Menikahi Dokter Dingin

Menikahi Dokter Dingin
My Cold Police : Protokol Misi 6


__ADS_3

< Budayakan Like episode ini sebelum membaca agar bisa menambah semangat author dalam berkarya dan bila kamu menyukai novel ini silakan masukkan ke daftar favorite kamu agar kamu yang pertama menerima notifikasi ketika author update episode terbaru (~_^) >


---


Reza melihat pasukannya kini sudah dalam keadaan terancam hanya berdiri dengan tenang memandangi sekitar, entah apa yang di pikirkannya atau rencana apa yang sedang dilakukannya sehingga ia hanya bersikap biasa saja.


"Reza?" ucap Andrew mengagetkan Reza dari belakang.


Reza sedikit terkejut dan segera menghela napas lega ketika mengetahui yang datang adalah Andrew dan Wisnu.


"Ah, untungnya kalian sudah datang, aku sudah lelah dengan permainan bodohmu ini Andrew," ucap Reza kesal.


"Tunggu, permainan? Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Wisnu bingung.


Andrew dan Reza kemudian berjalan menatap Wisnu tajam dan memegang pundaknya.


"Kau rupanya belum paham," ucap Andrew mengambil pistol dari dalam tasnya dan memberikannya pada Wisnu.


Wisnu yang sudah bingung dibuat semakin bingung karena Andrew memberinya pistol yang ia sendiri tidak pernah memegangnya.


"Ayolah ambil, kita akan membantai mereka sekarang," ucap Andrew tersenyum sinis.


"Apa!? Bantai? Apa kau gila?" protes Wisnu tidak setuju.


Andrew berbalik lagi dan mengambil napas panjang kemudian melepas kacamatanya yang ia pakai sedari tadi.


"Aku memang dokter gila bukan? Dan akan kubawah kau masuk kedalam duniaku dan semua akan baik baik saja ada aku dan Reza," ucap Andrew meyakinkan.


"Sudahlah Nu, ini sudah terlambat kita harus menolong mereka sesegera mungkin," timpal Reza setuju.


Wisnu terdiam cukup lama menimbang bahwa sekarang anak dan menantunya dalam bahaya dan dia harus menolongnya tetapi ada sedikit keraguan didalam hatinya itu.


Lama ia berpikir kemudian Wisnu mengambil pistol dari tangan Andrew dan tersenyum yakin untuk membantu misi ini.

__ADS_1


---


"Hmmm mampos kau!" ucap Amri geram membekap mulut Darius.


"Iya pak, orang begini mah kalau gak mampos gak seru," ucap Zain menyemangati.


Kejadian ini berlangsung cukup lama, Amri yang berusaha membuat Darius pingsan dan Zain yang memegangi anggota badan Darius yang cukup kekar akibat rajin ngegym, tapi bagaimanapun caranya Amri dan Zain bisa menang dengan senyum kepuasan.


Setelah sukses melumpuhkan musuhnya Amri segera kembali duduk di sofa dan mengatur rencana untuk membawa keluar Darius dari kantornya.


Namun sebelum itu ia mendapati ponselnya berdering saat menerima telepon dari Andrew ayah mertuanya.


Setelah menerima telepon Amri segera memasukkan ponselnya kedalam saku bajunya dan memikirkan cara membawa Darius keluar dari kantor tanpa diketahui.


Sementara Zain lebih memilih duduk layaknya seorang atasan dan memikirkan sesuatu pula yang akan bisa membantu rencana ini.


Lama mereka berdua berpikir sampai mendapatkan sebuah ide yang mau cukup di luar nalar dan sangat parah.


"Hufft, akhirnya," ucap Amri bernapas lega.


"Terus selanjutnya apa Pak?" tanya Zain kembali duduk di sofa Darius.


"Tidur,"


"Hah serius pak? Kebetulan sekali saya udah ngantuk banget," ucap Zain tersenyum antusias.


"Yah enggaklan Zain, kita bawa nih si biang keladi ke markas mereka, capek tau gak lagi lagi deh terjebak permainan kek gini, authornya juga aneh aneh bikin alur cerita," ucap Amri kesal.


"Biarin lah Authornya juga kebanyakan halu kok," ucap Zain menimpali. "Yaudah pak ayo kita bawa keluar si bos mafia bloon ini,"


Amri kemudian mengangguk setuju pada Zain dan mulai merangkul Darius yang sudah berganti pakaian itu keluar dari kantor ini.


---

__ADS_1


Dor!


Salah satu tembakan kini mengenai lengan Andre yang menbuatnya tersungkur kesakitan.


"Andre!?" teriak Rendra emosi.


"Masuk pak!" teriak Azraf tak kalah emosi.


Rendra tidak ada pilihan lain ia harus menyelamatkan Eva karena harapan satu satunya hanya ada di Rendra karena nyawa kedua polisi terbaik ini dalam bahaya dan keberhasilan hanya ada ditangan Rendra sampe menunggu pasukan B datang.


Sementara Rendra sudah masuk kedalam ruangan itu Azraf sudah semakin kewalahan Karena bahkan Andre kini sudah dalam keadaan tak sadarkan diri akibat tembakan kedua yang mengenai dadanya.


Di saat Azraf mulai lengah ia bahkan ingin menyerah namun cepat ia singkirkan niatnya itu karena sebentar lagi dia akan berhasil dan walaupun gugur setidaknya ia mati dalam keadaan tidak menyerah.


Azraf terus berusaha melawan para musuhnya yang jumlahnya bahkan berbanding jauh dengan dirinya itu. Ia bahkan belum terkena tembakan namun kini kedua orang temannya bahkan ia tidak tahu apakan masih bernapas atau tidak.


Azraf mulai lemah, kakinya lemas dan badannya sakit sakit semua akibat menghindar terus dari tembakan mereka yang membabi buta saat itu.


Dor!


Dor!


Dor!


Tiga kali tembakan terdengar ditelinga Azraf yang seketika membuat beberapa orang mafia itu terjatuh dengan keadaan bersimbah darah.


Azraf tersenyum bahagia dan menjatuhkan tubuhnya lelah karena disana sudah ada Wisnu, Andrew dan Reza yang siap menolongnya.


"Untung pasukan B sudah datang," guman Azraf sebelum akhirnya jatuh tak sadarkan diri.


- Bersambung -


Hmmm kira kira Rendra berhasil gak yah menyelamatkan Eva atau jangan jangan? Kalau tebakan kalian bagaimana?

__ADS_1


__ADS_2