga rasa cemburu di dadanya itu.


"Sedang apa kalian?" tanya Rendra ketus.


Ali yang masih dalam posisi itu segera melepaskan Eva dan mendudukkannya dibangku semula dan beralih menatap Rendra yang sudah menatapnya tajam.


"Eh, aku tadi menolongnya dia hampir terjatuh," jawab Ali gelagapan.


"Yakin cuma menolong?" sindir Rendra sembari memberikan tatapan menyelidiknya.


"Iya Om, tadi aku hampir terjatuh untung ada kak Ali yang menolongku,"


"Oke Baguslah, ayo Eva kita pulang semuanya sudah beres dan makasih sudah menolong istriku," ujar Rendra membantu Eva untuk berjalan meninggalkan Ali yang mematung tak karuan di tempat itu.


Rendra dan Eva pun berjalan menuju mobil mereka yang sudah terparkir di halaman rumah sakit ini, di dalam mobil Rendra tidak berkata sepatah kata pun wajahnya dingin dan datar seperti ada sesuatu yang dia kesalkan sehingga membuat Eva semakin bingung dibuatnya.


"Om, kenapa?" tanya Eva pada Rendra yang sedang menyetir mobilnya tanpa mempedulikan istrinya itu.

__ADS_1


Rendra tak menjawab pertanyaan Eva yang membuat Eva kesal melihatnya sehingga memberikan tatapan tajamnya kepada suaminya itu namun tetap tak dihiraukan oleh Rendra.


"Om kenapa sih selalu saja begini," keluh Eva kesal.


"Kamu yang kenapa!" bentak Rendra menghentikan laju kendaraannya.


"Kenapa? Aku kenapa?" tanya Eva dengan nada suara melemah mendapat bentakan dari Rendra.


"Kamu masih mencintai Ali kan?" tanya Rendra dengan tatapan tajam.


"Ti ... Tidak, Om," bantah Eva gugup.


"Ah! Tidak usah pura pura bodoh! kamu suka kan tadi di peluk sama Ali," bentak Rendra yang kini membuat Eva menitikkan air mata. "Kalau kamu mencintainya! Pergi saja dengannya kenapa masih bertahan denganku!"


"Cukup Om!" teriak Eva dengan air mata.


"Cukup! Om sudah terlalu berkata kasar terhadapku! Dan Om masih bertanya kenapa aku masih bertahan bersama Om? Aku mencintaimu sangat mencintaimu! Kalau aku mau aku akan pergi dari kehidupan Om selamanya namun tidak aku sangat takut kehilangan Om namun Om selalu saja berburuk sangka terhadapku, aku bahkan bertanya apakah Om tulus mencintaiku atau tidak untuk saat ini," ucap Eva menghapus air matanya yang tumpah akibat tuduhan dari suaminya itu.


Rendra terdiam seketika, bibirnya keluh dan dadanya naik turun menahan sesak setelah mendengarkan penuturan istrinya, apa yang telah ia lakukan ia sudah melukai dan menuduh Eva yang tidak tidak hanya karena sebuah kecemburuan yang tak jelas.


Rendra kemudian kembali menjalankan mobilnya menuju kediaman mereka dengan wajah khawatir sementara Eva memilih diam dalam isakan tangisnya menatap keluar jendela.


"Astagfirullah apa yang telah ku perbuat?" batin Rendra menyesali segala perbuatannya yang membuat hati istrinya sedikit sakit.


Kini mobil mereka sudah memasuki halaman rumah Rendra, Rendra kemudian memarkirkan mobilnya sembarang dan keluar terlebih dahulu ingin membantu Eva masuk kedalam rumah.


"Sini ku bantu," ucap Rendra meraih tangan Eva.

__ADS_1


"Gak usah!" ucap Eva ketus melepaskan genggaman tangan suaminya itu.


Eva kemudian berjalan masuk kedalam rumah dengan membawa tas jinjingnya, ia sebenarnya merasakan pusing di kepalanya namun ia tahan karena ia tidak mau meminta bantuan Rendra.


Sementara itu Rendra sangat menyesali apa yang dia lakukan dan masuk kembali ke dalam mobilnya meninggalkan rumahnya dengan perasaan kalut entah kemana, ia bingung dan harus bagaimana ia tidak tahu bagaimana cara mengembalikan perasaan Eva namun yang dia lakukan adalah benar benar hal yang fatal sehingga membuat Eva merasakan sakit hati.


"Akhh aku benar benar bodoh!" teriak Rendra kesal sembari menyetir mobilnya dengan keadaan tidak fokus.


Rendra sangat menyesali perbuatannya ia seharusnya mengerti bahwa ini hanya ketidaksengajaan dan harusnya dia paham bahwa istrinya sedang dalam keadaan sakit yang seharusnya dia tidak melakukan hal itu.


Rendra mengendarai mobilnya dengan keadaan ugal ugalan sampai ia tidak fokus pada jalanan di depannya yang membuat ia menabrak pembatas jalan.


Brak!


Rendra tertegun kaget mendapati dirinya menabrak pembatas jalan itu, Rendra keluar dari mobilnya dan melihat keadaan mobilnya yang penyok di depan namun ia tetap bersyukur karena ia tidak kenapa napa dalam insiden ini.


Rendra kemudian memijit pangkal hidungnya pusing dan berjalan menuju pembatas jalan sebalahnya yang berhadapan langsung dengan pemandangan perbukitan, angin semilir menyapu tubuhnya sehingga ia terbuai di dalamnya.


Rendra sejenak melupakan masalahnya tak kala mengingat pesan Adnan untuknya bahwa tertekan hanya akan membuat semakin larut dalam kesedihan.


Rendra merasakan ketenangan di tempat ini sampai ia mendapati ada seorang pria yang menepuk pundaknya dari belakang.


Sementara itu Eva memilih mendiamkan diri dalam kamarnya menangis sejadi jadinya, hatinya sangat sakit akan tuduhan tanpa bukti dari suaminya itu.


ia memang mencintai Ali tapi itu dulu sebelum dia merasakan apa itu Cinta dari Rendra yang membuatnya nyaman akan hal ini sehingga ia takut kehilangan suaminya itu.


- Bersambung -

__ADS_1


(IG : @iqram05ridwan)


__ADS_2