
< Budayakan Like episode ini sebelum membaca agar bisa menambah semangat author dalam berkarya dan bila kamu menyukai novel ini silakan masukkan ke daftar favorite kamu agar kamu yang pertama menerima notifikasi ketika author update episode terbaru :) >
---
Rendra segera mengemas semua pakaian miliknya dan juga milik Eva untuk segera kembali ke kota ia khawatir dengan kondisi dari Eva yang sedari tadi mual mual dan merasakan pusing di kepalanya.
"Dek? Udah siap belum?" tanya Amri masuk ke dalam kamar Rendra.
"Udah kak," jawab Rendra mengangkat kopernya.
"Yaudah sini biar kakak yang bawa kopernya ke mobil dan kamu bantu istri kamu biar dia gak capek jalan dan ingat jangan lama lama awas nanti kalau berkebun lagi tak jambak lo dek!" ucap Amri membawa koper Rendra keluar dari kamar.
Sementara itu Rendra kemudian beranjak menuju ranjang tempat tidur Eva dimana di sana ada Eva yang larut dalam tidurnya dan mimpi indahnya.
"Va?" panggil Rendra pelan.
"Hmmm, iya Om? Ada apa?" ucap Eva bangun dari tidurnya.
"Yuk pulang, sekalian nanti langsung ke rumah sakit aja," ucap Rendra membantu Eva berdiri.
"Ngapain ke rumah sakit?"
"Buat periksa kamu lah kamu kan lagi sakit sayang," ucap Rendra berjalan ke arah keluar kamar dengan Eva di sampingnya.
__ADS_1
"Gak usahlah,"
"Gak usah kenapa? Tetap kita harus periksa ke dokter!"
Eva terdiam dia menyerah jika harus berdebat dengan suaminya karena pasti dia akan salah dan cara satu satunya sekarang ialah menyerah pada Rendra.
Sesampainya di mobil Rendra segera menancap gas menuju kota, ia sengaja berangkat duluan karena yang lainnya belum selesai berkemas.
Jarak antara villa tersebut dan kota lumayan jauh minimal 40 menit perjalanan itupun jika jalanan tidak macet namun mereka berharap saja bahwa jalan tidak macet.
---
Kini mobil Rendra sudah memasuki kawasan perkotaan dimana di ujung jalan sana terdapat rumah sakit ayahnya yang bisa ia pakai untuk periksa selain gratis pasti pelayanannya cepat karena dia anak pemilik rumah sakit itu jika author wkwkwk tapi ini Rendra, ia mempunyai sikap dimana ia tidak ingin di perlakukan istimewa kecuali dalam keadaan genting seperti ini.
Sesampainya di rumah sakit Rendra bergegas membantu Eva turun dan membawanya menuju ruangan dokter spesialis kandungan untuk mulai di periksa.
Cukup lama dokter tersebut memeriksa Eva dan akhirnya memanggil pasangan suami istri tersebut untuk menyerahkan hasil pemeriksaan dari kandungan Eva.
Tampak raut wajah dari Eva dan Rendra ragu juga bingung dengan hasil yang akan di terima nanti, Eva kemudian mengambil surat pemeriksaan itu dan perlahan membacanya.
Wajah yang semula ragu, khawatir dan bingung kini berubah jadi senyum sumringah dan kebahagian karena menunjukkan hasil tes bahwa ia positif hamil.
"Apa saya hamil?" teriak Eva tidak percaya.
__ADS_1
"Iya bu, selamat yah!" ucap Dokter tersebut menyodorkan tangannya untuk menjabat tangan Eva dan Rendra yang masih dengan ekspresi bahagia bercampur haru juga bingung.
"Serius dok!" ucap Rendra terperangah.
"Iya pak!"
"Alhamdulilah, makasih yah dok!" ucap Rendra dengan senyum penuh kebahagiaan dan juga haru biru.
Ia kemudian menatap Eva sejenak dan berpamitan kepada dokter tersebut dan membantu Eva untuk berdiri dan berjalan menuju mobilnya yang terparkir di luar rumah sakit
Sesampainya di dalam mobil Rendra kembali menatap Eva dengan senyum kebahagiaan dan juga air mata yang menetes ia kemudian mendekatkan kepalanya ke kening Eva dan ...
Cup!
Sebuah kecupan manis dari Wisnu mendarat indah di kening Eva yang membuat dirinya tersenyum malu dan kembali merasakan arti kebahagiaan dari seorang suami.
"Makasih yah sayang!" ucap Rendra kemudian kembali menyetir mobilnya untuk kembali bertolak ke kediaman mereka dimana Amri, Dela, Zain dan Ali sedang menunggu untuk mengetahui kabar dari mereka.
Rendra dan Eva pulang dengan perasaan bahagia di mobil Eva tak henti henti mengelus bayi dalam perutnya itu, sementara Rendra tersenyum kecil dan juga merasa bahagia dengan semua ini dan mungkin dapat menimbulkan benih cinta yang memperkuat ikatan cinta mereka.
Kini mobil mereka memasuki halaman rumah mereka Rendra turun duluan dan membukakan pintu mobil untuk Eva dan langsung menggendong Eva masuk kedalam rumah.
"Om! Apa apaan sih? Udah turunin berat tau" ucap Eva kaget saat Rendra Menggendongnya.
__ADS_1
"Berat? Walaupun bagaimana pun mas tak akan melepaskan kamu sayang, mas akan menjaga kamu dan tentu anak kita" ucap Rendra berjalan masuk ke dalam rumah dimana ada Amri dan yang lainnya yang sudah menunggu di teras karena mereka tidak membawa kunci cadangan.
- Bersambung -