
Pagi telah tiba, setelah melaksanakan Sholat subuh berjamaah pasangan suami istri ini kemudian melakukan santai pagi sejenak sebelum akhirnya mereka melaksanakan kegiatan pagi ini.
Nissa tampak sibuk di dapur mempersiapkan sarapan untuk Anak dan Suaminya sementara Wisnu sedang bersiap dengan setelan kerjanya.
"Sayang?" ucap Wisnu memanggil Nissa.
"Iya mas?" ucap Nissa dari dapur.
Nissa kemudian berjalan keluar untuk menemui suaminya yang sudah sangat rapi.
"Aku berangkat kerja dulu yah?" ucap Wisnu mengambil jas kerjanya.
Wisnu kemudian memakai jasnya dan kini sudah berdiri dihadapan Nissa.
"Kerja? Tapi inikan hari minggu! Gak libur?" ucap Nissa bingung.
Wisnu tersenyum lalu memeluk istrinya erat kemudian kembali tersenyum simpul.
"Iya sayang ada pasien yang mau konsultasi hari ini jadi agak mendesak, gak apa apa yah?" ucap Wisnu pada Nissa.
"Tapi gak sarapan dulu?" ucap Nissa bertanya.
"Aku sarapan diluar aja yah, soalnya buru buru," ucap Wisnu mengelus pipi Nissa.
"Hmmm iya deh mas hati hati yah?" ucap Nissa mencium punggung tangan Wisnu.
"Iya sayang, Assalamualaikum," ucap Wisnu mencium puncak kepala Nissa.
"Waalaikumsalam,"
Nissa mengantar Wisnu kedepan pintu dan melihat sampai mobil suaminya hilang dari pandangannya.
Setelah merasa suaminya telah pergi Nissa pun kembali masuk kerumah dan menyiapkan sarapannya.
"Halo pak semua sudah siap kan? Hari ini saya ada jadwal pemeriksaan kesehatan,"
"Semoga saja penyakit saya tidak semakin parah," ucap Wisnu menutup telpon sepihak.
Wisnu kemudian melempar ponselnya ke samping Kursi yang kosong.
"Maafkan aku Nis, mas terpaksa berbohong," ucap Wisnu sembari fokus untuk menyetir.
---
__ADS_1
"Selamat pagi, mah!" ucap Amri kecil keluar dari kamarnya.
"Pagi sayang, yuk kita sarapan dulu," ucap Nissa pada putranya.
Amri kemudian berjalan menuju meja makan dan duduk di depan mamahnya.
"Mah? Papah mana?" tanya Amri sambil mengunyah rotinya.
"Papah kerja sayang," ucap Nissa mengoleskan selai ke rotinya.
"Kerja? Bukannya libur?" tanya Amri.
"Hmmm harusnya libur tapi papah ada kerjaan," ucap Nissa menjelaskan.
"Tuh kan, walau libur selalu kerja kemarin ulang tahun aku papah gak ada, hari ini harusnya aku mau maafin papah kalau mau temenin aku ke zoo, tapi papah selalu sibuk!" ucap Amri kesal.
"Amri papahkan kerja demi kita," ucap Nissa mencoba menjelaskan. "Biar Amri bisa beli mainan kan?"
"Aku gak mau mainan aku maunya papah!" ucap Amri kesal dan berlari ke kamarnya. "Aku benci papah!"
Amri kemudian membanting pintu dan menangis dalam kamarnya, sedangkan Nissa membiarkannya tenang dan akan menjelaskannya sebentar.
Tok! Tok! Tok!
"Amri? Mamah boleh masuk gak sayang!" ucap Nissa mengetuk pintu.
Nissa kemudian membuka pintu kamar Amri dan berjalan ke duduk di tepi ranjang Amri.
"Sayang?"
"Iya Mah?" ucap Amri yang naik kepangkuan Nissa.
"Amri tau gak? Waktu dulu Amri masih didalam perut, papah sering banget elus Amri itu tandanya papah gak sabar pengen nungguin Amri keluar,"
"Terus?" ucap Amri polos.
"Terus pas mamah ngelahirin Amri, papah waktu itu kerja dan gak sabar pengen ketemu Amri dan buru buru balik ke rumah sakit, tapi..."
"Tapi kenapa Mah?" ucap Amri kepo.
"Tapi papah kecelakaan dan sempat dinyatakan meninggal, waktu itu mamah merasa terpukul karena mamah sangat sayang sama papahmu,"
"Jadi?"
__ADS_1
"Papah sangat sayang sama Amri kadang papah rela kok gak kerja demi Amri, tapi kali ini beda papah harus kerja kembali dan tidak bisa menolak,"
"Papah terlalu sibuk! Makanya gak ada waktu buat keluarga," ucap Amri kesal
"Lah yang semalam itu apa? Jemput Amri? Ngantar Amri? Itu bukan waktu?" ucap Nissa menatap lekat wajah anaknya. "Papah itu seorang dokter, Amri tau gak? Dokter itu pahlawan kalau gak ada dokter pasti banyak orang yang sakit, makanya jangan marah sama papah justru Amri harus bangga punya papah seorang pahlawan,"
Seketika wajah Amri berubah tampak ada penyesalan disana dan merasa bersalah.
"Amri takut papah marah sama Amri," ucap Amri takut.
"Papah gak bakal marah kok!" ucap Nissa menenangkan.
"Bener mah?"
"Iya makanya berdoa terus biar papah bisa sehat,"
"Hmmm aku berdoa semoga banyak orang yang sakit," ucap Amri polos.
"Kok gitu sih?" ucap Nissa kaget.
"Biar papah banyak kerjaan dan bisa memberikan semua untuk kita,"
"Yah gak gitu juga sayang,"
"Oh gak boleh yah?"
Nissa hanya menggeleng lalu menurunkan Amri kemudian melangkah keluar kamar.
---
"Andrew? Apa penyakitku ini sudah parah?" tanya Wisnu khawatir.
"Harusnya tidak, jika kita menemukan donor dalam waktu dekat ini tapi sebelum itu kau harus rajin check up,"
"Hmmm jangan beritahu Nissa yah?" ucap Wisnu pada Andrew.
"Siap!"
"Dan lagi aku mau pulang awal, dan bagi ada yang mau konsultasi soal kesehatan matanya bilang saja aku keluar kota," ucap Wisnu berdiri dari duduknya.
"Oke baik, jangan terlalu dipikirkan aku yakin kau bakal sembuh," ucap Andrew menyerahkan surat hasil pemeriksaan dan memeluk sahabatnya.
Seketika Wisnu tersenyum dab Kembali melangkah keluar.
__ADS_1
"Makasih," ucap Wisnu kemudian berjalan keluar dengan senyum positif.
Happy Reading♡